Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 20


__ADS_3

Dia terdorong mundur saat kita beradu pedang sebelumnya. Dia kuat, berpengalaman dan sudah terbiasa dengan perang. Aku tidak boleh lengah


"Josh!! Force"(Sirus) Force biru menyelimuti pedangku yang tadinya sudah diselimuti api.


Dia menatapku dan mengayunkan pedangnya


Force biru bercampur dengan kabut es melesat kearahku. Aku juga mengayunkan pedangku.


Force dari Sirus langsung bertabrakan dengan force miliknya. Sekali lagi aku mengayunkan pedangku, dan gelombang api langsung menghancurkan semua serangan itu.


Dia langsung melewati ledakan itu dan mengayunkan pedangnya kearahku. Pedang kami saling beradu, dengan cepat kami saling menyerang dan bertahan.


Tabrakan antar pedang membuat tanganku mendingin. Senjata sihir itu tidak main-main ya.


Dia mendorong pedangnya kearahku, aku berusaha tetap bertahan "Apa itu juga senjata sihir? Tapi rasanya tidak seperti sihir"(Komandan musuh)


"Memang apa yang kamu tahu?" Force menulis kata Mons ditanganku. Aku mendorong balik dia dan meninju pedangnya.


Suara ledakan terdengar dan dia terdorong mundur 5 langkah "Kekuatan apa itu?"(Komandan Musuh)


Aku menancapkan pedang ketanah dan langsung mengayunkannya kedepan. Ledakan api menjalar kearahnya


"Fotress"(Komandan musuh) Ledakan terjadi tapi aku rasa dia baik-baik saja. Dari dalam asap terlihat Force biru yang membentuk banyak perisai saling menumpuk


"Itukah Fotress?" Dia terlihat didalam barisan perisai itu dan menusuk kedepan. Tombak besar keluar membelah perisai kearahku.


Aku langsung menulis rune ditanah "Terra. Mons" Dinding tanah dengan warna merah muncul didepanku menahan serangan tombak itu.


Aku mengeluarkan pedang kedua. Melawannya tanpa kekuataan penuh hanyalah mimpi.


Aku mundur dan berputar arah dan melesat kearahnya. Tombak besar miliknya mengeluarkan belasan tombak lain yang menusuk kearahku


Aku menebas kearah tombak-tombak itu. Dan dinding tanah merah keluar menahan setiap tusukan tombak.


"Ventum" Dengan pedang angin milikku aku menebas kedepan membuat angin besar yang langsung menghantam perisai itu.


"Menyebalkan"(Komandan Musuh) Dia menebaskan pedangnya. Perisai memberi celah dan pedang besar mengayun kearahku.


Aku juga mengayunkan pedangku kearah pedang itu. Ledakan terjadi dan aku mulai terdorong.


Dengan pedang api aku menusuk kedepan. Spiral api keluar dan melesat kearah dia menghantam perisainya.


Pedang besar itu hancur tidak lama kemudian

__ADS_1


"Turbo" Tornado besar langsung mengarah kearahnya.


"Benar-benar menyebalkan"(Komandan musuh) Dia mulai berbalik dan ingin lari.


Aku menusuk tanah dan mengayunkannya kedepan.


Dinding tanah merah muncul dibelakang, kanan dan kirinya mengurungnya di situ


"Jangan berharap bisa lari"


Tornado api datang dan barisan perisai saling menempel hingga membuat bola perisai. Ternyata perisai miliknya sangat kuat.


Aku langsung pergi kearahnya dan menyerang perisai itu dari atas dengan kedua pedangku.


Angin berderu disatu pedang dan api membara dipedang lainnya. Retakan mulai terlihat di perisainya


Ledakan terjadi, menghancurkan hampir sekitarnya dan menerbangkanku


"Aku meremehkanmu. Kenapa aku tidak pernah mendengar anak sepertimu sebelumnya?"(Komandan musuh)


"Karena ini perang pertamaku" Gelombang tanah dan api bergerak dengan cepat kearahnya setelah aku menebas.


Dia mengangkat pedangnya dan mengayunkannya ledakan es terjadi dan duri es raksasa muncul membentuk perisai es besar yang menahan serangan itu.


Dia menusuk kedepan meluncurkan pedang es raksasa yang dibuat dari Force. Dinding tanah muncul dan hancur saat dilewatinya.


Prajurit musuh mulai mundur, sepertinya kami berhasil memenangkan perang kali ini


"Menyebalkan. Aku akan menunggumu diperang berikutnya"(Komandan musuh)


"Jangan berharap bisa kabur. Terra" Dinding tanah keluar langsung mengurung dia. Hanya saja hancur dalam sekejap menggunakan Force miliknya dia kabur.


Prajuritku bersorak karena menang "Josh"(Sirus) "Tuan"(Stain) "Kita kembali. Laporkan berapa banyak korbannya?"


"Baik tuan"(Stain) Padahal jumlah mereka banyak tapi kenapa semudah ini. Memang sih aku sudah menebar rune diseluruh tempat.


Paling tidak itu bisa mengurangi musuh bukan melenyapkan seluruhnya. Kami kembali ke desa


"Aku tidak menyangka kamu bisa menang diperang pertama ini"(Baron Heath) "Begitulah. Lagipula aku sudah yakin sebelumnya"


Stain datang kepadaku "Ada 200 orang yang terbunuh dalam perang. 80 orang merupakan ahli dalam menggunakan Force"(Stain)


"Hanya dalam satu perang dan kami hampir tidak bisa perang lagi. Kumpulkan semua mayat yang ada, Baron apa bisa kami meminta tanah untuk mengubur mereka?"

__ADS_1


"Tentu saja"(Baron Heath) "Apa ada gereja atau paling tidak klinik disini?" "Mereka sudah kesana"(Baron Heath) "Begitu ya"


Rapat kembali digelar saat matahari mulai terbenam "Mereka mundur ya?"(Baron Heath)


"Begitulah. Menurutku ini aneh, apa alasan mereka mundur?"


"Meski kita menang kerugian kita juga besar. Apa mereka berusaha menyerang lagi saat malam?"(Sirus)


"Entahlah" "Aku dengar kamu melawan Harimau es secara langsung ya? Apa dia kuat?"(Baron Heath)


"Benar Harimau es. Dia tidak menggunakan semua kemampuannya, seolah-olah sengaja untuk mundur dari sana. Apa sebenarnya alasan mereka?"


"Pergi dari hutan juga merupakan hal berbahaya kan? Mengingat padang Sriek sangat tandus"(Sirus)


"Kita hanya bisa lihat dan menunggu saja nanti. Lebih baik bersiap untuk serangan malam. Bisa saja mereka kembali menyerang karena merasa kita lengah"


"Ada benarnya"(Sirus) Setelah rapat aku memeriksa pasukan. Keadaan yang kami alami sangat buruk tapi ini juga merupakan keajaiban bisa bertahan hidup sekarang.


Malam sudah datang tidak ada gerakan didalam hutan sampai tengah malam. Aku tidak mengerti tujuan mereka semakin dipikirkan semakin aneh.


Aku memutuskan untuk tidur. Baru sebentar aku tidur keributan terjadi diluar. Aku langsung keluar dan terkejut melihat seluruh hutan terbakar.


"Apa yang terjadi?" "Ada sihir skala besar yang langsung membakar hutan"(Prajurit) Para prajurit yang ada langsung mengambil air dan memadamkan hutan.


"Aqua. Kalian semua menyingkir!!!" Ombak merah raksasa langsung memadamkan seluruh api dihutan membuat seluruh desa dipenuhi kabut asap.


Meski hutannya selamat, hutan sudah jadi gundul karena banyak pohon yang jadi abu.


Jadi itu tujuan mereka


"Kalian semua istirahat. Nanti siang kita latihan dan besok kita basmi mereka"


Semua prajurit kembali bersorak.


Mereka ingin memusnahkan hutan daripada mengambil alih desa. Aku masih bingung, untuk apa hal itu?


Memperluas padang Sriek? Itu juga masih tidak masuk akal. Keesokan harinya para pandai besi berjuang keras begitu juga para penjahit.


Aku akan menaikan kemampuan mereka secara instan dengan rune disarung tangan mereka.


Aku juga mengajarkan formasi buatanku. Dimana belasan sampai puluhan prajurit mengangkat pedang secara bersamaan sesuai pola.


Jika dilihat dari atas akan membentuk Rune. Dengan itu aku bisa membentuk elemen dengan jangkauan luas tanpa melakukan kesalahan.

__ADS_1


Dari regu pengintai kami sudah tahu dimana mereka. Tunggu saja balasan kami


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2