Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 117


__ADS_3

Kali ini aku tidak mengalah sama sekali saat rapat. Aku mengusulkan untuk memindahkan prajurit ke dalam terowongan yang aku buat


Meski masih butuh 1 bulan agar bisa dilewati seluruh pasukan dengan nyaman tapi kalau dibuat sempit dengan maksimal lebar 10 orang


1 minggu lagi selesai. Masalahnya diujung terowongan itu tambang raksasa jadi kita pasti akan langsung berhadapan dengan mereka


Karena hal itu fokus dari rencana ini adalah prajurit yang bisa bertarung. Rencanaku yang pertama melumpuhkan seluruh raksasa ditambang sebelum mulai menyerang kota raksasa


Selain itu karena keterbatasan waktunya mau tidak mau kita harus bersiap kehilangan kota ini


Baik raksasa maupun Dwarf tidak bisa dihadapi secara setengah-setengah


Jadi hampir tidak mungkin memecah pasukan apalagi di pasukan ini pasukan milikku lah yang bakal jadi perisai maupun tombak


Tidak ada pemanah dipasukan milik pangeran ketiga. Awalnya itu merupakan hal normal kalau dalam perang biasa


Tapi di perang ini pemanah adalah hal yang paling dibutuhkan. Karena hal itu pangeran meminta pasukan pemanah dalam bantuan


Hal itu jadi bencana dan membuat seluruh pasukan bantuan musnah di makan monster.


Rencana yang aku sarankan membiarkan kota itu direbut sementara kita mengambil kota yang satu ini


Setelah itu lakukan serangan 2 arah baik dari arah pos yang isinya pasukan bantuan dari Monrra dan dari arah gunung yang isinya pasukan kita


Daripada fokus mempertahankan kota dan menghadapi serangan gabungan raksasa dan Dwarf hal ini jauh lebih baik dan menguntungkan


Meski begitu ada masalah fatal yang tersisa. Rencana ini termasuk rencana nekat dengan resiko kegagalan yang tinggi


Kami jadi berlomba melawan waktu apa kita yang mendapatkan kotanya atau dwarf yang dapat kotanya dulu


Kalau kita lebih dulu rencana sebelumnya bisa terlaksana, tapi kalau dwarf yang lebih dulu. Kita yang terhimpit di dalam tambang


Karena itu perlu pasukan yang akan mengulur waktu untuk mengurus kota. Pilihanku pasukan Farel yang merupakan pemanah


Lagi-lagi hal itu membawa perpecahan, pasukan pemanah merupakan salah satu kunci dari kemenangan ini berkat panah yang bisa menghancurkan mithril


Kalau pasukan itu menjaga kota kesulitan melawan raksasa akan berlipat ganda. Akhirnya aku meminta kiriman pasukan lagi dari Monrra

__ADS_1


200 orang datang dari pos, aku sudah menyiapkan 1000 orang di pos sebenarnya untuk serangan 2 arah nantinya


100 orang merupakan pemanah mereka akan menjadi pasukan Farel sedangkan sisanya terdiri dari pasukan racun naga yang baru, pasukan formasi dan pasukan beruang


Tujuannya menghambat musuh nantinya. Setelah semuanya disetujui kami mulai menjalankan rencana


Penggalian berlangsung dengan cepat dan kami siap menyerang tambang. Setelah mengirim beberapa pengintai dan memastikannya aman kami mulai masuk kedalam tambang


Tambang yang luar biasa besar penyangganya terbuat dari Mithril bahkan dilangit-langit ada jaring yang dibuat dari Mithril


Tingginya bahkan setinggi mansion kecil


"Baik sesuai rencana. Karl pimpin pasukan racun naga, dan Sila pastikan para raksasa"


"Baiklah"(Sila) Kami mulai membangun tenda setelah memastikan tempat ini aman dan kosong.


Sampai aku merasakan force dilangit-langit. Saat aku melihat keatas cahaya redup terlihat dan itu terasa berbahaya


"SEMUANYA BUAT PERLINDUNGAN!!!" Teriakanku membuat seluruh pasukan linglung dan semuanya terlambat


"Tembak!!!"(Dwarf) Pasukan Dwarf terlihat diujung jalan. Tadinya tidak ada seorangpun disana


Pasukan itu berjumlah 20 atau 30 mereka memegang tabung panjang yang menembakkan force khusus


Aku langsung membuat dinding tanah yang menghalangi serangan itu. Kemana Sila dan Karl? Jangan bilang mereka tertangkap


Puluhan ledakan terjadi bersamaan "Mundur!! Kembali ke terowongan! Dimana pangeran?"


"Masih dikota"(Lusar) "Bagaimana dengan Sila dan Karl?"(Stain)


"Kita mundur dulu, terlalu sulit bertarung disini. Aku kesulitan menahan kedua perisainya" Kami langsung kembali kedalam terowongan


Baru masuk kedalam force dalam bentuk cahaya menghancurkan dinding tanah yang kubuat dan membuat langit-langit runtuh dan menutup lubang terowongan


"Sekarang bagaimana?"(Sirus) "Kembali!! Tidak ada jalan lain. Terowongan sudah di blokir jadi kita hanya bisa bertahan dikota"


Dengan terpaksa kami kembali ke kota untungnya pangeran dan bangsawan lain belum pergi kesana

__ADS_1


Awalnya aku ingin mengambil alih tambang dulu sebelum membiarkan mereka datang "Panglima"(Prajurit gagak) aku melihat prajurit yang memanggilku


Dia salah satu prajurit yang mengikuti Sila kan


"Dimana Sila?" "Kami sempat mengalami masalah. Terjadi penyerangan oleh para Dwarf didalam tambang, mereka menggunakan alat khusus yang bisa mendeteksi Force karena itu mereka bisa menemukan kami"(Prajurit gagak)


"Bukanya itu jadi masalah?"(Stain) "Jadi itu alasan mereka menemukan kita. Jebakan tadi pasti dipasang dari lama"(Lusar)


"Sepertinya mereka cuma menunggu kita saja, sayangnya mereka tidak bisa menangkap kita kan?"(Sirus) "Bagaimana keadaan Sila?"


"Aku beruntung bisa kembali, tapi yang lain terpencar didalam tambang. Untungnya kami masih saling terhubung"(Prajurit gagak)


"Terus bagaimana? Kita kembali atau menyelamatkan prajurit yang tertahan disana?"(Lusar)


"Tidak ada persediaan kan di pasukan itu? Kalau kita meninggalkan mereka. Mereka bisa saja akan mati"(Sirus) "Tapi bagaimana caranya menolong? Terowongan sudah runtuh, meski kita bisa menggali lagi. Dwarf akan menunggu diujung terowongan"(Stain)


"Apa ada pesan dari Sila? Kami akan mencoba sebisa mungkin membantu" "Kapten berencana mengambil peta tambang dari para Dwarf. Hanya ada satu pesan dari Kapten, kalau setelah 3 hari pasukan tidak kembali bisa dinyatakan gugur"(Prajurit gagak)


"Baiklah aku mengerti. Kita punya 3 hari, buat terowongan lain kita akan mencoba menyelamatkan mereka"


Kami tidak jadi kembali, secepat mungkin kita harus membuat terowongan lain. Tapi tidak ada hal yang baik terjadi


Prajurit dari pangeran masuk kedalam gua. Dan bertanya kapan akan berangkat, pasukan Farel sudah berjuang menahan pasukan Dwarf


"Sekarang bagaimana?"(Sirus) "Lanjut menggali"(Lusar) "Ini membuatku sakit kepala. Sirus bawa pasukanmu dan para pemanah untuk membantu. Karena rencana pertama gagal kita harus mengamankan kota dulu. Lusar pimpin yang lain untuk lanjut menggali. Gunakan Force pastikan selesai sebelum 3 hari"


"Aku mengerti"(Lusar) Aku mengikuti prajurit kembali diikuti Sirus dan pasukan pemanah. Suara ledakan terdengar tanpa henti semakin mendekati ujung terowongan


Di luar sana sudah berubah jadi medan perang. Farel memanah dan berteriak tanpa henti. Dari sini terlihat laba-laba Mithril yang keluar dari jurang


Bahkan yang raksasa ada 4. Ratusan laba-laba Mithril yang menyerang dinding dan pemanah yang terus menembakkan panahnya


Pasukan pangeran ketiga sudah bersiap di depan terowongan "Viscount. Apa kita bisa masuk sekarang?"(Pangeran ketiga) Aku menatap kearah pangeran ketiga dan menggelengkan kepala


"Rencana gagal. Seluruh tambang sudah diambil alih dwarf" Bersamaan dengan pemberitahuan dariku hilang sudah cahaya terakhir dari wajah mereka


***TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2