
Aku menghindari semprotan racun dan semburan api, tapi aku sudah dihantam elang ke tanah.
Sebelum mencapai tanah lidah Giant Lizard menangkapku dan membantingku ketanah. Aku membuat bantalan dari angin dan membuat pedang angin kearah kadal itu
Batu-batu dari atas berjatuhan dan melesat kearahku. Aku membuat dinding batu yang melindungiku
Dibelakangku ada sesuatu saat aku berbalik dia menyemburkan asap hitam yang langsung menutupi pandanganku.
Darkness Lizard!!! Dalam keadaan panik dan buta aku mengayunkan pedangku membuat pedang angin besar yang menyerang sekitarku
Setelah mengedipkan mata beberapa kali aku bisa melihat lagi. Pertarungan ini semakin menyebalkan dan menyebalkan lagi
Aku memasuki jalan buntu yang sangat sulit kuatasi sendiri. Aku tidak bisa meminta bantuan yang lain karena mereka sudah menghadapi kedua Hedgehog Lizard dan satu Hell Lizard
Masalahnya sisa kadalnya bersamaku disini!!! Belum lagi puluhan elang itu yang hanya berputar-putar dilangit menunggu kesempatan
Sepertinya inilah saatnya menerobos batasku. Sudah hampir 2 tahun aku menjadi Force User dengan pengalamanku aku bisa menjadi Force master
Force master adalah pengguna force yang bisa menggunakan force dengan mudah layaknya menggerakan jarinya
Biasanya untuk mencapai tingkat ini pengalaman dan tekadnya sudah harus mencapai kepuncaknya. Dan tahap itu aku sudah lama merasakannya
"FORCE!!!" Aku mengeluarkan semua pedangku dan meletakkanya ditanah. Force disekitarku membentuk tangan-tangan yang memegang setiap pedang
Sulit!! Cuma itu yang kurasakan. Seperti makan sambil berdiri dengan satu kaki dan menjaga piring diatas kaki yang diangkat serta menjaga keseimbangan 3 piring diatas kepala dan kedua bahu
"LUX!!!" Pedangku bersinar terang dan menembakkan belasan sinar kesegala arah. Aku langsung melesat kearah Giant Lizard
Dengan satu ayunan pedangku membuat dinding tanah yang berada dibawah kadal itu. Membuatnya jatuh terbalik, aku langsung melompat ke perut kadal itu dan menusukkan keempat pedangku
"Tonitribus, Infernus" Petir merah menyambar kesegala arah, pedang angin membentuk lubang, pedang api membakar daging dan darahnya, pedang cahaya menusuk jauh kedalam kadal itu
Bersamaan dengan ayunan keempat pedang itu tubuh Giant Lizard terbelah jadi 2. Lidah raksasa melesat kearahku bersamaan dengan 2 semprotan racun
"Aqua" Dinding air merah muncul menahan serangan racun dan lidah itu. Meski begitu lidah itu berhasil menerobos dan menempel dipedangku
"Glacies" Semua airnya membeku begitu juga lidah itu yang dengan mudah aku potong. Dengan ayunan pedang semua es hancur dan berubah jadi jarum-jarum es yang melesat kearah para kadal itu
Kedua Emerald Lizard gagal menghindar dan tertusuk-tusuk jarum es. Sedangkan kedua Hell Lizard membakar semua jarum es itu dengan api mereka
__ADS_1
Kedua Hell Lizard memanfaatkan asap untuk maju menyerang. Tapi aku sudah mulai menyerang lebih dulu
Dinding tinggi kubuat sebagai pemisah dan mulai jatuh kearah mereka. Suara elang terdengar bersamaan dengan badai angin dan petir yang langsung menuju kearahku
"Procella" Awan jadi merah, dan aku mengayunkan pedangku membuat pedang angin raksasa yang mengenai semua serangan itu
Aku melompat mundur, dari langit gemuruh terdengar topan merah terbentuk, badai petir bergemuruh, dan hujan merah turun dengan ganas
Semua itu mengenai setiap elang yang ada disitu. Air merah itu turun dengan cepat dan setajam pedang
Daging dan kulit elang sekalipun tertembus serangan itu tapi seranganku belum berakhir. Dengan ayunan pedang esku seluruh air yang menyentuh tanah membeku dan kembali membentuk duri raksasa yang runcing menusuk kelangit
Baik elang yang sudah jatuh ataupun yang sedang jatuh tertusuk-tusuk duri raksasa. Bahkan tidak sedikit yang tubuhnya hancur dan putus berkat itu
Para elang yang tidak berada di area badai terbang pergi. Apa ini semua telah berakhir? Gempa terjadi disusul beberapa duri es yang rubuh
Itu adalah Giant lizard terakhir, dia bergerak dengan cepat kearahku mengabaikan medan yang rusak dan hancur
"Kemarilah" Dinding-dinding dan jarum tanah raksasa muncul menghalangi. Tapi itu semua tidak bertahan lama. Dari kedua sisi tebing keluar pilar yang langsung menjepit kepala kadal itu
Aku mengarahkan pedang es kedepan. Es merah membentuk tombak panjang, tornado terbentuk dibagian belakang tombak es
Akhirnya kadal itu mati.
Yang tersisa 4 kadal Hedeghog Lizard dan Darkness Lizard. Aku mengawasi sekitar dan akhirnya aku melihat kadal hitam itu ada disamping mayat Giant Lizard
Aku bersiap untuk menyerang tapi aku terkena serangan. Sesuatu menusuk pundak kiriku, saat aku berbalik asap hitam mengenai mataku
Badanku langsung dihantam sesuatu, dan sesuatu itu berusaha menghancurkan zirah yang kupakai.
Karena aku tidak bisa melihat aku membuat diriku jadi pusat seranganku. Pilar api terbentuk dan membumbung tinggi
Penglihatanku kembali, pelakunya adalah Darkness Lizard yang sekarang terbakar hidup-hidup
Kadal ini sangat lemah sebenarnya tapi dia bisa menghilangkan dirinya dan membutakan lawan itulah yang membuat kadal ini menyebalkan
Yang lebih menjengkelkannya mereka itu licik dan menyerang saat keadaan mangsa lengah atau dalam bahaya
Karena itu dibuku manapun ada peringatan kalau melihat Shadow Lizard harus dimusnahkan dengan cara apapun
__ADS_1
Aku mengarahkan pedangku kearah Darkness Lizard terakhir. Ratusan cahaya memborbardir seluruh tempat dan akhirnya membunuhnya
Aku langsung membantu pasukan melawan kadal sisanya. Belasan kadal berhasil melarikan diri keadaan pasukan kami kacau semuanya kelelahan
"Sirus laporkan" "Bagaimana kalau panglima istirahat dulu?"(Sirus) "Keadaan panglima tidak lebih baik daripada kami"(Lusar) "Memangnya kenapa dengan keadaanku? Harusnya kita-"
Sila menunjukkan cermin padaku yang langsung memantulkan bayanganku. Keadaanku mengerikan, kalau aku melihat orang dengan keadaan sepertiku pasti sudah kuanggap monster
Kulit wajahnya memiliki warna aneh, ada bekas darah dari mataku, bahkan hidung dan mulutku juga selain itu zirahku rusak parah bahkan ada beberapa bagian yang meleleh
Rasa sakit mengerikan datang bertubi-tubi secara tiba-tiba disertai sesak nafas dan mual. Bahkan aku tidak sanggup berdiri
Kemudian aku mulai berkunang-kunang dan jatuh kebawah. Aku pingsan, menyedihkan
Berkat keadaanku setelah sadar aku berada didalam kereta pasokan dengan keadaan diikat.
Benar aku diikat, mereka mengikat pemimpin mereka dikereta pasokan
Pasukan macam apa mereka ini? Keadaanku memang parah sih, menurut Sila aku juga menderita keracunan mungkin karena racun Emerald Lizard
Meski tidak terkena cairannya, udara yang dihembuskannya juga beracun. Kalau bukan karena pasukan taring naga yang bisa menggunakan force untuk menarik racun pasti keadaanku sudah memburuk sekarang
Aku tidak tahu sudah berapa lama aku dikereta. Akhirnya kereta berhenti, pintu dibuka dan Sirus masuk kedalam
"Kita sudah tiba di tujuan. Biar aku bantu"(Sirus) Sirus membuka ikatan ditubuhku dan menuntunku keluar dari kereta
Kita berada di persimpangan sungai dan tebing pasukan sudah bersiap membangun pondasi untuk pos pertahanan
"Jadi disini ya?" "Benar disini adalah titik strategisnya. Kearah kanan sana merupakan daerah Dwargon, untuk melanjutkan perjalanan kita harus memanjat tebing ini"(Sila)
Diseberang sungai juga ada tebing diatasnya ada hutan, sepertinya disanalah medan perang pangeran ketiga
"Baiklah bersihkan tempat ini dan bersiap untuk membangun pos setelah itu kita akan membantu pasukan pangeran ketiga"
Seluruh tentaraku bersorak dan mulai bekerja
Aku harap pangeran ketiga masih hidup saat kita datang nanti
***TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1