Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 38


__ADS_3

Aku memperhatikan semua musuh yang ada dipandangan "Pemanah bersiap!" Aku mengeluarkan pedangku


"Terra" Dinding tanah muncul dikaki kita membuat kita lebih tinggi "Gunakan formasi 3"


Ratusan panah melesat kearah mereka "Tonitribus" Semua panah itu berubah jadi ratusan sambaran petir.


Panglima itu bergerak dengan cepat dan sudah memerintahkan membuat pertahanan dengan Fotress


Ledakan terjadi tanpa henti. Pertahanan mereka cukup kuat tapi sayang sekali ini baru dimulai.


"Ignis" Ledakan terjadi didalam pasukan musuh membuat mereka tercerai berai.


Ledakan demi ledakan ditambah mereka tidak bisa membalas serangan kami. Membuat mereka tersudut dengan cepat meski jumlah mereka jauh lebih banyak


Aku mengeluarkan pedang api milikku


"Infernus" Aku mengangkat pedang tinggi-tinggi.


Pilar api keluar dari pedangku hingga menembus langit. Hanya itu, masih harus menunggu sedikit.


Kupikir mereka akan menunggu dengan patuh. Tapi ternyata tidak, panglima musuh memerintahkan para prajurit untuk menyerang.


"Laria! Cegah mereka mendekati dinding ini. Lusar buat dinding pertahanan" "Baik"(Laria)


"Aku mengerti"(Lusar)


Aku merasakan pedang angin menyerang kearahku. Dia menyerangku? Sepertinya dia tahu siapa yang paling berbahaya


Aku mengeluarkan pedang angin dengan tangan kiriku menahan serangan itu langsung.


Serangan itu sedikit mendorongku, aku membelokkan serangan itu kearah lain.


"Hancurlah!" Aku mengayunkan pedang api yang tadinya kuangkat tinggi-tinggi.


Bola api raksasa keluar membelah awan kearah para musuh. Semua prajuritku terdiam dan ingin berbalik


"Kalian tidak akan terluka terkena serangan itu. Pemanah tembak lagi!" Para pemanah akhirnya sadar dan kembali menembakkan panah.


Sambaran petir, serangan prajuritku yang sepenuhnya yakin terhadapku, dan ketakutan yang mereka rasakan membuat kemenangan sudah terlihat didepan mata.


Panglima musuh menghadang serangan itu langsung dengan tombak yang dia pegang.


Darisini tidak terlihat apa yang dia lakukan. Hanya saja keluar topan yang mengenai bola api raksasa itu dan hilang


"Ouh... Sirus, Stain, Luras, Laria Bantu aku hadapi panglima musuh. Farel bantu lindungi kami. Para pemanah gunakan formasi pertama!


Aku turun bersamaan dengan ratusan panah melesat kearah musuh "Infernus" Api saling terjalin dan berubah menjadi gelombang api yang membakar hampir semua musuh.

__ADS_1


Pasukanku yang ada didalam kobaran api tidak terluka sama sekali, sementara panglima musuh hanya bisa bertahan saja.


Aku muncul didepan panglima dan mengayunkan pedangku. Dia menahan pedangku dengan tombaknya.


Pedangku yang lain keluar dari sarung pedang dan menebas kearahnya. Dia masih bisa menahannya dan terdorong mundur.


Laria muncul dengan 2 pedang pendeknya. Laria menyerangnya berkali-kali hanya saja dia berhasil menahan serangannya terus menerus.


Dia mengayunkan tombaknya dan membuat Laria terdorong mundur. Dia mundur satu langkah dan membuat ayunan tombak lagi.


Kali ini pedang angin raksasa terbentuk yang juga mendorong api yang ada disekitarnya.


Pedang angin itu melesat kearah Laria


Aku menghadang pedang angin itu dengan kedua pedangku. Aku menghancurkan pedang angin itu.


Stain muncul dan menyerangnya dengan pedang, disusul Sirus. Force biru menyelimuti pedang Stain dan Sirus, memaksa dia untuk terus bertahan dari serangan mereka berdua


Lusar datang "Tidak percaya kamu memaksa kita mengeroyok wanita"(Lusar) "Ini berbeda dengan 3 orang sebelumnya. Mereka sudah melemah karena pertarungan panjang"


"Apa bedanya? Kamu sudah menyiksanya berhari-harikan?"(Laria) Angin berhembus mendorong Stain dan Sirus


"Mati!!"(Panglima musuh) Dia mengayunkan tombaknya dan membuat tornado raksasa


"Turbo" Aku juga mengayunkan pedang angin milikku membuat tornado lain yang saling bertabrakan.


Dia langsung melesat kearahku dan ingin menusukku


"Fotress"(Lusar) Lusar mengangkat perisainya menahan tusukan tombaknya.


Panah melesat kearah dia, dan dia menangkisnya.


Laria maju dan menebasnya dengan kedua pedangnya membuatnya mundur dan menebaskan tombaknya.


Pedang angin mengenai kedua pedang Laria dan membuatnya terdorong mundur. Aku maju dan menggantikan Laria menyerang dia.


Aku menebasnya dan berhasil ditanahannya


"Kamu lah yang membuat situasi kami jadi sulit kan?"(Panglima musuh)


"Benar. Bukan cuma kamu, aku juga mempermainkan ketiga panglima sebelum kamu. Ignis"


Pedangku terbakar dan aku kembali menebasnya, dia memantulkan pedangku dan berganti menebasku.


Aku mengeluarkan pedang petir "Fulgur" Aku menusukkan pedangku kearahnya. Tebasan dia malah menusuk tanah dan menggunakan itu untuk menghindari sambaran petir kearahnya.


Aku tidak berhenti, tebasan kedua datang yang berubah jadi pedang api panjang.

__ADS_1


Dia berlindung dibalik tombaknya dan menahan seranganku.


"Force"(Panglima musuh) Dia mengayunkan tombaknya keatas menghancurkan pedang apiku dan membuat pedang angin tinggi kearahku.


Aku menebas pedang angin itu yang langsung hancur terkena pedangku. Aku melesat kearahnya dan menusukkan pedangku.


Dia juga menebaskan tombaknya kearahku. Ledakan terjadi, kami saling bertukar serangan dengan cepat membuat ledakan dan sambaran petir terjadi kesegala arah.


Panah melesat kearah kepala dia. Dengan memiringkan kepalanya dia berhasil menghindari panah itu.


Dia menyapukan tombaknya dan membuatku terdorong. Panah yang tadi meleset berbalik kearahnya


Dia menangkis panah itu dengan tombaknya "Ignis" Panah itu meledak. Aku memanfaatkan hal itu untuk maju.


Hanya saja yang muncul adalah ratusan tombak yang cepat kearahku. Aku melepas pedang petirku dan mengambil pedang tanah milikku.


"Terra" Dinding tanah merah keluar dan hancur tertusuk tombak-tombak itu.


Laria dan Stain maju menyerangnya, ada force biru yang menyelimuti kedua pedang milik keduanya.


Sulit sekali. Dia ini Spear master, menggunakan Force kepada tombaknya membuat serangannya semakin cepat dan kuat.


Apalagi dasar dari tombak itu serangan area, jadi cocok untuk menghadapi banyak lawan sekaligus.


Laria terpental sementara Stain masih mencoba bertahan "Hedgehog spear"(Panglima musuh)


Puluhan tombak telihat menusuk disekitar Panglima dan langsung menyebar. Stain bisa menangkisnya tapi tetap saja terdorong mundur.


Lusar bertahan dengan Fotressnya melindungiku. Dinding cahaya terbentuk menahan serangan dari panglima musuh


"Counter"(Lusar) Ratusan cahaya keluar dari dinding menyerang panglima musuh. Dengan memutar tombaknya dia berhasil menangkis semua serangan itu.


Dia menyapukan tombaknya dan membuat pedang angin raksasa bertubi-tubi kearah Fotress milik Lusar.


Aku maju kedepan dan menyerang semua pedang angin itu dengan kedua pedangku menghancurkan semuanya.


Belasan panah melesat kearah panglima ditambah Sirus dan Stain kembali maju kesana


"Tonitribus" Panah berubah jadi ratusan sambaran petir yang menyerang panglima, dengan gerakannya dia berhasil menghindari serangan petir bersama dengan serangan Stain dan Sirus.


Dia menyebalkan dan sangat kuat. Laria juga maju menyerang dia. Tebasan, ayunan, tusukan dan bertahannya sangat berirama dan itu semua bisa membuatnya terhindar dari keadaan tersudut.


Meski sekarang dia masih terlihat Pasif karena serangan beruntun mereka bertiga tapi tidak bisa dipungkiri kalau dia unggul dalam hal ini.


Aku yakin jika dia jadi orangku, aku akan semakin kuat


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2