
Aku ditatap seluruh ruangan sidang yang langsung membuatku gugup
"Viscount Monrra, maaf membuatmu datang karena bagaimanapun kamu terlibat disini. Katakan apa pendapatmu"(Raja)
"Terima kasih atas kemurahannya baginda. Menurut hamba hukuman pembasmian itu terlalu berat"
"Jadi maksudmu kamu keberatan atas hukuman dari ayahanda?"(Putra mahkota)
"Jadi kamu keberatan Viscount?"(Raja)
"Bukan begitu yang mulia. Menurut hamba Marquess Marband tetap harus dihukum tapi pembasmian itu terlalu berat. Karena keluarga beliau tidak mengetahui hal ini apalagi terlibat"
"Jadi maksud kamu, cukup Marquess saja yang dieksekusi tapi keluarganya tidak?"(Raja)
"Itu maksud hamba baginda" "Tidak mungkin. Bagaimanapun ini adalah pengkhianatan, jika hukuman ini diringankan akan lebih banyak bangsawan yang berkhianat nantinya"(Putra mahkota)
"Begitukah? Jadi Viscount Monrra katakan apa pencegahanannya?"(Raja) "Hamba tahu kalau ini bisa jadi celah pada pemerintahan baginda. Tapi Marquess Marband sudah berjasa dalam perang, memang itu tidak cukup untuk mengampuninya karena berkhianat. Tapi untuk mengampuni seluruh keluarganya pasti lebih dari cukup. Apalagi ini juga akan menunjukkan kemurahan hati baginda"
"Masuk akal. Kalau seorang yang berjasa saja tidak mendapat kemudahan seperti ini, siapa yang mau membuat jasa untuk kerajaan nantinya. Baiklah sudah kuputuskan untuk Marquess Marband karena telah mencoba membunuh pangeran hukuman yang harusnya kamu terima adalah hukuman pembasmian. Tapi mengingat jasamu saat perang aku akan mengubah jadi hukuman mati secara tertutup, dan untuk daerah Marband akan memasuki masa percobaan selama 3 tahun selama masa itu pajak yang harus dibayar ditingkatkan jadi 20% Apa kamu keberatan?"(Raja)
"Terima kasih atas kemurahan hati baginda"(Marquess) "Baguslah kalau kamu menerimanya. Sidang selesai kalian semua bisa bubar"(Raja)
Kami berdiri dan dengan tertib keluar dari ruang sidang. Aku diajak Baron Terius dan Roland untuk berbincang.
Kami membicarakan banyak hal terutama tentang faksi netral. Faksi ini merupakan faksi yang paling dibenci oleh faksi putra mahkota.
Bangsawan kerajaan Voldigur dipecah jadi 3
Faksi raja yang sekarang mendukung putra mahkota, Faksi militer yang sekarang mendukung pangeran ketiga dan faksi netral.
Faksi Putra mahkota diketuai oleh Duke Rucantry semua bangsawan ini mengendalikan politik dan ekonomi seluruh negara
Faksi militer di ketuai Duke Crambell awalnya mereka tidak tertarik dengan perebutan tahta dan hanya fokus pada pertahanan seluruh kerajaan.
Tapi mereka berubah pikiran saat menilai putra mahkota berpotensi jadi tiran di kerajaan karena itu mereka mendukung pangeran ketiga yang lebih merakyat.
__ADS_1
Dan yang terakhir faksi netral tidak ada ketuanya, kegiatanya dan kemampuannya. Karena dinilai sebagai faksi yang tidak perduli pada jalannya kerajaan.
Meski begitu faksi inilah yang paling kuat. Karena ada 2 duke yang ada disini Duke Galarin dan Duke Vrambell
Setengah lebih dari bangsawan ibukota bergabung dengan faksi netral. Karena hal ini raja benci sekali dengan faksi netral.
Bisa dibilang tidak ada keuntungan jadi faksi netral daripada faksi pangeran dan putra mahkota.
Hanya ada kerugian saja seperti dilarang mengikuti acara bangsawan yang digelar raja, dilarang mengikuti sidang kerajaan, wajib membayar pajak 15% dari pendapatan kotor wilayah, dan wajib mengikuti perintah raja 1 tahun sekali tidak perduli dalam keadaan apapun.
Itu berat sekali. Aku tidak tahu sampai separah itu, apalagi sanksi yang diterima para faksi netral itu akan lebih berat daripada kedua faksi lainnya jika terbukti ada kesalahan
Sampai bisa mencabut hak atas wilayah jika ketahuan menyelundupkan barang milik kerajaan.
Untungnya raja tidak tahu soal cacing tambang, jika tidak wilayahku sudah lama diambil.
Pajak 15% itu juga keterlaluan. Penghasilan Monrra perbulan itu sekitar 2 Sero atau 200 Ero bisa juga dianggap 2000 Kero
15% nya itu sekitar 300 Kero dan ini baru pajaknya saja. Belum ditambah biaya yang dibutuhkan untuk wilayah itu sendiri.
Jumlah ini terlalu sulit ditanggung untuk mereka bangsawan kecil ataupun yang baru
Kebanyakan bangsawan Viscount kebawah itu penghasilannya 1,5 Sero kebawah.
Hampir mustahil bertahan terhadap pajak sebanyak itu, apalagi dengan adanya perintah untuk patuh secara mutlak meski 1 tahun sekali. Tapi tidak perduli dalam keadaan apapun yang jadi masalah.
Setelah berpisah aku memutuskan untuk kembali ke Monrra. Hanya saja saat mendekati gerbang seorang prajurit menghampiriku
"Permisi tuan. Baginda memanggil tuan Viscount"(Prajurit) "Baiklah, antar aku kesana"
"Mari ikuti hamba tuan"(Prajurit)
Aku mengikuti prajurit itu menuju taman istana. Tidak lama kemudian aku sampai ditaman istana melihat raja sedang duduk sambil minum teh
"Viscount Monrra memberi hormat pada yang mulia" Raja menatap kearahku "Silahkan duduk Viscount"(Raja) "Terima kasih yang mulia"
__ADS_1
Aku duduk diseberang raja "Apa kamu memutuskan untuk mendukung pangeran ketiga Viscount?"(Raja)
"Hamba memutuskan untuk tetap netral yang mulia" "Begitukah. Sepertinya kamu sudah tahu peraturan untuk faksi netral kan?"(Raja)
"Hamba sudah mengetahuinya yang mulia"
"Berarti kamu harus siap jika aku memerintahkanmu kan? Mengingat aku belum memberikan perintah kepadamu"(Raja)
Ternyata raja ini licik juga. Pertarungan Termonn dianggap sebagai inisiatif dariku daripada perintahnya.
Karena itu aku juga tidak begitu banyak dapat jasa "Jika itu perintah yang mulia. Hamba akan menjalankannya"
"Bagus. Apa kamu tahu Vicount, sebagai raja dan ayah aku ingin anakku lebih sukses daripada aku. Tapi tidak bisa ada lebih dari satu raja kan? Untuk mencegah perang saudara kira-kira apa yang harus dilakukan?"(Raja)
Pertanyaan menjebak kah? Jujur saja aku tidak tahu bagaimana menjawabnya "Maafkan kekurangan ilmu hamba yang mulia"
"Caranya mudah. Berikan satu kerajaan lagi saja untuk diperintah"(Raja) Perang!! Raja ingin mengekspansi wilayahnya.
Ambisi raja ini terlalu besar "Apalagi aku punya mimpi untuk menaklukan seluruh benua ini dan jadi penguasanya. Mungkin kamu sudah tahu kerajaan Riskur dan Rolegur sudah setuju. Aku ingin kamu meluaskan wilayah dan menaklukan seluruh dataran bagian timur"(Raja)
"Yang mulia, ini tugas yang berat. Dwargon dan Stor merupakan kerajaan yang tangguh belum lagi kerajaan yang lainnya. Hamba merasa kalau kekuatan hamba tidak cukup untuk ini"
"Kamu tidak perlu terbebani, aku yakin kamu sanggup paling tidak kerajaan Stor terlebih dulu"(Raja)
Ya, lupakan raja berambisi, Raja gila lebih cocok. Stor itu kerajaan yang dipenuhi raksasa apalagi mereka kerja sama dengan Dwargon seluruh senjata mereka terbuat dari Mithril.
Apalagi Force sulit melukai mereka. Aku percaya diri jika cuma 1 tapi jika ada belasan, puluhan, ratusan, ribuan? Aku saja pasti mati Bagaimana bisa menaklukan mereka?
"Hamba merasa tidak yakin untuk hal ini, apalagi sekarang Rodigur dipenuhi monster"
"Benar juga. Kalau begitu kamu urus saja daerah Rodigur dulu, bersihkan semua monster disana. Dan sekalian urus wilayah itu sementara"(Raja)
"Jika itu keinginan yang mulia. Akan hamba laksanakan, hamba undur diri dulu" Aku pergi dari taman itu
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1