
Aku membuka mataku dan aku berada didalam kamar yang tidak begitu ku kenal.
Sebenarnya ada dimana aku?
Apa ya yang terjadi kemarin? "Josh kamu sudah bangun?"(Valerie) Aku menatap tajam kearah Valerie yang hanya ditutupi selimut
"Astaga apa yang kulakukan? Bisa-bisa aku akan dibunuh Viscount kalau dia tahu" Valerie menatapku dengan bingung
"Kenapa ayahku akan membunuhmu?"(Valerie)
"Siapa yang tidak marah kalau putrinya telah melakukan hal seperti ini dengan orang asing"
"Hah? Tapi kan kita sudah menikah"(Valerie)
"Menikah?" Ya acara kemarin. Acara pernikahanku ya?
Valerie menatap kearahku dan tertawa keras
"Astaga. Bisa-bisanya kamu melupakan pernikahan kita"(Valerie)
"Maaf. Aku bingung soalnya baru pertama kali aku tidur dengan wanita" "Oh..."(Valerie)
Valerie menatapku dengan tatapan isengnya
"Kenapa?" "Pantas saja semalam kaku padahal sudah dibantu dengan akholol"(Valerie)
"Kamu ini ya... Sembarangan saja" "Haha.. Iya, iya aku tidak akan meledekmu lagi. Sekarang apa yang akan kita lakukan?"(Valerie)
"Kamu biasanya melakukan apa?" "Aku? Kembali tidur saja lah"(Valerie) Valerie kembali masuk kedalam selimut
"Lah? Kupikir anak Viscount akan rajin?"
"Bukan rajin. Sibuk, biasanya jam segini para pelayan dan dayangku datang dan mendadaniku untuk sarapan. Hanya untuk sarapan saja perlu dandan. Lebih baik disini tidak ada pelayan ataupun dayang dan aku bisa kembali tidur"(Valerie)
"Pelayan ya" "Kenapa dengan pelayan?"(Valerie) "Tidak. Jika kamu ikut aku ke Monrra, disana tidak ada pelayan. Meski Mansion yang kuminta untuk dibangun mungkin saat kita kesana sudah berdiri, tapi tidak ada pelayannya kan?"
"Untuk memperkejakan pelayan. Bisa lewat asosiasi dagang. Tapi biasanya bangsawan akan mengirim mata-mata lewat sana"(Valerie)
"Kalau lewat Asosiasi berarti bisa lewat Sani"
__ADS_1
"Siapa Sani? Sepertinya wanita. Aku tidak akan mempermasalahkan dengan masa lalumu. Hanya saja aku tidak mau kamu selingkuh setelah kita menikah"(Valerie)
"Selingkuh? Aku tidak niat kesana. Mau selingkuh atau selir aku tidak beniat untuk itu. Punya satu kaya kamu saja sudah bisa membuat kepalaku pusing apalagi lebih banyak"
"Wah.. Aku tersingung nih. Yang jelad jika kamu berniat memperkejakan para pelayan wanita. Harus aku yang menyeleksinya"(Valerie)
"Hanya pelayan saja. Kenapa harus kamu turun tangan?" "Karena itu wanita. Bangsawan itu haus terhadap gosip dan rumor apalagi kebanyakan selir dan simpanan itu berasal dari pelayan yang dipekerjakan. Jadi kalau kamu berniat memperkejakan pelayan wanita begitu saja. Pasti ada rumor kalau kamu mencari selir dan reputasiku sebagai istrimu juga jadi jelek"(Valerie)
"Ada benarnya juga. Nanti kukenalkan pada Sani jadi kamu bisa memilih pelayan sesukamu"
"Tapi ada masalah yang lebih penting kan? Darimana semua uang itu?"(Valerie) "Uang ya? Aku punya pendapatan tersendiri jadi kamu tidak perlu khawatir"
Aku keluar dari tempat tidur "Mau kemana?"(Valerie) "Mandi. Aku ini cukup sibuk soalnya" "Yang berlagak sibuk. Mau ketemani?"(Valerie)
"Tidak perlu. Aku bisa mandi sendiri" Aku pergi ke kamar mandi dan mandi disana.
Setelahnya aku pergi ke ruang kerja sementara dan membaca setumpuk surat daru Sirus
Isinya tentang pelatihan para tawanan perang yang sudah dimulai, Mia yang mulai mau diajak bicara, beberapa rumor tentang aku ingin menggunakan para tawanan sebagai umpan dan lain sebagainya.
Selain itu ada 3 surat dari Sani tentang penjualan mithril yang lancar, Persediaan untuk para dwarf yang juga lancar, serta ucapan selamat untuk pernikahanku.
"Kamu disini ternyata"(Valerie) "Memang aku mau kemana lagi. Ada apa? Kukira kamu ingin tidur lagi"
"Gak enak sendirian dikamar"(Valerie) Valerie berjalan mendekatiku dan mengambil kertas ditanganku
"Dari siapa sih? Cewek ya?"(Valerie) "Emang"
Valerie membaca surat itu "Gak seru ternyata"(Valerie)
"Emang kamu berharap apa isi suratnya?"
"Mungkin permintaan tanggung jawab karena anak diperut"(Valerie)
"Aku itu tidak memiliki skandal tahu. Kalau ada Viscount pasti akan membunuhku saat perintah raja untuk menikahkan kamu denganku terjadi"
"Ada benarnya. Aku bosan, kencan yuk"(Valerie) "Apa mau hadir saja di pesta nanti malam?"
"Aku tidak mau jadi bahan gosip tahu. Menurut tradisi biasanya pasangan yang baru menikah akan bermesraan sepanjang hari setelah menikah. Kalau pasangan itu hadir atau salah satunya hadir bisa dibilang mereka tidak bahagia. Jika begitu lawan jenis di pesta itu akan mengerubunginya"(Valerie)
__ADS_1
"Aneh juga soal itu. Tapi bukanya kalau kita berkeliaran malah lebih tidak etis?"
"Justru itu malah bagus. Jika kita memamerkan hubungan yang harmonis akan jadi perbincangan bagus"(Valerie)
"Kamu benar-benar aneh. Sebentar ya, aku siap-siap dulu" "Baiklah"(Valerie) Aku pergi kekamar sambil di buntuti dia
"Aku mau ganti baju" "Terus? Kita ini suami istri. Aku saja sudah lihat semua bagian di tubuhmu. Kenapa malu?"(Valerie)
"Bukan begitu, hanya saja.... Terserah kamu lah" Aku mengganti bajuku sambil diperhatikan Valerie
"Apa benar kamu harus disini?" "Emang kenapa sih? Aku sedang asik menontonmu"(Valerie)
"Apa kamu mau saat berganti pakaian, aku ada disana menontonmu ganti pakaian?"
"Tidak masalah. Tadinya aku mau menunggumu dulu, tapi sepertinya tidak perlu"(Valerie)
"Tunggu dulu. Valerie!!" Valerie dengan santainya membuka baju tidurnya "Kamu bisa membantuku berganti pakaian sekalian kan"(Valerie)
***
Kami sudah selesai berganti pakaian dan menunggu kereta kuda datang. Disampingku, Valerie sudah menggunakan gaun kuning cerah dengan beragam aksesoris yang cantik
"Kenapa mukamu masam seperti itu?"(Valerie) "Aku lelah" "Cuma membantuku memakai pakaian saja lelah"(Valerie)
"Aku bahkan tidak tahu kalau kamu perlu baju sebanyak itu. Mulai dari pakaian dalam, Korset, Chemise, baju lagi yang aku tidak tahu namanya, kerangka besi yang aku juga tidak tahu namanya, baru gaun. Kenapa tidak langsung pakai gaun saja sih?"
"Mau bagaimana lagi. Itulah pakaian untuk bangsawan"(Valerie) "Kalau memiliki putri, aku tidak mau dia memakai benda seperti itu"
"Sudah memikirkan anak saja kamu. Tapi kenapa tidak laki-laki? Kamu tidak mau penerus?"(Valerie)
"Siapa yang bilang penerus harus laki-laki?"
"Jadi begitu ya. Tapi benar kamu tidak mau putra?"(Valerie)
"Aku tidak perduli apa anakku nanti laki-laki atau perempuan. Hanya itu saja" "Pertama kalinya ada pria yang tidak perduli soal anak sepertimu ini"(Valerie)
Kereta kuda sudah datang "Sudahlah, ayo memulai kencan kita pertama sebagai suami istri" "Ayo"(Valerie) Aku membantu Valerie naik dan kami pergi ke teater, hal pertama yang ingin Valerie lakukan.
Setelah beberapa menit kami sampai di teater, aku membantu Valerie turun dan masuk kedalam gedung teater
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***