
Meski enggan mereka terpaksa patuh, penindasan menggunakan kekayaan dan gelar? Menyedihkan.
Tapi jika begini aku akan kesulitan juga saat harus menemui raja. Sepertinya aku harus mengirim benda itu lebih cepat daripada yang aku pikirkan.
Untuk sekarang wanita itu dulu. Aku pergi keruang tahanan yang hanya ada satu sel disana.
Yang bahkan tidak seperti sel penjara, selain jeruji besi yang memang udah ada. Didalam sel itu ada ranjang yang nyaman, kursi dan meja bahkan kamar kecil
"Ohh.. Panglima sudah datang"(Laria) "Panglima. Dia daritadi hanya diam saja"(Lusar)
"Begitu ya" "Apakah anda akan menginterogasinya? Menyiksanya? Agar buka mulut?"(Laria)
"Tidak untuk apa aku butuh hal seperti itu"
Aku membuka pintu sel, masuk dan duduk dikursi
Menatap dia yang duduk di ranjang "Apa maumu?"(Mantan panglima) "Tidak ada"
"Hah?! Dengar ya, aku tidak perduli apa kamu mau menyiksaku, meracuniku, mengutukku, bahkan sampai memperkosaku aku tidak-"(Mantan Panglima)
"Siapa namamu?" "Hah? Itu pertanyaanmu?"(Mantan Panglima) "Ya, aku bertanya siapa namamu?"
"Apa pentingnya namaku?"(Mantan Panglima)
"Kamu tidak mau kan dipanggil mantan panglima? Budak perang? Apa Orang Rodigur?"
Dia membuang wajahnya kearah lain "Mia.. Mia Liberta"(Mia) "Mia ya. Nama yang cantik"
Aku dan dia sama-sama diam saja selama beberapa waktu.
"Udah itu saja? Tidak ada pertanyaan tentang Rodigur? Medan disana? Keadaan disana? Militer? Senjata sihir?"(Mia)
"Tidak. Lagipula itu semua bukan urusanku"
"Hei.. Jangan bilang ini cara Voldugur menginterogasi?"(Mia)
Mia bertanya kearah Laria yang setelah kuperhatikan sama bingungnya seperti Mia
"Seperti kataku tadi. Mau itu Rodigur, militernya, bahkan senjata sihir yang kamu pakai dan sejarahnya aku tidak perduli"
Mia membuka mulutnya lebar-lebar. Ya siapa yang tidak terkejut jika aku mengatakan hal itu.
Lagipula memang dari awal aku tidak begitu perduli juga sih dengan Rodigur itu
"Dengar ya, aku dari awal tidak perduli dengan perang ini. Aku perang karena nyawaku terancam hanya itu saja. Tapi aku tertarik dengan...mu?"
__ADS_1
Aku menatap Mia dengan wajah bingung melihat dia menutupi dadanya dengan lenganya sambil menjauh dariku
"Ternyata kamu semesum itu. Berikan tombakku aku akan membunuhnya!"(Mia)
"Apa yang...?!" Batang tombak yang diselimuti es ada disamping kepalaku.
Saat aku menoleh kebelakang terlihat Laria yang berusaha memberikan tombak itu
"Kalian?!!!" Aku mengambil tombak itu dan melemparnya keluar.
Laria menunduk menghindari tombak itu
"Apa yang kalian lakukan hah? Memberontak?"
"Habis... Aku agak takut dengan orang bangsawan mesum"(Laria)
"Sudah kubilang aku tidak berniat melakukan hal kotor seperti itu. Aku cuma tertarik dengan kekuatannya saja"
"Jadi itu maumu. Tapi aku ini masih orang Rodigur dan aku tidak mau mengkhianati mereka"(Mia)
"Tidak perlu dipikirkan sekarang. Masih banyak waktu. Luangkan waktumu untuk bepikir, tenang saja aku tidak akan melakukan apapun padamu"
Aku keluar dari penjara dan menatap mereka berdua "Kalian jaga dan perlakukan dia dengan baik. Dan kamu Laria, jangan memberikan tombaknya jika kamu tidak mau kupukul" "Ahh.. Baik"(Laria)
Baru saja kembali sudah ada laporan tidak enak tentang pasukan menyebalkan itu. Mereka membuat kegaduhan tentang betapa rendahnya prajuritku.
Mereka bahkan memulai petarungan dan akhirnya aku disini lagi dengan keempat bangsawan itu
"Kalian kalau tidak membantu bisa tidak membuat keributan?" "Maafkan kami itu semua adalah perilaku prajurit yang sudah semangat dalam perang tapi tidak dapat bagian"(Harlie)
"Terus? Mau kalian aku maju menyerang Rodigur begitu?" "Paling tidak berikan perlakuan yang setara untuk pasukan kami"(James)
"Memberikan perlakuan yang setara dengan orang yang tidak berkontribusi sama saja menghina pasukanku"
"Andakan juga tahu kami ini pasukan bantuan yang membantu anda"(Dorlin) "Hanya saja kalian datang saat tidak kumintai bantuan dan yang kedua saat perang sudah selesai. Sudah bagus aku tidak menggunakan kebijakan militer untuk hal ini"
Kebijakan militer jika hal ini kugunakan hukuman yang mereka dapat adalah terusir dengan tidak hormat tanpa persediaan.
Hukuman ini diberikan kepada prajurit dan pemimpin pasukan yang tidak mengikuti perang karena alasan.
Sering disebut hukuman untuk pengecut. Masalahnya jika semua pasukan ini kuhukum seperti ini Duke Racantry pasti akan bertindak.
Bukan tidak mungkin jika Duke itu akan menggelar sidang bangsawan. Untuk aku yang belum mendapat gelar ataupun baru mendapat gelar itu bisa sangat merusak reputasiku
Meski tidak sampai membuat gelarku dicabut. Tapi hal itu akan membuat para pedagang memilih tidak ikut campur.
__ADS_1
Jika begitu asosiasi dagang yang kubuat secara tersembunyi akan ketahuan juga
"Aku mengerti jika anda merasa kesal karena keterlambatan kami dan tidak berpatisipasi akan perang sebelumnya. Tapi tolong dimengerti kami sudah bersiap dan menempuh perjalan berbulan-bulan kesini sebagai bantuan paling tidak berikan sedikit saja kebaikan anda"(Elios)
"Baiklah, lagipula memperlakukan tamu adalah kewajiban tuan rumah. Sirus"
"Ada apa Panglima?"(Sirus)
"Katakan pada Sani lakukan rencana tiga. Dan siapkan 200 orang prajurit untuk menyelesaikannya" "Maaf tapi apa itu rencana 3?"(Sirus)
"Itu rahasia nanti kamu juga akan tahu. Nah untuk sekarang, data semua pasukan kalian dan tunggu kabar lebih lanjut dari saya"
"Terima kasih atas kemurahan hati panglima"(Elios) Mereka berdiri dan pergi
Sepertinya mereka berusaha merusak reputasiku dengan rumor kalau aku tidak memperlakukan bantuan dengan baik.
Hal ini bisa merusak moral dan citra seluruh pasukanku. Bisa jadi malah seluruh bangsawan didekat sini akan menolak membantuku.
Itu adalah hal yang merepotkan. Suara ketukan pintu terdengar "Masuk"
"Permisi. Ohh... Ternyata mereka sudah pergi"(Sani)
Sani langsung duduk dengan tidak sopan dikursi. Bahkan kedua kakinya diletakkan di kursi sebelah dan dia memiringkan tubuhnya menghadapku
"Kamu serius ingin membangun itu sekarang?"(Sani) "Tadinya setelah aku mendapat gelar. Paling tidak untuk mencegah pemberontakan. Tapi bangsawan itu mengacaukan segalanya"
"Membangun Asrama dan barak sederhana menghabiskan biaya 30 Ero itu bukan uang yang sedikit"(Sani) "Aku tahu. Lagipula nanti tempat itu juga akan dipakai untuk semua prajurit dari tahanan perang"
Rencanaku membuat semua prajurit musuh yang menyerah akan menjadi milikku dengan hal ini.
Semua yang masuk ke asrama dan barak itu akan diseleksi. Yang tidak menguasai Force akan disebut War slave
Yang memiliki Force akan disebut Wall soldier
Keduanya memiliki peran yang sama saat perang tapi memiliki perlakuan yang berbeda saat masa damai.
War slave akan memiliki jadwal ketat untuk pelatihan dan pembelajaran selama masa damai
Sedangkan Wall soldier akan mengurus semua hal yang berkaitan dengan otot.
Meski terdengar kejam tapi inilah perlakuan yang tepat untuk tahanan perang.
Aku harap rencanaku nanti bisa berjalan lancar.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1