Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 82


__ADS_3

Sudah 3 hari kami menatap tornado api, Force, dan mana itu yang tidak ada tanda akan menghilang sama sekali


Awalnya kukira bakal 1 hari paling lama ini sudah 3 hari dan tidak ada tanda-tanda menghilang. Bahkan ukurannya sudah jadi sangat besar


Tadinya hanya 200 meter sekarang kami terpaksa menjauh 1 km dan tornado itu masih terlihat sangat besar


"Sepertinya semua raksasa itu hancur berkeping-keping"(Sirus) "Bisa jadi" "Ahh... Panglima berapa lama kita harus menunggu?"(Stain)


"Bagaimana dengan pasukan gagak? Apa ada tanda raksasa yang lepas?" Aku menyebar pasukan gagak untuk mengepung badai itu dalam jarak 1 km disekitar badai


Aku harus memastikan semua raksasa itu mati sebenarnya "Untuk sekarang tidak ada panglima"(Stain)


"Memang siapa yang masih bisa hidup didalam badai seperti itu?"(Sirus) "ya, kulit mereka kan sangat keras panah dari Arrow cannon saja tidak bisa menusuknya"


Badai itu sangat mengerikan tidak ada benda apapun yang bisa menahannya bahkan force aja hancur seperti pasir dihadapannya


Harusnya para raksasa itu akan mati mengingat kengerian badai itu. Apalagi mereka pasti terlupa parah sebelumnya karena menggunakan Force


Racun yang ada ditubuh mereka akan merusak organ dalam saat mereka menggunakan Force serangan sebelumnya


Jujur saja aku ingin mengecek langsung mereka semua. Meski keadaanya separah itu mereka tetaplah raksasa


"Panglima ada rombongan yang mendekati kemah"(Prajurit gagak) "Bisa pastikan mereka siapa?" "Mereka rombongan Baron Mansturi"(Prajurit gagak)


"Mansturi?" Mansturi adalah tempat terdekat dengan Termonn. Pangeran ketiga menaklukan tempat itu sebelum mencapai Termonn.


Pasti mereka penasaran dengan keadaan ini


"Siapkan tenda terpisah untuk tamu dan sambut mereka serta arahkan mereka ke tenda itu. Aku akan menemui mereka nanti"


"Baik panglima"(Prajurit gagak) Prajurit itu pergi. Aku memastikan beberapa hal sebelum pergi ke tenda itu


Aku memasuki tenda itu "Selamat datang Baron Mansturi" Rombongan baron menatap kearahku


"Viscount Monrra? Sebenarnya apa yang terjadi?"(Baron Mansturi)


Aku menceritakan soal serangan para raksasa itu pada Baron "Kenapa Viscount memaksakan diri untuk bertarung sendiri? Bagaimana jika cuma salah paham?"(Baron Mansturi)

__ADS_1


"Tidak. Itu bukan kesalahan, aku sudah mencoba negoisasi dengan mereka. Tapi mereka mengabaikannya karena aku yakin pertarungan itu akan memberikan dampak pada Monrra jadi aku memutuskan menghadapi mereka disini"


"Kalau begitu kenapa tidak meminta bantuan istana?"(Baron Mansturi) "Mereka mengabaikannya" "Begitu ya. Kenapa tidak meminta bantuan bangsawan sekitar?"(Baron Mansturi)


"Melawan raksasa? Memangnya mereka berguna?" "Benar juga... Kenapa tidak memberitahu paling tidak kami bisa melakukan sesuatu"(Baron Mansturi)


"Seperti apa? Kabur?" "Ya, ya, ya. Baiklah kami ini penggangu. Tapi apa kamu harus mengabaikan semua bangsawan disini?"(Baron Mansturi)


"Aku tidak mau saja ada yang terseret-" Prajurit dari pasukan gagak tiba-tiba masuk dan berbisik padaku


"Panglima kami menemukan mereka yang masih hidup"(Prajurit gagak) "Baiklah, sampaikan pada yang lain. Kita akan berkumpul. Maaf Baron saya permisi dulu, ada urusan yang harus kukerjakan"


Aku meninggalkan Baron dan pergi ke tenda komando. Disana semuanya sudah berkumpul menunggu keputusanku


"Mereka benar-benar mengerikan bisa bertahan dan melarikan diri dari badai semengerikan itu"(Stain)


"Pertahanan mereka benar-benar sebanding dengan Mithril"(Lusar) "Panglima apa sekarang kita membuat tim untuk memburu mereka?"(Farel)


"Ya. Farel kamu pergi ke barat. Buat perbatasan disana, dan hancurkan raksasa yang pergi kesana. Mundur jika pasukan dari Stor datang"


"Baik panglima"(Farel) "Sekarang Lusar pakai kuda dan pasukan serigala untuk menyerangya bagian timur. Tidak perlu membunuh mereka jika tidak mampu, arahkan mereka kebarat. Dan Sirus pergi ke barat bawa pasukan elang dan beruang manfaatkan medan disana dan hancurkan mereka sekaligus"


"Dimengerti panglima"(Semua orang) Kami keluar dari tenda dan bersiap untuk menyebar "Tuan Viscount. Ada masalah apa?"(Baron Mansturi)


"Ahh... Baron, anda bisa kembali saja. Beberapa raksasa berhasil meloloskan diri dari badai itu, kami harus memastikan mereka semua terbunuh atau serangan Stor berikutnya akan datang"


"Viscount Monrra. Mungkin kami bisa membantu"(Baron Mansturi) Aku menatap mereka dengan tatapan merendahkan


Membantu? Membebani kah maksudnya? "Tidak perlu Baron Mansturi. Mereka sangat kuat lebih baik menghindari korban sebanyak mungkin"


"Kalau begitu izinkan kami melihatnya. Aku sendiri yang akan menjamin baik aku dan tentaraku tidak akan menggangu"(Baron Mansturi)


"Terserahlah jika itu maumu. Tapi kalau ada masalah itu bukan tanggung jawabku" "Tenang saja tuan Viscount"(Baron Mansturi)


"Semuanya kita berangkat. Bereskan kemahnya nanti saja, para raksasa itu masalah utama"


Kami mulai pergi kearah utara menuju sisa-sisa raksasa

__ADS_1


Memutari badai merupakan masalah, bahkan kuda terberani saja ketakutan jika terlalu dekat dengan badai itu.


Setelah beberapa menit kami melihatnya 5 raksasa dengan keadaan terluka parah.


Bahkan 2 dari raksasa itu kehilangan kedua lengannya


Tapi satu raksasa menarik perhatianku, dia memimpin kelima raksasa itu. Aku menghadang jalan mereka


"Ralls senang bertemu denganmu lagi" Benar dia Ralls. Kekuataanya luar biasa mengingat dia yang terdepan hanya kehilangan tangan kirinya dalam badai mengerikan itu


"Manusia licik. Sebagai prajurit apa kamu tidak malu menggunakan cara curang seperti itu?"(Ralls) "Curang? Itu namanya strategi apa kamu berharap kita bertarung secara adil? Bukanya itu yang dinamakan curang?"


"Jadi mereka ini raksasa?"(Baron Mansturi) Baron Mansturi berhenti di belakang punggungku


"Tidak perlu basa basi kan? Habisi mereka semua sisakan Ralls untukku!!"


Pasukanku langsung pecah dan menyerang keempat raksasa. Baron Mansturi hanya bisa memperhatikan saja


Aku turun dari kuda dan berjalan mendekati Ralls


"Kalian sudah kalah. Jadi terimalah kematian kalian seperti prajurit"


Ralls malah tertawa "Seperti prajurit? Kami tanpa senjata sedangkan kalian menggunakan senjata dan cara licik. Apanya yang seperti prajurit? Jika kamu merasa prajurit sejati. Bunuh aku tanpa menggunakan senjata"(Ralls)


"Jadi itu maumu? Tentu akan kukabulkan" Aku menghadap Ralls tanpa pedang "Turbo, Infernus, Tonitribus"


Tanganku diselimuti tornado merah yang berapi dan dialiri petir merah "Aku akan memberikanmu kematian terhormat Ralls. Aku datang"


Aku melompat, dengan dorongan angin aku dengan cepat menusuk dada Ralls dengan tanganku yang diselimuti Tornado.


Keras sekali. Aku tidak bisa menembusnya sama sekali, aku mengecilkan area force milikku baru berhasil melubanginya.


Ralls jatuh kebelakang bersamaan dengan tanganku yang berhasil masuk kedadanya.


Tanganku berhasil mencapai jantungnya, dengan Force aku memotong semua pembuluh darah disekitar jantungnya dan menarik keluar jantung itu sekalian mundur.


Aku dan jantung yang sebesar tubuhku mendarat ditanah. Jantung itu bahkan masih berdetak membawa perasaan mengerikan. Yang jelas ini adalah kemenangan kami semua

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2