
Aku terpental karena beradu Force dengan walikota. Walikota menatap kearahku dengan tatapan merendahkan
"Hanya itu?"(Walikota) "Aku belum mulai" Kedua pedangku es dan tanah menghantam tanah. Duri tanah dan Es merah menyerang bersamaan dalam jumlah luar biasa
"Bagus" Walikota mengangkat pedangnya dan mengayunkannya ledakan terjadi dan bagian depan duri tanah dan es hancur
Aku mengarahkan ketiga pedangku kedepan. Kedua pedang api, dan pedang angin "Infernus. Turbo"
Tornado api raksasa menghancurkan dan melelehkan segalanya kearah Walikota raksasa itu.
Walikota menyelimuti seluruh pedangnya dengan force menahan serangan itu. Force itu jauh lebih kuat daripada force milikku menghancurkan mithril yang diselimuti force akan sangat sulit
Tapi aku tidak bisa menyerah sekarang. Pedang ku menusuk tanah "Oceanus" Bersamaan dengan ayunan pedangku
Celah panjang tercipta dan dari sana keluar air yang bergerak menyamping menghindari tornado api dan langsung menerjang Walikota raksasa seperti Tsunami
"Boleh juga" Walikota mengayunkan tangannya dan ledakan besar terjadi tsunami itu langsung hancur seperti menghantam dinding besi raksasa
Tapi aku muncul dari pecahan air itu. Seluruh air merah itu menyelimuti pedangku, begitu melihat aku yang muncul tangan yang tadi menahan serangan airku terangkat.
Walikota mengayunkannya kebawah. Rasanya seperti tertimpa gunung padahal aku masih jauh dari jangkauan tangannya
Bahkan tanah dibawah juga membentuk parit saat aku jatuh ketanah. Jalur panjang parit terbentuk yang membelah kota.
Aku mengangkat tanganku dan menepuk tanah. Dari sekitar Walikota keluar pilar air merah yang langsung menusuk kearah kepala walikota
Walikota memegang pedang dengan kedua tangannya dan mengayunkannya sampai jadi lingkaran sempurna
Ledakan besar terjadi seluruh seranganku langsung terpencar berkat itu. Tapi aku menggunakan celah itu dan melesat dari dalam tanah
Aku langsung menusuk kearah leher walikota meski begitu dia masih bisa menahanku dengan tangannya
"Inilah. Kekuataanku sebenarnya" 2 pilar es muncul di siku walikota. Ditambah mithril yang jadi sarung tangannya mulai meleleh dengan pedangku
Tornado melindungiku mencegah walikota menggengamku, dari kiri tombak air raksasa melesat kearah wajah Walikota, dari arah kanan tombak lava bergerak dengan cepat kewajah walikota, dari langit petir raksasa menyambar tubuh walikota, 2 lengan batu raksasa menahan pedang walikota
Force menyelimuti tubuhnya. Aku langsung naik ke lengannya dan langsung berlari kearah lehernya.
__ADS_1
Tapi aku terlambat ledakan Force raksasa terjadi dengan tubuh walikota sebagai intinya membuat ledakan yang luar biasa besar
Aku terpental terbang. Walikota tetap menatap kearahku dan mengayunkan pedang raksasa yang diselimuti force
Tebasan itu membuat tebasan Force raksasa yang tingginya segunung begitu juga lebarnya
Bahkan tebasan itu juga membelah tanah yang dilewatinya
Aku terlambat menghindar hanya bisa menahannya dengan semua pedangku. Tebasan itu bahkan mendorongku sampai keluar dari kota tapi sayangnya tebasan itu tertahan dinding kota
Sedangkan aku jatuh keluar dari kota "Panglima"(Sila) Sila membantuku berdiri "Apa-apaan itu?"(Duke Galarin) "Serangan pemilik kota" "Kamu menghadapi yang seperti itu selama ini?"(Duke Galarin) "Tidak ini yang pertama" Tangan-tangan force milikku menyarungkan semua pedang milikku
"Setelah dia kalah seluruh kota akan jadi milik kita" "Viscount. Kamu percaya diri melawan serangan seperti itu?"(Pangeran ketiga) "Apa tidak mundur saja dulu? Kita sudah menang kan? Seluruh kota sudah kosong"(Sirus)
"Tidak. Kalau aku tidak melanjutkan pertarungan seluruh kota akan roboh ke jurang selain menghambat kita, kita tidak mungkin menyerang Stor dalam beberapa bulan bahkan tahun"
Alasan aku menyetujui duel ini adalah itu. Jika kota ini runtuh dan jadi jurang kita harus mengambil jalan memutar yang makan waktu lama dan berbahaya
"Tapi panglima-"(Sila) "Tenang saja, aku akan menang" Aku masih punya sarung pedangku.
Biasanya aku cuma memakai yang Mundus saja, sebenarnya jumlahnya sendiri ada 6
"Mundus. Kekuatan penuh" Aku menancapkan pedang beserta sarungnya ketanah. Seluruh tanah bersinar dan ratusan duri tanah muncul yang langsung menusuk kearah Walikota raksasa
Walikota mengayunkan pedangnya dan membuat ledakan. Bukanya berkurang malah semakin banyak, bahkan tanah dibawah kakinya juga mulai menjadi duri tanah yang menusuk kearahnya
Aku muncul dari duri tanah dibelakangnya. Aku langsung melompat kearah celah dileher raksasa itu.
Tapi aku tertahan oleh force disana. Aku langsung mundur sebelum ditangkap tangannya
Aku mengumpulkan tanah merah menjadi tombak seukuran raksasa itu.
Dengan cepat tombak itu melesat kearah raksasa
Semua duri tanah disekitarnya berubah jadi tangan yang menahan tubuhnya
Dia melepaskan kedua tangannya dan menepuk tangannya. Gelombang Forcenya menghancurkan tombak tanah itu, hanya tersisa aku yang tadi berada didalam tombak tanah itu
__ADS_1
Aku mengambil sarung pedangku "Polus" Embun beku berwarna merah langsung menghantam Walikota raksasa, embun itu jadi salju merah dan dia tertutup salju
"Solis" Aku mengangkat pedangku, bola api raksasa terbentuk dilangit. Besarnya melebihi besar Walikota
Bola api itu turun dengan cepat. Salju yang menyelimuti raksasa hancur. Aku langsung mundur dan force raksasa meledak membuatku terpental.
Raksasa mengayunkan pedangnya dan membelah bola api raksasa itu jadi 4 dengan mudah. Dengan ayunan terakhirnya seluruh bola api itu hilang
"Ini menyenangkan"(Walikota) "Akan aku tunjukkan apa itu menyenangkan Caelum, Procella"
Langit berubah jadi merah 4 tornado muncul disekitar Walikota. Dari langit turun ribuan petir bersamaan hingga membuat suara ledakan yang mengerikan.
Walikota terkejut dan tersetrum sehingga refleksnya melambat. Keempat tornado sudah mengapitnya dan suara gesekan besi terdengar dengan nyaring
Belum juga bergerak petir raksasa turun secepat kilat bersamaan dengan suara ledakan menyambar tubuh walikota
Walikota mengangkat pedangnya, yang langsung membuat pedangnya tersambar petir, aku langsung berada diatas pedangnya dan menusuk pedangnya
Pedang itu langsung retak dan patah jadi 2, aku melompat turun dari sana. Walikota melihat pedangnya yang sudah patah
"Baguslah"(Walikota) Dia mengepalkan kedua tangannya dan meninju kedepan. Ledakan terjadi seluruh tornado disekitar langsung hancur aku juga terkena dampaknya kalau aku tidak sempat membuat dinding tanah aku akan hancur
Ini semua sudah berakhir. Dari langit petir raksasa menyambar tubuh walikota. Begitu petir itu hilang petir lain turun, dan terus menyambar bergantian membuat Walikota tidak bisa bergerak
"Terakhir. Vulcanus" Tanah dibawah kaki Walikota membara dan pilar lava keluar darisana membakar walikota hidup-hidup
Aku membuat lava itu sepanas yang aku bisa, aku sampai membayangkan panas dari lava itu bisa membuat seluruh sungai menguap
Tapi itu tidak cukup untuk membunuhnya dari pilar lava raksasa itu keluar dengan keadaan seluruh zirahnya meleleh
Aku langsung melesat kelehernya "Selamat tinggal" Aku mengayunkan pedangku menebas lehernya membuat darah mengalir deras darisana membuat sungai darah
Akhirnya raksasa itu jatuh dengan sungai darah mengalir dari lehernya. Syukurlah ini sudah berakhir kepalaku sakit dan mataku berkunang-kunang
Aku juga ikut tumbang disamping raksasa itu dikejauhan aku melihat Sila yang berlari kearahku
Tapi aku lebih dulu kehilangan kesadaran
__ADS_1
***TO BE COUNTINUE....***