Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 103


__ADS_3

2 minggu sudah terlewati begitu saja, kami berhasil mendirikan pos terdepan disini sebagai tempat strategis


Dalam 2 minggu ini sudah 30 orang dari pasukanku yang gugur 15 saat menuju kesini dan 15 lagi saat menghadapi serangan monster tanpa henti


Untungnya dari Monrra pasukan bantuan tiba membuat kami bisa menanamkan pondasi disini


Berbeda dengan kami pasukan pangeran ketiga tidak membuat kemajuan malah semakin terdorong mundur


2 kali sudah istana mengirim pasukan bantuan tapi tidak memberikan perubahan apapun bahkan didalam pasukan bantuan terakhir


Duke Galarin juga ikut dalam perang ini bersama putranya. Kalau bukan karena bantuanku yang berasal dari pasukan gagak yang memberikan informasi daerah sekitar


Pasti seluruh pasukan itu kembali musnah karena itu sudah kuputuskan untuk hal pertama setelah menyelesaikan pondasi adalah membantu pangeran


Duke Galarin juga merupakan pejuang yang kuat bahkan bisa menghadapi belasan raksasa sekaligus atau membunuh raksasa jika satu lawan satu


Meski begitu masih saja terdorong mundur. Aku sudah bersiap dengan lima ratus orang pasukanku untuk menolong pangeran ketiga


Stain, Lusar, dan Farel akan menjaga tempat ini sementara Sirus dan Sila akan ikut denganku. Kami berangkat saat masih pagi, selain harus menaiki tebing, monster disana beraktifitas saat mulai siang hari


Aktifitasnya ya menggangu pangeran ketiga. Ada 3 monster di dataran itu. Green Bison, Forest Tiger, dan Big Wolf


Ketiganya memiliki kecepatan dan kekuatan yang mengerikan. Bahkan alasan terbesar pasukan mereka terus mundur karena serangan monster ini


"Desanya ada didepan"(Sila) Didepan kami ada dinding besar yang terbuat dari puluhan batang pohon yang diikat


"Jadi target pertama penaklukan desa itu kan?"


"Itu benar masalahnya adalah kepribadian raksasa, karena tidak melewati jalur depan kita tidak berperang sama sekali. Pasti mereka tidak mau patuh"(Sila)


"Kalau kita menyerang akan berubah jadi pembantaian baik dari pihak kita maupun sana"(Sirus)


"Aku ada ide untuk hal itu. Tapi aku harus maju sendiri" Aku meninggalkan yang lain langsung kearah pagar kayu raksasa


Aku mencabut satu pedangku "Ventum" Dengan satu tebasan seluruh pagar terbelah 2 dan runtuh bersamaan dengan suara menggelegar


Aku berjalan maju kedalam desa dan memperhatikan puluhan raksasa didesa

__ADS_1


"Aku menantang duel. Jika aku menang kalian semua akan jadi budakku! Siapa yang mau maju pertama?"


Ada belasan raksasa pria disana makanya aku berani menggunakan cara ini. Satu raksasa berdiri didepanku


"Aku hargai sikapmu. Aku Larsh salah satu prajurit terkuat disini. Siapa namamu?"(Larsh)


"Josh Monrra salah satu panglima terdepan kerajaan Voldugur"


Aku menatap tajam kearah Larsh. Dia memakai zirah Mithril dan sarung tangan dari Mithril juga


Forcenya keluar dari tubuhnya menyelimuti seluruh tubuh terutama tangannya


Dengan cepat dia berlari kearahku "Mundus" aku mengayunkan pedangku langsung membuat pilar-pilar tanah yang miring dan mengarah kearah Larsh


Larsh menyilangkan kedua tangannya menahan hantaman-hantaman pilar tanah berwarna merah itu.


Ledakan terjadi dan semua pilar tanah itu hancur. Belum juga Larsh bergerak serangan tanah datang lagi. Kali ini Larsh tidak bisa melakukan apapun, aku membuat pilar tanah yang keluar dari bawah kaki Larsh yang langsung menahan kedua siku Larsh


Sehingga Larsh tidak bisa bertahan ditambah serangan lain seperti ombak yang menghantam semua bagian tubuh Larsh


Aku langsung bergerak menaiki salah satu pilar dan mengayunkan pedangku "Infernus" Awan api keluar dari pedangku yang langsung membakar wajah Larsh


Pilar yang menahan Siku Larsh hancur berkat Forcenya, Larsh langsung meninju kearahku dengan tinju yang diselimuti force


Kedua serangan kami bertabrakan dan membuat ledakan Force disekitar. Semua yang terkena ledakan terguncang berat bahkan tanah retak dan hancur membuat gempa bumi disekitar


Aku terpental setelah ledakan force berakhir. Force milikku jauh lebih lemah daripada milik raksasa seperti Larsh


Karena tidak bisa menang dengan kekuatan aku akan gunakan akal. Jarum tanah merah raksasa kembali menyerang Larsh jumlahnya sangat banyak seperti ombak besar.


Larsh baru saja menghancurkan tanah merah yang menyelimuti kakinya saat seranganku datang lagi.


Ledakan terjadi disusul tanah merah yang hancur secara cepat "Lux" Cahaya merah keluar dari pedangku yang langsung menghantam wajah Larsh


Larsh menutupi wajahnya dengan tangan saat terkena serangan sinar merahku. Aku langsung maju dan menebas lengannya


"Aqua" Air merah keluar dari pedangku mengikat kedua tangan Larsh. Sisanya turun kebawah dan berubah jadi pilar air yang menutupi seluruh tubuh Larsh

__ADS_1


"Selesai. Glacier" Aku mengayunkan pedangku dan semua air itu membeku. Membuat Larsh membeku tidak bisa bergerak didalam sana


"Ini kemenanganku. Ada yang masih keberatan?"


Aku bertanya dengan suara lantang "Aku keberatan!!! Larsh ceroboh dan meremehkanmu. Aku yang akan jadi lawanmu selanjutnya. Aku Gandar"(Gandar)


Raksasa lain maju. Aku tahu kalau pertarungan ini bakal berlarut larut tapi ini adalah jalan terbaik untuk memenangkan perang tanpa korban jiwa


Pertarungan terus berlangsung setelah satu kalah yang lain menggantikannya membuatku harus bertarung 6 jam penuh tanpa istirahat


Pasukanku tidak bisa melakukan apa-apa karena pertarungan ini bukanlah perang melainkan duel


Kalau pasukanku menyerang atau membantuku, semua raksasa disini akan menolak tunduk dan perang pasti terjadi


Setelah aku memenangkan 7 pertarungan akhirnya seluruh raksasa di desa ini menyerah dan dengan patuh memakai kalung budak


Rencanaku berjalan setengah begitu juga pertarunganku. Sisanya tinggal menghadapi raksasa yang berada di luar desa yang notabennya prajurit asli


Hal pertama yang kulakukan setelah menang memasak monster untuk dimakan satu desa. Aku juga memberi perintah pada Sila untuk mencari tahu posisi pangeran ketiga


Setelahnya baru kita memulai rapat untuk memenangkan daerah ini. Menurut Sila pangeran ketiga terdorong mundur sampai didaerah Wild Savana


Itu sudah hampir didaerah Mansturi, terdorong sampai sejauh itu benar-benar menyedihkan. Yang lebih parahnya lagi meski ada pasukan bantuan tidak mengurangi korban jiwa dari pasukan pangeran ketiga


"Mau bagaimana lagi yang dilawan raksasa"(Sirus) "Seharusnya pasukan bantuan itu dikirimkan saja ke kami"(Sila) "Aku malah lebih senang seperti ini, tidak tahu bagaimana sikap pasukan bantuan itu. Berapa banyak dari mereka yang bertahan?"


"Menurut data dari 7000 orang hanya 1000 orang yang masih hidup 200 diantara mereka luka berat dan 300 orang luka ringan. Pasokan juga sangat berkurang ditambah pasokan tambahan dari istana dirampok saat menuju ke medan perang"(Sila)


"Dirampok? Siapa yang berani merampok pasokan militer?"(Sirus) Sila diam tapi diamnya sudah membuktikan pelakunya


"Putra mahkota, putra mahkota segitunya ingin menyingkirkan saudara sendiri ya? Berarti kita harus berburu di Giant forest dulu ya?"


"Begitulah tapi yang ada disana merupakan makhluk raksasa dan besar kan? Bahkan serangga saja sebesar manusia"(Sila)


"Ya itu pasti jadi alasan lain kenapa pasukan pangeran ketiga terdorong mundur" Melawan monster raksasa merupakan hal merepotkan


Aku tidak yakin apa pasukanku akan kuat menghadapinya. Aku cuma bisa berharap tidak ada masalah yang akan kami hadapi

__ADS_1


***TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2