Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 28


__ADS_3

Dari sini gunung Monrra terlihat dengan jelas. Gunung yang dipenuhi batu terjal tapi didalamnya tersimpan ratusan mineral.


Besar dari gunung ini luar biasa, mungkin butuh waktu 3 sampai 4 hari untuk mengelilingi seluruh gunung.


Yang menakjubkan lainnya, tempat keluar terowongan itu berada disisi lain dari gunung tempat dimana dibangunnya benteng.


"Aku tidak percaya panglima bisa menemukan tempat se strategis ini"(Laria)


"Benar, menyerang darisini sepertinya cukup menguntungkan untuk kita"(Farel)


"Aku dengar dari prajurit istana jika menang diperang ini panglima bisa jadi Viscount kan?"(Lusar) "Viscount? Itu bahkan melewati 2 tingkat bangsawan"(Laria)


"Bukan cuma itu. Katanya anak dari Viscount akan dinikahkan oleh raja sendiri untuk panglima"(Lusar) "Itu lebih mengejutkan lagi. Seingatku bangsawan sangat memandang keturunan bukanya kalau seperti itu bisa memancing pemberontakan?"(Farel)


"Aku tidak tahu soal itu tapi-"(Lusar) "Bergosip terus saja. Sudah tahu orang yang kalian bicarakan ada disini"


Aku menatap tajam mereka bertiga "Bukan begitu. Ini cukup mengejutkan saja"(Farel)


"Benar. Panglima ceritakan benar tidak hal ini?"(Laria)


"Sayangnya itu benar" "Apa itu merupakan kisah romantis dimana orang yang bukan bangsawan menyukai bangsawan dan perang demi mendapat kebangsawanannya"(Laria)


"Daripada kisah romantis. Kisahku bisa dibilang komedi dan tragis" "Heh?!"(Laria) "Kenapa bisa begitu?"(Lusar) "Aku jujur saja. Soalnya ini mungkin akan jadi akhir dariku. Gadis yang kalian bicarakan itu Valerie Rosefield. Apa kalian tahu apa yang dia lakukan saat pertemuan pertama kami?"


Mereka bertiga menggelengkan kepalanya


"Dia berusaha membunuhku dengan sihir atau hukum bangsawan"


"Kenapa bisa begitu?"(Laria) "Bisa dibilang aku dekat dengan nona Lizra Vrambel"


"Kamu dekat dengan Shcolar red?"(Lusar)


"Karena itu Valerie dari awal merasa tidak suka denganku dan menantang duel. Meski akhirnya tidak ada yang terluka, tapi itu membuat keributan dan Viscount juga melihatnya"


"Itu... Mengerikan"(Lusar) "Benar, Viscount berencana membunuhku meski sementara diundur. Malah raja menggunakan hal ini untuk memberikan gelar bangsawan jika aku bisa mendapatkan gunung itu"

__ADS_1


"Kalau anda gagal atau menolaknya apa yang terjadi?"(Farel) "Kalau gagal aku akan mati disini. Meski bisa bertahan hidup atau menolak Viscount akan berusaha membunuhku"


"Ya, benar itu tragis"(Laria) "Menyebalkan memang" "Kalian membicarakan apa?"(Sirus)


Ohh... Rombongan pasukanku yang lain sudah datang


"Lebih cepat dari perkiraanku ya?" "Karena panglimanya sudah sampai masa kita sendiri terlambat"(Sirus)


Dengan cepat para pasukan membuat kemah. Setelah beberapa jam, suara langkah kaki terdengar dari belakang


"Ada yang datang!"(Stain) semua prajuritku langsung menodongkan pedang kelapangan kosong


"Dimana?"(Lusar) "Entahlah. Tapi suaranya sangat jelas"(Stain) "Bisa saja sergapan. Semua bersiap bertarung!"


Batu besar ditanah terbuka dan pasukan musuh keluar darisana "Kalian!!! Bagaimana bisa?!"(Panglima musuh)


"Tembak!!!"(Farel) Ratusan panah melesat kearah mereka. Keadaan mereka sudah terluka semua karena rune milikku.


Bahkan panglimanya saja sudah terluka cukup parah. Tapi meski begitu jumlah mereka masih banyak.


Aku mengaktifkan rune lainnya didalam terowongan. Membuat dinding merah besar yang menutup jalan terowongan.


Jika bukan karena aku jebak pertarungan ini pasti akan jauh lebih sulit. Aku mengambil pedang sihir milik panglima.


Pedang ini memiliki bilah merah membara seperti api begitu juga panasnya "Glacies"


Aku membekukan pedang itu dan meletakkannya didalam kotak yang diberikan Stain.


Bisa dibilang kali ini aku tidak melakukan apapun. Bahkan mereka tidak bisa melawan sama sekali meski jumlah mereka lebih banyak.


Sayangnya kali ini aku tidak bisa meminta bantuan untuk tambahan perang karena sudah tepat didepan gunung Monrra.


"Kalian semua istirahat. Kirim beberapa orang untuk mengintai benteng disana, usahakan jangan sampai ketahuan"


"Baik panglima"(Semua prajurit) Tidak ada hal lain yang istimewa dalam sisa hari ini. Setelah mengubur semua prajurit musuh kita bersiap untuk menyerbu benteng

__ADS_1


"Tidak mungkin kita bisa hanya dengan 800 orang yang tersisa"(Lusar) "Aku tahu panglima berkat kemampuanmu selama ini kita bisa memenangkan semua perang. Tapi ini berbeda tidak perduli cara apa yang kita gunakan kita tidak bisa membuat jebakan"(Farel)


Sekarang kami sedang rapat. Didepanku ada peta gunung Monrra, masalahnya benteng digunung ini menempel dengan gunung jadi tidak bisa menyerangnya dari belakang.


Juga benteng ini menggunakan medan gunung yang terjal sebagai pengaman serta bisa dibilang setengah dari gunung merupakan benteng itu sendiri.


Aku bisa menyusup sih sebagai tikus. Tapi aku tidak bisa menceritakan tentang hal itu, karena itu aku berusaha meyakinkan mereka untuk perang ini


"Sepertinya panglima terlalu terburu-buru. Meski kita sekarang ada dalam kondisi menguntungkan perang berkelanjutan ini membuat kita tertekan. Lebih baik fokus mengurus pasokan persediaan dulu"(Laria)


"Benar itu. Kita baru sampai hari ini, bisa dibilang kebanyakan pasokan tertinggal. Ditambah jarak kesini cukup jauh dan tidak ada tempat persembunyian"(Lusar)


"Persembunyian? Kita bisa gunakan terowongan itu. Kalian sudah mengecek semuanya kan?"


"Sudah, menurut kami itu cukup aman. Sepertinya jebakan disana sudah mati semua, tapi siapa yang membangun terowongan itu dan kenapa ada disini dan dipenuhi jebakan?"(Farel)


Soal jebakan aku yang memasangnya sih. Tapi benar siapa yang membangunnya? Mereka menyebutnya terowongan Dwarf apa para Dwarf yang membangunnya?


Dwarf itu memiliki kerajaan yang sangat jauh dari sini. Tapi mereka juga punya hubungan khusus dengan kerajaan Stor kerajaan para raksasa.


Meski tidak tahu hubungan apa. Soalnya tidak mungkin pernikahan kan? Tapi itu saja sudah merupakan keanehan.


Stor bermusuhan dengan Rodigur perang yang dimulai juga lebih buruk daripada lerang antara kerajaan Rodigur dan Voldugur.


Ada yang bilang tujuan dari perang itu menaklukan Rodigur. Yang lain bilang untuk gunung Monrra tapi yang jelas tujuannya masih tidak jelas apa


Tapi bisa saja Rodigur menculik beberapa Dwarf untuk senjata sihir. Senjata sihir adalah spesialis Dwarf.


Manusia juga bisa membuatnya tapi biayanya mahal dan butuh kristal sihir yang tidak kalah mahal juga.


Tapi buatan Dwarf berbeda, selain senjatanya kuat mereka bisa menggunakan Force untuk penerapan lanjutan bahkan bisa menyatukan efek sihir dengan Force


Karena itulah mereka berharga. Lebih baik aku tidak terlalu memikirkan hal itu, fokus saja dengan perang ini


"Baiklah, buat tempat persediaan di ujung terowongan agar mudah sampai kesini. Pastikan semua ujung terowongan yang ada dan amankan semuanya sampai perang akhir terjadi"

__ADS_1


"Baiklah panglima"(Semua orang) Sekarang tinggal peta benteng itu. Aku harus tahu struktur benteng untuk memudahkan penyerangan nanti, malam ini aku akan kesana dan melihat-lihat


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2