Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 61


__ADS_3

Aku tidak takut sedikitpun sih melawan mereka. Hanya saja membunuh mereka didepan kota itu akan membawa dampak buruk bagi warga yang mau kubawa.


"Berpencar. Dan usahakan untuk tidak membunuh siapapun" "Baik!!!"(Semua prajurit)


30 orang di pasukanku mengangkat busurnya


Dan menembakkan panah. Aku mengetahui jenis panah itu dan sedikit terkejut atas inisiatif mereka


"Glacies" Aura merah membentuk rune dan semua panah itu berubah jadi kabut es yang membekukan pasukan musuh.


4 panah yanh diselimuti petir terlihat muncul dari belakang pasukan musuh. Aku mengangkat pedang angin.


"Turbo" Dengan ayunanku tornado merah terbentuk. Hal mengejutkan terjadi panah itu menembus tornado dan mengarah kearahku.


Aku mundur menghindari panah itu. Lagi-lagi hal aneh terjadi. Semua panah itu memantul saat mencapai tanah dan mengarah kearahku.


"Menyebalkan" Aku menarik pedang petir dan menahan panah itu. Ledakan petir terjadi ke sekitar membuatku terdorong mundur


"Senjata sihir dan panah Mithril" Meski bisa membuang semua panah yang mengarah kearahku.


Tanganku tetap merasa sakit saat menangkis panah itu. Pasukan disana yang tidak membeku mulai bergerak


Pasukanku juga mulai bergerak "TERRA!!!"(Sebagian pasukanku) Dinding tanah beragam warna muncul menghalangi bagian depan


Berkat dinding itu mengulur waktu aku bisa memikirkan sesuatu "Mundus" Tapi dinding itu tidak bertahan lama.


5 panah menghancurkan dinding itu dan melesat kearahku. Aku mengayunkan pedangku


"Tonitribus" Ratusan petir merah menyambar kelima panah itu. Meski begitu panah itu tidak melambat sama sekali.


Aku kembali menahan panah itu dan terpental kebelakang. Setelah mendarat aku mengayunkan pedangku ketanah.


Ledakan terjadi, tanah jadi merah dan runtuh kebawah. Dengan cepat tanah runtuh meluas dan membuat para prajurit musuh yang tidak sempat bersiap ikut jatuh kebawah.


Itu dengan cepat meluas memaksa prajurit musuh kembali ke kota, menyisakan satu orang dengan busurnya


Aku berjalan kearahnya dan kita saling bertatapan dipisahkan jurang merah yang aku buat.


Sebenarnya jurang ini tidak dalam, mungkin hanya 1 meter dan dibagian bawah ada pasir merah.


Jadi harusnya para prajurit musuh tidak ada yang terbunuh saat jatuh kebawah. Meski aku tidak yakin, apa mereka akan terluka


"Kalian pasukan Rodigur kan? Kenapa kalian berkhianat? Apa kurang atas apa yang diberikan kerajaan pada kalian?"(Pria)


Semua pasukanku terdiam dan menunduk "Aku tidak tahu kamu siapa? Tapi apa urusannya pasukan ku dengan Rodigur? Mereka ini rampasan perangku"

__ADS_1


Pria itu menatap kearahku "Jadi kamu ya? Orang yang menghancurkan Monrra dan Termonn serta membunuh 4 jenderal kami"(Pria)


"Sekarang akan jadi 5. Jika kamu mau menyerah, akan aku pertimbangkan untuk membiarkan kamu tetap hidup"


"Untuk apa hidup jika jadi pengkhianat? Mati"(Pria) Dengan mudahnya dia menarik 5 panah dan menembakkanya kearahku.


Flows memenuhi panah itu dan membuat bayangan panah itu seolah-olah ada banyak. Ditambah petir yang menyelimuti setiap panah hingga membentuk jaring petir raksasa


Aku menunjuk dia dengan pedang petirku "Fulgur" Petir besar keluar dari pedangku melesat kearah pria itu melewati setiap panah.


Dengan mudahnya dia menghindari petir itu dan melompat mundur. Petir ku menancap di dinding kota dan ratusan petir lain keluar dari kanan kirinya


Mengenai semua panah yang mengarah kearahku dan membuat semua panah itu terpental.


Melihat dia terkejut aku berlari kearahnya. Batu merah muncul dari dalam jurang membentuk jalanku kearah dia


Melihatku dia langsung menarik panah, tapi aku melesat dan langsung muncul didepan wajahnya.


Pedang ku langsung mengayun kearahnya. Dia menahan pedangku dengan busurnya, tapi pedang keduaku langsung mengayun kearahnya.


Dia mengeluarkan panah dan berusaha mendorongku. Panah dia bertabrakan dengan pedangku.


Panah sekecil itu sanggup menahan pedangku yang cukup berat. Memang luar biasa.


Busur yang dipegang mengeluarkan percikan petir kearahku. Aku bertahan dengan pedang sambil terdorong mundur


3 panah mengenai pedangku membuatku terpental. Disusul 5 panah lain yang menyerangku dari segala sisi bahkan termasuk atas.


"Turbo" Tornado merah raksasa terbentuk dengan aku berada ditengahnya. Aku memutar pedangku membuat tornado ini menyatu dengan pedangku.


Panah-panah itu terpental entah kemana, dengan pedang yang diselimuti tornado raksasa. Aku menebas kearah dia


Dia membidik keatas dan panahnya menembus tornadoku, menghancurkannya seketika.


Panah itu menukik turun kearahku. Tetapi...


Tanah membentuk dinding, setelah panah itu berusaha menembus tanah.


Dinding lain muncul dari bawah panah membuat panah itu terpental "Mundus"


Tanah berubah jadi ombak yang menerjang kearah dia.


Tiba-tiba ombak tanah itu terbelah dua dan sekejap kilat menghantam pedangku membuatku terpental.


Dengan sekuat tenaga aku membuang panah itu. Hanya untuk melihat 3 panah lagi yang melesat kearahku

__ADS_1


"Fulgur. Ventum" Aku maju kedepan dan menghindari panah itu dengan cepat.


Semua yang ada dihadapanku bergerak dengan lambat.


Aku sampai kearahnya bersamaan dengan ujung panah yang terlihat membidik kearahku.


Panah di lepaskan dan langsung menghantam pedangku. Sementara ketiga panah itu sudah berbelok kearahku.


Aku terbawa panah itu kearah ketiga panah yang dipunggungku. Aku menarik pedang ku.


"Jangan bercanda!!!" Aku memukul panah didepanku ketanah dan membuat ledakan.


Aku berbalik dan melihat ketiga panah yang sudah dekat.


Aku menebas ketiga panah itu sekaligus dan membuat ledakan. Ketiga panah itu terpental ke segala arah.


5 panah lain melesat kearahku. Berapa banyak panah yang dia punya? Tidak habis-habis daritadi.


Aku bergerak secepat petir kearahnya, dan menghantam busurnya dengan pedangku.


Karena dia tidak sempat bereaksi pedangku berhasil menekannya beserta busurnya sekaligus.


Dinding tanah muncul di belakangnya, dan dia terpental ke dinding itu membuat ledakan. Dinding itu runtuh dan menguburnya menyisakan kepalanya saja.


Kelima panah tadi datang dengan mudah aku menangkisnya dengan pedangku "Ini kemenanganku"


Aku berbalik, jembatan dari batu merah terbentuk ditengah-tengah jurang membuat para prajuritku bisa lewat


"Setengah dari kalian turun dan ikat mereka semua. Sisanya ikut aku" "Maaf komandan. Turunnya bagaimana?"(Prajurit)


Aku mengayunkan pedangku dan jalan menurun terbentuk "Yang lain ikuti aku"


Kami masuk kedalam kota


Beberapa prajurit yang di kota menyergap kami tanpa henti. Mesi itu semua tidak ada gunanya.


Semakin dalam kami berjalan semakin sering para prajurit menyerang, meski semuanya berakhir tertangkap.


Sampai kami tiba di kediaman penguasa kota. Puluhan prajurit menunggu di depan gerbang. Ada 4 orang yang menarik perhatianku


2 diantara mereka menggunakan perisai, satu tombak, dan satu pedang. Yang menggunakan perisai salah satunya memegang kapak


Aku menatap kearah mereka. Tanpa mengatakan apapun mereka menyerang kami dengan ganas. Perang dimulai lagi... Hadehh...


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2