Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 69


__ADS_3

Keesokan harinya semua pasukan sudah berkumpul dan siap berperang dengan keadaan kacau.


Aku maju dan memandangi mereka semua


"Aku tahu banyak dari kalian yang merasa ini menjengkelkan, karena itu aku akan memberitahu. Kita akan ekspedisi tujuan kita sungai di gunung Greeve. Jika kita berhasil dalam ekspedisi ini seluruh keadaan di tanah ini akan berubah. Percayalah padaku"


Dengan pidato singkat itu. Kami berangkat, tujuan kami desa Vendra. Dari sana rute teraman menuju gunung itu


Semalam aku sendiri yang mengirimkan surat ke sana dan memastikan balasannya juga. Mereka mau menerima kami sementara saat kami mulai menjalankan ekspedisi ini.


"Josh tunggu sebentar"(Valerie) "Valerie? Ada apa?" "Kamu mau kemana? Keadaan wilayah ini sudah parah"(Valerie) "Aku tahu. Karena itu aku harus pergi"


"Bisa jelaskan alasannya?"(Valerie) "Tunjuan kami memburu monster dengan inti monster tipe air"


"Untuk apa itu?"(Valerie) "Nanti kamu juga tahu. Aku berangkat dulu, kuserahkan Monrra padamu ya"


"Baiklah. Kembalilah dengan selamat, aku belum mau menjanda"(Valerie) "Kamu tidak perlu khawatir. Ayo berangkat"


Butuh waktu 3 hari untuk sampai ke desa Vendra. Itu aja sudah memotong jalan melewati bagian Rodigur.


Dari desa itu ke gunung Greeve perlu waktu semalaman jika berjalan tanpa henti. Atau 2 hari jika berkemah semalam


Aku sudah menghubungi Baron Vendra untuk masalah ini. Dia juga menyambut kedatanganku.


Menurut Baron monster merupakan hal serius disana.


Kekurangan jumlah tentara dan hampir tidak ada bantuan dari kerajaan. Bahkan bangsawan sekitar tidak memperdulikannya sama sekali


Membuat desa itu mengalami krisis serius. Sepanjang perjalanan kami hanya bertemu dengan 4 kelompok monster sebelum kami tiba di desa Vendra


Begitu tiba kami sudah disambut puluhan prajurit dan juga Baron Vendra "Tuan Viscount. Aku masih tidak percaya anda benar-benar datang disaat seperti ini"(Baron Vendra)


"Kami memiliki tujuan juga. Kesini hanya sekedar lewat saja" "Semua orang juga begitu. Tapi hanya tuan saja bangsawan yang mau membantu. Hamba akan menjamu tuan Viscount. Untuk para Prajurit bisa diserahkan pada ajudan hamba"(Baron Vendra)


"Terima kasih keramahannya Baron" Aku mampir ke Mansion baron "Tuan Viscount"(Baroness)


"Nyonya Vendra. Maaf aku menggangu pada saat seperti ini" "Tidak masalah. Kami yang harusnya berterima kasih ditolong oleh tuan Viscount sendiri"(Baroness)


"Siapkan makan siang dulu sekalian kita akan membicarakan masalah monster itu. Sayang kamu istirahat saja, ingat dengan bayi di kandunganmu"(Baron Vendra)

__ADS_1


"Ya, aku tahu. Aku cuma ingin jalan-jalan sedikit saja. Hamba permisi tuan Viscount"(Baroness)


Nyonya Vendra pergi bersama pelayannya meninggalkan kami


Aku diarahkan ke ruang makan dan kami berdua mulai makan "Maaf ya istriku tidak ikut makan bersama ini"(Baron Vendra) "Tidak perlu dipikirkan. Lagipula aku juga datang secara mendadak"


Setelah makan kita berbicara di ruang rapat. Aku melihat semua dokumen tentang monster yang menyerang


Sekawanan serigala pedang yang dipimpin Stell Claw Wolf "Mereka cukup sulit" "Karena mereka selalu menyerang dalam kawanan 20-30 kami kesulitan juga melawan mereka"(Baron Vendra)


Serigala pedang merupakan serigala dengan cakar panjang layaknya pedang. Panjang cakarnya bisa mereka kendalikan.


Masalah terbesar mereka adalah kerja sama antar kelompok yang mengerikan. Serigala Cakar baja juga sama saja.


Hanya ukurannya 3 kali lebih besar dari serigala pedang. Kulitnya juga keras sekeras baja yang juga jadi masalah


Baron Vendra akan memberikan 10 Ero untuk bantuanku. Jumlah yang terlalu kecil untuk memberantas serigala pedang.


Tapi aku menerima hal itu, lagipula mereka juga membantu dengan 20 orang Swordsman. Meski aku percaya diri ini bukan hal yang sulit tapi tetap saja ini akan membutuhkan banyak tenaga.


Aku beristirahat setelah itu dan besok paginya sudah bersiap untuk memberantas semua serigala itu


"Syukurlah. Kawanan serigala itu ada didekat hutan, mereka akan langsung menyerang begitu melihat pasukan kita"(Baron Vendra)


"Baguslah kalau begitu. Kita tidak perlu membuang tenaga untuk mencarinya lagi" Kami semua berangkat menuju hutan didaerah gunung Greeve


"Ngomong-ngomong tuan Viscount membawa 100 prajurit untuk apa?"(Baron Vendra) "Memburu monster" "Monster apa kalau boleh tahu?"(Baron Vendra)


"Entahlah" "Hah?!"(Baron Vendra) "Pasukan gagak awasi sekitar dan laporkan jika menemukan monster lain!!"


"Dimengerti"(Pasukan gagak) Beberapa burung dilepas dan terbang menyusuri sekitar. Kami tidak berhenti sama sekali


"Panglima para serigala pedang ada di 2 arah. Timur dan utara, Stell Claw Wolf ada di utara"(Prajurit gagak)


"Begitu ya. Stain bawa 5 pasukan beruang, 5 pasukan serigala dan 5 pasukan elang musnahkan yang ada di Timur. Yang lainnya ayo bergerak!!"


"Dimengerti"(Stain) "Baik" (Semua pasukan)


Aku memecah pasukan jadi 2 sedangkan Baron Vendra kebingungan karena kecepatan reaksiku.

__ADS_1


Selagi dia bingung aku sudah meninggalkannya "Viscount tunggu sebentar"(Baron Vendra)


Baron langsung mengejarku


"Bagaimana tuan Viscount bisa yakin soal itu?"(Baron Vendra) "Tidak perlu khawatir. Aku percaya pada kemampuan mencari informasi tentaraku"


"Serigala pedang!!!"(Pasukan Baron) Mendengar seruan itu para prajurit Baron mulai gelisah


"Buat formasi, pasukan beruang buat pertahanan dan menara. Pasukan elang berdiri di menara, pasukan gagak beritahu posisi Stell Claw wolf


Para pasukan serigala pergi dan bubarkan formasi serigala"


"Mengerti!!"(Kapten pasukan serigala) Para pasukan serigala pergi memutar dan bersiap menyerang serigala-serigala itu


"Terra!!"(Pasukan beruang) Menara warna warni dari tanah terbentuk sebanyak 5 buah. Diatasnya sudah menunggu pasukan elang yang merupakan kebanyakan pemanah.


"Panglima"(Prajurit gagak) "Kamu kabari informasi dari diatas" "Baik panglima"(Prajurit gagak)


Gerombolan serigala mulai terlihat. Para pemanah mulai memanah. Cahaya warna-warni berputar-putar dilangit mengenai para serigala.


Beberapa berubah jadi api, angin ataupun petir


Suara lolongan terdengar, bersamaan dengan pasukan serigalaku yang menghancurkan formasi mereka dari kanan ataupun kiri.


Para serigala maju menyerang kearah kami meski sudah berusaha dikurangi dengan panah yang melesat kearah mereka.


Mereka tetap maju tanpa kenal takut "Terra!! Mons!!"(Pasukan beruang) Dinding tanah warna-warni terbentuk menghalangi semua serigala itu.


"Panglima Claw stell wolf maju kearah dinding"(Prajurit gagak) "Sudah datang ya. Baron bersiap pertarungan secara langsung"


"Aku tidak bisa mengikuti alur-"(Baron Vendra) Dinding runtuh bersamaan dengan ledakan dimana beberapa pasukan beruangku terlempar.


"Bicaranya nanti saja. Terra!!!" Aku mengeluarkan pedang dan menyeretnya sebelum kuayunkan keatas.


Gelombang tanah merah keluar dan membentuk jarum tanah raksasa yang mengenai cakar serigala raksasa itu mencegahnya menyerang prajuritku


Aku menaiki jarum tanah itu dan menebas serigala itu. Cakarnya menahan pedangku "Lawanmu aku"


**TO BE COUNTINUE....***

__ADS_1


__ADS_2