
Aku sudah tiba di Mansturi bersama dengan 300 rombongan pasukanku. Selain mereka ada pasukan naga yang berada cukup jauh dari desa Mansturi mereka akan jadi senjata yang akan membunuh raksasa.
Selain aku ada pasukan bantuan dari pangeran ketiga yang merupakan gabungan dari pasukan pribadi pangeran dan baron yang mendukung pangeran
Baron Vendra dan Baron Roland bersama dengan pasukan langsung dari Baron Mansturi dengan total 800 orang
Selain itu ada pasukan dari Viscount Runty dan Baron Wrill berjumlah 400 orang. Akhirnya aku dipandang rendah karena membawa pasukan yang paling sedikit
Kami berkumpul ditenda dan memulai rapatnya.
Rapat dipimpin olehku sebelumnya sempat ada keberatan selain pasukanku yang cuma sedikit ada Viscount lain selain aku
Tapi aku didukung oleh banyak pihak karena akulah satu-satunya yang tahu cara melawan raksasa itu
"Terima kasih sudah hadir dan ikut membantu. Saya sebagai panglima tertinggi akan memulai rapat ini. Seperti yang kalian tahu kalau raksasa sudah mulai bergerak untuk menyerang desa ini dan meratakan seluruh perbatasan. Sampai sekarang tidak jelas tujuannya karena mereka tidak mengirim diplomat sama sekali"
"Mereka itu cuma binatang berbadan manusia saja. Mana sempat mereka memikirkan soal itu"(Viscount Runty)
"Aku malah bersyukur soal itu. Jika mereka pintar seperti manusia, merekalah yang akan menguasai seluruh dataran ini"
"Apa menurut Viscount Monrra kita bisa menang?"(Baron Vendra) "Dengan pasukan yang ada disini? Tidak. Aku yakin begitu para pasukan melihat para raksasa mereka tidak akan bisa bergerak"
"Apa kamu sekarang sedang meremehkan pasukanku. Viscount Monrra?"(Viscount Runty)
"Tidak. Hanya saja itulah kebenarannya, mereka akan mengeluarkan intimidasi kuat yang membuat tubuh gemetar, bahkan aku sempat gemetar saat berhadapan dengan mereka. Jika kemauan mereka tidak kuat bisa saja mereka pingsan"
Aku tidak berbohong soal ini, dari informasi yang kudapat saat perang bertahan di Termonn waktu itu. Setengah dari pasukanku sudah berada di dekat lubang bersiap kabur makanya evakuasi berjalan lancar
Aku sempat terkejut mendengar hal itu sih, setelah saat badai mana terjadi. Moral pasukanku naik dan mereka akhirnya menerima perintah lagi
"Lagipula apa seramnya mereka? Bukanya mereka cuma manusia bodoh berukuran besar?"(Viscount Runty)
"Bisakah Viscount Monrra memberitahu kelemahan mereka? Atau paling tidak kemampuan mereka?"(Baron Ronald)
"Mereka tidak memiliki kelemahan selain bodoh, kekuatan yang mereka miliki sudah cukup untuk menutupi kelemahan mereka. Dan juga mereka didukung Dwargon, mereka semua memakai senjata dan zirah dari Mithril. Lupakan pedang dan panah, bahkan sihir saja tidak bisa melukai mereka sama sekali"
"Kalau begitu bagaimana caranya kamu masih bisa hidup? Bukanya kamu melawan 300 dari mereka?"(Viscount Runty)
__ADS_1
"Aku menggunakan tradisi mereka dengan menantang duel, dan aku berhasil menang.
Aku meminta mereka berperang tanpa senjata dan zirah. Itu saja masih harus menggunakan perangkap untuk bisa menang"
"Apa berarti hampir tidak mungkin untuk menang?"(Baron Vendra) "Karena Viscount Monrra telah melawan mereka sebelumnya, pasti memiliki rencana kan?"(Baron Mansturi)
"Ada. Bahkan memiliki kemungkinan menang dengan besar, hanya saja seberapa besar kepercayaan kalian padaku"
"Bagaimana jika katakan saja dulu. Bukanya lebih baik kita tahu dulu soal rencananya?"(Baron Wrill)
"Tidak, kalian harus benar-benar kerja sama dalam hal ini. Lebih baik tidak ikut diawal daripada membuat semuanya berantakan. Jadi Viscount Runty, maukah anda menyerahkan pasukan anda dibawah kepemimpinan saya?"
Viscount Runty menatap kearahku dengan tatapan sombongnya "Sepertinya itu tidak perlu Viscount Monrra. Aku khawatir pasukanmu tidak bisa mengimbangi kami, bukan begitu Baron Wrill?"(Viscount Runty)
"Sudah jelas kan kita tidak sepakat. Baiklah aku akan menjelaskan situasinya" Aku menunjuk peta didaerah Rodigur sebelah timur
"Disinilah benteng sederhana yang sudah kubangun. Benteng ini dibangun seadanya dengan batu, tanah yang dilakukan para pengguna Force. Cukup kokoh tapi bisa roboh dengan mudah, karena kekurangan waktu. Karena itu fokus dari perang ini bukan bertahan melainkan serangan gerilya, serang dan mundur sampai membuat seluruh raksasa itu musnah"
"Bukanya itu sulit?"(Baron Vendra) "Tidak itu tidak sulit, hanya saja mustahil untuk menang dengan cara ini. Sisa rencananya akan aku dan pasukanku ambil alih. Soalnya cuma pasukan kami yang bisa melakukan ini"
"Masalahnya sudah sampai dimana para raksasa itu?"(Baron Mansturi) "Aku sudah mengirim pengintai kesana. Sila"
Aku mengganguk "Sudah dijelaskan situasinya kan. Sekarang merupakan rapat strategi pentingnya. Jadi yang tidak ingin berada dibawah kepemimpinanku bisa pergi dari sini"
"Apa kamu tidak keterlaluan? Viscount Monrra, daritadi kamu itu menggangap remeh pasukanku ya?"(Viscount Runty)
"Kamu salah paham Viscount. Aku cuma khawatir nanti kami mengucilkanmu, pembicaraan berikutnya tidak melibatkanmu takutnya kamu tersinggung"
"Bagus... Bagus Viscount Monrra, aku akan ingat perlakuanmu"(Viscount Runty) Viscount Runty berdiri diikuti Baron Wrill dan pergi dari tenda ini
"Apa ini tidak masalah? Bukanya nantinya pasukan akan terpecah?"(Baron Vendra)
"Itu malah lebih bagus. Ayo kita mulai pembicaraan ini"
Aku menunjuk ke tempat yang jadi benteng disana "Rencana pertamaku adalah membuat pasukan dengan jumlah 20 kebawah yang berisi pemanah untuk mulai menyerang kaki raksasa"
"Pemanah? Bukanya tuan Viscount sendiri yang bilang kalau panah biasa tidak mempan?"(Baron Vendra) "Memang kalau panah biasa. Yang akan digunakan adalah panah yang disertai alat sihir tidak stabil, panah itu juga dilapisi lem super kuat yang membuatnya tidak akan lepas dari target"
__ADS_1
"Tidak stabil? Bukanya itu berbahaya? Bagaimana jika meledak sebelum ditembak?"(Baron Ronald)
"Tidak perlu khawatir. Setiap panah sudah kusegel dengan force milikku jadi tidak akan meledak duluan"
"Bagaimana dengan badai mana? Bukanya akan gawat jika itu terjadi?"(Baron Mansturi) "Tidak perlu khawatir. Raksasa itu pasti meremehkan kita dan tidak akan menggunakan force diawal
Meski terjadi badai mana sekalipun kami sudah menyiapkan alat yang bisa mengatasinya"
"Ada alat seperti itu? Darimana tuan Viscount dapat?"(Baron Vendra) "Maaf itu rahasia, jika kusebarkan badai mana akan jadi senjata nantinya. Nah selanjutnya yang memimpin pasukan ini adalah ajudanku Sirus. Force miliknya akan memperkuat pasukan dan kuda yang dikendarai seluruh pasukan"
"Maaf, bukanya kalau begitu dia lebih dibutuhkan di pasukan utama?"(Baron Mansturi) "Justru adanya dia di pasukan utama akan membuat lebih banyak korban nantinya. Serangan gerilya ini adalah langkah awal, langkah berikutnya akan mengubah seluruh medan perang"
"Medan perang? Apa itu bisa mempengaruhi para raksasa?"(Baron Vendra) "Ya itu bisa. Baru-baru ini aku membentuk pasukan yang bisa menggunakan formasi force yang akan mengubah seluruh medan jadi senjata. Meski tidak bisa mengalahkan raksasa tapi pasti bisa membuatnya kacau"
"Baguslah kalau begitu, tapi ada satu masalah. Bagaimana cara membunuh mereka?"(Baron Ronald) "Aku sudah menyiapkan soal itu juga jadi tidak perlu khawatir. Besok pagi kita akan berangkat jadi pastikan kalian sarapan, untuk pertarungan nanti kita butuh banyak force jadi besok kita akan makan daging monster"
Mereka semua terkejut "Monster? Viscount serius?"(Baron Mansturi) "Tentu saja ini menyangkut kedaulatan kerajaan juga jadi silahkan bubar dan istirahat"
"Baiklah kami undur diri"(Baron Vendra) Mereka bertiga bangun dan pergi dari tenda "Sila" "Ya tuan"(Sila)
"Panggil semua ajudanku kita perlu rapat" "Apa tidak besok pagi saja?"(Sila) "Tidak ini semua harus dilakukan sekarang" "Baiklah tuan"(Sila)
Keberadaan Sila menghilang. Setelah menunggu beberapa menit semua ajudanku datang, yang mengikutiku kesini adalah Farel, Sirus, Stain dan Laria. Mia dan Lusar ada di Monrra berjaga disana jika kita terpaksa mundur dari sini
"Baiklah terima kasih sudah hadir. Mengingat sudah larut lebih baik cepat saja. Laria, berapa banyak tentara bayaran yang akan ikut?"
"Tidak ada. Mereka semua terlalu pengecut saat dibilang lawannya raksasa"(Laria) "Meski di janjikan senjata luar biasa?" "Begitulah"(Laria)
"Memang payah. Ok yang pertama Sila kamu akan jadi mata naga. Bisa?" "Aku mengerti"(Sila)
"Pastikan tepat mengenai leher ya. Sirus tugasmu berat, pimpin pasukan gabungan pemanah untuk menyerang kaki raksasa"
"Aku mengerti"(Sirus) "Kalau bisa kenai semua raksasa sebelum mundur. Tapi kalau tidak bisa cobalah untuk mengenai seluruh raksasa dibagian luar pasukan acuhkan bagian tengah dulu"
"Baiklah"(Sirus) "Stain, jaga dinding. Korbankan nyawamu jika aku gagal menahan serangan raksasa"
"Apa itu tidak terlalu gegabah?"(Stain) "Kalau kita tidak gila tidak mungkin bisa menahan mereka. Farel jadilah mata langit" "Entahlah apa aku bisa melakukannya?"(Farel) "Aku percaya padamu. Sekarang bubar dan istirahat kita perlu tenaga untuk besok"
__ADS_1
"Dimengerti"(Semua orang)
**TO BE COUNTINUE...***