
Sejak aku membuat rune dan menyebarkannya aku bisa merasakan ada yang mengintai.
Sejak pertarungan waktu itu apalagi sudah dua tahun berlalu. Jarak pengendalian Force milikku sudah mencapai 40 meter.
Jadi sudah lama aku merasakan mereka. Mereka baru muncul saat kami berkemah, aku tidak tahu mereka siapa dan ingin apa.
Tapi aku bukan orang bodoh yang tidak tahu kejamnya dunia ini. Aku yakin mereka pasti berniat buruk karena hanya bersembunyi daritadi.
Berdasarkan pelacakan yang kumiliki jumlah mereka ada 10, 3 diantaranya merupakan pemanah.
Kami dari awal sudah kalah jumlah kecuali menggunakan para pelayan yang jelas tidak mungkin.
Karena itu aku membuat rune disekitar kereta kuda untuk melindungi mereka juga.
Setelah makan kami bersiap untuk tidur
"Yakin nih tidak perlu ada yang berjaga?"(Kepala Pengawal) "Tidak perlu jika ada apa-apa aku langsung bangun ko"
"Baiklah kalau begitu kita bisa tidur nyenyak"(Pengawal no 2) "Jangan terlalu terlelap nanti bisa saja kamu mati tiba-tiba"(Pengawal no 3)
Kami semua berbaring beberapa sudah mulai tertidur. Aku masih berjaga memperhatikan pergerakan mereka tanpa bergerak.
Setelah 2 jam mereka mulai berdiri. Aku menggunakan Force untuk membangunkan yang lain
"Ada apa?"(Sirus) "Kupikir bisa tidur"(Pengawal no 2) "Ada serangan bersiap untuk pertarungan" "Kamu serius?"(Kepala pengawal) "Ya, tetap berbaring dan berusahalah menjauhi kereta kuda"
"Bukanya kalau ada serangan kita harus fokus pada perlindungan kereta kuda?"(Pengawal no 1) "Percaya saja padaku"
3 panah melesat kearah kami. Ketiga panah itu diselimuti Flows, angin milikku menghalau panah
"Sial mereka sadar. Serang"(Bandit 1) Ketujuh Bandit keluar dan langsung menyerang kami
"Semuanya jauhi kereta kuda. Terra"
Semua rune ditanah bersinar dan dinding tanah berwarna merah keluar menutupi seluruh kereta kuda sepenuhnya.
"Baguslah. Fokus pada bandit!!"(Kepala pengawal) Sirus mengangkat pedangnya. Dan Force biru keluar dari semua pedang pengawal dan aku.
3 orang melesat kearahku bahkan ketiga pemanah juga menembak kearahku
__ADS_1
"Kalian benar-benar menyebalkan"
Untung saja angin membelokkan semua panah yang menyerangku sehingga aku cuma mengurus ketiga petarung jarak dekatnya
Tebasan yang mereka lakukan membuat pedang force yang melesat kearahku. Dengan pedangku menahan itu semua bukan hal sulit
Aku memutar pedangku menebas semua Force yang mengarah kearahku. Mereka bertiga langsung maju mendekat sementara dibelakangnya puluhan panah melesat kearahku
Aku menebas kedepan membuat ledakan yang langsung membelah kerumunan. Ledakan itu juga yang menghalau semua panahnya.
Salah satu orang menahan ledakan itu sendirian dan akhirnya ledakannya menghilang.
2 orang muncul disekitarku dan menebas secara bersamaan. Aku menahan di kananku dengan pedang.
Sedangkan angin mengikat tubuh disebelah kiriku. Orang yang tadi menahan seranganku langsung maju kearahku.
Dia menebas kedepan membuat Sword Force raksasa yang melesat kearahku. Aku menghentakkan tanah, dan dinding tanah muncul menghalangi serangan itu dan membuat ledakan
Aku menebas lawan didepanku, membuatnya terdorong. Aku memukul tanah dengan pedangku dan membuat ledakan besar yang membuatnya terpental mundur.
Orang yang terikat dengan anginku juga mundur "Jangan pergi kalian. Turbo"
Aku menebas angin dengan cepat dan membuat tornado besar yang langsung menghancurkan sekitarnya
"Fulgur" Petir merah mengaliri pedang dan langsung kutusukkan keatas. Petir bercabang dan beberapa langsung menyambar orang yang terbawa tornado.
Pedang Force raksasa membelah tornado jadi 2 dan melesat kearahku. Aku menebaskan pedangku dan membuat pedang petir merah yang memanjang.
Tabrakan kedua energi itu menghancurkan sekitarnya dan membuat ledakan besar.
Aku mengarahkan pedang keatas dan petir merah keluar dari atas.
Membuat awan merah dilangit dan disertai kilatan merah tanpa henti "Tonitribus" Petir merah turun tanpa henti menyambar semua bandit tanpa ampun.
Ledakan beruntun terjadi tanpa henti, setelah ledakan selesai seluruh tempat ini dalam keadaan kacau balau.
Aku duduk kelelahan, aku menghabiskan banyak Force untuk menghadapi semua bandit itu.
"Apa kamu baik-baik saja Josh?"(Sirus) "Untungnya tidak ada yang terluka" Dinding batu mulai turun dan menghilang.
__ADS_1
Baron, anaknya dan beberapa maid langsung keluar dari sana. Aku memperhatikan para pengawal yang memeriksa setiap bandit dan...???
Menusuknya "Apa yang kalian lakukan?" Aku langsung berdiri meski masih bergoyang
"Aku merasa berterima kasih atas bantuanmu"(Kepala pengawal)
"Lupakan soal hal itu. Apa yang kalian perbuat pada para bandit itu?" "Membersihkannya"(Pengawal 1)
"Bukanya harusnya ditangkap saja?" "Itu tidak bisa Josh. Mereka harus dibersihkan agar tempat ini aman"(Baron)
"Tunggu.. Kalau begitu.. Bagaimana dengan Interograsi? Bukanya kita perlu cari tahu markas mereka biar kita bisa membersihkannya seuntuhnya?"
"Karena itu kami menyisakan satu. Sudahlah jangan ganggu kami"(Pengawal no 2) Aku menyaksikan mereka membunuh orang-orang itu tanpa berkedip.
Kepala pengawal menyeret orang yang masih hidup kedalam hutan. Apa memang begini cara hidup para prajurit, pengawal dan ksatria?
"Aku tahu mungkin ini terlalu kejam untukmu, tapi ini semua harus dilakukan demi menjaga keamanan seluruh desa. Coba bayangkan berapa banyak orang yang mereka bunuh sebelumnya ini hal yang harus dilakukan"(Baron)
"Aku mengerti. Aku izin istirahat dulu. Semua ini membuatku lelah" "Baiklah, istirahat dulu. Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu"(Baron)
Aku berjalan ketempatku tidur sebelumnya dan berbaring tidak lama kemudian aku tertidur.
Bau harum tercium membuatku membuka mata. Beberapa pelayan sedang memasak padahal langit masih gelap.
Apalagi untuk masakannya tidak bisa dibilang untuk sarapan. Ada beragam jenis daging yang dimasak.
Pengawal yang lain sedang asik makan disana sambil mengobrol. Aku merasa tidak bisa memahami dan tidak mau mengerti mereka.
Pelayan datang memberikanku minuman hangat beserta sarapanku. Setelah berterima kasih aku memakan makanan itu.
Setelah matahari mulai terbit dan langit mulai siang kami membersihkan semuanya dan bersiap berangkat.
Aku duduk sambil memperhatikan kesibukan pelayan. Pengawal no. 3 datang dan duduk disebelahku.
"Masih memikirkan soal semalam?"(Pengawal no. 3) "Tidak juga" "Mungkin memang masih terlalu dini untukmu. Tapi hal ini untuk melindungi desa, sudah 15 tahun sejak ini terus berlangsung. Baron disebelah sangat iri dengan kesuburan desa kita. Jika bukan karena para monster dia pasti sudah bertindak"(Pengawal no. 3)
Karena semua monsternya sudah tidak ada berarti "Cepat atau lambat dia akan bergerak. Para bandit ini sengaja dikirim olehnya agar desa tidak kedatangan pedagang"(Pengawal no. 3)
Jadi itulah alasannya kenapa harus pergi kekota untuk menjual barang "Jadi lebih baik kamu mengerti tentang hal itu. Kita belum berkenalan kan? Kenalkan aku Dale"(Dale)
__ADS_1
"Josh" Sebenarnya aku tidak mau mengenal mereka, tapi sudah seperti ini mau bagaimana lagi.
**TO BE COUNTINUE...***