
Aku mencabut pedangku dan menyaksikan darah yang keluar dari mayat musuhku. Dia sangat kuat tidak perduli berapa kali aku menahannya dia berhasil lepas.
Untungnya cuma dia saja yang terbunuh, baik pasukan musuh atau ketiga pemimpin yang tersisa masih hidup.
"Kumpulkan mereka semua di alun-alun termasuk semua warga yang ada di kota ini"
"Baik"(Prajurit)
Aku membantu prajuritku membawa semua orang ini ke alun-alun. Dengan rune aku membuat tanah jadi lebih tinggi untuk berdiri disana.
Para prajurit musuh juga di letakkan disampingku. Setelah 1 jam semua warga sudah berkumpul di alun-alun.
Ada puluhan orang yang merupakan orang yang tidak memiliki tempat tinggal. Bisa dibilang mereka cukup kumuh, bahkan orang biasa berusaha menjauh dari mereka.
Kemudian aku memperhatikan sekelompok anak kecil dan 2 wanita yang melindungi mereka. Merekakah anak yang hidup di panti asuhan?
"Baiklah kalian semua yang ada disini. Memang aku sudah menyerang kota ini dan aku tidak akan menyangkalnya. Tapi sebenarnya aku tidak berniat jahat. Tujuanku kesini hanya untuk mencari beberapa orang untuk tinggal diwilayahku, Rodigur sudah hancur. Setelah kerajaan ini dipastikan hancur Stor akan menyerang, mereka adalah orang yang akan membersihkan semua yang menghalangi termasuk manusia biasa. Jika kalian mau ikut denganku dan jadi wargaku, aku akan memberikan tempat tinggal dan pekerjaan di wilayahku. Apa ada yang berminat?"
Semuanya diam. Aku sudah tahu bakal seperti ini "Bagaimana dengan kalian para warga dari daerah kumuh? Kalian akan memiliki rumah sendiri, dan aku akan memberikan kalian makanan untuk sementara. Setelah itu kalian bisa bekerja. Kalian bisa berhenti jadi gelandangan dan memiliki harga diri"
Mereka saling memandang sebentar. Baru setelah itu ada beberapa yang ingin mencoba. Akhirnya setelah menunggu 40 orang daerah kumuh mau mencobanya.
"Kalian bisa bicara dengan keluarga kalian. Jika bisa bawa keluarga kalian juga. Jangan lupa pastikan kalian membujuk semua orang dari panti asuhan"
"Baik tuan"(Prajurit) "Kita istirahat disini untuk satu malam. Bangun tenda di alun-alun. Tidak baik mengguna fasilitas di kota ini selama kita masih ditolak disini"
"BAIK"(Semua prajuritku) Kami menginap semalam disini dengan tenda. Keesokan paginya jumlah orang yang ikut bertambah jadi 70 orang.
Hal ini membuatku senang, setelah siang kami semua kembali. Kekacauan kemarin akibat pertarungan sudah hilang
Dengan melepaskan para prajurit sebelumnya kami secara resmi berpisah dengan tempat ini.
Setelah 2 jam berjalan dan beristirahat selama setengah jam. Benteng Termonn sudah terlihat.
Kami diizinkan masuk kedalam. Semua prajuritku sudah ada disini masing-masing membawa puluhan orang bersamanya
__ADS_1
"Josh!! Kamu lama sekali"(Sani) Ohh.. Sani sudah datang. Aku memintanya datang dengan membawa puluhan kereta kuda atau gerobak.
Yang penting cocok untuk mengangkut rakyatku ini "Bagaimana keretanya?" "Sulit mencari kereta kuda sebanyak itu. Jadi setengahnya merupakan gerobak biasa. Apa tidak masalah?"(Sani)
"Ini saja sudah cukup" Para bangsawan dan pangeran sudah tidak ada disini. Pasti mereka sudah menyerang ibukota
"Kalau begitu setelah istirahat kita berangkat"
Setelah beristirahat kami pulang ke Monrra butuh waktu 1 minggu dengan jumlah sebanyak ini untuk ke Monrra.
Untung saja aku meminta Sani membawakan persediaan tambahan. Aku yakin persediaan yang kubawa akan kurang di perjalanan.
Dengan membiarkan para anak-anak, orang tua dan wanita didalam kereta dan pria berada didalam gerobak kita akhirnya meninggalkan Rodigur dan menuju Monrra.
Setelah satu minggu kami tiba di Monrra. Valerie menungguku di gerbang benteng
"Selamat datang"(Valerie)
"Tumben sekali kamu menyambutku" "Bagaimanapun kamu kan suamiku. Masa aku tidak menyambutmu"(Valerie)
"Begitu ya. Sirus kamu urus mereka ya, berikan data mereka dan tempat mereka tinggal nanti. Sampai 2 minggu kedepan berikan pelatihan untuk pekerjaan yang mereka mau"
"Tuan... Mereka..."(Mia) "Ahh.. Kamu urus semua anak-anak yatim itu dan tunjukkan panti asuhan yang sudah kubangun"
"Bangunan itu ya, didaerah barat?"(Mia) "Ya disana" "Baiklah"(Mia) "Akhirnya bisa istirahat"
"Istirahat darimana. Masih banyak berkas yang harus kamu urus"(Valerie)
"Berkas? Aku?" "Ya, itu butuh stempel, dan tanda tanganmu. Masih banyak kerjaanmu"(Valerie)
"Jadi kamu disini bukan untuk menyambutku?" "Aku menyambutmu sekalian menjemputmu. Ayo kamu harus bekerja lagi"(Valerie)
Aku kembali ke kantorku, dan benar saja ada banyak dokumen yang harus aku periksa. Beberapa merupakan dokumen bantuan, beberapa lainnya merupakan keadaan seluruh wilayah.
Semuanya tidak memakan waktu terlalu lama sih, selain dibantu Valerie. Wilayahku belum terlalu besar dan memberi banyak masalah
__ADS_1
Peternakan sudah mulai dibangun, perkebunan juga mulai dibangun didekat danau, ya meski ada masalah dengan tanahnya
Beragam permintaan alat dan senjata dari besi juga mulai masuk. Karena kemampuan Dwarf yang tinggi pembuatan alat yang membutuhkan ketelitian tinggi bisa dengan mudah dibuat.
Pembangunan beberapa distrik juga sudah dibilang selesai. Selain itu ada beberapa undangan yang aku tolak semuanya.
Mereka itu undangan dari bangsawan yang cukup dekat dengan daerahku. Itu semua tidak penting.
Kemajuan prajuritku sudah cukup bagus. Semakin banyak pasukanku. Pasukanku dibagi jadi 3 jenis. Prajurit jarak dekat, pemanah jarak jauh dan Intel.
Untuk yang intel, mereka bisa mengendalikan binatang dengan sedikit force. Atau merasuki binatang untuk mengumpulkan informasi.
Bahkan mereka tidak terikat jarak. Ini bahkan jauh lebih hebat dariku, benar-benar menyedihkan.
Untuk para pemanah, mereka bisa mengaktifkan sendiri rune yang kuberikan pada panah mereka
Ini juga cukup bagus. Selain itu tidak ada masalah buruk yang terjadi semuanya aman dan terkendali.
Beberapa hari kulalui dengan damai tanpa ada masalah sedikitpun. Sampai ada tamu yang datang membawa pesan darurat dari kerajaan.
Pesan itu berisi perintah pergi ke Rodigur dan menyelamatkan pangeran ketiga. Apa Stor mulai menyerang?
Aku pergi menemui utusan itu yang merupakan Viscount Runty "Katakan ada masalah apa dengan pangeran?"
"Beberapa hari lalu. Pangeran berhasil mencapai istana di ibukota Rodigur. Tapi bencana terjadi. Beberapa monster keluar dari sana, dan pangeran terperangkap"(Viscount Runty)
"Sudah kuduga ada yang tidak beres. Sirus siapkan 10 orang pasukan beruang, 5 Gagak dan 4 orang serigala"
"Aku mengerti"(Sirus) Sirus pergi menyiapkan orang yang kuminta "Apa kali ini aku harus ikut? Bagaimanapun aku penyihir, melawan monster akulah yang paling berguna"(Valerie)
"Tidak perlu Valerie. Kamu disini saja, aku pasti akan kembali dengan selamat"
"Apa perlu waktu lama? Keadaan pangeran sangat terdesak"(Viscount Runty)
Sirus datang dengan membawa pasukan dengan kudanya "1 hari. Beri pesan untuk bertahan 1 hari saja. Ayo berangkat"
__ADS_1
Aku menaiki kuda dan kita pergi kearah Rodigur
**TO BE COUNTINUE....***