
Aku terpaksa menghadiri sidang itu dan membiarkan Valerie mengurus Monrra. Dengan kecepatan penuh aku berangkat ke ibukota.
3 hari perjalanan bisa kupersingkat jadi 2 hari karena kami terburu-buru. Saat aku berjalan ke ruang sidang, aku berpasasan dengan Marquess Eastria
"Tuan Marquess. Sebenarnya ada apa?" "Ohh.. Viscount Monrra. Pasti sulit harus kesini saat sedang ada masalah ya?"(Marquess Eastria)
"Justru karena itu. Keadaan di wilayahku memburuk dengan cepat. Para monster dan rakyat bergantian membuat masalah"
"Aku mengerti keadaanmu. Hanya saja percobaan pembunuhan pangeran itu kejahatan serius"(Marquess Eastria)
"Tunggu dulu. Kasus percobaan pembunuhan pangeran itu, dalangnya Marquess Marband? Bukanya ini saja sudah janggal?"
"Aku juga merasa begitu. Tapi semua bukti mengarah kesana"(Marquess Eastria)
"Bagaimana bisa? Dia saja hampir keracunan juga. Apa berarti dia mencoba mati bersama? Siapa yang akan percaya hal bodoh seperti itu"
"Itulah kenyataanya. Setelah diselidiki minuman yang hampir kita minum itu merupakan hadiah dari Marquess Marband sebelumnya. Selain itu ditemukan penawar dari racun itu di kereta Marquess"(Marquess Eastria)
Sudah jelas ini fitnah. Dan yang bisa melakukan hal ini cuma putra mahkota. Tapi kenapa sampai sebegininya
Padahal dukungan putra mahkota lebih banyak daripada pangeran ketiga. Yang menyebalkan, hal ini tidak bisa di apa-apakan lagi.
Marquess Marband bisa saja dituduh sebagai pengkhianat dan menerima hukuman pembasmian.
Bukan cuma dia saja melainkan semua yang dekat dengannya akan mati bersamanya. Baik Keluarga, bawahannya, prajuritnya bahkan para Baron dan Viscount dibawahnya akan terseret
Dari hal ini saja sudah jelas kalau pasti bukan dia pelakunya. Marquess Marband difitnah, kalau dia benar-benar pendukung pangeran ketiga.
Hal ini akan berdampak besar bagi pangeran ketiga. Bukan cuma itu kesetiaan para pendukungnya juga akan goyang
Dengan begini putra mahkota pasti akan jadi raja selanjutnya. Aku dan Marquess Eastria masuk kedalam ruang sidang.
Aku memperhatikan seluruh tempat sidang ini. Ruangan sidang ini berbentuk huruf U dengan bagian kanan yang merupakan pendukung pangeran ketiga
Dan kiri merupakan pendukung putra mahkota. Aku yang bingung harus duduk dimana
Akhirnya aku memilih berada di barisan terujung dari kanan. Yang ini merupakan barisan bangsawan baru.
__ADS_1
Beberapa bangsawan disana memperhatikanku "Aku baru melihatmu di faksi pangeran ketiga"(Baron) "Aku tidak mendukung faksi pangeran ketiga"
"Disana tempat faksi putra mahkota"(Baron)
"Aku juga tidak mendukung faksi putra mahkota" "Berarti kamu netral? Kenapa bisa hadir disini?"(Baron)
Aku tercengang. Apa pihak netral tidak bisa hadir disini? Bangsawan ini merupakan bangsawan yang menguasai wilayah yang ditaklukan pangeran sebelumnya
Berkat itu ada 4 desa kecil yang tercipta. Keempat desa itu diberikan kepada 4 ketua pasukan dalam perang sebelumnya
Desa yang pertama adalah Roland, disusul Terius, Vendra, dan Mansturi. Wajar saja mereka berada disini, mereka kan pihak pendukung pangeran ketiga
"Aku juga tidak tahu alasan aku diundang kesini" "Diundang? Berarti kamu pihak penting, jarang ada pihak netral diundang kesini"(Baron Roland)
"Apa kamu Vicount Monrra?"(Baron Terius) "Ya, aku Vinscount Monrra" "Berarti kamu hadir saat kejadian kan?"(Baron Terius)
"Aku memang ada disana sih saat kejadian"
"Ohh jadi begitu. Pantas saja, untung saja kamu memilih pihak sini"(Baron Roland)
Apa maksudnya juga hal itu?
Raja, putra mahkota, dan pangeran ketiga masuk kedalam ruangan disusul duke Rucantry dan Duke Crambell
Setelah itu Marquess Marband masuk sambil ditemani prajurit kedaerah tengah dimana ada podium kecil disana
"Baiklah kita mulai sidang ini"(Raja) Raja, pangeran ketiga dan putra mahkota sempat melirik kearahku
Hanya wajah putra mahkota jadi suram saat melihatku "Marquess Marband. Apa benar kamu mencoba meracuni pangeran ketiga?"(Duke Rucantry)
"Itu tidak benar yang mulia. Hamba di fitnah, hamba juga disana bersama pangeran saat kejadian, bahkan minuman hamba juga diracuni"(Marquess Marband)
"Tapi ditemukan penawar racun itu didalam keretamu. Dengan bijaknya kamu memalsukan itu sebagai obat vitamin khas wilayah Marband"(Duke Rucantry)
"Hamba tidak tahu soal itu. Vitamin buatan kami tidak pernah merubah resepnya, semua vitamin yang ada dikota memiliki resep yang sama seperti milik hamba"(Marquess Marband)
"Maaf intrupsi yang mulia. Hamba memiliki pendapat"(Duke Crambell) "Katakan pendapatmu"(Raja)
__ADS_1
"Terima kasih yang mulia. Itu memang kebenaran tentang vitamin itu yang mulia, hanya karena anggur yang didapat dari wilayah Marband bukan berarti Marquess pelakunya, lagipula jika memang vitamin yang dimaksud merupakan penawarnya bukan berarti jika pangeran meminumnya saat keracunan akan langsung sembuh? Sepertinya bukan Marquess pelakunya"(Duke Crambell)
"Aku mengerti jika itu perkiraanmu Duke. Bagaimana jika bukan pembunuhanlah rencana dari Marquess melainkan balas budinya? Bagaimana yang diharapkan Marquess itu agar pangeran memberikan sesuatu karena menyelamatkan nyawanya?
Tidak perlu diragukan lagi kalau ini memang pembunuhan berencana"(Putra mahkota)
"Bagaimana dengan racun itu? Ada kemungkinan kalau pelaku melakukannya saat diperjalanan?"(Raja)
"Sesuai dengan pemeriksaan hal itu tidak mungkin baginda. Kami sudah memeriksanya teliti dan bisa dipastikan anggur beracun itu sudah berumur lebih dari 3 tahun sesuai dengan produksi dari anggur itu"(Duke Rucantry)
3 tahun? Apa maksudnya ini? "Bisa dijelaskan Duke Rucantry?"(Raja) "Baiklah yang mulia. Anggur itu memang sudah beracun dari awalnya setelah 3 tahun efek racunnya melemah jauh karena itu kemungkinan pangeran ketiga bisa langsung sembuh jika meminum vitamin dari Marquess"(Duke Rucantry)
Astaga semuanya jelas. Ada 2 kesimpulan dari kejadian ini entah memang niat Marquess Marband atau itu memang ulah seseorang.
Melihat wajah Marquess yang pucat seperti kertas itu jelas bukan dialah pelakunya. Berarti memang ada pengkhianat di kediaman Marquess.
Pengkhianat itu membuat anggur beracun itu dan memberikannya pada pangeran ketiga dan melarikan diri.
Setelah memastikan racun itu memiliki penawarnya yang terkandung didalam Vitamin daerah Marband
Sepertinya ini memang ulah putra mahkota. Dari awal tujuannya memang membunuh pangeran ketiga, tapi jika pangeran selamat sekalipun
Dia akan menggoyahkan kubu pangeran dengan kejadian ini "Apa kamu punya pembelaan lain Marquess?"(Duke Rucantry)
"Itu semua fitnah. Hamba tidak berhubungan dengan racun apapun, hamba juga tidak memiliki koneksi untuk membeli racun"(Marquess Marband)
"Kamu kan bisa menyuruh orang lain untuk itu. Lebih baik dihukum saja baginda"(Putra mahkota) "Begitu ya. Apa hukuman yang tepat Duke?"(Raja)
"Tindakan ini merupakan pemberontakan baginda. Hukumannya pemusnahan seluruh keluarga"(Duke Rucantry)
"TIDAKK.... Pangeran tolong pangeran. Hamba selalu setia pada pangeran ini semua fitnah, hamba tidak ada niat sekalipun untuk memberontak"(Marquess Marband)
"Maafkan aku Marquess"(Pangeran ketiga) "Tidak!!! Tidak mungkin"(Marquess Marband)
"Kalau begitu-"(Raja)
"Maaf memotong yang mulia. Bolehkan hamba berpendapat?" Kata-kata ku membuat seluruh orang disana menatap kearahku.
__ADS_1
Apa ini yang dirasakan Marquess ya?
**TO BE COUNTINUE....***