
Suasana jadi hening setelah mendengar gelarku, sebelum tiba-tiba jadi berisik.
Semua yang ada disana menolak dengan keras perkataan raja
"DIAM!!!... Memang kalian pikir, kalian ini siapa? Berani membantah perkataanku"(Raja)
Seorang pria berjenggot abu-abu maju
"Maafkan hamba yang mulia. Bukan mau melawan keinginan yang mulia, hanya saja sepertinya yang mulia terlalu baik hati"(Pria tua)
"Aku tidak mau mendengar itu darimu Duke Rucantry. Bukan cuma menolak ikut berperang bahkan kamu berusaha mengurangi pajak dengan membuat bisnis ilegal. Masih berlagak dihadapanku"(Raja)
"Ampuni hamba yang mulia"(Duke Rucantry)
"Dengar kalian semua disini. Mungkin kalian berpikir aku salah membuat keputusan. Tapi berapa banyak waktu yang kuberikan pada kalian untuk merebut gunung Monrra? Bahkan ekspedisi besar berangkat kesana. Tapi apa yang kalian bawa? Berita kekalahan"(Raja)
Pria gendut maju dan berbicara
"Maaf yang mulia itu semua karena senjata sihir bahkan dinding mereka sulit untuk ditembus"(Pria gendut)
"Kamu terlalu banyak alasan Viscount Runty. Kalau kalian merasa lebih hebat darinya kenapa tidak bisa memenangkan perang itu?
Dia berbeda dengan kalian, tanpa latar belakang, kekuataan ataupun uang tapi bisa memenangkan perang yang mustahil kalian menangkan"(Raja)
"Tapi yang mulia. Kita kan sudah mengirim bantuan"(Viscount Runty) "Bantuan? Bantuan yang mana? Yang kabur dari medan perang atau yang terlambat datang saat perang sudah selesai?"(Raja)
"Soal itu..."(Viscount Runty) "Pokoknya apapun keberatan kalian. Aku tidak perduli, dia pantas mendapatkan gelar itu karena dia sendiri yang berjuang untuk itu. Tidak seperti kalian yang hanya menunggu pewarisan gelar saja"(Raja)
Berkat perkataan itu semua bangsawan disana terdiam
"Baiklah. Seperti Monrra yang kalian tahu kalau gunung itu sangat gersang dan membangun desa besar disana akan sulit, sebagai bantuan dari istana akan kuberikan uang sebanyak 100 Sero. Aku harap itu cukup untukmu"(Raja)
"Terima kasih yang mulia" Kali ini tidak ada yang membantah perkataan raja
Tapi meski begitu penobatan berubah jadi acara pengucilan untukku. Aku benar-benar dijauhi sejauh-jauhnya dan mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
Bahkan Chriss dan Ralph juga terpaksa menjauh untuk sementara. Aku memahami keadaan mereka, meski sejujurnya aku lebih suka seperti ini.
Setelah upacara penobatan aku dipanggil secara pribadi oleh raja untuk menemuinya di ruang kerja.
Aku masuk kedalam ruang itu dan terlihat raja yang duduk didepan setumpuk kertas
__ADS_1
"Kamu sudah datang ya? Silahkan duduk"(Raja)
"Terima kasih yang mulia" Aku duduk di bangku berseberangan dengan raja
"Maaf ya, aku harus memanggilmu saat selesai penobatan mu"(Raja)
"Tidak perlu khawatir yang mulia. Hamba sedang luang" "Baguslah kalau begitu. Aku akan langsung ke intinya saja. Aku butuh kekuataanmu untuk mengambil alih kerajaan Rodigur"(Raja)
Sudah kuduga bakal jadi begini. Memang sih dengan bantuanku kerajaan itu bisa dengan mudah dikalahkan. Hanya saja ada kerajaan Stor yang menyerang dari barat kerajaan Rodigur.
Setelah kerajaan itu hancur dan kerajaan Stor menyerang, keadaan kita akan langsung kacau balau
"Maaf yang mulia. Hamba tidak ingin berperang sekarang. Karena daerah hamba perlu banyak perhatian untuk sekarang, menurut hamba menaklukan kerajaan Rodigur hanya membawa keadaan jadi buruk. Kerajaan Stor masih menyerang kerajaan Rodigur tanpa henti. Jika kita mengambil alih kerajaan itu kerajaan ini akan berperang dengan kerajaan Stor. Dan perang berantai akan terjadi setelahnya"
"Kamu ada benarnya. Tapi aku harap setelah urusan dengan wilayahmu selesai kamu bisa membantu kerajaan"(Raja)
"Selama hamba berada di perbatasan. Hamba akan menjaga perbatasan agar musuh tidak memasuki kerajaan"
"Sepertinya kamu menolaknya ya? Biarlah untuk sementara. Nanti jika aku mengirim permintaan aku harap kamu akan memenuhinya"(Raja)
"Jika itu keinginan yang mulia" "Dan sekarang masalah panglima musuh yang kamu tangkap. Apa kamu tidak mendapat informasi apapun darinya?"(Raja)
"Jadi begitu. Kamu akan menolak jika kupaksa untuk menyerahkannya ya?"(Raja)
"Maafkan kelancangan hamba yang mulia"
"Terserahlah. Tapi aku masih mengharapkan kamu membantu untuk mengambil kerajaan itu. Mengingat ada panglima Rodigur di Monrra"(Raja)
Peringatan? Atau Ancaman? Aku tidak tahu kalau raja itu sendiri memiliki ambisi yang mengerikan
"Baiklah. Setelah wilayah hamba sudah stabil, hamba akan membantu dalam perang itu. Tapi hamba menolak berperang dengan Stor"
"Itu saja sudah cukup. Kamu bisa pergi"(Raja)
"Hamba undur diri yang mulia"(Raja) Aku pergi dari ruangan itu.
Aku benar-benar tidak suka dengan anggota kerajaan. Mereka hanya orang yang dipenuhi ambisi.
Untung saja soal Dwarf mereka tidak tahu. Mengurus Monrra akan menjadi persoalan utama terlebih dahulu.
Sebelum pernikahanku dilaksanakan. Masalahnya adalah penduduk, daerah tanpa penduduk sama seperti tanaman tanpa manfaat.
__ADS_1
Selain jadi hama tidak ada lagi yang bisa digunakan. Tapi bagaimana caranya mencari penduduk?
Rodigur!! Benar itu dia. Aku memiliki ratusan prajurit Rodigur kan? Mereka memiliki keluarga, dan teman.
Tapi apa mereka mau pindah ke Monrra? Aku perlu banyak waktu soal memikirkan hal ini.
Setelahnya masih di hari yang sama aku mencari pandai besi untuk membuat lambang daerah ku.
Dan mencari pembuat baju untuk membuat bendera dengan lambang daerahku, dan mencari beberapa arsitek dan kuli untuk membangun daerahku.
Meski begitu masih memakan 3 hari dan bahan untuk membangun perlu waktu seminggu untuk terkumpul semua.
Aku memegang lencana dengan lambang daerahku. Dengan gunung besar sebagai lambang dengan nama Monrra dibawahnya serta dipenuhi rune.
Untungnya tangan pengrajinnya cukup terampil "Ternyata kamu ada disini"(Valerie)
"Valerie? Kebetulan sekali"
"Kebetulan apanya? Kamu kemana saja? Banyak yang harus dipersiapkan untuk pernikahan kita"(Valerie)
"Aku tahu soal itu. Tapi aku juga harus mempersiapkan banyak hal untuk daerahku"
"Pernikahan kita sudah diujung. Soal wilayah kekuasaanmu bisa diurus nanti setelah pernikahan selesai. Tapi pernikahan kita tersisa 3 hari lagi. Selain itu kakakku ingin bertemu denganmu"(Valerie)
"Kakak? Apa tujuannya? Ingin tahu atau membunuhku?" "Entahlah. Sepertinya hanya penasaran saja. Jadi aku disuruh menjemputmu padahal masih banyak yang harus kulakukan"(Valerie)
"Baiklah aku mengerti. Aku juga akan membantumu ko" "Baguslah kalau mengerti. Jadi cepatlah!!"(Valerie)
Valerie pergi kekereta kuda dan aku mengikutinya "Kakakmu orang yang seperti apa?"
"Dia penerus keluargaku. Dia pintar, memiliki nilai tinggi di akademi dan seorang knight yang hebat"(Valerie)
"Begitu ya. Sepertinya aku akan bertarung dengan kakakmu" "Sepertinya begitu. Soalnya kakakku tidak mendukung pernikahan ini"(Valerie)
"Apa karenaku yang baru mendapat gelar?"
"Entahlah. Aku juga tidak tahu, jadi wakilkan aku ya untuk menendang kakakku"(Valerie)
"Sepertinya hubungan kalian buruk" Valerie hanya tertawa saja mendengarnya
**TO BE COUNTINUE....***
__ADS_1