Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 23


__ADS_3

Aku menghabiskan waktu ditempat tidur berhari-hari. Saat diperiksa menurut pendeta tidak ada masalah hanya perlu istirahat beberapa hari.


Aku pikir keadaanku masih sehat hanya sedikit nyeri saja harus istirahat. Dan ternyata keesokan harinya terjadi.


Seluruh tubuhku sakit sampai berpikir mau gerak saja sudah sakit. Jangankan mengayunkan pedang menggerakan jari saja sudah sakit


Setelah hari kedua perubahannya masih sama, begitu juga hari ketiga sampai kelima.


Hari keenam sudah lebih baik, aku sudah bisa berdiri.


Hari ketujuh tepat satu minggu akhirnya aku sudah bisa beraktivitas lagi. Berita kedatangan Sirus datang juga.


Besok Sirus akan tiba. Aku menghabiskan hari itu untuk meminta para pandai besi membuat banyak panah. Sangat banyak sampai 10 kali lipat jumlah seluruh prajuritku.


Keesokan harinya Sirus datang membawa 500 pasukan dan 300 kuda. Aku menatap Sirus dengan pandangan aneh


"Hanya ini?" "Ya. Setelah suratnya kuterima yang mulia raja mengutus Duke Racantry untuk memberikan pasukan sebanyak 500 orang dan kudanya pemberian dari Viscount Runty"(Sirus)


"Astaga sepertinya raja memang ingin membunuhku" "Sepertinya keadaanya tidak seburuk itu"(Sirus) "Tidak ini sangat buruk. Apa kamu tahu berapa banyak lawan kita?"


"Berapa ya? Aku lupa"(Sirus) "20.000 hampir 20 kali lipat lebih banyak daripada pasukan kita tau. Astaga bagaimana bisa menang ini"


"Sebenarnya apa isi surat itu?"(Sirus) "Permintaan bantuan tentu saja. Aku sudah memenangkan perang paling tidak harusnya dikirim bantuan 5000 saja sudah cukup. Tapi 500? Yang benar saja. Apa ada yang lain?"


"Ada. Satu kotak uang disana, satu surat dan 5 burung elang kecil terlatih"(Sirus) "Berikan suratnya. Untuk kalian lebih baik istirahat dulu. Tolong panggilkan Baron Heath untuk ke ruang rapat"


"Baik panglima"(Sirus) Ini memusingkan. Tapi bukan berarti jalan buntu, dengan sedikit taktik dan Force aku bisa memenangkan perang itu.


Masalahnya persediaan. Persediaan untuk 1.300 orang dan 500 kuda itu banyak lo, padang Sriek itu tandus. Sampai rumput saja tidak tumbuh.


Hanya tumbuhan jelek dan buruk, berduri dan beracun bernama Sriek Cactus yang bisa tumbuh. Ini membingungkan.


Aku langsung pergi keruang rapat dan duduk dibangku. Aku membuka kain yang membungkus semua kandang itu.


Burung elang dengan kepala coklat dan badan hitam terlihat. Meski badannya kecil seukuran setelapak tangan ini sudah cukup


Tidak lama kemudian, Sirus, Stain, dan Baron Heath masuk dan duduk dibangku masing-masing

__ADS_1


"Bagaimana panglima?"(Baron Heath) "Nanti. Tunggu sebentar ya Baron. Sirus bagaimana kemampuan terbang mereka?"


"Mereka bisa terbang sehari penuh tanpa istirahat dan makan"(Sirus) "Itu bagus. Baik kita mulai rapat ini"


Aku membuka peta di meja "Tapi sebelum itu aku mau membacakan surat dari yang mulia dulu" "Tunggu dulu! Surat dari yang mulia?"(Baron Heath)


"Benar" "Maaf menyela panglima. Kenapa anda mendapat surat dari yang mulia?"(Baron Heath) "Bukanya sudah jelas? Karena perang ini perintah langsung darinya. Baik aku bacakan"


-Untuk Panglima perang Josh


Aku terkesan atas kemenanganmu dalam perang ini, selama perang aku belum pernah mendengar kekalahanmu. Aku juga menerima hadiahmu, tapi untuk kepala itu sedikit keterlaluan. Untuk permintaanmu. Tolong maafkan aku, aku cuma bisa mengirim 1000 orang karena perang dengan Grimmur dan Rodigur. Mereka belum tahu soal kemenanganmu, jadi manfaatkan itu untuk memukul mereka lebih keras.


Untuk permohonan maaf dariku kusertai uang sebanyak 500 Sero untuk tambahan persediaan perang


-Dari Rajamu Khiles Von Vordigur


"500 Sero? 1000 prajurit?" Aku menatap kearah Sirus "ekhh.. Itu aku tidak tahu"(Sirus)


"Bawakan kotak uangnya! Cepat!!!"


"Apa itu tindakan korupsi?"(Baron Heath)


"Bisa jadi. Untuk sementara aku akan menyimpan kertas dan amplop ini"


Sirus masuk membawa kotak yang tadi dia bawa. Aku menghitung uang didalamnya


"300 Sero. Tidak ada lagi. Apa tadi ada yang mencurinya?"


"Tidak mungkin. 1 atau 2 Sero bisa setara dengan harta Baron, seberani-beraninya orang tidak akan sanggup membawa lebih dari 200 tanpa gemetar"(Baron Heath)


"Aku yakin tidak ada yang mengambilnya. Kotak itu selalu bersamaku, apalagi aku juga melindunginya dengan Force. Meski tidak kuat tapi tetap saja akan memberi tahu jika ada yang menyentuhnya"(Sirus)


"Darimana semua parajurit dan uang ini?"


"Yang mulia mengirimkan pesan kepada Duke Racantry dan Duke menyertakan pasukan dan uang itu. Mengatakan itu dari yang mulia"(Sirus)


"Aku tidak bisa menganggap ini kebenaran atau tidak. Lebih baik simpan banyak bukti saja. Sirus berapa banyak uang anggaran kita jika uang ini tidak dihitung?"

__ADS_1


"20 sero lebihnya aku tidak tahu"(Sirus) "Baik dengarkan aku. Untuk tahap pertama perlu membangun rute persediaan, jadi. Baron panggilkan semua Asosiasi dagang, pedagang, caravan semuanya"


"Kayaknya agak berlebihan"(Sirus) "Untuk apa sebanyak itu?"(Baron Heath) "Karena penting. Seperti yang kalian tahu padang Sriek itu tandus bisa dibilang seperti padang pasir tanpa pasir. Perjalanan yang panjang untuk ke kemah kita dari desa ini bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Jika begitu akan rawan, semua yang kesana akan lelah, mudah diserang, lengah bahkan bisa terbunuh karena keadaan"


"Masuk akal sih"(Sirus) "Karena itu aku akan menerapkan sistem Antar bergantian. Tujuan dari ini mengirimkan barang dari desa ke hutan Harin, baru pergi ke pos dipadang Sriek baru berlanjut lagi. Setiap pos paling tidak sejauh 1 hari perjalanan bolak balik. Agar tidak terlalu jauh juga tidak terlalu dekat"


"Jadi begitu"(Baron Heath) "Jadi kumpulkan mereka paling lama 3 hari. Setelahnya kita akan bergerak. Sekian rapat ini, ayo bubar"


"PANGLIMA!!"(Prajurit) Aku melompat karena prajurit membuka pintu dengan kencang. Aku sampai kaget


"Ada apa?" "Prajurit yang baru datang membuat keributan"(Prajurit) "Astaga. Udah di korupsi, yang dikirim pembuat onar lagi. Tunjukkan jalannya"


Kami berjalan ke tempat latihan dan aku mendengar mereka membual kalau mereka jauh lebih hebat karena prajurit Duke


Dan menghina pasukan kami


"Ada apa ini!!" Mereka semua menatapku "Maaf panglima mereka merendahkan kami dan menekan kami dengan status"(Prajurit A)


(Prajurit A merupakan prajurit Josh


Prajurit B merupakan prajurit pendatang)


"Status? Apa kalian merasa kalian hebat? Tanpa dilihat saja aku sudah tahu kalau kalian hanya akan mati saja saat perang nanti"


"Memang anak desa kayak kamu tahu apa? Kami ini adalah ksatria turun temurun dari Duke. Pedang dan darah sudah jadi hal biasa bagi kami"(Prajurit B)


"Omong kosong. Kalian semua maju kutunjukkan apa itu pedang dan darah"


Mereka tersenyum


"Tapi kami tidak bisa menin-"(Prajurit B) "Jangan banyak omong! Kalau tidak ada keahlian meringkuk saja seperti tikus didalam jebakan"


"Jangan keterlaluan kamu ya! Kalau kami menang jangan harap bisa memerintah kami yang terhormat ini!"(Prajurit B) "Itu kalo menang" 50 orang disana langsung maju menyerangku.


Ekhh... Aku tidak sadar kalau jumlah mereka sebanyak itu. Dan tidak tahu malu seperti itu


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2