Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 107


__ADS_3

Sudah seminggu setelah kami berangkat dari pos


Kota raksasa sudah terlihat didepan sana berbeda dengan desa raksasa yang lain


Kota raksasa terbuat dari besi dan baja selain itu gerbangnya bahkan terbuat dari Mithril yang lebih tinggi dari mansion dirumahku


Pasukan dibagi jadi 2 aku membawa 800 orang pergi ke arah kanan didekat jurang sisanya mempersiapkan alat perang dan mulai berpencar untuk menjebak raksasa yang ada


Perang akan dimulai saat matahari sudah tinggi mengingat sekarang masih pagi hari dan matahari baru terbit


Karl mendatangiku. Karl ini merupakan kapten sementara pasukan racun naga "Panglima semua persiapaan sudah selesai"(Karl) "Bagus Karl. Panggilkan Devan"


Devan adalah bawahan langsung Duke Galarin dia merupakan kapten dari pasukannya "Hamba menghadap panglima"(Devan)


Devan sedikit membungkuk melihatku terlihat raut wajah ketidakpuasan dari wajahnya "Jaga baik-baik prajuritmu. Medan disini sangat berbahaya dan pastikan mereka tidak bergerak sebelum pasukanku menyerang"


"Baik panglima"(Devan) Devan pergi begitu saja mengabaikanku. Aku tidak ambil pusing dengannya pasti dia berpikir aku akan mengambil jasa dengan mengalahkan pasukan Dwarf dengan pasukanku


"Karl aku percayakan badanku padamu ya"


"Hamba mengerti panglima"(Karl) Aku masuk ke tenda sederhana yang dibuat secara terburu-buru


Didalam tenda burung elangku menunggu


"Sudah lama sekali ya aku tidak memakaimu"


Burung itu meminum air yang kuberikan dan menatap mataku.


Aku melihat wajahku, untungnya masih bisa. Aku perlu latihan sedikit. Aku keluar dari tenda dengan terbang


Setelah menghabiskan beberapa waktu aku mulai terbang kearah wilayah Dwargon


'Stell Throne' Salah satu kota milik Dwargon


Aku berkeliaran di atas langit dan tidak menemukan apapun yang mencurigakan


Kota itu memiliki banyak bangunan yang lebar meski begitu sangat sepi dan tidak ada dwarf yang berkeliaran


Kalau aku mendekati kota aku bisa mendengar suara palu dipukul selain itu tidak ada suara apapun lagi

__ADS_1


Diatas dinding berjaga 2 dwarf yang sedang mengamati sekitar dengan benda aneh. Benda itu seperti tabung panjang yang diujungnya sangat besar sedangkan bagian belakangngnya merupakan kristal merah


Aku pernah diberi tahu oleh Dwarsen kristal merah itu merupakan force yang dipadatkan sayangnya salah satu keluarga bangsawan yang bisa membuatnya


Kristal itu akan mengeluarkan Force untuk berbagai macam keperluan. Alasan kenapa kristal itu ada untuk memudahkan para Dwarf untuk membuat sesuatu


Banyak sekali kegunaanya sampai hanya bisa dijelaskan dengan satu kata serba bisa


Kalau ada kristal itu semua pekerjaan yang dilakukan Dwarf akan lebih akurat, teliti dan hemat biaya


Jadi aku yakin ada sesuatu dengan alat itu. Tiba-tiba kristal bersinar dan menembakkan cahaya ke sebuah piringan logam


Aku tidak bisa membacanya tapi aku yakin itu bahasa Dwarf "Datanya berbeda dengan yang terakhir kali"(Dwarf 1) "Apa isinya?"(Dwarf 2)


"Manusia mereka sudah sampai didepan gerbang kota. Sepertinya tujuan mereka benar-benar memperbudak seluruh raksasa"(Dwarf 1)


"Beritahu kepala soal ini"(Dwarf 2)


Salah satu Dwarf mengambil bola dengan kristal merah didalamnya. Saat menyentuh bola itu kristalnya bersinar setelah itu padam


"Haruskah kita sampaikan pada kepala pertahanan?"(Dwarf 2) "Kita tunggu perintah lebih lanjut saja"(Dwarf 1)


"Apa itu tidak masalah? Sudah belasan desa raksasa dikuasai lo. Aku takutnya bakal jadi bencana nantinya. Aku tidak mau kalau harus jadi budak tambang"(Dwarf 2)


Aku membuka sayapku dan terbang. Diatas dinding banyak meriam berbagai ukuran dengan kristal merah dibelakangnya


Kemampuan dwarf yang bisa membuat kristal ini sangat hebat kalau bukan karena Dwarf merupakan kerajaan tertutup pasti kerajaan itu sudah lama menaklukan benua ini


Sepertinya berperang dengan mereka bukan hal buruk juga. Aku terbang mengitari kota dan menyadari hal lainnya


Mereka benar-benar hidup didalam tanah tidak ada apapun didalam kotanya. Bahkan tikus pun tidak ada


Saat aku kembali didepan tembok kota para dwarf berkumpul. Aku terbang mendekat


Yang menarik perhatianku Dwarf dengan zirah mithril padahal yang lainnya hanya menggunakan zirah besi campuran


"Jadi mereka menggiring para raksasa?"(Dwarf Mithril) "Dari pengawasan seperti itu"(Prajurit Dwarf) "Bagaimana dengan Full Mithril Giant?"(Dwarf Mithril)


"Tidak banyak dari mereka yang memakainya hanya 4 orang itu juga hanya sebagai penjaga. Zirah itu membuat mereka lambat"(Prajurit Dwarf)

__ADS_1


"Begitu ya. Bagaimana dengan 800 prajurit yang masih disana? Apa tujuan mereka?"(Dwarf Mithril) "Sepertinya mereka akan menyerang kota saat semua prajurit raksasa meninggalkan kota. Apalagi para raksasa membiarkan gerbang kota terbuka"(Prajurit dwarf)


"Dasar makhluk bodoh. Sepertinya harus kita yang bergerak"(Dwarf Mithril) "Apa yang akan kita pakai? Moving Castle?"(Prajurit Dwarf)


"Hanya 2000 orang cukup kerahkan 100 Cavalery spider dan buat jaga-jaga Homing Spider"(Dwarf Mithril)


Aku meninggalkan mereka dan melihat dari dinding. Dari bawah jurang terlihat beberapa laba-laba yang terbuat dari mithril


Aku terbang kebawah jurang. Dibawah jurang ada tempat terbuka yang berisi ribuan laba-laba mithril berbagai bentuk dan ukuran


Ada yang sebesar rumah, kereta kuda raksasa, kereta kuda. Bentuknya juga beragam ada yang badannya dipenuhi tabung panjang yang sepertinya senjata


Ada juga yang memiliki perisai besar didepannya. Perisai itu jauh lebih kuat dari mithril pasti itu paduan mithril sempurna yang sering dibicarakan Dwarsen


Ada ratusan kurcaci masuk secara tiba-tiba. Setiap 2 kurcaci memasuki satu laba-laba seukuran kereta kuda. Laba-laba itu kemudian bergerak


Mata laba-laba bersinar merah dan mereka mulai menaiki jurang. Baiklah saatnya pergi.


Aku kembali ke tenda dan memasuki tubuhku


"Panglima. Pasukan yang lain sudah mulai menggiring para raksasa setengah jam yang lalu"(Karl) "Aku tahu. Panggilkan Devan"


"Baik panglima"(Karl) Karl keluar dari tenda tidak menunggu lama Devan datang "Hamba-"(Devan)


"Siapkan pasukan para Dwarf bergerak. Perintahkan pasukan untuk mundur 200 meter dari jurang"


"Baik panglima"(Devan) Semua pasukan merapikan perkemahan dan mulai berbaris. Aku bediri sangat dekat dengan jurang


Aku mengeluarkan harta milikku. Great Sword buatan Dwarsen yang terbuat dari mithril. Pedang ini bernama Mithril Killer


"Infernus" Pedang langsung bersinar merah ada puluhan rune Infernus di pedang ini membuat panas dari pedang ini bisa melelehkan besi tanpa menyentuhnya


Kaki laba-laba dari mithril terlihat dan menusuk tepi jurang. Aku langsung maju menusuk kaki laba-laba itu


Pedangku melelehkan mithril dan berhasil membelah kaki itu. Membuat laba-laba yang ingin naik jatuh kebawah lagi


Bersamaan dengan itu kaki-kaki laba-laba lain mulai menusuk tepi jurang dan mulai naik


"Semuanya serang!!!" Suara teriakan terdengar diantara para pasukan dan mereka mulai menyerang

__ADS_1


Dan perang melawan Dwarf dimulai


***TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2