
Setelah menonton Teater, kami berbelanja, dan makan siang. Yang menyebalkan kenapa para gadis ini ikut dalam makan siang?
Saat kami berbelanja beberapa gaun dan baju. Kami bertemu 3 gadis yang merupakan teman Valerie.
Mereka sama-sama putri Viscount dan cukup dekat. Masalahnya salah satu dari mereka merupakan Putri Viscount Runty. Isabella Runty.
Yang 2 lainnya merupakan putri Viscount Larzel, Riani Larzel dan Putri Viscount Tuly. Monica Tuly
Daritadi mereka bicara beberapa hal yang tidak ku mengerti. Dari Fashion, Musik, Sastra, gosip, sampai laki-laki.
Padahal aku juga laki-laki tapi dengan tidak perdulinya mereka bicara soal laki-laki lain disini.
"Val. Suamimu menatap tajam terus kearahku"(Isabella) "Hati-hati sepertinya dia mata keranjang"(Riani) "Dia? Mana berani dia memperhatikan perempuan lain"(Valerie)
"Siapa tahu kan ya. Awalnya mungkin terlihat baik, gak tahunya punya beberapa simpanan"(Isabella) "Rata-rata laki-laki zaman sekarang seperti itu. Ayahku saja punya 3 anak dari simpanan. Itu aja yang ketahuan"(Riani)
"Tenang saja. Aku sudah lama kenal jadi tahu. Lagipula di Monrra mana ada wanita cantik"(Valerie)
"Benar juga. Disana kan cuma gunung yang gersang"(Isabella) Setelah semua berbicara tentang itu.
Suasana langsung sunyi dan canggung. Akhirnya makan siang diakhiri dengan perpisahan yang juga canggung.
Kami kembali dengan kereta kuda ke rumah
"Jika kamu tidak mau ikut tidak masalah"
"Apa maksudnya itu?"(Valerie)
"Monrra. Jika kamu ingin tetap di ibukota aku tidak masalah" "Mana bisa. Nanti aku terkena rumor buruk"(Valerie)
"Aku tidak perduli rumor apapun itu. Seperti janjiku dulu, yang penting itu keinginanmu"
"Keinginanku?"(Valerie)
"Benar. Tidak perlu memaksakan diri dengan alasan kamu istriku. Jika tidak suka katakan saja. Jika tidak mau katakan juga, tidak perlu perduli pandangan orang lain. Kamu adalah kamu bukan mereka, jika mereka tidak menggangap kamu bagian dari mereka tidak masalah. Tapi kalau kamu sudah tidak menggangap diri sendiri itulah yang jadi masalah"
"Aku tahu soal itu. Hanya saja semuanya terasa terlalu cepat"(Valerie) "Jadi kamu ingin tinggal saja disini?"
Valerie menggelengkan kepalanya "Tidak. Meski memang disini jauh lebih banyak hal yang bisa dinikmati daripada di Monrra, tapi jika tetap disini aku harus selalu tampil sempurna untuk orang lain. Kan kamu sendiri yang bilang kalau aku harus jadi diriku sendiri"(Valerie)
"Ya, kamu benar. Yang penting adalah diri sendiri" Tidak terasa kami sudah tiba di kediaman.
__ADS_1
Aku membantu Valerie turun dan kita bersama memasuki rumah. Kami menghabiskan waktu bersama sampai malam.
Sejujurnya ini menyenangkan, karena aku tidak pernah bisa menikmati waktuku selama ini.
Aku dan Valerie saling membuka pikiran dan hati untuk saling memahami. Valerie juga akan membantuku dalam mengembangkan daerah Monrra.
Meski sebenarnya aku sudah punya ide untuk daerah tersebut sih. Kami mengakhiri hari dengan tidur bersama.
Keesokan paginya kesibukan tanpa akhir datang seperti badai. Semua pelayan Valerie datang dan membantu kita bersiap.
Valerie yang baru saja kemarin bersantai juga pusing dan menderita. Apalagi sudah dipasangi korset dari siang hari.
Padahal pestanya kan nanti malam. Selain itu semua makanan yang harus dimakan juga dibatasi.
Sampai aku bisa bilang porsi yang dimakannya seperti tidak makan sama sekali
"Minum dulu. Kamu terlihat menderita"
Aku memberikan jus dingin ke Valerie. Valerie meminumnya sedikit "Bahkan minum saja tidak enak"(Valerie)
"Sepertinya kemarin kamu tidak semenderita sekarang" "Itu karena kamu kurang ketat memasang korsetnya"(Valerie)
"Jadi salahku?" "Tidak. Justru aku berterima kasih karena aku bisa menikmati hari kemarin dengan tenang"(Valerie)
"Kamu tidak perlu memikirkan pandangan orang lain. Pakai saja, lagipula siapa yang mau mengomentari itu"
"Tidak bisa. Aku harus memakai ini, Meski bukan untukku. Aku harus punya reputasi bagus sebagai Viscountess"(Valerie)
"Ujung-ujungnya gelar lagi" "Ini juga untuk wilayahmu, lagipula ini yang terakhir"(Valerie)
"Ya kamu benar"
Kami memasuki pesta saat pesta berlangsung. Sama saja dengan pesta lainnya bahkan urutannya pun sama
Hanya sambutan, makan dan diakhiri dengan dansa yang jadi pembedanya aku dan Valerie berdansa di akhir acara dan mengakhiri acara tersebut.
Kami menyalami para tamu yang berpamitan dan akhirnya selesai juga. Valerie langsung duduk disofa
"Josh ayo kita kekamar"(Valerie) "Kamu lelah?" Aku mendekati Valerie "Aku ingin melepas benda ini"(Valerie)
"Baiklah kita kekamar. Tuan Viscount, kami permisi dulu" "Jangan berlebihan. Valerie perlu istirahat"(Viscount)
__ADS_1
Apanya yang berlebihan? Sudahlah. Aku tidak mau membicarakannya lagi "Aku gendong mau?" "Tolong ya. Aku sudah tidak bisa berdiri lagi"(Valerie)
Aku menggendong Valerie yang membuat semua pelayan disana menganga karena terkejut
Bahkan Larry saja terdiam. Aku langsung pergi kekamar dan menyadari kalau Valarie menutupi wajahnya
"Kamu kenapa?" "Aku malu"(Valerie) "Sudah suami istri ini. Ayo aku bantu buka korsetnya"
Valerie mengganguk.
Setelah berpakaian untuk tidur. Kami berdua langsung tertidur tanpa melakukan apa-apa lagi. Pesta ini benar-benar melelahkan
Aku terbangun saat mendengar suara ketukan pintu. Aku bangun dan memperhatikan Valerie yang masih tidur.
Aku berganti pakaian dan membuka pintu yang ternyata itu seorang pelayan
"Tuan. Maaf menggangu hanya saja ada surat dari guru nona"(Pelayan)
"Lizra? Berikan saja padaku" "Tapi ini untuk nona"(Pelayan) "Tidak masalah. Kamu bisa memberitahu Valerie alasannya. Dan siapkan sarapan untuk Valerie juga, sekarang dia masih tidur"
"Baiklah tuan"(Pelayan) Aku mengambil surat dari pelayan dan kembali kedalam kamar
"Siapa itu tadi?"(Valerie)
"Kamu sudah bangun?" "Ya aku udah bangun. Tadi siapa?"(Valerie) "Pelayanmu. Ada surat dari Lizra"
"Guru?!"(Valerie) "Ya, sepertinya aku juga terkait soal ini" Aku membuka surat itu. Selain ucapan selamat sudah menikah, Lizra memberitahukan alat sihir untukku sudah siap untuk dibawa dan meminta aku menemuinya
"Akademi ya"(Valerie) "Kenapa pertemuannya harus diakademi sih?" "Untuk mencegah para penyihir memberontak. Penyihir dilarang memiliki ruang penelitian sendiri dan memiliki rumah yang tidak terdaftar agar tidak bisa membuat persiapan menyerang kerajaan"(Valerie)
"Waktu janjiannya 2 hari lagi. Tapi kalau cuma untuk bertemu kan Lizra bisa datang"
"Pihak penyihir tidak boleh melakukan transaksi tanpa pemberitahuan. Pasti ada pihak dari kerajaan yang terlibat"(Valerie)
"Jadi begitu. Kalau begitu bersiap dan kita sarapan dulu" "Ya, aku juga sudah lapar"(Valerie)
Kami bersiap dan pergi keruang makan untuk sarapan. Saat sedang makan pelayan kembali mendatangi kami
"Nona. Setelah sarapan anda diminta menemui tuan Viscount"(Pelayan) "Ayah? Baiklah nanti aku kesana"(Valerie)
Viscount memanggil Valerie. Apa ada sesuatu ya? Kayaknya tidak mungkin jika tidak ada apa-apa. Biarlah nanti juga Valerie memberitahu
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***