Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 113


__ADS_3

Aku memberikan 2 surat pada Sila "Bisa kan?"


"Harusnya bisa dalam sehari sampai"(Sila)


"Lama juga ya" "Balasannya. Balasannya sampai dalam sehari masih kurang cepat? Itu sudah 10X lebih cepat daripada kurir dari istana"(Sila)


"Iya aku tahu. Aku merasa bakal ada masalah dengan senjata sihir yang diberikan Dwarf beritahu semua prajurit jangan ada yang memakai senjata itu meski harus mati"


"Segitunya?"(Sila) "Ya. Mereka itu benci sama orang yang sombong meski mereka tidak kalah sombongnya. Aku tidak mau ada masalah sedikitpun" "Aku mengerti"(Sila)


Sila memberikan surat itu kepada prajurit gagak dan dia menghilang "Berapa lama lagi kita bakal disini? Tumpukan daging sudah sangat banyak di gudang. Aku yakin itu bisa buat makan sebulan penuh untuk seluruh pasukan"


"Entahlah, menurut prajurit gagak pangeran ketiga menunggu instruksi lebih lanjut dari istana"(Sila)


"Sudah berapa lama surat dikirim?" "2 hari"(Sila)


"Perkiraan sampai?" "1 bulan... Mungkin"(Sila)


"Kalau tidak mati pengantar pesannya, kalau dia mati bagaimana?"


"Langsung dikirim surat baru meski harus nunggu sebulan lagi"(Sila) "Harusnya aku saja yang menawarkan pengiriman surat itu"


"Lebih baik jangan. Kita sudah terlalu unggul dalam militer kalau mereka tahu kita juga unggul dari bidang informasi. Tamat sudah"(Sila)


"Menyebalkan. Apa kamu sudah pastikan soal hal itu?" "Kalau tentang pangeran dan Duke. Mereka tidak akan menyerang kita selama kita tidak mulai. Sedangkan putra mahkota..."(Sila)


"Kenapa?" "Bisa dibilang mereka berulah lagi. Pasukan gabungan dari pihak putra mahkota berkeliaran di Sriek Plains sepertinya mereka mencari terowongan Dwarf"(Sila)


"Tidak perlu khawatir. Hanya ada beberapa terowongan Dwarf itu saja sulit ditemukan kecuali ada pengkhianat hampir tidak mungkin menemukan mereka"


"Masalahnya putra mahkota sudah bicara dengan raja soal kemungkinan kita menyelundupkan sesuatu dari luar dan meminta melakukan inpeksi lain kepada Monrra"(Sila)

__ADS_1


"Tidak berguna sekali dia ya. Apa cuma itu cara yang dipikirkannya?" "Kayaknya memang begitu"(Sila) "Apa tanggapan raja?" "Tentu saja raja menolaknya. Sepertinya raja masih khawatir soal kemampuan kita ini"(Sila) "Baguslah kalau begitu. Beritahu yang lain kita adakan rapat"


"Baik"(Sila) Sila keluar dari tenda beberapa menit kemudian Sila kembali dengan yang lain "Ok rapat kali ini bertujuan mempercepat perang ini"


"Apa bisa?"(Sirus) "Selama kita masih dibawah komando pangeran sepertinya bakal sulit"(Stain)


"Bisa. Kita tunggu peralatan tambahan yang dibawa dari Monrra dulu, setelah itu kita kirimkan keadaan disini langsung ketangan raja"


"Apa berarti melewati surat pangeran?"(Sila) "Ya. Itu rencanaku, mungkin kita sudah bisa menggunakan elang itu"


"Elang? Yang mana?"(Sirus) "Jangan bilang. Bolt Eagle?"(Lusar) "Ya. Yang itu, semua itu sudah dikirim kan ke Monrra sebelumnya"


"Apa tidak terlalu cepat? Baru 2 minggu loh itu sampai ke gunung"(Farel) "Aku punya keyakinan terhadap pasukanku"


Waktu saat kami membangun pos di persimpangan 3 minggu lalu. Pasukan gagak menemukan sarang Bolt Eagle, saat itu kami bergegas menangkap mereka


Tentu saja pertarungan itu sulit tapi akhirnya kami berhasil mengamankan 4 pasang Bolt Eagle


dan mereka kami kirim ke Monrra


Dwarsen membuat 2 elang jantan naik tingkat dan membunuh satu diantara mereka. Nah alat itu berguna membuat penangkaran disana meski mereka tidak dikurung mereka tidak pergi sama sekali


Apalagi Bolt Eagle yang memiliki inti itu jarang. Karena ulah Onyx eagle yang memperbudak semua elang disana


Harusnya sih para penunggang sudah akrab dengan monster elang itu dan bisa mulai menjalankan misi


Aku tidak berencana mengirim Bolt Eagle ke istana. Aku cuma mau mengirim Bolt Eagle untuk mengantar pesanku ke desa raksasa pertama yang kita jadikan pos awal


Meski masih terhitung lambat, tapi dari jarak itu sampainya surat ke tangan raja akan jauh lebih cepat


Apalagi Bolt Eagle itu sangat cepat. Dia bisa menempuh jarak 1 bulan hanya dalam 1 hari apalagi mengingat kalau dia itu monster terbang

__ADS_1


"Setelah itu? Meski tujuannya mengakhiri perang, kita harus tetap membunuh raja kan? Meski tersisa 3 kota yang menempati garis lurus itu perbatasan langsung dengan kota wilayah Dwargon"(Sila)


"Melawan Dwargon dan Raksasa bersamaan adalah hal yang buruk. Bukan cuma akan menimbulkan banyak korban jiwa, mereka itu lebih licik daripada raksasa"(Lusar)


"Aku mengerti soal itu, karena itu aku butuh alat itu dari Monrra" "Alat apa?"(Sila) "Berapa banyak sih rahasia yang terkubur di Monrra?"(Sirus)


"Cukup banyak sampai bisa membuatmu bingung kenapa kita tidak merdeka saja. Yang kubutuhkan pertama senjata sihir untuk kalian, dan yang kedua penghancur Mithril"


"Penghancur Mithril?"(Farel) "Ya itu berguna untuk menghancurkan lapisan mithril pada senjata bergerak milik Dwarf. Senjata itu sudah lama dibuat saat tahu kita akan melawan Stor secara langsung"


"Apa Mithril memang sekeras itu?"(Stain) "Bukanya kamu sudah liat bagaimana kerasnya?"(Sila)


"Memang sekeras itu. Aku sendiri tidak bisa merusak Mithril tanpa senjata dari Mithril juga. Tapi kalian jangan sekalipun berpikir bisa merusak Mithril saat mendapat senjata Mithril. Itu saranku"


"Apa senjata penghancur Mithril itu juga akan dibagikan dengan pasukan lain?"(Lusar) "Tidak aku tidak ingin mereka tahu soal itu"


"Kenapa? Bukanya bagus kalau banyak yang memakainya?"(Stain) "Mudah, agar tidak ada yang mengambil itu dan mempelajarinya. Bagaimanapun itu merupakan teknologi milik Dwarf. Kalau bocor aku tidak yakin bakal bagaimana nantinya"


"Sekarang bagaimana cara menyerangnya? Apa menunggu surat balasan dari raja datang? Atau mendahulukan itu?"(Farel)


"Yang manapun akan membuat masalah"(Sila) "Sayangnya itu benar. Kalau kita mendahuluinya bakal dianggap melanggar perintah dan kekuasaan. Kalau menunggu balasan dari raja, pasti kita lebih dulu dapat balasannya sedangkan pangeran belum mendapat balasan kan?"(Lusar)


"Aku tidak meminta intruksi lebih lanjut pada raja, aku cuma mengirim kondisi terkini pada raja. Jadi raja bisa mengirim balasan sebelum surat pangeran datang. Jadi raja bisa menyampaikan dekrit lewat pengantar pesan pangeran"


"Kalau pengantar pesan pangeran mati bagaimana?"(Stain) "Terpaksa pasukan tercepat kita yang akan mengantarnya. Aku yakin kalau sebatas itu pangeran masih bisa menerimanya"


"Apa tidak ada masalah dengan penyerangan kotanya? Menurutku, ketiga kota yang tersisa ini bakal sulit sih"(Sila)


3 kota raksasa memang berada di satu garis lurus, masalahnya medannya yang sulit. Yang pertama adalah jalan sempit antar gunung, kedua merupakan jembatan Mithril dan terakhir tepinya merupakan jurang


Yang pertama menguntungkan, masalahnya yang kedua dan ketiga. Belum lagi ditambah serangan dari Dwarf yang pasti bisa mengambil keuntungan mengingat kehebatan senjata milik mereka.

__ADS_1


Ini memusingkan


***TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2