
Aku membuka mata. Aku sudah berada didalam tenda dengan tubuh yang berbalut perban. Seluruh tubuhku rasanya sangat mengerikan sampai aku tidak bisa menggerakan jariku
"Panglima? Panglima sudah sadar?"(Lusar) Aku menatap Lusar yang baru memasuki tendaku
Seperti tahu pertanyaanku
"Ini di Mansion Walikota, seluruh pasukan ada disini. Sudah setengah hari panglima tidak sadarkan diri"(Lusar)
Aku menghela nafas, kupikir aku tidak bakal terluka parah seperti ini "Lusar kupikir pangeran-
Ah panglima sudah sadar"(Sila)
Sila masuk dan berhenti bicara saat melihatku
"Ada apa?"(Lusar) "Ahhh... Itu... Bagaimana ya? Ah aku kumpulkan yang lain dulu"(Sila)
Sila dengan cepat pergi begitu saja. Aku menatap Lusar meminta penjelasan "Sebenarnya Sila curiga dengan pangeran ketiga"(Lusar)
Ada apa dengan pangeran ketiga? "Tepatnya kubu pangeran ketiga. Dalam perang di lembah pangeran ketiga berusaha menghemat kekuatan ya mengakibatkan kita harus bekerja sangat keras. Bahkan Sila yang cuma intelijen saja harus turun tangan dalam perang itu. Apalagi saat mendengar kabar dari bawahan Duke Galarin soal perlakuan panglima terhadap tentaranya"(Lusar)
Devan? Apa aku memperlakukannya dengan buruk? Atau apa? Aku tidak bisa bicara sih. Sialan
"Menurut bawahan duke itu panglima sangat berbahaya dengan sengaja panglima mengirim pasukan duke untuk mati sedangkan pasukan Karl hanya melakukan pengamanan saja"(Lusar)
Haruskah kubunuh dia? Bukan cuma menyalahkanku atas kelemahan mereka bahkan dengan berani memfitnahku
Lain kali aku tidak akan membiarkan adanya pencampuran pasukan lagi. Sudah cukup biar mereka rasakan sendiri saja
Sila datang bersama Stain, Sirus dan Farel mereka mengambil kursi sederhana dan meletakkannya disekitarku untuk mereka duduki
"Panglima hamba meminta maaf membebani panglima dengan kabar tidak mengenakan ini.
Kurasa kubu pangeran ketiga sama berbahayanya dengan putra mahkota"(Sila)
"Dari awal panglima kan tidak memihak kubu manapun, kenapa itu jadi masalah bagi panglima?"(Sirus)
__ADS_1
"Itulah yang jadi masalah. Meski dipermukaan bangsawan netral mereka mendukung salah satu kubu secara tersembunyi. Selain berharap atas kesuksesannya mereka juga berharap agar mengurangi kerugian kalau mereka netral"(Sila)
"Apa bedanya dengan mendukung kubu secara langsung?"(Stain) "Berbedaanya di kekalahannya. Kalau kubu yang didukung kalah pihak yanh secara tersirat membantu tidak akan dirugikan dan kalo menang mereka juga akan diuntungkan"(Lusar)
"Terus apa masalahnya dengan kita? Kita kan benar-benar tidak mendukung pihak manapun"(Farel)
"Disanalah masalahnya. Kita jadi musuh kedua pihak secara langsung dan Duke Galarin menyadari hal itu. Dia merasa kita akan mengancam kedudukan pangeran ketiga"(Sila)
"Maksudnya mereka ingin menusuk kita dari belakang?"(Stain) "Tidak sampai seperti itu, tapi bukan berarti tidak ada kemungkinan tidak akan terjadi. Duke Galarin ingin menarik pihak kita kedalam kubu pangeran ketiga atau memastikan kita tidak akan ikut campur sama sekali"(Sila)
"Apa mereka ingin kita tidak memihak putra mahkota?"(Lusar) "Tidak malah duke yakin kalau kita tidak akan memihak putra mahkota mengingat kita banyak memiliki masalah dengannya. Melainkan takut kalau kita akan memberontak saat itu sangat sulit melawan kita"(Sila)
Sepertinya Duke Galarin sudah tahu ada sesuatu dibalik para raksasa itu "Maksudnya untuk menyingkirkan kemungkinan kita memberontak?"(Sirus)
"Begitulah, kemampuan pasukan kita sudah cukup kuat untuk menjadi Marquess bahkan beberapa duke lebih lemah dari kita dalam kekuatan militer. Kalau kamu pikir apa dengan kekuatan kita masih perlu bergantung dengan kerajaan? Bisa dibilang sampai sekarang hubungan kita dengan kerjaan hanya pajak. Bahkan saat kita meminta bantuan mereka dengan sengaja mengabaikan kita, bahkan kalau panglima ingin memberontak kita semua akan mendukung dengan senang hati"(Sila)
"Ada benarnya apalagi yang dilihat cuma yang ada dipermukaan kan? Kalau semua yang tersembunyi juga dikerluarkan apa tidak musnah seluruh kerajaan?"(Lusar)
"Bukanya kalau mereka benar-benar tahu semua itu, harusnya mereka tidak berani menyerang kita kan?"(Stain) "Kita tidak tahu masa depan bagaimana. Apalagi kita dalam keadaan berperang"(Sila)
"Untuk sementara kita waspada saja terhadap apa yang kita makan dan minum. Kalau pergi beri pengawasan lebih pada makanan. Buat daftar mereka yang menyentuh makanan, kalau dipikir-pikir hanya itu cara melumpuhkan kita semua dalam sekali percobaan. Lebih baik kita keluar, tidak lihat keadaan panglima yang tidak bisa berbicara?"(Lusar)
"Ehh.. Pantesan diam aja, panglima cepat sehat ya. Masa luka kayak gitu aja langsung bisu sih"(Sirus) "Wah anda keterlaluan ya sama panglima"(Farel)
"Udah bubar-bubar, panglima itu mengalami 7 patah tulang udah bagus gak mati mengingat 3 diantaranya tulang rusuk"(Sila)
Aku punya ajudan kurang ajar semua ya "Panglima selamat beristirahat. Kami permisi"(Lusar)
Mereka pergi meninggalkan aku disini sendiri. Rasa sakit ditubuhku masih menyiksaku tanpa henti
Tapi tetap saja itu tidak membuatku bisa istirahat dengan mudah. Benarkah pangeran ketiga ingin... Aku akan tanyakan sendiri nantinya
Dalam 2 hari aku sudah bisa beraktifitas dan berperang lagi. Aku sampai merasa kalau aku bukan manusia lagi
Aku berpakaian rapi dan keluar dari sini. Di perjalanan aku bertemu pangeran ketiga
__ADS_1
"Hormat hamba pangeran ketiga"
"Viscount Monrra. Apa tubuhmu sudah sepenuhnya sehat?"(Pangeran ketiga) "Hamba sudah sehat pangeran terima kasih atas keramahan pangeran"
Kami berjalan keluar rumah dan melihat kelangit
Menurut Sila para Dwarf akan datang untuk menebus para Dwarf yang kami tangkap
Berkat kerja keras Sila selama 2 hari ini. Sila mendapat banyak hal dari Dwarf salah satunya beberapa cetak biru senjata milik Dwarf
Dilangit terlihat sebuah benda yang berbentuk bola dengan 2 cincin yang memutari benda itu
Benda itu mengeluarkan Force dari bagian bawahnya
"Itukah teknologi milik Dwarf?"(Pangeran ketiga)
Benda itu perlahan turun ketanah. Dari dalam keluar Dwarf yang menggunakan zirah mithril begitu juga dengan helmnya
"Aku tidak perlu basa-basi lagi. Berikan semua dwarf yang kalian tahan!!"(Dwarf) "Bagaimana dengan tebusannya?"(Pangeran ketiga)
"Kalian sudah membawa semua semua senjata kami. Apalagi yang kalian mau ambil?"(Dwarf)
"Entahlah, apa yang bisa kalian tawarkan?"(Pangeran ketiga)
"Wah dasar makhluk serakah. Apa kalian tidak puas dengan semua mithril itu? Apa semua semjata itu tidak cukup untuk perut kalian?"(Dwarf)
Ya sebenarnya itu tidak cukup. Menurut Sila semua senjata itu memiliki ruang sempit, bisa dipake kalau tahu cara menggunakannya tapi kaki akan pegal dan sulit bergerak
"Bagaimana dengan senjata sihir? Bawakan 2 senjata sihir untuk setiap sandera"(Pangeran ketiga) "Kalian ingin senjata sihir? Baik tapi jangan harap kualitasnya bagus"(Dwarf)
Dengan sombong dwarf itu berbalik dan menaiki bola itu dengan cepat benda itu terbang dan menghilang
Sepertinya bakal jadi masalah ini
***TO BE COUNTINUE......***
__ADS_1