Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 5


__ADS_3

Aku kembali dengan perasaan bercampur aduk. Aku bingung apa yang harus kulakukan, menurut Lizra. Aku harus membantunya jika ingin menghancurkan penyebab murka hutan


Tapi aku tidak bisa meninggalkan desa begitu saja. Willburd tidak akan bisa menangani seluruh monster yang jauh lebih banyak daripada murka hutan sebelumnya.


Karena itu aku meminta waktu sebentar pada Lizra. Aku harus memberitahu ini pada Willburd dulu.


Dan harus merancang jebakan dan pertahanan sebelum aku bisa pergi dengan Lizra.


Soalnya yang bisa dilakukan cuma menundanya saja. Willburd semakin tua cepat atau lambat dia akan tumbang


Menyingkirkan bencana ini selamanya merupakan pilihan terbaik. Keesokan harinya aku pergi ke tempat latihan dan langsung mencari Willburd.


Dan aku mengajaknya bicara secara pribadi


"Kamu benar tahu soal itu?"(Willburd) "Ya, Masalahnya aku harus ikut membantu temanku yang seorang penyihir untuk menghancurkannya"


"Apa dia bisa dipercaya?"(Willburd) "Sejujurnya aku juga tidak yakin" "Apa kamu tidak bisa mengajaknya kesini?"(Willburd)


Aku menggelengkan kepala "Tidak bisa. Dia tidak pernah mau, menurutnya tugasnya cukup rahasia jadi dia tidak boleh bertemu siapapun demi melindungi identitasnya"


"justru itu yang membuatnya mencurigakan"(Willburd) "Aku setuju soal itu" "Jika memang Murka hutan dimajukan ada sisi buruk dan baiknya. Tapi lebih baik kita temui dulu Baron untuk menjelaskan situasi ini"(Willburd)


Baron ya. Penguasa di desa ini yang hampir tidak memberikan kontribusi terhadap desa selain membuat panti asuhan untuk melatih anak-anak yatim sebagai tentaranya.


Dia dengan enaknya mengambil pajak pada warga tapi segala keluhan warga tidak pernah didengarkan dan diselesaikan.


Benar-benar menyebalkan rasanya aku ingin memukul kepalanya untuk hal itu


"Kita akan berangkat setelah balasan dari baron sampai. Jadi bersiap sampai saat itu, lebih baik kamu pastikan dulu kebenaran informasi itu"(Willburd)


"Aku tahu" Berkat hal itu aku pergi ke rumah Lizra lebih cepat. Saat aku sampai rumah itu kosong dan dikunci dengan sihir.


Aku tidak mau merusak rumah itu dengan Force jadi aku menunggu saja diluar. Aku iseng mengambar rune ditanah dengan pedang.


Gambaranku kacau memang meski bisa membaca rune dengan mudah menulisnya adalah hal lain


"Josh?"(Lizra) "Oh, nona kamu sudah kembali"


"Aku tidak suka panggilan itu. Seperti menjaga jarak saja. Ayo masuk sudah lama menunggu?"(Lizra) "Begitulah, dari pagi kayaknya"

__ADS_1


Aku mengikuti Lizra masuk "Harusnya aku berikan sarana menghubungiku. Karena kamu datang selalu diwaktu yang sama kupikir masih lama sebelum kamu kesini"(Lizra)


Aku dipersilahkan duduk sementara Lizra ke dapur "Kebetulan aku mau masak untuk makan siang. Kamu belum makan kan?"(Lizra)


"Ya, aku belum makan siang sih" setelah menunggu lagi Lizra datang dengan makanan ditangannya


"Lebih baik makan dulu"(Lizra) Aku dan Lizra makan setelah selesai kami baru mulai bicara


"Jadi bagaimana jawabanmu?"(Lizra) "Benar masalah itu. Aku sudah membicarakannya dengan kepala pasukan, hanya saja dia ingin memastikan informasi itu dulu"


"Begitu ya, kalau kamu sendiri bagaimana? Mau membantuku?"(Lizra) "Kalau menurutku pribadi sih, aku akan membantu. Tapi aku tidak bisa jika harus membiarkan desa begitu saja"


"Jadi kamu ingin melihat kebenaran informasi itu ya? Yasudah tunggu sebentar disini"(Lizra)


Melihat Lizra pergi, aku menuju kesatu buku dan membacanya.


Ini buku Rune tidak perduli apa yang kulakukan hal seperti kemarin tidak akan terjadi.


Tapi aku masih sedikit penasaran sih. Lizra kemana dia? Kenapa tidak kembali. Lebih baik aku menunggu diluar lagi.


Karena terlalu lama aku kembali menulis rune lain. Kali ini tulisannya lebih bagus dari sebelumnya


Force mengalir dijariku kali ini tidak terlihat seperti awan merah. Melainkan seperti ada cahaya merah yang menyelimuti jariku


Aku iseng menulis dipohon. Aku menulis rune yang sama yang memiliki arti api. Hasilnya lebih baik dari dugaanku.


Rune itu jadi bersinar merah. Bisa kayak gini juga ya, hanya saja makin lama hal aneh terjadi Force milikku yang tertulis di rune itu menyebar dan seluruh pohon jadi seperti terbakar.


"Serius hal itu bisa terjadi?" Tapi kali ini lebih aneh lagi. Pohon itu benar-benar terbakar bahkan ada suara letupan dan asap merah dari situ.


"Apa yang terjadi? Apa yang kamu lakukan?"(Lizra) Lizra langsung mendatangiku


"Aqua"(Lizra)


Air keluar dan menyiram pohon itu. Tapi apinya tidak hilang "Astaga api macam apa ini?"(Lizra) "Aku juga tidak tahu"


"Tunggu sebentar. Kamu buat parit disekitar dan jauhkan pohon disekitarnya agar api tidak menyebar!!"(Lizra) "Baik"


Lizra kembali kedalam dan aku membuat parit dan merobohkan pohon disekitar pohon yang terbakar itu.

__ADS_1


Anehnya selama kuperhatikan pohon itu tidak habis meski terbakar. Bahkan daunnya saja masih melambai.


Lizra datang membawa buku "Gefðu mér styrk til að þola eitthvað sem ætti ekki að vera til í þessum heimi. Sigillium"(Lizra)


Seluruh api itu masuk kedalam buku yang terbuka. Dan akhirnya api itu hilang, ternyata perkiraanku salah.


Pohon itu hangus, seluruh daunnya juga jadi hitam begitu kena angin pohon itu langsung jadi debu


"Astaga"(Lizra) Aku berbalik dan juga ikut terkejut. Melihat buku itu terbakar juga


"Bagaimana bisa?" "Mana kutahu. Sebenarnya itu api apa? Kenapa bahkan tidak bisa disegel?"(Lizra)


"Aku membentuknya dari force" "Apa? Tunggu dulu apa kamu bilang? Bisa kamu tarik lagi?"(Lizra) "Harusnya sih bisa"


Aku mengulurkan tangan dan api itu kembali ketanganku. Dan bukunya jadi abu, Oh ternyata bisa seperti itu.


Lizra memelototiku "Apa yang sebenarnya terjadi?"(Lizra) "Ya, itu... Gimana ya ngomongnya. Aku iseng menulis rune dengan force lalu. Boom tiba-tiba pohonnya terbakar"


"Manifetasi kah? Sepertinya mirip dengan seseorang yang kukenal. Tapi juga tidak. Coba teriakan kata Ignis"(Lizra)


Aku mengulurkan tangan kearah pohon dan berteriak "Ignis" Cahaya merah menembus pohon itu. Dan itu saja tidak ada api ataupun ledakan tidak ada apapun


"Aneh"(Lizra) "Apa caranya salah?" "Cara apa lagi? Kupikir kamu bisa mengganti Force dengan mana ternyata tidak"(Lizra)


"Memang hal itu mungkin?" "ya tidak sih"(Lizra) Sebenarnya apa yang kupikirkan saat itu ya? Api yang bekobar?


"Ahh pohonnya terbakar"(Lizra) "Apa?"


Force ku naik keatas pohon dan menyelimutinya seperti api.


Tapi tidak ada kejadian sebelumnya. Bahkan daunnya saja tidak terbakar "Ini bukan api"(Lizra) "Memang bukan"


Aku menarik kembali force milikku "Memang aneh. Coba tulis rune lagi dengan force, ditanah saja"(Lizra)


"Ignis lagi?" "Tidak, coba Aqua"(Lizra) Aku mengikuti keinginan Lizra dan menulisnya ditanah.


Dan hal aneh terjadi lagi


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2