Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 58


__ADS_3

Kami tiba. Jauh didepan sana ada barisan kemah milik Voldugur yang mengawasi benteng.


Benteng Termonn Merupakan benteng besar yang dibangun dengan cara yang unik. Benteng itu seperti waduk


Berada ditengah antara gunung hingga membuatnya sulit untuk dikepung. Apalagi posisi benteng mereka lebih tinggi dari perkemahan kami


Tapi benteng itu memiliki kelemahan besar. Bagian atas kan? Jika ada serangan yang kewat bagian atas, seluruh benteng akan runtuh.


Tapi hal itu sudah ditutupi. Aku merasakan adanya mana yang membentuk kubah melindungi benteng itu.


Pantas saja mereka tidak maju sama sekali


Kami pergi kearah perkemahan, dan aku sendiri pergi ke tenda paling besar.


Saat aku masuk kedalam. Di tenda itu sedang mengadakan rapat, pemuda berambut hitam yang memimpin rapat menarik perhatianku.


Dia itu pangeran ketiga kan? "Pasukan dari Monrra sudah tiba di pimpin oleh aku sendiri Josh Von Monrra"


"Maaf memangilmu lebih cepat dari rencana. Josh, aku Sica von Voldugur"(Pangeran ketiga)


"Hormat hamba yang mulia pangeran" "Tidak perlu seformal itu. Disini kita semua sederajat. Aku merasa terbantu karena kamu datang"(Pangeran ketiga)


Aku ditatap semua orang disana. Semua yang ada disini merupakan bangsawan yang ikut perang dengan pangeran


Pendukung pangeran yang utama merupakan Duke Crambel disusul Marquess Marband, Graman dan Eastria


Disini semua pemimpin keluarga itu berkumpul "Bisa katakan berapa banyak pasukan yang kamu bawa?"(Duke Crambell)


"Hamba membawa 700 orang pengguna Force, 300 diantaranya merupakan warisan dari hamba"


Suasana langsung suram "Haish.. Nambah korban lagi"(Marquess Marband) "Apa ada penyihir? Pasti ada kan?"(Marquess Eastria)


"Maaf hamba tidak membawa penyihir" "Pangeran lebih baik kita mundur saja. Perang ini sudah sulit dimenangkan"(Marquess Graman)


"Kita sudah berjuang sampai disini. Masa kita harus pulang begitu saja?"(Pangeran ketiga)


"Masalahnya tidak ada harapan menang pangeran. Sudah banyak kerugian yang kita alami"(Duke Crambell)


"Apalagi kedatangan Viscount Monrra akan menambah korban jiwa"(Marquess Marband)


Hah?! Tadi dia bilang apa? Aku? Beban?

__ADS_1


Yang benar saja. Akan aku bungkam mulut kotormu itu "Maaf yang mulia. Apa kedatangan saya kesini merupakan kesalahan?"


"Tidak. Aku berterima kasih kamu sudah datang"(Pangeran ketiga) "Apa kamu pikir dengan perlakuan baik dari pangeran. Kamu bisa sombong? Pasukan kami ada 50.000 orang sebelum kesini, sekarang hanya tersisa 30.000. Setengah kurang sedikit sudah mati atau terluka dalam perang ini. Apa yang kamu bisa lakukan dengan 700 orang yang bahkan dengan 50.000 orang tidak bisa menembus benteng itu?"(Marquess Marband)


Aku tidak memperdulikan dia "Jika yang mulia menginginkannya. Perang besok, benteng itu akan berhasil kita terobos"


"Cih.. Membual. Kamu tidak tahu saja sekeras apa benteng itu"(Marquess Marband) "Bukan maksud meremehkanmu Viscount. Hanya saja benteng itu bukan benteng biasa. Benteng itu memiliki campuran Mithril dan sulit ditembus. Apalagi banyak penyihir yang memasang barrier tambahan. Sulit untuk menembus benteng itu"(Duke Crambell)


"Apa kamu percaya diri kalau besok kita bisa menerobos benteng?"(Pangeran ketiga) "Ya. Hamba percaya diri"


"Meski tahu itu sulit bahkan bagi pasukan gabungan kami?"(Pangeran ketiga) "Setelah dipikir-pikir anda benar"


"Memang dasarnya pembual"(Marquess Marband) "Besok gerbang besar itu akan terbuka sendiri"


Marquess Marband menggeberak meja "Kalau membual jangan keterlaluan!"(Marquess Marband)


"Hamba berani mempertaruhkan gelar hamba. Jika besok gerbang benteng itu tidak terbuka" "Tidak perlu. Aku percaya padamu"(Pangeran ketiga)


"Tapi pangeran dia-"(Marquess Marband) "Cukup!! Lagipula tidak ada salahnya. Jika besok kita gagal. Kita kembali! Duke Crambell, berikan pasukan yang dibutuhkan oleh Viscount"(Pangeran ketiga)


"Tidak perlu yang mulia. Hamba akan bergerak sendiri. Hamba undur diri"


Aku berdiri dan pergi darisana


Lagipula itu bukan urusanku


Dan benar saja. Sampai malam ada beberapa prajurit utusan Marquess Marband yang mengawasiku


Apa dia itu pengkhianat ya? Entahlah. Aku kembali ke tenda. Dan Sirus menjaga tendaku


Aku mengeluarkan bola besi dari Dwarsen


Bola ini sudah tertulis rune Tonitribus. Aku percaya diri menembus barrier dengan ini


Aku yakin kebenaran tentang dinding yang tercampur Mithril


Bagaimanapun sudah 5 tahun para Dwarf menetap dikerajaan ini. Malah aneh jika hal seperti itu tidak dimanfaatkan dengan baik.


Aku merasuk kedalam elang. Membawa tikus dan bola besi bersama, aku terbang kearah gunung


Sambil ditutupi selimut malam aku terbang tinggi keatas. Jauh melebihi tinggi benteng dan ku jatuhkan bola besi itu.

__ADS_1


Rune bersinar merah dan ratusan petir turun bersama bola besi itu. Meski begitu barrier sihirnya tidak tertembus.


Dan bola besi menghantam barrier secara langsung. Riak gelombang terlihat diseluruh barrier.


Dan perlahan-lahan bola besi masuk kedalam. Bersama dengan suara retak dan pecah.


Bola besi berhasil menghancurkan seluruh Barrier. Pasukan Voldugur mengawasi sebentar dan langsung maju untuk berperang


Apa kalian ini bodoh? Kalian ini tidak bisa terbang. Meskipun tidak ada barrier kalian tidak akan bisa melakukan apapun


Aku masuk kedalam benteng. Untungnya Sirus melakukan perintahku dengan baik


Karena keributan yang terjadi


Para penyihir sibuk memperbaiki Barrier dan pemanah sibuk memanah pasukan kami. Aku berganti jadi tikus dan memasang rune pada seluruh pintu.


Menaiki dinding dan memasang rune di atas dinding. Beberapa kali hampir terinjak dan ketahuan para pemanah.


Selanjutnya di barak musuh dan senjata berat musuh seperti katapel dan meriam. Akujuga melihat beberapa alat sihir untuk perang.


Tidak seperti Voldugur yang tidak memiliki alat sihir untuk perang. Disini sangat banyak alat sihir seperti itu.


Aku juga memasang rune di alat sihir pembuat Barrier. Dan melihat kelangit, sebentar lagi barrier selesai diperbaiki.


Aku kembali kearah elang. Memasuki tubuhnya dan terbang keluar benteng melalui lubang barrier yang belum selesai diperbaiki.


Kemudian aku kembali. Aku harus beristirahat untuk menikmati pertunjukkan besok.


Aku terbangun mendengar suara pertengkaran di luar tendaku. Suaranya seperti suara Sirus dan Marquess Marband


Apalagi mau dia? Aku keluar dari tenda


Marquess itu memperhatikanku "Kamu Viscount! Harus dihukum dengan hukum militer"(Marquess Marband)


"Apa salahku? Aku hanya beristirahat saja" "Itulah salahmu. Semalam ada celah dalam barrier tapi bawahanmu dan prajuritmu menolak untuk ikut perang"(Marquess Marband)


"Lalu? Kami baru tiba kemarin sore dan malamya sudah harus ikut perang? Apa kamu waras? Kami disini sebagai pasukan bantuan dalam perang. Dan janji pangeran adalah kami akan ikut dalam perang hari ini. Wajar jika kami beristirahat dengan baik kemarin"


"Tetap saja. Kamu kabur dari medan perang"(Marquess Marband) "Kabur? Apa kamu sedang memberikan lelucon? Aku dan pasukan kami masih disini. Lagipula jika memang ada celah di Barrier, kami harus apa? Tidak ada satupun dari pasukanku yang setengah burung"


Marquess menatap sengit kearahku "Terserahlah. Tapi lebih baik kamu ingat. Jika perang hari ini kamu gagal menerobos benteng, lebih baik menyerahkan wilayah Monrra pada pangeran dengan baik-baik sebelum disidang dalam sidang militer"(Marquess Marband)

__ADS_1


Marquess pergi begitu saja "Dasar bangsawan congkak. Lihat saja nanti bagaimana mukamu saat benteng itu berhasil kami terobos"(Sirus) "Sudah, sudah. Persiapkan pasukan untuk perang. Ayo kita rebut benteng Termonn"


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2