Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 54


__ADS_3

Aku sampai di sel Mia "Panglima sudah kembali ternyata"(Lusar) "Memang Sirus tidak memberitahu kedatanganku?"


"Kupikir akan terlambat mengingat panglima baru saja menikah"(Lusar) "Aku tidak menyanggah hal itu sih"


"Kuucapkan selamat deh untuk pernikahanmu"(Mia) Aku menatap Mia yang masih ada didalam sel


"Bagaimana kabarmu selama disini?" "Entahlah. Selain dikurung tidak ada hal yang buruk disini, makanannya cukup enak, dan fasilitas yang disediakan juga nyaman"(Mia)


"Kamu akan mendapat perlakuan lebih baik jika menerima tawaranku" "Entahlah. Aku masih tidak ingin berkhianat"(Mia)


Aku membuka kunci sel dan masuk kedalam


"Aku akan memberikan kabar buruk untukmu. Rodigur akan benar-benar runtuh"


"Kenapa kamu bisa yakin soal itu?"(Mia) "Karena aku akan menyerang benteng Terrmon" "Kamu ya. Pantas saja"(Mia)


"Aku tidak memintamu untuk bergabung denganku untuk menghancurkan Rodigur. Aku hanya ingin tahu, apa ada orang yang ingin kamu selamatkan darisana?"


"Tidak ada. Aku ini yatim piatu, tidak punya siapapun"(Mia) "Benar tidak ada? Kekasih, teman, Orang tua angkat?"


"Tidak..."(Mia) Mia membuang wajahnya sepertinya memang ada beberapa


"Jika kamu katakan sekarang, aku akan melindungi mereka. Bagaimanapun ini perang, tindakan prajurit lain dibawah orang lain tidak bisa aku jamin"


Mia menghela nafas "Lalu kamu ingin aku jadi orangmu? Begitu saja? Bagaimana kalau aku tetap menolak?"(Mia)


"Aku tidak bisa apa-apa jika kamu bersikeras. Tapi maaf saja kamu tidak bisa tinggal disini lagi. Tapi tenang saja orang-orang yang kamu percayakan akan aku rawat disini"


"Aku tidak bisa mengakui orang yang lebih lemah dariku. Jadi berduelah denganku, jika aku menang. Aku akan pergi, jika aku kalah aku akan tunduk padamu"(Mia)


"Tentu saja jika itu maumu" "Tapi aku ingin duel kita dilakukan dihadapan para prajurit Rodigur"(Mia)


"Tidak masalah" "Maaf panglima. Bukanya itu bisa memicu pemberontakkan?"(Lusar)


"Tidak, semua akan baik-baik saja. Mia ikut aku" Aku membuka sel dan berjalan lebih dulu.


Aku mengambil tombak Mia dan mengembalikannya "Aku percaya pada sifat kesatria milikmu"


Aku berjalan tanpa melihat kebelakang. Meski begitu aku bisa mendengar suara langkah kaki Mia dibelakangku


Begitu aku keluar dari benteng "Josh? Apa yang..... KENAPA KAMU MEMBEBASKAN DIA?"(Sirus) "Bukanya aku sudah mengatakan alasan dia ku tangkap?"


"Ohh... Wanita lain lagi?"(Valerie) "Dia cuma calon orangku Valerie" "Siapa yang tahu kan? Mungkin saja ada sesuatu yang terjadi didalam penjara sempit itu?"(Valerie)

__ADS_1


Begitu keluar dari bangunan utama aku langsung menemui mereka berdua yang entah kenapa berusaha menyudutkanku


"Terserah kalian saja. Tapi Valerie aku butuh bantuanmu?" "Bantuan apa?"(Valerie) "Udah ikut aja nanti juga tahu"


Aku pergi ke tengah lapangan dimana tempat latihan para prajurit. Disini merupakan bagian depan asrama tahanan perang dan prajurit


"Valerie buat kubah angin yang menutupi aku dan Mia" "Untuk apa itu?"(Valerie) "Duel"


"Oh jadi begitu. Tentu saja"(Valerie)


Valerie menghentakkan kakinya. Beberapa rune mulai bermunculan didepannya


"Ventum.. Testa"(Valerie)


Semua rune itu bertebangan memutari kami berdua dan dinding angin transparan terbentuk


"Biar adil, aku juga akan menggunakan satu pedang saja" Aku melepas semua pedangku menyisakan hanya satu pedabg angin ditanganku


"Aku tidak butuh belas kasihan seperti itu. Bagaimanapun aku jauh lebih kuat darimu"(Mia)


"Kenapa kamu percaya diri seperti itu?" "Ingat, kamu butuh tambahan 5 orang untuk menangkapku?"(Mia)


"Astaga Josh. Apa itu benar?"(Valerie) "Dengar ya, Mia. Saat itu sedang perang dan aku tidak dalam keadaan prima"


"Terserahlah. Aku ijinkan kamu menyerang lebih dulu"


"Jangan salahkan aku ya kalau ini berakhir cepat"(Mia) Mia memutar tombaknya dan bersiap menusuk


"Light Spear"(Mia) Mia menusukkan tombaknya kedepan. Tombak itu sangat cepat dan mengenai pedangku.


Untung saja secara refleks aku mengangkat pedangku. Mia bergerak dengan cepat kearahku sambil mengayunkan tombaknya.


Angin menyelimuti tombaknya dan membuat tombaknya semakin panjang. Tombak itu mengenai pedangku dan membuat suara nyaring.


Aku mundur dan menjaga jarak sedikit darinya "Ventum" Aku menghentakkan kaki dan kembali melesat kearahnya.


Aku mengayunkan pedangku membuat pedang angin merah yang melesat kearahnya


"Lance tempest"(Mia)


Mia menusukkan tombaknya kedepan dan membuat angin besar bertabrakan dengan pedang angin dan membuat ledakan besar.


Aku dan Mia berhadapan, aku kembali menebaskan pedang dan Mia menebaskan tombaknya.

__ADS_1


Pedang dan tombak beradu tanpa henti membuat ledakan angin kesegala arah bersama.


Ledakan itu membuat parit di sekitar kita sementara aku dan Mia saling bertukar serangan.


Ledakan terjadi dan Mia terdorong mundur. Mia menancapkan tombaknya ketanah dan menekuknya kebelakang


"Tempest Explode"(Mia) Tombak terlepas dari tanah dan membuat ledakan besar kearahku.


Aku mengayunkan pedangku yang juga membuat angin besar yang bertabrakan dengan angin serta debu hasil perbuatan Mia.


Tombak muncul didepan mataku, tombak itu mengenai pedangku "Thousand Spear"(Mia)


Aku terkejut melihat Mia sudah didepanku memegang tombaknya.


Tombaknya tiba-tiba kabur dan jadi ribuan tombak yang menusuk kearahku. Aku membentuk angin merah jadi dinding angin sementara aku mundur.


Meski begitu dinding angin juga hancur menahan serangan Mia. Mia mundur dan menatap kearahku


Sebelum dia melesat lagi kearahku "Sepent dance"(Mia) Gerakan Mia sangat cepat dan tidak masuk akal


Bahkan tombak yang dipegangnya juga meliuk-liuk seperti cambuk. Apalagi jika tombak itu mengayun membuat pedang angin yang melesat kearahku.


Meski aku bisa bertahan dengan baik tapi tetap saja cukup sulit. Angin merah disekitarku membentuk perisai untuk menahan serangan tombak Mia.


Aku masuk kedalam keadaan pasif karena serangan bertubi-tubi dari Mia. Tombak dan pedang kembali beradu dan ledakan angin terjadi disekitarnya


"Aku terlalu meremehkanmu" "Itu salahmu sendiri"(Mia) "Turbo" Angin membentuk tornado merah yang menyelimuti pedangku.


Tornado juga menyelimuti tombak Mia "Serpent Tempest"(Mia) Tornado yang menyelimuti tombak Mia berubah jadi ular besar


Ular itu melesat kearahku. Aku menusukkan pedangku yang membuat tornado merah bertabrakan dengan ular besar itu


Ledakan terjadi dan kedua serangan itu hilang. Mia muncul didepanku dan mengayunkan tombaknya.


Aku juga menebaskan pedangku. Kedua senjata kami kembali beradu. Ledakan terjadi hingga membuat lubang dikaki kami.


Aku menekan tombaknya kebawah "Apa?!"(Mia) "Ini sudah berakhir" Aku memutar pedangku sehingga pedangku mengikuti tombak kearah Mia.


Ledakan angin terjadi dan membuat Mia terpental sedangkan tombaknya terjatuh


"Ini kemenanganku. Mia" "Arghh.. Menyebalkan, tadi aku lengah"(Mia)


"Apa kamu ingin pertandingan ulang?" "Tidak. Kalah ya kalah. Janji adalah janji. Jadi aku Mia Liberta bersumpah untuk setia kepada Monrra"(Mia) "Baguslah. Mia Liberta selamat datang dan kusambut kedatanganmu di pasukanku"

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2