Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 53


__ADS_3

Kami semua sudah berkumpul di gerbang ibukota. Aku sudah naik diatas kereta kuda bersama Valerie.


Kami mulai berangkat, rencananya kami akan singgah sebentar di Duke Rucantry sebelum pergi ke desa Runty.


Baru setelah itu desa Heath dan terus berlanjut sampai di Monrra. Diperkirakan butuh waktu 10 hari sampai ke Monrra harusnya tidak ada masalah berarti.


Apalagi pembangunan Monrra sudah dimulai, aku sempat memberitahu rencana pembangunan seluruh desa pada arsitek dari kerajaan.


Untuk masalah pembuangan aku perlu bicarakan dengan para Dwarf. Aku tidak mau para arsitek mengetahui keberadaan Dwarf


Untungnya para arsitek menerima itu semua dengan baik. Kayaknya masalah pembuangan memang jarang dibicarakan sih.


Setelah 3 hari kami sampai di desa Heath "Desa yang indah meski terpencil"(Valerie)


"Baron disini adalah yang pertama kali menyambut kita secara langsung dulu. Jadi aku memandang tinggi dia"


"Begitukah? Bagaimana dengan ayahku?"(Valerie) "Ayahmu? Entahlah kesan pertamaku adalah orang yang akan membunuhku dengan cara apapun"


Beberapa prajurit menyambut di gerbang masuk disana juga ada Baron Heath dan anaknya


Aku dan Valerie turun "Kami menyambut kedatangan Viscount dan Viscountess disini"(Baron Heath)


"Tidak perlu sungkan. Bagaimanapun kita teman lama, aku tidak akan lama disini paling hanya sampai besok pagi"


"Tuan Viscount tidak perlu sungkan"(Baron Heath) "Panggil saja aku Josh. Tidak perlu gelar diantara kita"


"Tidak, Tidak mana berani saya memangil tuan Viscount seperti itu"(Baron Heath) "Kalau tidak mau tidak masalah. Kami akan merepotkan Baron malam ini"


"Tidak perlu sungkan. Kehadiran tuan Viscount dan rombongan selalu disambut disini"(Baron Heath)


Aku meletakkan alat sihir ditanah yang langsung membuat ledakan kecil "Jika menimpa orang. Bentuk orang itu akan langsung hilang"(Valerie)


"Begitulah. Kita tidak memiliki penyihir selain kamu. Bisa kamu mengaktifkannya?"


"Tentu saja. Itu bukan masalah besar"(Valerie)


"Baguslah kalau begitu" Kami dijamu baron seharian ini sampai semua orang merasa disambut disini.


Keesokan paginya kita langsung bersiap untuk pergi. Setelah berpamitan kita semua langsung berangkat ke Monrra.

__ADS_1


Aku menemukan masalah lain diperjalanan


Benda ini tidak muat untuk masuk kedalam terowongan.


Berarti harus menempuh perjalanan langsung ke Monrra. Akhirnya kami berkemah di jalan, aku melupakan betapa panasnya Monrra


"Untung saja aku memesan ini dari guru"(Valerie) Valerie menunjukkan benda oval seperti bola hanya saja lebih lonjong.


Di benda itu tertulis 3 rune. Aqua, Glacies dan Ventum "Itu pendingin ya?" "Tepat sekali. Ini pendingin ruangan, jika ini bisa dipakai diluar pasti hebat. Sayangnya cuma bisa dipakai di dalam ruangan"(Valerie)


Valerie menempelkan benda itu di dinding kemah membuat ruangan didalam kemah terasa dingin


"Ahh... Nyaman sekali"(Valerie) Valerie berbaring di ranjang rakitan "Bagaimana dengan yang lain?" "Kenapa dengan yang lain? Bukannya mereka sudah biasa disini?"(Valerie)


"Masa cuma kita saja yang menikmati ini? Para pelayanmu bagaimana?" "Mau bagaimana lagi. Aku cuma punya satu, dan harga benda ini mahal. 1 sekecil ini seharga 1 sero tau"(Valerie)


Aku memperhatikan benda ini dengan baik


"Aku bisa membuat yang lebih sederhana dengan force milikku"


"Jangan pikirkan soal itu! Bagaimana jika jadinya membeku? Apa kamu tidak tahu menyesuaikan efek dalam elemen adalah yang tersulit?"(Valerie)


Aku menyentuh benda itu dan benar saja sangat dingin. Seperti menyentuh besi yang membeku


"Karena itu benda ini murah"(Valerie)


"1 Sero murah?" "Itu murah. Benda aslinya seharga 5 Sero dan itu dipakai di rumah kaca bangsawan tahu"(Valerie)


"Ya, meski tidak sehebat benda ini. Tapi sepertinya bakal aman"


Aku menggunakan kertas dan tinta untuk menulis rune. Valerie menggambil satu


"Benarkah ini berguna? Cuma dengan menulis seperti ini bisa sebanding dengan alat sihir"(Valerie)


"Entahlah. Kita coba saja" Aku mengalirkan Force dan kertas itu mengeluarkan hawa dingin merah


"Lebih bagus dari dugaanku"(Valerie) "Kamu benar" "Tapi kalau ada masalah gimana?"(Valerie)


"Tinggal robek" Aku mengambil kertas tadi dan merobeknya. Seluruh hawa dingin menghilang dan tidak terasa lagi

__ADS_1


"Apa itu bisa digunakan diluar?"(Valerie) "Harusnya sih bisa" "Itu lebih berguna daripada alat pendinginku"(Valerie)


"Ya, tapi tanpaku tidak bisa dipakai itu" Setelah itu Valerie menyuruh pelayannya membagikan kertas itu kesetiap tenda.


Dan beberapa hari berlalu. Ada sebuah desa yang masih dalam tahap pembangunan tepat dibelakang gunung Monrra.


Aku menyapa para pekerja disana dan melihat peta pembangunan desa. Rencanaya aku akan membuat 3 daerah tepat dibelakang Monrra.


Yang akan jadi 3 tempat produksi yang berbeda, satu daerah besi. Di tempat ini akan dipenuhi pandai besi untuk menempa. Satu daerah perkebunan itu akan dipakai untuk menanam dan berkebun


Terakhir daerah pertenakan. Rencananya tempat yang satu ini akan di penuhi domba untuk memanen wolnya


Dari 3 daerah hanya 1 yang sudah selesai. Diperkirakan butuh waktu 3 bulan sampai semuanya selesai


Sekarang aku dan Valerie pergi ke daerah yang belum terjamah. Disini pembangunan belum dimulai.


Karena aku meminta daerah ini untuk dikosongkan dulu. Aku menancapkan alat sihir ditengah-tengah daerah itu


Dan meminta semua pekerja yang mengikutiku untuk membuat lubang besar disekitarnya.


"Mereka tidak akan selesai sekarang. Jadi ayo lihat mansionnya dulu" "Baiklah"(Valerie)


Kami pergi ke rumah besar yang tidak begitu jauh dari gunung Monrra.


Rumah ini baru selesai belum di cat dan belum ada furniturnya. Rumah itu terdiri dari 3 lantai, masing-masing lantai memiliki 10 kamar dan 1 ruangan besar yang masih kosong.


Selain itu halamannya luas dan pagar serta gerbangnya belum dibangun "Menurutku ini cukup bagus"


"Ya, itu benar"(Valerie) "Aku serahkan masalah dekorasi padamu ya" "HAH?! Apa maksudnya itu?"(Valerie)


"Bukanya itu tugas nyonya di rumah?" "Iya sih. Tapi kenapa aku?"(Valerie) "Sederhana saja sih. Karena aku tidak mengerti soal itu. Ayo ku ajak kamu menemui Sani"


"Dasar suami yang tidak bisa diandalkan. Jadi sekarang kamu ingin mempertemukan istrimu dan mantanmu ya?"(Valerie)


"Mana ada yang seperti itu. Sani itu pemilik asosiasi dagang, aku berhubungan dengannya untuk memenuhi persediaan saja sekedar urusan bisnis dan pekerjaan"


Kami bertemu dengan Sani dan kali ini Valerie berbicara dengan Sani mengenai perabotan yang ingin dibeli dan juga pelayan serta dayang.


Memanfaatkan hal ini aku pergi ke arah benteng. Aku harus menemui Mia dulu, sebentar lagi kerajaan Rodigur akan runtuh dan reruntuhannya akan diperebutkan oleh Voldugur dan Stor

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2