
Sekarang kami masih berada di desa raksasa untungnya para raksasa mau membangunkan rumah sederhana dari kayu
Ya tidak bisa disebut rumah sih soalnya cuma ada satu ruangan saja. Meski begitu besarnya hampir seluas mansion milikku
Karena tempatnya yang seperti itu untuk rapat dan sebagainya akan diadakan di tenda komando
Seperti sekarang ini. Aku, pangeran ketiga, Duke Galarin dan duke muda ada disini. Sebenarnya ada Baron Mansturi, Baron Ronald juga tapi karena yang hadir disini berpangkat tinggi di militer mereka tidak ikut serta
"Seperti yang diharapkan dari Viscount Monrra menghadapi ratusan raksasa dengan mudah meski tanpa bantuan"(Duke Galarin)
"Itu benar sekali apanya serangan mengepung?"(Pangeran ketiga) "Maafkan hamba jika pangeran ketiga tersingung. Hamba salah memperkirakan jarak"
Bagaimana rencana awal mau jalan? Kalian saja tidak bisa melewati kawanan Bison yang sekarang sedang dibakar diluar
"Maaf Viscount memperbudak para raksasa apa rencana yang bagus? Bagaimanapun mereka sangat kuat aku khawatir akan membuat masalah besar berkat mereka"(Duke Galarin)
"Bukanya lebih baik daripada pembantaian? Bukanya aku sombong tapi. Apa tuan Duke sanggup membunuh mereka?"
Duke Galarin terdiam. Ya itulah kebenarannya, aku sendiri tidak berani mengatakan mampu membasmi mereka
"Perkataan Viscount Monrra benar. Membunuh satu ras merupakan tindakan tidak manusiawi meski perbudakan juga sama sih, tapi kupikir itu lebih baik daripada membantainya kan?"(Pangeran ketiga)
"Baiklah anggap saja itu merupakan keputusan yang tepat. Bagaimana dengan makan mereka? Satu anak raksasa bisa makan satu hewan ternak itu baru anaknya. Bagaimana yang prajurit? Bukanya itu bakal membuat kerajaan dilanda krisis?"(Duke Galarin)
"Benar juga. Apalagi ada kalanya kerajaan mengalami musim kemarau dan panceklik"(Pangeran ketiga)
"Apalagi sebentar lagi musim dingin kan? Pada saat itu bukanya bakal jadi masalah?"(Duke Galarin)
"Musim dingin? Oh benar juga di Monrra tidak ada musim dingin hanya ada musim kemarau disana. Tuan Duke tidak perlu khawatir, para raksasa bisa diatasi dengan monster. Daerah ini merupakan tempat dengan banyak sarang monster"
"Itu juga masalah lain Viscount. Untuk memburu monster perlu belasan sampai puluhan orang. Kalau hanya untuk makan mereka jujur saja itu tidak sebanding"(Duke Galarin)
"Tidak tuan Duke itu sebanding. Yang kita bicarakan raksasa, satu dari mereka saja sudah sebanding dengan satu batalion pasukan. Mereka berguna dalam segala hal, baik pembangunan, pengawalan sampe alat perang
__ADS_1
Aku yakin dengan mereka Voldugur akan tercatat dalam sejarah"
"Benar juga itu"(Pangeran ketiga) "Kalau dipikir baik-baik sepertinya itu memang benar. Terutama untuk mengawasi daerah ini memang diperlukan para raksasa"(Duke Galarin)
Bagus mereka tidak tahu ancaman apa yang akan dibawa budak besar kita ini. Meski mereka budak, sebenarnya kalung yang dipakai mereka tidak terlalu membahayakan
Perlu belasan sampai puluhan kristal sihir untuk membuat satu kalung. Karena keterbatasan bahan setiap kalung cuma dibuat dengan 10 kristal sihir
Mungkin bisa dipakai untuk membunuh anak raksasa. Untuk yang dewasa? Aku tidak yakin apalagi mereka yang bisa menggunakan Force
Lupakan saja. Alasan mereka tunduk? Karena mereka kalah. Para raksasa tidak punya istilah harga diri meski mereka terlihat terhormat
Sebenarnya mereka memakai hukum rimba yang kuat yang berkuasa. Yang lemah? Cuma bisa patuh saja tidak perduli apa perintahnya
Jadi ini akan jadi tali kekang untuk Voldugur kalau mereka memutuskan menyingkirkanku. Saat itulah para raksasa akan kehilangan kendali
Dengan jumlah sebanyak ini? Aku yakin Voldugur tidak akan bertahan dalam beberapa jam. Kejam kan? Tapi inilah yang dinamakan taktik
"Baiklah sekarang kita bicarakan masalah berikutnya" Di peta aku menunjukkan pos yang kubuat
"Aku sudah membuat pos disini jadi untuk sementara kita bisa menggunakan tempat itu sebagai pusat dari perang. Lokasinya strategis dan mudah menjangkau kota sebagai medan perang nantinya"
"Bagaimana dengan monster disana? Didaerah itu terkenal akan jumlah monster yang mengerikan kan?"(Duke Galarin)
"Itu benar. Hal itulah yang selalu jadi masalah, untungnya kami sudah memasang pengaman disekitar sana jadi untuk sementara selama bukan gelombang monster tidak akan ada kesulitan berarti"
"Kota itu dekat dengan kawasan Dwargon ya?"(Pangeran ketiga) "Sayangnya itu benar. Sepertinya mereka akan menyerang kita saat perang dimulai" "2 lawan 1 kah? Melawan raksasa saja kami kewalahan bagaimana jika Dwargon ikut campur"(Duke Galarin)
"Itulah masalahnya. Menghadapi raksasa tidak sesulit itu tapi berbeda dengan Dwargon. Mereka memiliki banyak senjata yang mengerikan, jika mereka menyerang saat kita sibuk berperang keadaan bisa langsung berbalik"
"Berarti cuma bisa membagi pasukan jadi 2 ya"(Pangeran ketiga) "Kalau memang semudah itu aku tidak akan pusing"
Aku meletakkan piringan yang bersinar warna warni "Menurut informasi yang kudapat mereka menggunakan senjata yang bisa bergerak. Masalahnya seluruh bagian kulit disenjata itu seperti ini. Apa tuan Duke bisa melubanginya?"
__ADS_1
Aku menatap kearah Duke "Ini kan Mithril"(Pangeran ketiga) "Cuma logam biasa saja aku tidak perlu mengeluarkan pedangku"(Duke Galarin)
Duke Galarin mengepalkan tangannya dan Force kuning memenuhi tangannya. Dengan cepat tinju itu menghantam lempengan Mithril
Ledakan terjadi meja tidak kuat dan rubuh begitu juga tanah yang retak dan hancur. Aku, pangeran ketiga dan putra Duke Galarin menyingkir di ujung
Begitu duke Galarin selesai dia sudah didalam kawah saat kita melihat kedalam lempengan Mithril tidak penyok sama sekali
"Aku tidak percaya, kalau aku tidak bisa merusak logam itu"(Duke Galarin) Duke Galarin mencabut pedangnya dan ledakan kembali terjadi
"Seperti yang pangeran lihat Mithril tidak bisa dihancurkan dengan mudah" "Apa berarti tidak ada jalan keluarnya? Kita tidak bisa melawannya?"(Pangeran ketiga)
"Tidak begitu juga-" Duke Galarin keluar dari kawah yang dia buat membawa lempengan Mithril yang tidak rusak sama sekali
"Benda apa itu sebenarnya? Itu seperti zirah yang dipakai para raksasa"(Duke Galarin) "Yap tuan Duke benar. Ini adalah zirah yang dipakai para raksasa"
Aku mengambil lempengan itu "Baik raksasa maupun Dwarf sulit dilawan mungkin cuma aku yang bisa mengatasinya"
Aku menusukkan lempengan Mithril ini kepedangku. Suara desisan terdengar dan pedangku menembus Mithril itu
"Ka....Ka.... Viscount anda bisa menembus Mithril?"(Duke Galarin) "Benar. Masalahnya cuma aku yang bisa, bahkan di pasukanku tidak ada yang bisa melakukannya"
"Kalau begitu begini saja. Viscount bergabung dengan pasukan Duke Galarin dan bersiap menghadapi pasukan bersenjata milik Dwarf sedangkan yang lain akan menghadapi para raksasa"(Pangeran ketiga) "Apa itu tidak masalah?"
"Kalau para raksasa kami bisa menghabisinya kamu bisa membantu saja setelah menyelesaikan para Dwarf"(Duke Galarin)
"Aku tidak percaya mendengar kata-kata itu dari orang yang hampir 2 kali kehilangan seluruh pasukannya"
Duke Galarin tersentak mendengar kata-kataku. Tapi aku sendiri tahu inilah yang terbaik
Aku cuma berharap tidak ada masalah yang merepotkan nantinya
***TO BE COUNTINUE....***
__ADS_1