Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 46


__ADS_3

5 Hari sudah berlalu sejak saat orang tuaku bertemu dengan Valerie. Sekarang mereka hidup dengan nyaman disana tanpa perasaan sungkan lagi.


Aku juga mulai sibuk, sejak beberapa hari lalu. Pemberitahuan dari Sirus datang. Kalau barak prajuritnya sudah jadi.


Hanya saja karena aku disini pelajaran tentang rune diundur. Aku meminta mereka fokus pada pelatihan fisik dan kerja sama selama 2 minggu.


Tidak ada juga pergerakan dari Rodigur yang menunjukkan gunung Monrra sudah aman. Mungkin juga karena pasukan kerajaan yang menyudutkan mereka juga adalah alasannya.


Mia juga mulai membuka dirinya meski masih waspada dengan sekitarnya. Ya mau bagaimana lagi dia itu tawanan perang.


Dan sekarang aku menuju ruang tamu karena dipanggil raja. Aku mengetuk pintu di ruang tamu


Tapi tidak ada jawaban dari dalam. Apa aku masuk saja ya? Takut jadi masalah dan aku akan dipenggal karena itu


Tapi karena tidak ada siapa-siapa aku memutuskan untuk masuk saja kedalam


Diruangan itu ada beberapa sofa ditengahnya ada meja.


Karena aku masuk begitu saja, meja itu kosong. Aku yakin biasanya pasti ada beberapa kue dan teh disitu.


Aku duduk di sofa, dan tidak perduli apa yang akan terjadi nanti padaku. Ada urusan apa raja memanggilku ya?


Apa untuk gelarku? Atau untuk wilayah Monrra? Pintu terbuka membuatku langsung berdiri. Ternyata itu bukan raja


"Ada tamu ayah rupanya"(Putra mahkota) Yang datang ternyata Putra mahkota


"Hormat hamba kepada putra mahkota"


"Tidak perlu sungkan. Duduk saja"(Putra mahkota) Aku kembali duduk dan juga menunduk.


Dia mempehatikanku dari atas sampai kebawah berulang-ulang membuatku merasa merinding.


Putra mahkota memiliki rambut pirang bermata biru tapi tatapannya licik. Seolah-olah dia tahu semua apa yang ada dipikiranku


"Aku baru pertama kali melihatmu"(Putra mahkota) "Saya Josh... Orang yang memimpin merebut gunung Monrra"


"Ohh... Jadi kamu ya, mengambil gunung itu benar-benar sangat membantu. Apalagi ada tambang mithril disana"(Putra mahkota)


"Maaf putra mahkota. Sepertinya anda belum diberi tahu oleh yang mulia. Sebenarnya tidak ada tambang mithril di gunung Monrra"


"Tidak ada? Begitu ya. Tapi kekuataanmu sudah membuktikan kemampuanmu kan, mungkin dengan adanya kamu kerajaan ini bisa lebih berjaya lagi"(Putra mahkota)

__ADS_1


Sepertinya dia berniat menarikku untuk mendukungnya "Sebenarnya saya tidak begitu suka berperang. Setelah yang mulia memberikan saya gelar. Saya hanya akan menghabiskan waktu di gunung Monrra tanpa melibatkan diri di politik"


Pandangan mata putra mahkota jadi lebih tajam "Begitu ya"(Putra mahkota) Aku harus berhati-hati dengan dia


Pintu terbuka. Dan aku langsung berdiri


"Josh kamu sudah ada disini"(Raja)


"Hormat hamba yang mulia" Raja memperhatikan putra mahkota


"Salam hamba Ayahanda"(Putra mahkota) "Maaf menggangu obrolan kalian"(Raja)


"Tidak perlu sungkan, aku cuma mengajaknya bicara karena sendirian saja disini"(Putra mahkota)


"Begitu ya"(Raja) "Kalau begitu hamba permisi Ayahanda"(Putra mahkota) Putra mahkota keluar dari ruangan


"Sepertinya obrolan kalian seru ya?"(Raja)


"Tidak juga yang mulia. Putra mahkota hanya berbaik hati berbincang dengan hamba karena hamba sendirian"


"Begitu ya"(Raja) Raja duduk di sofa diseberangku "Baiklah saatnya membicarakan hal yang penting. Kamu tahukan tujuan kedatangan kamu kesini"(Raja)


Melihat dari yang paling penting pasti namaku dulu "Pertama soal gelar dan wilayahmu dulu. Daerah Monrra sampai ke perbatasan desa Heath itu lebih luas daripada Dukedom Rucantry. Jadi secara teknis menjadi penguasa Monrra setara dengan menjadi Duke"(Raja)


"Aku tidak pantas menerima hal itu" "Memang. Semua bangsawan lain juga akan menolak hal itu, bukan tidak mungkin jika ketiga duke bersatu dan melakukan perang wilayah untuk merebut gunung Monrra atau membunuhmu"(Raja)


"Yang mulia benar" "Jadi tingkat bangsawan yang tertinggi yang bisa kuberikan adalah Marquess. Apa itu cukup untukmu?"(Raja)


"Hamba hanya ingin diberi gelar Viscount saja. Calon istri hamba memiliki darah Viscount jika hamba memiliki gelar yang lebih rendah. Baik Viscount maupun istri hamba akan dihina"


"Ya, kamu orang baik. Tapi itu saja tidak cukup. Perlu kemampuan untuk mewujudkannya. Meski aku memberikan gelar duke padamu. Jika kamu tidak bisa membangun kota besar sendiri tidak ada bedanya kamu dengan Baron"(Raja)


"Hamba mengerti tentang itu" "Baguslah kalau begitu. Sekarang masalah gelar kamu. Aku memikirkan 3 nama, kamu yang pilih"(Raja)


"Bolehkan begitu?" "Tentu saja. Siapa yang bilang tidak boleh. Nama yang kupikirkan


Disaster Swordsman, Elemental Swordsman, atau Runes Swordsman"(Raja)


Serius? Hanya itu? Rasanya julukanku nanti tidak sekeren mereka yang akan jadi lawanku


"Hamba akan memilih Runes Swordsman"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Aku nantikan kerja kerasmu ya, Viscount Monrra"(Raja)


Raja berdiri dan pergi keluar lebih dulu.


Viscount ya. Jika kembali ke tahun lalu, aku tidak bisa membayangkan aku akan bisa sampai disini.


Benar-benar tidak ada yang tahu masa depan. Baiklah lebih baik kembali dan bersiap untuk upacara penobatan nanti.


Sisa hari ku habiskan untuk mempelajari tata krama dalam pesta dan perayaan juga bertukar kabar dengan Sirus.


Tanpa terasa sudah di hari memakai kemeja ketat ini. Hari penobatan sudah tiba, aku segera berangkat ke aula penobatan yang merupakan aula besar.


Pintu dibuka oleh prajurit disana. Didalam cukup ramai dan dipenuhi bangsawan yang memiliki tingkat yang cukup tinggi.


Aku memperhatikan mereka yang juga memperhatikanku. Kebanyakan wanita berbisik-bisik tentangku


"Josh. Kamu sudah datang"(Chriss) "Ahh.. Tuan Chriss" Chriss datang kearahku yang juga menggunakan kemeja hitam


"Tidak perlu memanggilku tuan. Sebentar lagi kamu memiliki gelar yang lebih tinggi dariku"(Chriss) "Tuan John apa kabar? Ahh.. Ada Chriss juga"(Ralph)


"Kabarku cukup baik tuan Ralph" "Bagaimana kabar Baron Heath?"(Chriss) "Sejak perang berakhir. Ayah akhirnya bisa istirahat dengan tenang. Dan tuan Josh, jangan panggil aku tuan. Nanti tuan akan memiliki gelar yang lebih tinggi dari ayahku"(Ralph)


"Baginda raja, Baginda Ratu dan Putra mahkota memasuki ruangan"(Prajurit)


Kami semua berlutut didepan kursi besar milik raja.


Tidak butuh waktu lama datanglah. Raja, Ratu dan Putra mahkota yang langsung duduk di kursi tertinggi.


Raja mengangkat tangannya "Berdirilah"(Raja)


Kami semua berdiri "Seperti yang kalian tahu. Kehadiran kalian disini untuk menghadiri pemberian gelar kepada pahlawan yang memenangkan gunung Monrra. Sir Josh kemarilah"(Raja)


Aku maju dan berlutut dibawah tangga dimana ada singgasana raja disana


"Sir Josh. Atas keberanianmu di medan perang dan berhasil menang dalam perang melawan 62.000 orang dan merebut gunung Monrra akan kuanugerahkan nama sebagai Runes Swordsman dan gelar Viscount untuk daerah Monrra"(Raja)


Suara tercekat dan terkejut terdengar diseluruh ruangan ini. Bisa dipastikan kedepannya akan semakin menyulitkan


Aku jadi merasa takut pada masa depanku nanti


**TO BE COUNTINUE....***

__ADS_1


__ADS_2