
Aku kembali ke Monrra membawa jantung Ralls. Aku sudah memerintahkan pasukan gagak untuk mengawasi daerah disekitar badai mana.
Jika ada raksasa lain yang selamat bisa langsung kami buru sebelum mencapai Stor. Rombongan Baron Mansturi sudah kembali lebih dulu setelah melihat raksasa yang kami lawan
Sebenarnya 3 hari aku disana bukan cuma memburu raksasa melainkan menunggu kedatangan orang menara sihir
Tapi mereka tidak muncul satu orang pun. Entah mereka tidak perduli atau memang terlalu malas soal itu.
Alasan kami kembali lebih cepat karena Lizra datang ke Monrra, tepatnya kemarin padahal tanganku belum sempat kurawat
4 jari tanganku patah saat aku membunuh Ralls
itu membuatku tidak bisa menunggangi kuda. Berkat adanya Sirus perjalanan tidak berlangsung lama dan kami tiba di Monrra
Saat kami datang festival sederhana di gelar. Diseluruh jalan di Monrra dipenuhi orang, mereka menyambut kedatangan kami
Kami jadi seperti parade yang bergerak menuju benteng Monrra. Meski merepotkan sejujurnya ini menyenangkan
Perasaan disambut sesudah melalui perang yang sulit sangat membahagiakan. Di benteng aku dirawat oleh pendeta
Yang sempat membuatku bingung. Kenapa pendeta berada disini tidak digereja, aku dirawat terutama tanganku
"seperti yang diharapkan dari panglima bertarung dengan segerombolan raksasa yang patah tulang saja"(Pendeta)
"Ini karena kecerobohanku" Pintu terbuka Valerie dan Lizra masuk melihat keadaanku "Melawan para raksasa cuma patah tulang? Entah kamu itu hebat atau beruntung"(Lizra)
"Mungkin beruntung" Valerie bicara dengan pendeta di ujung ruangan sedangkan Lizra mendatangiku
"Kamu itu benar-benar gila. Kamu sadarkan soal itu?"(Lizra) "Ya maaf" "Bukan soal badai mana. Kenapa kamu menghubungiku untuk membeli banyak alat sihir tidak stabil seminggu sebelum perang? Kamu membuat seluruh menara sihir kerepotan tahu"(Lizra) "Maaf"
Aku memang memesan hal itu dari menara sihir untuk menutupi alat sihir tidak stabil buatan pasukan penyihir Valerie
Bagaimanapun badai mana tidak bisa ditutupi. Pasti cepat atau lambat akan ketahuan lebih baik menggunakan cara lain untuk menutupinya kan?
"Josh kamu benar-benar ya. Berapa kali aku bilang untuk tidak menanggung semuanya sendiri hah?!"(Valerie)
__ADS_1
"Kenapa?" Valerie mendekatiku entah kenapa Valerie mengeluarkan aura yang buruk "Kamu itu ya... Kenapa kamu terlalu berlebihan? Kamu hampir melakukan semuanya sendirian kan? Jangan bohong!! Kenapa dari sekian banyak ajudanmu cuma kamu yang terluka? Apa kerja mereka? Haruskah aku mematahkan satu tangan mereka semua?"(Valerie)
"Valerie... Tenang dulu, kamu kenapa sih? Perang ini mengakibatkan banyak korban tahu, ⅕ pasukan kita mati di perang ini ⅔ dari mereka bahkan luka berat. Bagaimanapun lawan kita itu raksasa"
"Aku tahu. Tapi berhentilah memaksakan dirimu. Kalau kamu sampai gugur seluruh Monrra akan mengalami krisis yang luar biasa. Aku bahkan tidak bisa melakukan apapun lagi. Sudahlah aku malas membicarakan ini, aku keluar dulu"(Valerie)
Valerie keluar dari ruanganku "Istriku kenapa dengannya?" Lizra yang kutanya malah tertawa kecil "Bisa dibilang dia khawatir sama kamu. Apa keadaanmu ini termasuk parah?"(Lizra)
"Tidak. Besok juga pasti sudah lebih baik, meski untuk sementara akan susah memegang pedang sih"
"Begitu ya. Lusa tidak masalah kan jika harus melihat bekas pertempuranmu?"(Lizra) "Tidak masalah. Hanya saja badai disana masih berkecambuk loh"
"Tidak perlu khawatir, badai itu cuma berlangsung seminggu. Meski setelahnya masih ada, kekuatanya sudah jauh berkurang. Pihak menara sihir harus menghilangkan efek berkelanjutannya secepat mungkin soalnya"(Lizra)
"Begitu ya. Apa aku harus membawa beberapa prajurit untuk mengawal?" "Tidak perlu, sebentar lagi beberapa penyihir datang untuk membantu"(Lizra)
"Masalahnya sekarang tinggal bangsawan yang lain dan tentu saja raja" "Melihat kelakuanmu pasti menara sihir juga akan terkena akibatnya"(Lizra)
Aku cuma tertawa miris. Keesokan harinya aku sibuk mengurus sisa-sisa festival, membawa jantung ke para Dwarf, berbohong soal jantung dengan mengatakan aku sudah menjualnya, menenangkan Valerie yang entah kenapa jadi kekanakan, dan membayar kompensasi pada beberapa bangsawan yang dengan gak tahu dirinya mengklaim merugi akibat badai mana tapi tidak mau membantu sama sekali.
Dan sekarang aku bersama Lizra dan 4 orang lainnya bersama satu alat sihir berangkat ke Termonn.
"Bagaimana cara menembus itu. Lizra?" "Kalau saja ada penghalang yang mampu menahannya"(Lizra)
"Itu tidak mungkin, mau itu dari Force atau mana keduanya selalu hancur saat bersentuhan dengan badai itu"
"Kalau bisa menyatukan keduanya mungkin bisa. Badai ini tercipta karena tabrakan antara mana dan force dalam jumlah besar. Jika kita menggunakan perisai dengan campuran mana dan force pasti bisa menahannya"(Lizra)
"Masalahnya itu tidak mungkin. Meski berhasil sekalipun itu akan jadi badai mana lainnya, force dan mana keduanya tidak sama meski sebenarnya berasal dari asal yang sama"
"Bagaimana jika begini-"(Lizra) "Itu tidak mungkin" Aku dan Lizra terus berdebat cara untuk membuat perisai itu kami memikirkan berbagai cara mencobanya dan gagal
Tidak perduli cara apa yang akan kami gunakan semuanya langsung di hancurkan oleh badai itu tanpa ampun
"Sepertinya kita cuma bisa menunggu 2 hari lagi"
__ADS_1
"Masih ada 1 cara lagi. Kali ini pasti bisa"(Lizra)
"Jangan bercanda. Aku sudah banyak menghabiskan Force ini, kalau yang ini gagal kita cuma bisa mundur"
"Aku yakin ini berhasil. Jadi kita berdua membuat perisai membentuk terowongan spiral dengan barisan yang berbeda. Barisan pertama mana, dan barisan kedua force. Karena keadaanya sama dengan badai mana pasti tidak akan hancur dengan mudah"(Lizra)
"Ya, tapi jika hancur kita semua akan musnah kan? Kali ini bahkan jauh lebih berbahaya Lizra"
"Tapi kalau tidak dicoba tidak akan tahu kan?"(Lizra)
"Menyebalkan. Terserah kamu sajalah" "Gitu dong"(Lizra) Aku dan Lizra berdiri bersampingan
Aku menulis rune dengan force sementara Lizra membaca mantra
"Obice"(Lizra&aku) Mana dan Force keluar dari tangan kita saling melilit membuat spiral raksasa dan menembus badai mana.
Badai mana mulai berkurang tapi kekuataanya semakin kuat. Meski terlihat tornadonya mulai memudar kekuatan putarannya malah semakin ganas
"BUKA!!!" Aku membuka paksa bagian tengah spiral sehingga membentuk terowongan "Aku tidak bisa bergerak"(Lizra) Sama aku juga keadaan ini sangat sulit membuatku bergerak
"Lizra. Aku akan membawa mereka dan alat sihirnya, hanya saja bisakah kamu menahan bebannya?"
"Akan aku cob....aaa"(Lizra) "Baiklah. Kalian bersiaplah!" Para penyihir yang lain menampilkan wajah bingung
"Mundus!!" tanah dikaki jadi merah begitu juga dengan tanah dikaki penyihir ataupun alat sihir.
Tamah itu bergerak dengan cepat memasuki terowongan
Begitu sudah ditengah aku menarik perisai yang jadi terowongan untuk melindungi kita sementara para penyihir mengaktifkan alat sihir
Begitu alat sihir aktif, mana keluar dari alat sihir memenuhi seluruh badai mana. Kemudian menarik semua mana itu kedalam alat sihir
Terowongan bergetar hebat karena serangan force dari badai mana mengamuk. Aku menarik semua penyihir dengan force ku. Keluar dari badai mana.
Begitu keluar, aku tidak berhenti dan menarik Lizra untuk pergi darisana. Benar saja begitu seluruh mana dalam badai mana menghilang ledakan besar terjadi disusul gempa bumi sampai yang menyebar bahkan sampai ke Monrra serta membuat kawah besar dengan radius 1 km yang tadinya berupa Termonn
__ADS_1
Lizra menamakan tempat itu. Giant Cemetry
**TO BE COUNTINUE...***