
Aku mengajak mereka berdua berkeliling disekitar. Semuanya yang terlihat hanya padang tandus.
Ada beberapa tenda di kejauhan yang merupakan pos persediaan "Benar-benar tandus sekali ya. Sepanjang mata memandang tidak ada tanaman yang hidup"(Lizra)
"Memang. Aku bingung bagaimana caranya membangun desa ditempat seperti ini?"
"Bagaimana dengan alat sihir?"(Lizra)
"Sepertinya mahal" "Memang. Sekitar 10 Sero untuk satu. Alat sihir yang kumaksud bisa membuat daerah sebesar 4 km subur bahkan jika beruntung bisa membuat danau buatan"(Lizra)
"Begitu ya. Kamu tahu sendiri kalau persediaan kami mulai menepis, hampir tidak mungkin untuk membeli alat sihir sekarang"
"Tidak perlu sekarang. Setelah kamu berhasil bertahan disini saja, kamu membelinya. Hasil dari menjual barang tambang bisa mencicil alat itu"(Lizra)
"Menang saja belum tentu. Masih ada 1 panglima terkuat kerajaan Rodigur. Kabar keberhasilan kamu mengambil benteng ini pasti sudah diketahui, saat itu mereka lengah nanti ratusan ribu prajurit yang akan menyerang"(Valerie)
"Jadi begitu. Setelah dia kalah harusnya sudah tidak ada ancaman lagi kan?"
"Ada. Kerajaan Stor, masih tidak jelas motif penyerangan Stror kepada Rodigur. Hanya saja jika mereka ingin menaklukan seluruh benua maka kamulah yang pertama kali menghadapi mereka"(Valerie)
Benar ya. Kerajaan Stor, aku menampung para Dwarf dan mereka memiliki mine worm penghasil mithril
Aku yakin cacing itu yang diinginkan kerajaan Stor. Sayangnya mereka tidak bisa bernegoisasi jadi mereka memilih jalan kekerasan dan perang.
Hah.. Ini benar-benar membuat kepala sakit
"Berapa lama kalian disini?" "3 hari lagi aku pergi"(Lizra) "3 Hari ya. Kamar tamu sudah disiapkan prajurit, maaf ya kalau tidak nyaman bagaimanapun ini benteng bukan istana"
"Aku mengerti ko. Apa kalian akan satu kamar?"(Lizra) "Apanya?" "Kalian kan sudah bisa dibilang tunangan"(Lizra) "Tidak terima kasih. Aku masih ingin hidup"
"Maksudmu apa? Apa aku akan memakanmu begitu?"(Valerie) "Tidak. Bukan begitu.. Tunggu dulu. Kamu benar ingin satu kamar denganku?"
"Siapa yang mau tidur denganmu!"(Valerie)
"Pake malu-malu lagi"(Lizra) "Apa sih Guru. Aku kembali kekamar dulu"(Valerie)
__ADS_1
"Ya, dia pergi. Kenapa sih dia? Rasanya agak aneh" "Mau tahu?"(Lizra) "Tidak ah. Serasa merasa akan masuk perangkap"
"Jangan begitulah. Ayo kita ngobrol berdua udah lama tidak ngobrol kan"(Lizra)
Akhirnya aku diseret Lizra kembali keruang tamu.
Setelah meminta teh pada prajurit. Prajurit serasa maid, benar-benar malang nasibnya,
kami kembali berbincang
"Tentang kemenanganmu ini membawa banyak perubahan terhadap perang melawan Rodigur"(Lizra) "Aku tahu soal itu. Yang pertama aku merebut pendapatan dan penghasilan mereka. Yang kedua aku yang terdekat dengan kerajaan itu sekarang"
"Bahkan yang mulia berencana memerintahkanmu menyerang Rodigur jika berhasil bertahan dari serangan balasan Rodigur"(Lizra)
"Sudah kuduga. Tapi sepertinya aku akan menolak ikut serta dalam perang itu, bukanya memberontak hanya saja. Bisa apa aku dengan pasukan hanya 1000 orang. Aku saja tidak yakin berapa banyak yang masih bisa hidup setelah menahan serangan dari Rodigur nanti"
"Benar. Awalnya memang mustahil tidak perduli sehebat apa penyihir, swordsman, Archer ataupun Knight tapi jika kamu itu mungkin"(Lizra)
"Maksudmu aku monster begitu" "Tidak. Kamu salah paham, orang seperti kamu disebut Disaster"(Lizra)
"Ya, itu pujian yang mengerikan" "Aku serius. Memangnya kamu pikir cuma ada keempat tipe petarung saja?"(Lizra)
Hanya saja mereka itu minoritas bahkan untuk tahu soal kemampuan mereka
"Apa kamu tahu pencetus pertama dari mereka disebut disaster?"(Lizra)
"Hah?! Kenapa bisa begitu?" "Mudah saja. Mereka adalah makhluk yang bisa melawan hukum alam. Awal dari monster adalah mereka, dengan pengetahuan itu mereka saling mewarisi dan terciptalah Swordsman pertama. Knight pertama dan seterusnya"(Lizra)
"Jadi maksudnya kalau aku bisa mewarisi kemampuanku begitu?" "Ya, dan bayangkan bisa bagaimana mereka nanti"(Lizra)
"Itu mengerikan sih. Bisa dibilang bencana juga" Satu aku saja bisa memusnahkan ribuan prajurit gimana ada 10, 100, 1000 aku bisa jadi penguasa benua ini
"Begitulah. Aku yakin raja juga melihat potensi kamu, bukan tidak mungkin kamu akan terseret ke perang tahta nanti"(Lizra)
"Ada benarnya. Tetap saja aku tidak mau ikut perang" "Ya, itu urursanmu sih. Aku yakin nanti pendukung putra mahkota dan pangeran ketiga yang akan bergerak untuk mendapat dukungan darimu"(Lizra)
__ADS_1
Persaingan tahta sudah lama jadi duel kedua pangeran itu. Mereka saling merebutkan pengikut yang akan mendukungnya naik ketahta.
Raja memiliki 4 anak, 2 sudah menikah dengan kerajaan lain itu adalah putri dan pangeran kedua.
Pangeran kedua merupakan penyihir, Putra mahkota merupakan ksatria dan pangeran ketiga adalah Swordsman.
Ketiga putra raja mengambil jalan yang berbeda dari awal. Pangeran kedua tidak tertarik dengan tahta.
Tapi sepertinya sengaja agar dibuat menikah dengan putri kerajaan lain oleh putra mahkota meski tidak jelas kebenarannya
Tapi itu adalah rumor yang tersebar soalnya kerajaan Rolegur merupakan pendukung putra mahkota.
Aku tidak mengerti akan pertarungan tahta seperti ini memikirkannya benar-benar membuat pusing
"Aku tidak akan bergerak selama bantuan tidak tiba. Menghadapi Rodigur merupakan hal yang sulit"
"Aku mengerti. Lagipula kamu sibuk setelah memenangkan perang ini, kamu akan dianugerahi gelar dan istri"(Lizra)
Kalau dipikir-pikir ada yang aneh dengan raja ya. Sepertinya pernikahan ini daripada untuk mendapatkanku malah tujuannya seperti mengincar Lizra atau semacamnya
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Aku tidak ada niat ya menikung muridku sendiri"(Lizra)
"Siapa yang mau macam-macam denganmu coba. Aku hanya berpikir sepertinya raja mengincarmu daripada aku dalam pernikahan itu"
"Itu juga perkiraanku. Entah tujuannya menjadikan Valerie atau kamu supaya aku memihak pada kerajaan"(Lizra)
"Itulah yang aneh. Kenapa raja sampai fokus pada penyihir bukanya dia bisa memerintahkan penyihir sendiri?"
"Penyihir itu orang yang sombong. Biasanya kami tidak perduli dengan orang yang tidak sebanding dengan kami. Apalagi Shcolar yang memiliki hobi meneliti sepertiku. Mereka tidak akan mau diperintah raja, dan raja sendiri takut kita berkhianat"(Lizra)
"Aku tahu alasannya" "Mungkin bagi kamu para penyihir itu biasa saja. Tapi bagi orang lain penyihir itu memiliki kekuataan mengerikan main-main dengan pernyihir bisa membawa bencana"(Lizra)
"Jadi tujuan dari raja itu" "Benar. Menggunakan hubungan kita sebagai landasan untuk membuatku bersetia pada kerajaan"(Lizra)
"Itu konyol" "Memang. Tapi raja sudah melihat potensimu, dan merasa aku sudah tidak penting lagi. Jika kamu memiliki pasukan sendiri pasti akan ditarik raja langsung jadi berhati-hatilah"(Lizra)
__ADS_1
"Baiklah aku mengerti"
**TO BE COUNTINUE....***