Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 29


__ADS_3

Setelah mulai gelap aku terbang kearah benteng itu. Bahkan meski sudah gelap seluruh benteng masih terang.


Penjagaannya ketat sekali. Sepertinya meski mereka gagal bergabung tapi kabar tentang kemenanganku sudah sampai disini.


Aku tidak bisa masuk dengan tubuh elang, karena itu aku berganti dengan tubuh tikus dan masuk kedalam lewat tebing.


Yang pertama harus kulakukan memasang jebakan di pintu masuk. Yang cukup kuat untuk merobohkan pintu.


Yang kedua disepanjang dinding bagian atas


Bagian itu cukup penting karena merupakan tempat dimana para pemanah akan menembak


Baru setelahnya aku berkeliling dan mempelajari tempat ini. Aku terkejut melihat ukuran tempat ini. Bisa dibilang setengah dari gunung merupakan benteng itu sendiri.


Didalam gunung ada markas lain yang berisi ribuan prajurit. Kalau begini meski bisa merebut benteng dengan serangan mereka dari dalam akan menghancurkan kami sepenuhnya


Apa jalan bawah tanah ini juga buatan Dwarf?


Entahlah, yang jelas aku harus memastikan kemenangan kami dulu.


Setelah memasang perangkap dibanyak tempat berkumpulnya prajurit aku pergi keluar.


Merebut benteng tidak bisa sembarangan. Jika aku menghancurkan semuanya seperti sebelumnya kitalah yang akan kerepotan


Padahal menurutku lebih mudah melongsorkan benteng itu ketanah daripada mempertahankannya.


Aku sempat melihat informasi mereka di dokumen disana. Komandan yang menjaga benteng ini disebut Mountain Fotress


Berkat Fotress miliknya dia bisa mempertahankan benteng ini


Selain itu jumlah pasukan didalam benteng ada 1400 orang dan 3000 orang dibagian dalam benteng.


Untuk sementara kita akan fokus dengan persediaan dulu. Menurut yang lain perlu waktu paling tidak seminggu.


Aku akan mencatat semua hal tentang benteng ini sebagai senjata untuk menang diperang ini.


Aku terbang kedalam tenda dengan santai, seperti biasa selain prajurit patroli tidak ada orang yang masih bangun.


Aku masuk kedalam tenda, dan masuk ketubuhku. Aku mengambil elang dan tikus itu

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan?"(Sirus)


"Memasukkan mereka kedalam kandang..??!!! Sirus!!! Sedang apa kamu disini?"


Aku menatap Sirus yang ada dibelakang tubuhku. Sumpah tadi saat aku masuk tidak ada siapapun


"Aku sudah curiga saat kamu pingsan dengan mata terbuka waktu itu"(Sirus) "Dengar semua yang kamu lihat salah paham"


"Salah paham? Kamu pikir aku bodoh. Memang hanya sekali saja aku melihatmu pingsan seperti itu? Ini sudah yang ketiga dan semakin diperhatikan semakin aneh. Karena itu Jelaskan sekarang juga!"(Sirus)


Akhirnya jadi begini. Saat pertama kali mempercayai Sirus harusnya aku tahu kalau akan jadi begini


"Baiklah, akan aku jelaskan" Aku menjelaskan semua tentang Force milikku tanpa terlewat sedikitpun pada Sirus


"Jadi maksudmu jika hewan yang meminum cairan force milikmu bisa kamu masuki?"(Sirus)


"Begitulah. Saat didalam tubuh hewan aku tidak bisa menggunakan Force hanya saja semua kemampuan hewan itu bisa kugunakan dengan mudah, seperti aku terlahir sebagai hewan itu"


"Apa tidak bisa pada manusia? Atau monster?"(Sirus) "Kalau manusia tergantung. Jika dia bisa mengendalikan Force aku cuma bisa menggangunya sedikit jika hanya manusia biasa bisa kukendalikan 10 menit


Kalau monster aku tidak bisa melakukan apapun"


"Begitu ya. Jadi semua jebakan sebelumnya ulahmu?"(Sirus) "Ya, semua jebakan diterowongan bahkan sampai ketubuh musuh itu ulahku"


"Baiklah aku sudah mengerti. Tapi kenapa kamu tidak cerita?"(Sirus) "Karena ini juga titik lemahku. Aku tidak mau sampai ini tersebar baik sengaja atau tidak. Jadi lebih baik kamu juga rahasiakan hal ini"


"Baiklah kalau begitu. Lain kali kalau ada apa-apa lebih baik cerita. Aku tidak akan memberitahu siapapun"(Sirus)


"Tergantung tingkat bahayanya. Kalau tidak terlalu bahaya baru aku cerita" "Kamu benar-benar menyebalkan"(Sirus)


Keadaan berlangsung aman selama seminggu penuh. Pihak Rodigur tidak menyerang sama sekali hanya mewaspadai sekitar


Sepertinya mereka menunggu pasukan yang akan bergabung dengan mereka. Kiriman persediaan sudah tiba


Pedang kiriman Carl juga datang. Aku meminta mengirimkan surat dan pedang patah kepada Carl untuk diperbaiki atau dibuat ulang.


Terserah apa maunya dia. Aku juga sudah memeriksa sekitar gunung Monrra untuk memperhatikan jika ada bantuan Rodigur.


Untung saja tidak ada. Meski begitu semuanya masih tegang. Karena dekat dengan benteng Monrra yang dikhawatirkan mereka akan menyerang kapan saja.

__ADS_1


Semua lancar sampai 10 hari, pos persediaan sudah dibangun. Mereka juga memiliki beragam elang pengantar pesan.


Permintaan prajurit bayaran tambahan sudah dikirim kesetiap kota. Aku perkirakan jumlah yang datang bisa mencapai 400 orang


Segitu saja sudah cukup. Aku juga mulai menyusun strategi untuk perang, rencananya dalam 2 hari kami akan memulai menyerang benteng itu dari 2 arah sekaligus


Aku selalu mengecek perangkap jadi bisa kujamin semuanya akan baik-baik saja dan tidak bermasalah.


Meski semua sudah kusiapkan tapi tetap saja pihak mereka minta dihancurkan lebih cepat.


Sebanyak 500 orang bergerak dari gunung kearah sini dengan cepat.


Kami sempat bertengkar apa ada yang membiarkan para pengintai musuh lolos. Tapi tidak perduli bagaimanapun tidak akan mengubah semua itu.


Mereka menaiki kuda dan dengan cepat mendekat. Setelah diyakini itu pasukan Rodigur kami mulai menyerang


Ratusan panah melesat kearah mereka


"Fulgur" Setiap panah terjalin listrik merah dan menyetrum mereka semua. Beberapa masih ada yang bertahan dengan Force dan Fotress mereka


"Laira!! Maju. Sirus bantu dengan Force milikmu. Farel tutup jalan mundur musuh dengan panah keempat"


"Baik"(Laira, Sirus, Farel) "Panah keempat. Tembak!!!"(Farel) Ratusan panah mendarat dibelakang musuh membuat beberapa musuh yang paling belakang tertusuk panah dan jatuh


"Terra" Dinding tanah merah keluar menutupi jalan mundur mereka. Laira dan para prajurit bayaran menyerang mereka selagi mereka panik.


Chriss juga membantu menghadapi mereka. Dalam sekejap semuanya sudah berakhir tanpa aku harus turun tangan lagi.


Dalam perang ini beberapa 50 prajurit menyatakan menyerah saat hampir terbunuh. Membuatku mengikat mereka dibelakang kamp.


Kali ini karena perlengkapan para prajurit cukup bagus tidak ada korban jiwa dalam perang ini.


Meski lawan memiliki jumlah setengah dari kita tapi menang tanpa ada yang terbunuh merupakan prestasi hebat


"Farel, Laira kemarilah" "Ada apa?"(Laira)


"Selidiki beberapa hal dulu. Posisi kita sudah diketahui, aku tidak tahu ada mata-mata atau pengintai yang sudah mengawasi. Coba kalian cari digunung dan sekitarnya. Jangan mendekati benteng jika memang mereka sudah tahu. Segeralah kembali dan kita akan menyerang mereka total besok"


"Aku mengerti"(Farel) "Baiklah, kami akan dengan cepat menyelidiki. Untung saja tidak ada masalah besar atas serangan mereka.

__ADS_1


Tapi karena musuh sudah tahu posisi kita. Mau tidak mau kita akan mengakhiri perang ini lebih cepat


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2