Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 59


__ADS_3

Saat hari mulai siang kami bersiap dan berkumpul disini. Dari 30.000 tersisa 25.000 lihat saja betapa bodohnya mereka semalam


"Kamu yang pimpin!"(Marquess Marband) Aku menatap balik ke dia. Baru ke pangeran


"Silahkan dipimpin Viscount Monrra"(Pangeran ketiga)


"Baiklah jika itu perintah pangeran, ventum. Dengarkan semua prajurit sekalian. Para ksatria berdiri dibelakang pasukan Monrra, para swordsman berdiri dibelakang pasukan ksatria. Kita akan berjalan mendekat dengan perlahan"


"Hmm.. Bodoh"(Marquess Marband) Meski dia bilang begitu tidak ada satupun orang yang tidak mengikuti perintahku.


Kami bergerak perlahan kearah benteng itu. Aku menatap kearah benteng "Apa kamu akan melakukannya sekarang?"(Sirus)


"Tentu saja tidak. Kita harus melalui pertempuran dulu" Ribuan panah melesat dengan cepat kearah kita


"Para ksatria bertahan gunakan Force!! Viscount mundur dulu!"(Duke Crambell)


"Tidak perlu. Pemanah Monrra gunakan formasi keempat!"


Para pemanah di pasukanku menarik panahnya. Dibelakang kami dinding benteng dari force terbentuk memisahkan kami dengan mereka


Pangeran tidak mengatakan apapun hanya diam saja. Terserahlah, ratusan panah melesat kearah ribuan panah


"Turbo" Semua panah mengeluarkan force merah dan terjalin membentuk rune. Dan tornado besar terjadi, semua panah dari musuh terhalau


"Panah ketiga!!" Ratusan panah lagi melesat. Force merah saling terhubung "Tonitribus" Dan berubah jadi ratusan hingga ribuan petir yang menyambar barrier


Para penyihir mulai menggunakan sihir api


"Penyihir!!"(Sirus) "Aku urus. Infernus" Aku mengeluarkan pedang api dan mengayunkannya kedepan.


Ratusan bola api bertabrakan dengan gelombang api dariku. Dan gelombang api menang, gelombang itu menghantam dinding benteng


"Gunakan formasi pertama" Ratusan panah lain melesat kesana. Force merah terhubung dan rune terbentuk


"Infernus!!!" Ratusan panah berubah jadi awan api yang membakar seluruh benteng. Tiba-tiba awan api terbelah dan cahaya dengan cepat melesat kearahku


"Terra!" Karena terlalu cepat. Aku cuma melempar pedangku setelah menulis rune terra seadanya.


Dinding tanah terbentuk dan langsung hancur seketika. Kudaku terkejut dan menjatuhkanku kemudian berlari pergi meninggalkan tempat ini


Kuda sialan. Meriam sihir ya? Kalian memutuskan menggunakan itu.


Aku berlari menggapai pedangku.


Ratusan cahaya menembus awan api. Bersamaan dengan aku menarik pedangku

__ADS_1


"Terra" Dinding merah besar terbentuk dan berlapis-lapis. Satu persatu dinding hancur di bombardir


"Mundus" Rune di sarung pedangku bersinar. Dan dinding tanah terus keluar. Ratusan ombak tanah juga keluar menghantam benteng itu


Disusul ratusan duri tanah membuat para penyihir kacau. Tapi melihat dari dinding benteng masih kokoh dan tidak rusak sedikitpun


Mithril memang hebat "Josh!"(Sirus) "Kita akhiri" Gelombang api, awan api dan gelombang tanah


Ini semua cuma uji coba dan pertunjukkan saja. Inilah acara utamanya "Hancurlah semuanya. Infernus"


Ribuan ledakan terdengar dari dalam benteng. Semua orang yang ada diatas benteng terpental dan hancur terkena ledakan


Disusul hancurnya semua meriam sihir dan alat sihir yang didekat situ. Dan akhirnya pintu benteng ambruk karena ledakan dari dalam


Disusul lenyapnya barrier "Kalian semua!!! Maju!!!" Para prajurit yang lain masih ragu. Tapi aku sudah maju menaiki kuda bersama dengan Sirus


Kami dan pasukanku maju menyerang masuk kedalam benteng. Keesokan harinya seluruh benteng jatuh ketangan kami.


Dan kami mendapatkan 20 alat sihir yang belum digunakan, 20 meriam sihir dan ribuan barang rongsokan yang hancur sebelumnya.


Kemenangan ini membuat pangeran senang dan aku diundang kedalam pesta kecil antar jenderal


Begitu aku masuk, ada satu kursi kosong di dekat Marquess Eastria "Silahkan Viscount Monrra"(Marquess Eastria)


"Terima kasih tuan Marquess" Aku duduk. Di meja didepanku ada beberapa hidangan dan juga akholol yang harusnya tidak boleh ada disana


"Terima kasih atas kerja keras tuan Viscount hari ini. Kita bisa menaklukan benteng Termonn dalam satu hari. Setelah beberapa bulan tidak bisa mengusiknya sedikitpun"(Pangeran ketiga)


"Pangeran tidak perlu sungkan" "Kamu sangat rendah hati. Ayo bersulang"(Pangeran ketiga)


"Tapi ada yang aneh kali ini"(Marquess Marband)


"Apa maksudmu Marquess Marband?"(Marquess Graman) "Benar. Apa kamu ingin mengacaukan hal ini? Tuan Marquess"(Duke Crambell)


"Tidak bukan begitu. Aku merasa berterima kasih juga. Tapi ini semua tidak masuk akal, mulai dari taruhan dan runtuhnya benteng ini bukan serangan dari luar. Meski aku mengakui kalau serangan tuan Viscount Monrra luar biasa. Tapi benteng ini runtuh dari ledakan didalam"(Marquess Marband)


"Jadi apa maksudmu?"(Marquess Eastria) "Bisa saja Viscount Monrra menanamkan mata-mata dan menyabotase bagian dalam. Itu sih tidak masalah, hanya saja. Perang ini sudah berlangsung beberapa bulan. Tapi mata-mata baru digunakan sekarang. Bukanya itu hal aneh?"(Marquess Marband)


Sepertinya dia berpikir aku mencari prestasi


Tapi ada hal yang lebih terasa tidak benar. Aku terus memperhatikan makanan dan minuman


"Apa itu benar tuan Viscount?"(Duke Crambell) "Jika itu benar bagaimana? Tuan Duke"


"Kamu harus dihukum dengan hukum militer"(Marquess Marband) "Sayangnya itu tidak benar. Force milikku bisa membentuk rune yang akan membuat elemen seperti sebelumnya. Ini tidak terbatas pada satu serangan saja. Bisa dibilang force milikku kembali membentuk rune setelah serangan itu mengenai benteng"

__ADS_1


Mereka semua menatapku "Itu masuk akal"(Marquess Eastria) "Aku pikir dia jujur. Menjelaskan kekuataan dari force merupakan hal tabu"(Marquess Garman)


"Kenapa kita harus berselisih di saat seperti ini? Ayo dinikmati makanan dan minumannya. Kita rayakan keberhasilan hari ini"(Pangeran ketiga)


"Tunggu dulu pangeran" "Ada apa Viscount?"(Pangeran ketiga) "Apa tidak ada alat makan dari perak disini?"


"Tentu saja tidak ada. Kita harus melupakan status dan gelar saat perang, dan membaur bersama para prajurit"(Marquess Marband)


Omong kosong. Dia ini pangeran, bagaimana jika ada racun di makanan "Tapi ada yang mulia pangeran disini" "Tenang saja. Aku tidak apa-apa"(Pangeran ketiga)


"Apa kamu takut tidak menggunakan peralatan mewah. Viscount?"(Marquess Marband) "Tidak bukan begitu. Kalau ada racun dimakanan bukannya berarti tidak akan ada yang tahu?"


"Apa maksudmu Viscount? Kamu ingin menghancurkan perjamuan yang di buat pangeran?"(Duke Crambell)


"Ya, hamba tahu. Hanya saja ada pangeran dan jenderal disini. Jika kita jatuh karena keracunan semua moral prajurit yang sudah tinggi akan jatuh"


"Maksudmu kalau keamanan dan kesetiaan prajurit wajib dipertanyakan? Sampai membiarkan ada racun disini?"(Marquess Eastria)


"Tidak bukan itu maksudku. Jika musuh menyusup dan menaruh racun disini. Meski tidak mematikan akan membuat perselisihan terjadi. Kalau mematikan akan menimbulkan perang sipil. Jika itu terjadi kita sama saja sudah kalah"


Pangeran menatapku "Kamu benar. Bawakan sendok perak"(Pangeran ketiga) "Baik yang mulia"(Prajurit dari luar) "Jika kamu tidak benar. Kamu harus terima hukumannya"(Marquess Marband)


"Ini cuma ansumsi dan kecurigaanku saja. Maafkan hamba jika hamba salah yang mulia"


"Tidak apa. Wajar jika punya kecurigaan"(Pangeran ketiga)


Prajurit datang membawa sendok perak. Pangeran menyendok makanan dan memastikan sendok perak.


Setelah semua hidangan di cek. Tidak ada racun sedikitpun "Kamu lihat? Semuanya aman"(Marquess Marband) "Masih ada anggurnya"


"Kamu semakin keterlaluan Viscount. Semua minuman disini merupakan koleksi pribadi pangeran"(Marquess Garman)


"Tidak apa Marquess. Aku percaya dengan kalian semua. Dan wajar untuk memastikan semuanya kan?"(Pangeran ketiga)


Pangeran menyendok anggur digelasnya. Begitu di cek, sendok peraknya menghitam


Pangeran terkejut sampai berdiri dan menjatuhkan sendoknya


"Racun!!"(Duke Crambell) "Untung saja kita belum minum"(Marquess Eastria) "Tadi aku sempat meminumnya"(Pangeran ketiga)


Berkat pengakuan pangeran. Kami semua langsung menatap pangeran yang menutup mulutnya.


Darah terlihat keluar dari celah jari pangeran yang menutup mulutnya membuat kami langsung menghampiri pangeran


"PANGGIL DOKTER!!!"(Duke Crambell) Dan begitulah perjamuan kecil yang diadakan pangeran berakhir kacau

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2