Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 37


__ADS_3

Sudah hari keempat setelah aku tiba disini. Tapi musuh tidak terlihat bergerak sedikitpun dan ini aneh sekali.


"Apa mereka mundur?"(Sirus) "Tidak mungkin jumlah mereka banyak meski sudah berkurang paling tidak ada 5X lipat dari jumlah kita"


"Terus kenapa mereka tidak muncul?"(Sirus)


"Berarti ada satu kemungkinan lagi. Mereka menunggu bantuan. Ayo kita cek Sirus"


"Baiklah. Kalian semua tetap disini dan berhati-hati jika musuh menyerang"(Sirus)


"Siap"(Prajurit)


Aku dan Sirus menaiki kuda dan pergi kesana. Setelah beberapa jam kami berhenti dan mendirikan tenda.


Aku merasakan ada sesuatu dan mengeluarkan pedang "Ada musuh" Mendengar perkataanku Sirus juga bersiap


Tapi seluruh tempat ini kosong tidak ada satupun yang terlihat "Tapi tidak ada apapun"(Sirus)


Aku mengeluarkan pedang tanah "Terra" Aku mengayunkan pedang itu kebawah dan dinding tanah merah keluar dari sekitarku.


Beberapa menerbangkan orang yang mengubur diri didalam tanah.


"Bagaimana bisa? Semuanya mundur"(Musuh)


"Jangan biarkan satupun dari mereka lolos. Sirus" "Aku tahu"(Sirus) Pertarungan terjadi dan dalam sekejap selesai.


Meski mereka ada 5 mereka bukan tandingan aku dan Sirus. Kami sering berlatih bersama dan kompak dalam melakukan serangan.


Setelah mengubur mereka, aku memeriksa seluruh tempat ini "Sepertinya sudah tidak ada" "Kaget aku ada pengintai"(Sirus)


"Jika bukan karena aku bersiap menggunakan Force aku juga tidak akan sadar" "Apa mereka ingin membunuh kita?"(Sirus)


"Mungkin saja. Tapi lebih masuk akal jika mereka mencari jejak orang yang menyerang dalam 2 serangan sebelumnya"


Wajarkan aku menghancurkan setengah dari mereka tanpa sekalipun mereka sempat bertindak.


Jadi pasti mengatasi sergapan adalah yang utama. Setelah itu aku dan Sirus beristirahat, dan aku akan mulai bergerak sebelum matahari terbit.


Aku masuk ketubuh elang dan mengintai dari udara. Jumlah tenda yang dipasang jauh lebih sedikit dari sebelumnya.


Aku memutuskan untuk turun dan mengganti dengan tubuh tikus. Aku mengecek kesetiap tenda dan hampir semua prajurit terluka.

__ADS_1


Meski banyak yang luka ringan tapi tidak ada luka berat. Apa semua yang terluka berat sudah dipulangkan?


Apa bisa begitu? Yang paling masuk akal dibunuh atau diberi tenda terpisah. Setelah berkeliling aku menemukan tenda besar yang berisi semua prajurit luka berat.


Mereka kebanyakan kehilangan satu kaki. Atau kakinya gosong terbakar, mereka sudah bukan lagi ancaman.


Meski banyak yang terluka harusnya mereka tidak berhenti sekarang. Apa mereka mencegah disergap lagi atau memang ada bantuan?


Aku menunggu sampai matahari terbit di tenda yang merupakan tenda untuk rapat.


Dan mereka kembali muncul dan memulai rapat.


Aku mendengar tentang usulan mundur dulu, atau menyerang dulu. Tapi panglima memutuskan untuk menunggu bantuan datang.


Bantuan yang dikirim sebanyak 10.000 orang dan mereka akan menjadi bantuan terakhir untuk mengambil alih benteng.


Beberapa orang mengatakan kalau panglima itu pengecut. Hanya melawan 1000 orang saja menunggu bantuan 10X lipat lebih banyak dulu.


Tapi panglima itu marah dan mengatakan tidak takut dengan prajurit yang hanya 1000 orang tapi takut terhadap penyihir yang melakukan serangan diam-diam itu.


Jika mereka terus diserang dengan sihir seperti itu 1 juta bahkan 10 juta dari mereka tidak akan bisa menang.


Meski begitu kemampuanku terbatas juga. Jika aku terus menggunakan kemampuanku tanpa istirahat selama setengah hari aku akan pingsan sama seperti perang waktu itu.


Karena aku sudah tahu tujuan mereka aku kembali ketubuhku dan kembali ke pos terbelakang dan memulai rapat.


Mereka pasti baru bergerak sekarang, aku membiarkan mereka bernafas sementara aku menceritakan tentang hal itu


"Kalau begitu kenapa kamu tidak menghancurkan mereka saja?"(Lusar) "Benar kenapa harus menunggu bantuan mereka datang?"(Chriss)


"Aku tahu. Kamu mau membuat mereka lengah dan memunahkan mereka sekaligus kan?"(Farel) "Kalau itu sepertinya masuk akal"(Laria)


"Tidak" Satu kata itu membuat mereka tercengang "Terus alasannya?"(Lusar) "Aku bosan. Awalnya aku pikir perlawanan mereka akan sangat keras malah mereka melemah setelah diserang sekali"


Tempat jadi sunyi "Kamu itu"(Lusar) "Tidak manusiawi"(Chriss) "Sudah bukan manusia lagi. Aku bahkan akan merasa takut menyebutmu manusia"(Laria)


"Kalian keterlaluan sekali. Tapi aku memiliki alasan lain kenapa aku melakukan ini"


"Apa itu?"(Sirus) "Wanita itu. Aku harus mendapatkannya"


Laria berdiri sampai membuat kursi yang didudukinya jatuh "Sepertinya aku harus pergi menjauhi monster mesum itu"(Laria)

__ADS_1


Hah?! Anehnya mereka semua menggangguk


"Ya, pergi kembali ketendamu. Kami akan berusaha menahan dia disini agar tidak berusaha mengejarmu"(Lusar)


Hah? Kenapa sebenarnya kalian? "Kalian kenapa?" "Benar. Reaksi kalian ini keterlaluan wajarkan kalau Josh tertarik. Lagipula wajar jika bangsawan memiliki selir"(Sirus)


"Tunggu sebentar!! Apa yang kalian bicarakan daritadi? Aku tidak memiliki niat kotor seperti itu ke panglima musuh tau"


"Tapi wajahmu seperti pemabuk gendut tua dan jelek yang melihat wanita"(Laria) Aku cuma bisa menepuk jidatku


"Apa semua karismaku hilang tersapu dalam perang ini? Aku berniat menjadikannya orangku bukan mainan kotor seperti itu"


"Benar kalian ini keterlaluan. Nona Valerie itu sudah cukup cantik untuk tuan"(Stain)


Aku menatap Stain dengan pandangan yang berbeda


"Stain. Nanti kamu tidak boleh menemui Valerie sedikitpun" "Lah kenapa?"(Stain)


"Aku tidak mau ada rumor karena Valerie membunuhmu atau berselingkuh denganmu"


"Kenapa tuan berpikir seperti itu kepadaku?"(Stain) "Aku lanjutkan rapat ini. Laria duduk!"


"Aku, enak berdiri saja"(Laria) "Terserah kamu lah. Aku berniat melakukan lebih banyak serangan saat mendekati benteng saja. Aku akan mengurangi jumlah mereka sampai di 3000 atau 2000 harusnya pasukan kita kuat menahannya jika segitu kan?"


"Harusnya bisa"(Lusar) "Saat itu kita akan menyerang panglima itu dan memaksanya menyerah. Pisahkan 400 orang untuk menyerang dari belakang mereka. Aku nanti akan membantu untuk mengurangi korban. Sekarang bubar"


Aku melunakkan mereka sedikit dan menyerang mereka tidak separah dan sesering sebelumnya.


Tapi tetap saja itu membuat mental mereka tertekan. Bahkan panglima itu sampai mengutus 300 orang untuk mencari aku.


Meski akhirnya semua orang itu tidak kembali dalam keadaan utuh. Karena mental mereka melemah kemampuan mereka dan kecepatan mereka menurun drastis


Awalnya perang ini akan selesai kurang dari 1 bulan kali ini sudah 2 bulan dan mereka belum muncul.


Aku tidak berhenti mengurangi pasukan mereka sambil mengawasi Rodigur. Jika ada bantuan lain semuanya akan semakin merepotkan.


Untungnya tidak ada bantuan lain. 400 orang pasukanku sudah bersiap jauh dibelakang mereka dan akan maju menyerang saat mereka perang akhir nanti.


Dan aku yakin inilah kemenangan kita. Sekarang adalah harinya dimana dengan 600 orang melawan 3000 orang akan dimulai.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2