
Panglima musuh itu sangat kuat meski diserang oleh 3 orang dan tembakan panah tanpa henti oleh Farel, masih sanggup bertahan.
Dia memutar tombaknya diatas kepala membuat angin kencang yang menerbangkan mereka bertiga.
Tornado mengelilingi tombaknya, dan dia melesat kearah Lusar "Majulah"(Lusar)
Lusar mengangkat perisainya menahan tusukan tombak itu.
Dinding cahaya muncul didepan Lusar yang terlebih dulu terkena tusukan tombak dia.
Retakan mulai terlihat disepanjang dindingnya.
Itukan kekuataan dari senjata sihir? Aku maju dan menginjak pundak Lusar langsung maju kearah dia.
Aku mengayunkan pedangku, dia merubah serangnnya menjadi menangkis dan menahan seranganku
"Maaf ya. Tapi aku harus serius. Infernus"
Pedangku terbakar bahkan sampai tanah juga ikut terbakar
Melihat ini dia mundur. 3 panah melesat kearahnya membuatnya menghentikan langkah dan bertahan.
Aku mengayunkan pedangku keatas dan membuat pedang api tinggi kearahnya. Bersamaan dengan panah itu yang meledak membuat keseimbangannya goyang.
Tapi dia masih bisa mengayunkan tombaknya dan membuat gelombang angin yang langsung menghilangkan mata pedang api milikku.
Laria memanfaatkan hal itu untuk menyerang dia dengan kedua pedangnya
Karena terkejut dia cuma sempat menahan satu pedangnya dan bahunya terkena tebasan Laria.
Dia mengayunkan tombaknya dan Laria menahan serangan itu meski terdorong mundur.
Stain dan Sirus maju menyerang secara langsung. Dia menangkis dan menyerang Stain dan Sirus bergantian.
Panah terus menyerangnya dan aku membuat panah itu meledak tidak memperdulikan Sirus dan Stain yang disana.
Lagipula itu tidak akan melukai mereka.
Aku menancapkan pedangku ketanah dan mengayunkannya keatas membuat gelombang api raksasa kearah dia.
Dia mengayunkan tombaknya yang membuatnya terpental mundur dan mendorong gelombang api itu bersamaan.
"Apa kamu tidak waras? Bahkan kamu menyerang temanmu sendiri"(Panglima musuh) "Memangnya kenapa? Mereka tidak apa-apa ko"
Stain keluar dari dalam kobaran api dan menebas dia. Hanya saja dia sempat menahanya dan menerbangkan Stain.
Mata pedang biru keluar dan melesat kearah dia. Membuatnya menahan serangan itu
__ADS_1
"Bagaimana bisa?"(Panglima musuh)
Aku menusukkan pedangku kedepan dan bola api cepat langsung mengenai tombak dia dan meledak.
Laria muncul dari sampingnya dan menendang tombak itu dan menusukkan pedangnya kearah leher dia.
Tapi tetap saja dia berhasil menahan pedang itu. Sirus dan Stain juga mulai bergerak kesana
"Kalian semua tidak sadar kalau kalian itu cuma pion yang bisa dibuang?"(Panglima musuh) Dia mendorong Laria dan mengayunkan memutar tombaknya.
Tornado besar terjadi yang langsung menerbangkan ketiga orang itu
"Dia saja tidak ragu-ragu saat mengayunkan dan menggunakan senjatanya tapi kalian bisa tetap dipihaknya, apa kalian itu bodoh?"(Panglima musuh)
Tornado itu meledak membuat gelombang angin raksasa yang menerbangkan semua yang ada disekitarnya.
Bahkan tanah dikakinya menjadi parit besar karena angin itu "Hiems" dengan ayunan pedang es milikku.
Dinding es merah muncul disekitarku dan melindungi Laria, Sirus dan Stain. Dinding es itu juga bergerak kearah panglima musuh dan mengubur setengah tubuhnya didalam es.
"Menyebalkan. Aku akan menunjukkan betapa lemahnya kamu tanpa pion yang ada disekitarmu"(Panglima musuh)
Aku bisa merasakan seranganku hancur dan disusul dinding es juga mulai retak. Aku memegang pundak Lusar
"Mundur! Biar aku saja yang menahannya" "Tapi sepertinya itu..."(Lusar) "Tidak perlu khawatir. Percaya saja padaku"
"Procella" rune di sarung pedang bersinar merah.
Angin kencang bertiup kearah panglima musuh yang akan menahan gerakannya.
Dinding es hancur.
"Terra. Mons, Ventum" Dinding batu merah terbentuk dibelakang punggungku, dan angin menyelimuti tubuhku.
Dan Tombaknya menusuk kearahku yang diselimuti tornado yang membentuk spiral didepannya
Aku menahan tombak itu dengan pedangku dan membuat ledakan disekitarku. Bahkan kakiku yang tertahan dengan dinding merah dibelakang mulai terdorong.
"Panglima sepertimu harusnya mati saja"(Panglima musuh) "Kamu yang harusnya jangan menilai orang dari penampilan saja. Turbo"
Tornado merah juga keluar dari pedangku dan menghilangkan tornado yang menyelimuti tombaknya
"Apa?"(Panglima musuh) dia dengan cepat menghindar saat pedang angin, kuayunkan kearahnya.
Ledakan terjadi ditanah membuat parit panjang. Hanya saja seranganku belum berakhir. Aku mengayunkan pedang tanah milikku kearahnya.
Dia bisa bertahan dengan tombaknya, hanya saja dinding tanah merah keluar dari tanah dengan ujung yang tajam.
__ADS_1
Memaksanya mundur, hanya saja dinding tanah terus keluar dan menusuk kearahnya.
Tombaknya diayunkan kearah dinding tanah dan membuat ledakan angin yang menghancurkan semua dinding tanah itu.
Laria langsung maju dan menyerang dia. Dia berulang kali menahan serangan itu, Sirus dan Stain juga kembali maju menyerangnya
Dengan angin kencang kembali mendorong mereka bertiga. Aku juga mulai menyerangnya dengan pedang es.
Aku dan dia bertukar serangan ditambah beberapa panah yang melesat dari Farel yang berubah jadi petir menyerang kearahnya.
Setiap ada celah Sirus dan Stain kembali menyerangnya meski hanya sekejap sebelum terdorong oleh anginnya.
Laria juga maju menebas kearahnya. Aku menahan tombaknya ketanah dan menusuk kearahnya.
Seranganku dan Laria tertahan batang tombak itu. Ledakan angin terjadi yang mendorongku dan menerbangkan Laria lagi.
Dia mengayunkan tombaknya kearahku, pedang angin raksasa terbentuk dan mengenai pedangku yang kugunakan menahan serangannya.
Dia terus mengeluarkan pedang angin itu bukan cuma kepadaku melainkan kami semua yang ada disini.
Lusar langsung bergerak maju sambil bertahan dengan Fotressnya.
"Cross Fotress"(Lusar)
Dinding cahaya raksasa terbentang melindungi Laria, Stain, dan Sirus. Baguslah Lusar.
Aku langsung menghancurkan semua pedang angin yang mengarah kearahku dan maju kearah dia.
Aku menebaskan pedang es ku kearahnya dan dia menahannya. Es bermunculan menutupi setengah tubuhnya.
Aku menebaskan pedang apiku kearahnya. Dan ledakan terjadi, dia menghancurkan es yang menutupi tubuhnya dan mundur menjauh.
Laria muncul disampingnya dan menendang kearahnya. Hanya saja dia menahan tendangan itu. Laria menginjak tombak itu dan langsung menusuk kearah wajah dia.
Hanya saja dia berhasil menghindarinya dengan memiringkan kepalanya. Angin lagi-lagi menerbangkan Laria.
Sirus dan Stain juga maju menyerangnya "Vulcanus" Lahar dan gelombang api mengarah kearahnya.
Sirus dan Stain tidak terpengaruh seperti hanya dilewati angin saja. Dia mundur dan mengayunkan tombaknya membuat ledakan angin besar yang menyebarkan lahar dan gelombang api itu.
Aku langsung muncul dan menusukkan pedang anginku. Dia menahan dengan batang tombaknya, hanya saja aku tidak berhenti dan maju menabrakan bahuku dengan badannya.
Aku mengayunkan pedangku dan membuatnya tertancap ketanah dan menarik tangannya dengan tanganku.
Aku membantingnya ketanah dengan cepat hingga membuat ledakan disekitar. Pedang tanah milikku langsung menusuk kelehernya dan berhenti sejengkal dari lehernya
"Terra" Tanah menutupi kaki dan tangannya membuatnya tidak bisa bergerak. Perang ini sudah berakhir.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***