Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 25


__ADS_3

"Terima kasih karena sudah hadir" "Langsung intinya saja. Bagaimana prajurit musuh? Apa rencanamu?"(Chriss) "Ya, pertama aku jelaskan musuh dulu"


Aku membuka peta "Dari yang kudengar ada 2 pasukan. Satu yang menjaga gunung Monrra dan satu ada ditengah sini"


Aku menunjuk ke padang Sriek "Aku tidak tahu pasti jumlah mereka. Tapi menurutku bisa sampai 20 kali lipat daripada pasukan yang ada"


"Sepertinya mustahil. Apa akan menggunakan perangkap lagi?"(Rafel) "Hanya itu caranya. Tapi masalahnya adalah penyihir mereka yang jauh lebih banyak daripada pasukan di hutan Harin"


"Terus bagaimana? Sihir sulit ditahan dengan force"(Lusar) "Bukan tidak mungkin. Cukup gunakan formasi bertahan dan aku akan menguatkannya sedikit. Masalahnya jebakannya"


"Apa harus pasukan kami yang pergi?"(Laria)


"Tidak, tidak kalian termasuk berharga. Pasukan baru yang akan pergi"


Pemimpin dari pasukan itu menggebrak meja


"Apa maksudmu kita jadi umpan?"(Pemimpin umpan)


"Tidak sampai seperti itu. Tapi mirip, kalian cukup pergi sekarang dan capai daerah disini saja"


"Itu namanya umpan"(Pemimpin umpan) "Kayaknya aku sudah bilang sebelumnya kalau perang ini berbahaya. Bahkan Laria yang wanita saja mengajukan diri. Kamu yang pria tidak berani. Apa kamu itu banci?"


"Diakan dibayar-"(Pemimpin umpan) "Lalu? Kamu disini kan juga membantu. Jangan bilang kamu bersama pasukanmu cuma mau menghabiskan persediaan dan bermalas-malasan?"


"Tapi kami ikut perang demi ketenaran bukan cari mati"(Pemimpin umpan) "Memang kamu pikir semua itu tidak ada harganya? Memang apa yang kamu harapkan dari perang. Tenang saja kalian tidak akan di perintahkan untuk mati kok. Kalian cukup pergi ke sana dan tulis ini sebanyak-banyaknya"


"Ini?! Rune? Untuk apa?"(Pemimpin Umpan)


"Tidak perlu tahu. Lebih baik kalian cepat pergi. Bawa saja semua kudanya semoga kalian tetap hidup"


Begitu kupandangi dia akhirnya pergi "Sirus. Kamu awasi mereka!" "Baiklah"(Sirus) "Ayo kita lanjutkan. Karena tidak ada tebing dan gunung didaerah sini, jadi aku akan membuatnya dengan Force saat itu Rafel pimpin seluruh pasukanmu dan menembaklah sesuai sinyal yang kuberikan!"


"Baiklah"(Rafel) "Laria. Tugas kalian sebagai penyerang setelah semua penyihir itu musnah. Lusar kalianlah penopang dalam rencana ini. Gunakan semuanya dari awal dan bertahanlah sampai semua penyihir musnah"


"Bukanya sudah kubilang jika sihir skala besar sulit untuk ditahan dengan Force?"(Lusar) "Aku tahu. Aku juga akan membantu, untuk perang ini jika kami Agresif kita akan cepat musnah mau tidak mau harus bertahan saja sebentar, paling tidak sampai bisa memukul mundur musuh untuk sementara" "Baiklah aku mengerti"(Lusar)


"Sekarang masalah medan-" Kami terus rapat sampai mulai siang baru kita mulai berangkat.

__ADS_1


Hal ini sempat membuat banyak pertanyaan karena kita terlalu mengulur banyak waktu. Tapi perintahku berikutnya malah lebih membuat pasukan bingung.


Bagaimana tidak, aku menyuruh mereka menulis dan menancapkan bendera kecil diseluruh tanah ditempat ini.


Untungnya mereka tidak banyak bertanya. Begitu matahari terbenam pasukan umpan kembali membawa pasukan pengejar.


"Rafel. Panah" "Aku mengerti"(Rafel) Rafel langsung memerintahkan para pemanah untuk membidik


"Pegangan!! Terra" Dinding tanah merah mengangkat mereka membuat mereka sedikit panik.


Untungnya mereka cepat sadar dan mulai membidik "Beri sinyal yang ketiga" "Baik Panglima"(Prajurit)


Force kuning melesat keatas. Rafel mulai memerintah, dan puluhan panah melesat kearah pasukan umpan.


"Tonitribus" Force merah saling terjalin diantara panah membentuk rune yang mengeluarkan puluhan petir menyambar kearah mereka.


Ledakan terjadi membuat pasukan umpan ketakutan. Sirus mendatangiku "Laporkan"


"Dari 200 yang pergi, yang kembali cuma 150. Dan 100 kuda terbunuh"(Sirus)


"Besok siang paling lama kita akan berhadapan"(Sirus) "Bagus istirahat. Besok sebelum matahari terbit kita rapat lagi persiapan perang"


Baru diabaikan sedikit mereka sudah membuat keributan. Dengan mengatakan tidak ada harapan, mereka sudah dekat, aku yang tidak kompeten dan lain sebagainya


Mereka memang sampah. Aku masuk ketenda dan mengeluarkan senjata rahasiaku, elang dan tikus.


Aku sempat menangkapnya untuk hal ini. Meski mereka memasang perangkap itu saja tidak akan cukup. Apalagi itu tidak bisa masuk kedalam tenda mereka.


Aku merasuk ke tubuh elang dan mencengkram tikus membawanya kearah kemah mereka.


Hanya dalam 2 jam aku sudah sampai. Ribuan tenda disini membuat perasaan jadi suram.


Aku mendarat dan mengangkat tikus di cakarku. Aku memperhatikan kepala elang yang menatapku dengan tajam.


Untung saja elang itu sudah kulatih dan kuberi makan sebelumnya. Aku melepaskan diri dari cengkraman elang dan masuk ketenda penyihir.


Ada puluhan tenda penyihir disini, aku membuat rune dengan cakar pada baju dan jubah mereka.

__ADS_1


Aku berusaha membuatnya sekecil mungkin agar tidak mencolok. Setelahnya aku berkeliling dan membuatnya di semua kain yang bisa kubuat.


Tidak perduli baju, kain bekas, sampai tenda sekalipun. Aku juga menghindari semua prajurit yang berjaga.


Ternyata tidak sesulit itu. Masalahnya jumlah mereka ada ribuan tidak mungkin aku bisa menulis rune satu persatu ke semua baju mereka.


Jadi aku fokus pada penyihir. Aku melihat panglima yang sedang makan bersama prajurit mereka sambil bertelanjang dada.


Memang sih ditempat ini suhunya tetap panas. Padahal tandus kupikir malam akan dingin, malah malam disini sepanas saat siang hari.


Panglima itu dijuluki Cheetah api. Kecepatannya sangat hebat apalagi dengan pedang sihir miliknya.


Berbeda dengan Harimau es yang seorang ksatria dia dari awal adalah seorang Swordman.


Mereka membicarakan tentang desa Heath yang akan diambil. Ada sedikit perkiraan tentang prajurit yang dikejar.


Hanya saja mereka menggangap itu adalah bandit biasa. Sepertinya informasi kekalahan Harimau es belum tersebar.


Sepertinya tidak ada pengkhianat di pasukan raja. Kalau ada pasti mereka sudah bersiap, aku juga mendengar tentang jarak tempat ini dengan kerajaan Rodigur yang sekitar 1 bulan perjalanan.


Sepertinya raja berniat menggunakanku sebagai umpan juga nanti untuk menguasai kerajaan Rodigur


Setelah ribuan rune aku memutuskan untuk kembali. Aku harus bersiap, apalagi mereka tidak tahu soal serangan.


Saat terbang dengan tubuh elang aku melihat pasukan pengintai jalan. Yang sebentar lagi mendekati kamp kami.


Setelah kembali aku pergi dengan beberapa pasukan untuk menbunuh semua pasukan pengintai itu.


Mereka ada 100 orang untungnya aku berhasil memusnahkan mereka saat mereka baru akan kembali.


Setelah larut aku baru bisa kembali ketendaku untuk tidur. Paginya aku juga memberitahu semuanya tentang informasi ini.


Laria sempat bingung darimana informasi yang kudapat tapi untung saja dia tidak bertanya lebih lanjut.


Saat matahari terbit kami sudah dalam formasi memulai perang ini.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2