
Gelombang Cheetah datang membawa badai pasir. Mereka melewati tempat kami bersembunyi
"Sesuai rencana. Pasukan beruang buat dinding tanah dibagian belakang, sementara aku akan membuat dinding tanah yang akan memisahkan Bronze cheetah dengan Sand cheetah"
"Baik Panglima"(Pasukan beruang) Rencanaku yang pertama memutuskan rantai komando dulu.
Sand Cheetah tanpa Bronze cheetah hanya jadi sekumpulan kucing yang bisa melempar pasir saja
Mereka tidak akan bisa kerja sama. Tapi dengan Bronze cheetah mereka bisa melakukan formasi dalam serangan beruntun. Bukan tidak mungkin jika semua Sand cheetah akan langsung berbalik menyerang kami nantinya.
Belasan bola api terlihat dilangit. Meski karena jauh hanya terlihat seperti bola kecil, ternyata benar ada pasukan penyihir di Monrra
Belasan ledakan terjadi, dan kepanikan terjadi diantara para cheetah.
"Terra. Mundus, Mons"
Dinding tanah raksasa muncul didepan Bronze cheetah. Memutus barisan depan dan belakang
"Sekarang. SERANG!!!"
Semua prajuritku keluar dan menyerang Bronze cheetah. Aku memilih satu diikuti 10 orang
"Terra"(Prajurit beruang 1)
Pilar tanah muncul dibawah kaki Bronze cheetah dan menghantam perutnya. 2 prajurit serigala berlari diatas pilar itu
"Ignis"(Prajurit serigala 1) "Ventum"(Prajurit serigala 2) Keduanya mengalirkan force di pedang dan menyelimuti pedang dengan angin dan api.
Cheetah itu menahan serangan itu dengan cakarnya. Aku melompat dari samping cheetah itu
"Fulgur" Pedangku menghantam wajah bagian kanan Cheetah itu membuatnya terpental
"Fulgur"(Pasukan elang) Beberapa panah diselimuti petir menungkik kearah Cheetah itu.
Cheetah mengayunkan cakarnya membuat angin kencang yang menerbangkan semua panah itu.
Salah satu prajuritku muncul disebelahnya dan menebasnya dengan pedang yang diselimuti api
Api langsung membakar tubuhnya. Cheetah itu berbalik dan mencakar kearah prajurit itu, dinding tanah muncul menghalangi cheetah itu.
Panah petir kembali datang dan menghujani kepala cheetah membuatnya terluka. Aku memanfaatkan hal itu untuk maju dan menusukkan pedangku ketubuh cheetah itu
__ADS_1
"Turbo" Tornado merah menyelimuti pedangku dan melubangi sedikit perut bagian samping cheetah itu.
Cheetah itu terdorong beberapa meter dan hujan panah kembali terjadi membuat beberapa ledakan bersamaan.
Cheetah langsung menembus asap dan menerkam kearahku. Aku mengayunkan pedangku, yang langsung digigitnya.
2 prajurit muncul di kanan dan kiri cheetah itu. Dengan pedang yang diselimuti petir mereka menusuk secara bersamaan
Cheetah itu berteriak dan melepas pedangku, memanfaatkan hal itu aku mengayunkan pedangku ke atas dan memukul dagu cheetah itu.
Jarum-jarum tanah keluar dan menusuk seluruh tubuh cheetah membuatnya tidak bisa bergerak
"Menyingkir!! Infernus"
Semua prajuritku menjauhi cheetah itu, bersamaan dengan ayunan pedangku gelombang api raksasa langsung menyelimuti seluruh tubuh cheetah itu
Beberapa panah juga turun menembus gelombang api membuat ledakan disana.
Seluruh api menyebar dan cheetah itu menerkam kearahku.
"Ventum" Pedangku dan cakarnya beradu membuat ledakan angin yang menghempaskan prajurit didekatku.
"Mundus!!" Tanah merah menutupi seluruh tubuh cheetah dengan cepat. Prajuritku tidak menyia-nyiakan hal itu dan langsung menyerang Cheetah dengan sekuat tenaga.
Aku memperhatikan para Sand cheetah yang masih menyerang bagian depan. Beberapa bola api membuat ledakan yang membakar barisan terdepan.
Lusar memimpin pasukan beruang mengurus cheetah yang terdepan. Laria dan Sirus menyerang cheetah yang berusaha menjauhi medan perang
Sedangkan Farel memimpin pasukan elang untuk terus menghujani panah kearah cheetah. Setelah diperhatikan Sirus dan Laria berusaha membuat semua Cheetah itu berkumpul dibagian tengah
Sepertinya untuk menggunakan serangan yang kuat dan memiliki jangkauan yang luas. Setelah kuperhatikan ternyata ada Mia tidak jauh dariku sedang melawan Bronze cheetah juga
"Perang belum selesai ayo bantu yang lain" Aku memimpin pasukanku untuk menyerang Bronze cheetah lainnya.
Hari sudah mulai sore dan pertempuran ini sudah mendekati akhir. Bronze cheetah yang terakhir sudah terbunuh sekarang tinggal-
"Helvitis Rhun"(Valerie) Suara itu!!! Dilangit muncul matahari yang turun dengan perlahan.
Belasan bola api turun menghantam tanah dan membuat ledakan.
Pilar api turun dan menghantam tanah. Sialan Valerie!!!! Apa kamu sudah gila?
__ADS_1
"Semuanya menyingkir dari sini!!!"
"Tapi kita harus menjaga agar semua cheetah itu tetap disana"(Mia) "Kalian akan mati jika terlambat!!! Aku yang akan mengurus semua cheetah itu. MUNDUS!!!"
Aku menghantamkan pedangku ke tanah dan membuat dinding tanah yang mengurung semua cheetah itu.
Bola api raksasa turun dengan cepat. Sudah telambat untuk lari "Mons" Aku menyentuh dinding dan menulis rune dan menjauh darisana
Ledakan raksasa terjadi, dinding tanah yang aku buat tidak bisa menahan ledakan itu dan hancur gelombang kejutnya menerbangkanku dan membuat seluruh tempat berantakan.
Aku berdiri dalam keadaan mengenaskan. Aku melepas zirahku yang sudah hancur "Apa kalian baik-baik saja?"
Aku berteriak tapi tidak ada yang menjawab. Aku berkeliling dan tidak menemukan siapapun. Jangan bilang mereka terbunuh?
Tanah tiba-tiba terbuka dan mereka semua keluar darisana "Itu mengerikan"(Mia) "Kalian!!! Kupikir kalian terbunuh" "Ini rencana Stain"(Mia)
"Pertahanan yang dibuat tuan saja hancur. Ditempat seperti ini mau berlindung kemana? Bawah tanah satu-satunya jalan"(Stain)
"Baguslah kalian semua selamat" "ehh... Tuan, kamu sungguh kacau"(Mia) "Mau bagaimana lagi. Aku menghadapi ledakan itu secara langsung"
"Kekuatan nyonya sangat mengerikan. Jika digunakan dalam perang akan sangat mengerikan"(Stain) "Ya, jika kamu juga ingin membunuh semua pasukanmu juga. Lagipula kelemahan sihir ini adalah rapalannya yang lama"
"Semua cheetah itu hancur tidak tersisa"(Mia) "Termasuk inti yang tidak sempat diambil"(Stain)
"Lupakan itu, ayo kita kembali"
Aku dan pasukanku kembali ke Monrra. Keadaan Monrra terasa berbeda karena sangat sepi, sepertinya semua warga sudah masuk ke wilayah pengungsian
Danau yang kering sudah mulai terisi. Untung saja Dwarsen tidak bohong soal itu "Kami sudah mengubur Aquamarine Crocodile dan Iced Lizardman membuat semua ini terjadi"(Mia)
"Begitu ya. Kerja bagus" "Selama tuan tidak ada, desa ini mendapat bantuan besar berkat perbuatan Nyonya"(Mia) "Sesuai yang bisa kuharapkan dari Valerie. Meski dia hampir membakar kita semua barusan"
Perang tadi untungnya tidak menimbulkan korban jiwa. Tapi tidak ada yang selamat dari luka, bahkan aku terluka berat juga.
Terima kasih untuk Valerie, tangan kiriku terbakar berkat ledakan itu. Meski tidak sampai gosong, tapi tetap saja terkena luka bakar
Untung saja ada klinik kecil yang sekarang penuh. Waktu aku pergi klinik ini belum ada "Ini dibangun oleh pendeta yang datang 5 hari lalu. Tapi sekarang sudah penuh. Lebih baik panglima mendapat perawatan segera"(Mia)
"Aku tidak apa, utamakan yang terluka berat lebih dulu" Meski aku mengatakan seperti itu, tetap saja aku yang dirawat terlebih dulu.
Sepertinya pendeta ini ingin mengambil keuntungan dariku. Ini semua berkat Valerie, menyebalkan
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE....***