Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 79


__ADS_3

Aku membuka pintu dan semua ajudanku sudah ada disana "Sudah dipastikan informasi ini?"


"Aku juga berharap itu salah paham. Tapi ternyata itu kebenaran"(Stain)


"Kenapa harus sekarang sih?" Surat dari pasukan tikus berisi informasi kalau raksasa prajurit dari Stor sudah memasuki kawasan Rodigur


Mereka memburu monster untuk dimakan sehingga para monster berlari kesini.


Melawan mereka adalah hal yang paling kutakutkan


Sebenarnya kalau bisa aku ingin membicarakan perdamaian saja. Tapi makhluk seperti raksasa itu cuma memperjuangkan satu tujuan itu saja


Yanh kemungkinan para Dwarf. Menyerahkan mereka sama saja seperti memotong masa depan Monrra


Bahkan jika raja tahu hal ini, hubungan Monrra dengan istana akan hancur meski sekarang tidak bisa dibilang bersahabat tapi pasti akan jadi masalah yang gawat


Ini benar memusingkan "Panglima. Bagaimana dengan meminta bantuan istana? Bagaimanapun ini perang antar kerajaan"(Stain) "Aku setuju soal itu tapi tidak yakin apa bisa mengirim surat. Perintahkan pasukan gagak untuk mengirim surat ke istana"


"Seandainya. Hanya seandainya jika istana tidak mengirim bantuan. Apa yang harus kita lakukan?"(Sirus) "Bahkan meski aku membawa pasukanku untuk membantu tetap saja tidak ada kemungkinan untuk menang"(Valerie)


Raksasa mereka kuat, tahan terhadap force, sulit dikalahkan meski dengan sihir ditambah bantuan Dwargon mereka pasti memakai peralatan dari Mithril


Aku tidak yakin senjata perang buatan Dwarf bisa mengalahkan mereka "Bagaimana dengan jebakan? Mereka selalu menyerbu dengan gegabah menjebaknya merupakan hal yang mudah"(Lusar)


"Mana bisa begitu. Meski banyak prajurit dari pasukan beruang yang ahli dengan elemen tanah menjebak raksasa dengan tinggi setengah dari mansion ini hal yang bodoh (Untuk informasi aja Mansionnya memiliki tinggi 10 meter) Jika mereka menghancurkan tanahnya dan membuat semua jadi buruk bagaimana?"


Lusar terdiam. Yang paling mengerikan dari para raksasa adalah Destructive Force milik mereka. Satu tinju dengan force bisa menghancurkan setengah gunung


Kalau ada cara membunuh mereka dalam sekejap sih rencana Lusar boleh dicoba


Masalahnya mereka juga memakai zirah mithril dan senjata Mithril

__ADS_1


Bahkan tanpa itu sekalipun mereka sulit dibunuh karena kulit mereka sendiri setara dengan zirah setengah mithril


Jumlah force yang dimiliki satu raksasa saja sebanyak 2 sampai 3 monster dengan inti. Bahkan katanya raksasa sampai memiliki inti sendiri yang disebut jantung raksasa


"Kita tidak bisa menang mau bagaimanapun cara yang bisa kupikirkan. Berapa banyak arsitek yang ada di Monrra?"


Semua orang disana saling menatap "20 orang mungkin"(Laria) "Kayaknya jika meminta bantuan Sani bisa mencapai 50 orang. Untuk apa itu?"(Sirus)


"Memperkuat benteng? Bagimanapun lawan kita raksasa kan?"(Lusar) "Tidak kita buat benteng yang baru. Disini kita gunakan bekas benteng Termonn. Aku dengar dinding benteng itu tidak hancur karena dari Mithril. Dibanding dinding benteng kita yang seperti istana pasir. Dinding benteng itu lebih cocok untuk bertahan"


"Benar juga. Sepertinya itu ide bagus"(Laria) "Valerie. Apakah penyihir dipasukanmu bisa membuat alat sihir?"


"Ahh.. Itu sulit, lagipula untuk membuat alat sihir perlu riset dan adaptasi yang tinggi. Mereka belum bisa membuat apapun"(Valerie)


"Termasuk alat sihir yang tidak stabil?" "Tidak stabil? Apa kamu gila? Alat sihir yang tidak stabil akan membuat ledakan besar. Bahkan bisa membuat badai mana jika sembarangan"(Valerie)


Aku menatap dalam diam kepada Valerie "Ahh.. Itu niatmu ya. Tapi kamu tahukan kalau badai mana merupakan bencana? Saat badai mana terjadi force dan mana tidak bisa digunakan"(Valerie)


"Panglima ingin meledakkan para raksasa itu ya? Jika begitu pasti mereka akan kalah kan?"(Stain)


"Entahlah. Dalam keadaan seperti itu kita juga lumpuh, tanpa bisa menggunakan force kita bahkan akan selemah semut dibanding mereka"(Sirus)


"Tidak dengarkan ideku. Aku akan memasang alat sihir yang tidak stabil itu didalam benteng Termonn"


"Didalam benteng? Apa kamu berniat bunuh diri?"(Valerie) "Tidak. Sebaliknya aku akan membuat seluruh benteng Termonn jadi jebakan, mau tidak mau kita pasti akan terdorong mundur saat melawan mereka. Membuat jalur pasokan saja akan berbahaya karena monster karena itu perang di Termonn hanya perang jangka pendek"


Semua orang disana mengganguk "Berbeda dengan kita yang manusia. Mereka raksasa sangat kuat, meski melakukan perang jangka panjang dengan bantuan ratusan penyihir dan ribuan pengguna force aku tidak yakin bisa menang. Tapi bagaimana jika mereka terluka parah akibat badai mana?"


"Jika mereka memaksa mengejar kita yang mundur mereka akan masuk perangkap begitu?"(Laria) "Tepat sekali. Untuk itu dinding yang mengarah ke Monrra harus belasan kali lebih kuat dan lebih besar daripada dinding yang kearah Stor. Selain itu kita harus hilangkan pintu masuk dan buat lubang sebagai pintu agar mereka kesulitan mengejar"


"Itu ide bagus. Tapi bagaimana dengan monster yang menyerang? Bukanya serangan raksasa akan datang setelah gelombang monster?"(Mia)

__ADS_1


"Itu dia masalahnya. Lebih baik kita habis-habisan saja. Siapkan pasukan daripada menunggu monster yang menyerang kita yang akan menekan mereka semua"


Akhirnya rapat berakhir meski begitu kemungkinan menang dalam perang melawan raksasa itu sangat kecil.


Aku harus membicarakannya dengan para Dwarf dulu. Mereka sudah lama menjalin hubungan dengan para raksasa pasti tahu kelemahan mereka.


Singkat cerita aku menemui Dwarsen "Kelemahan raksasa? Mereka bodoh, polos dan gegabah jebakan akan sangat efektif melawan mereka"(Dwarsen)


"Semua orang juga tahu soal itu. Maksudku bagaimana caranya agar aku menang melawan mereka?"


Dwarsen meneruskan menempa sambil berpikir


"Sebenarnya ada banyak caranya sih. Mereka itu hanya memiliki otot sampe ke sumsum mereka, strategi licik akan dengan mudah mengalahkan mereka seperti racun"(Dwarsen)


"Di Voldugur tidak ada penghasil racun seperti itu tau. Kebanyakan racun berasal dari luar kerajaan ini. Dengan blokade dari putra mahkota kami tidak bisa bertransaksi apapun"


"Sulit sih"(Dwarsen) "Mithril, apa kamu bisa memberi tahu cara menghancurkannya?"


"Itu lebih sulit lagi. Bahkan sesama mithril saja tidak bisa saling menghancurkan"(Dwarsen)


"Tidak ada jalan kah? Andai saja zirah itu tidak ada pasti aku bisa kepikiran jalan untuk mengalahkan mereka"


"Kamu bisa menyingkirkan zirah itu"(Dwarsen)


"Katamu tidak mungkin menghancurkannya"


"Memang. Tapi raksasa itu bodoh, mereka biasa memperebutkan sesuatu dengan duel jika kamu menang melawan panglima raksasa. Kamu bisa meminta mereka untuk melepas semua benda dari Mithril"(Dwarsen)


"Tidak mungkin itu bisa berhasil" "Tidak justru itu bisa berhasil. Mereka saja menentukan raja dengan cara itu, bahkan kalau kamu mau. Kamu bisa memaksa mereka menurutimu jika menang. Memiliki pasukan raksasa sendiri adalah hal hebatkan?"(Dwarsen)


Apakah benar itu? Sepertinya aku hanya bisa berkorban

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2