
Aku tidak mengerti soal perang, formasi ataupun strategi. Lagipula tadinya aku cuma anak petani biasa, yang kebetulan belajar memakai pedang dan bisa menggunakan Force hanya itu.
Tapi aku tahu cara pasti menggunakan Force milikku. Selain itu para pasukan dari istana juga menguasai Formasi tempur.
Yang menyebalkan dari itu mereka tidak memberitahu soal itu. Dari tipenya Formasi ada 3 yaitu Besar, kecil, dan fleksibel
Dari jenisnya ada 3 menyerang, bertahan dan pendukung. Tapi semua formasi ini bisa dibilang sulit.
Untuk menggunakan formasi mereka harus melakulan tindakan yang sama. Tidak boleh ada yang berbeda.
Ini saja sudah sulit. Apalagi jumlah orang minimal untuk formasi kecil itu 30 orang, yang besar bisa sampai 1000 orang.
Karena hal itu mereka berlatih dari pagi. Aku juga mengatur latihan para pasukanku yang lain.
Menyelaraskan Force itulah latihan yang kuajarkan. Meski tidak sehebat dengan para pasukan dari istana efeknya cukup hebat.
Ditambah rune yang ada di peralatan mereka bisa membuatku mempengaruhi mereka secara tidak langsung.
Baiklah saatnya membalas apa yang sudah dia lakukan pada kita. Mereka berada dihulu sungai dan bersiap untuk mundur.
Kali ini aku akan memusnahkan mereka semua sekaligus. Jebakan sudah dipasang disekitar mereka termasuk dijalan untuk mundur mereka.
Setelah hari mulai siang dan kami sudah bersiap hal mengejutkan terjadi mereka bergerak kesini.
"Benarkah itu?" "Itu benar panglima"(Prajurit) "Sepertinya mereka berusaha menghindari sergapan lagi"(Stain)
"Bukanya mereka harus berpikir jika bergerak kesini berarti minta dimusnahkan? Semuanya bersiap dan kita akan menyambut mereka"
"Siap!!!"(Semua prajurit) Semua prajurit langsung membuat formasi. Aku menunggu sinyal dari pengintai.
Force kuning terlihat di kejauhan "Semua pemanah gunakan panah rune, gunakan Flows dan bunuh mereka semua!!"
Semua pemanah dipasukanku menarik panah dan bersiap. Force kembali terlihat.
"Tembak!!!" Panah bersinar terang saat semuanya melesat kelangit. Force milikku menyelimuti setiap panah.
Beberapa panah diselimuti petir merah, ada yang juga yang diselimuti api. Melihat dari sini terlihat meriah dan hebat.
Apalagi setiap panah tidak menancap kepohon melainkan kepara pasukan yang sedang berjalan.
Ledakan terjadi tanpa henti karena panah itu
"Para Knight gunakan Fotress, dan para Swordsman ikuti aku"
Aku berlari kearah hutan diikuti pasukanku yang lain "Terra" Aku mengayunkan pedangku dan seluruh hutan bergetar.
__ADS_1
Seluruh hutan terbelah jadi 5 dan membuat jurang ditengahnya "Kalian dengar usahakan setelah menyerang langsung mundur. Jumlah mereka jauh lebih banyak"
Dinding tanah merah keluar dari setiap celah membagi seluruh tempat sepenuhnya.
Tujuanku pusat komando dibagian belakang.
Aku bersama 50 orang melaju ditengah hutan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalan.
Setiap kami menemui dinding tanah, dinding itu akan membuat lubang membiarkan kami lewat.
Tanpa terasa kami sudah melewati setengah hutan dan sampai dibagian belakang. Force biru menyelimuti seluruh pedangku.
Para pasukan ku mulai menyerang pasukan barisan belakang musuh. Force biru menjadi gelombang disertai hawa dingin menyerang kearah pasukanku.
Aku menahan force itu dengan pedang yang diselimuti api milikku. Dengan satu ayunan gelombang itu hilang
"Kita bertemu lagi. Harimau es" "Cih, aku bingung melihat semua ini. Apa kamu memiliki penyihir?"(Komandan musuh)
"Sayangnya tidak" Aku menghilang dan muncul didepannya sambil mengayunkan pedangku
Dia menahan pedangku dengan pedang sihir miliknya. Dengan cepat kami saling menyerang dan bertahan suara pedang beradu menambah musik di perang ini.
Force biru keluar dari pedangnya membentuk perisai yang menahan tebasanku. Tapi hanya itu saja.
Lubang muncul disalah satu kakinya membuatnya goyang, ditambah aku juga menebas perisainya.
Dengan cepat bola kecil itu menjadi jarum panjang yang langsung menusuk perisai itu. Retakan mulai terlihat.
"Sialan!!!"(Komandan musuh) Perisai biru muncul dikanan dan kiriku. Aku langsung mundur karena perisai itu langsung bertabrakan.
Gelombang anginnya membuatku terdorong mundur. Dia mulai berdiri "Benar-benar menyebalkan. Bagaimana bisa kamu melakukan sihir dengan Force?"(Komandan musuh)
"Itu adalah keahlianku" Aku menunjukknya dengan pedangku "Fulgur" Petir menyambar kelangit dari seluruh hutan.
Dari langit petir merah menyambar ketubuhnya "Anggap saja ini adalah Force milikku"
Aku menebaskan pedangku keatas. Mata pedang besar dari campuran tanah dan api bergerak kearahnya.
Aku juga menebaskan pedang lagi dengan pedang anginku. Membuat tanda + yang dengan cepat melesat kearahnya.
"Ja...ngan...re...meh..kan...AKU"(Komandan musuh) Ledakan terjadi, aku yakin serangan tadi pasti tidak akan melukainya
Dari dalam asap ratusan titik cahaya biru terlihat "Terr-" Ratusan tembakan force terjadi dengan cepat.
Untungnya sedikit dinding tanah berwarna merah muncul menahan sedikit serangan itu dan aku menghindari sisanya.
__ADS_1
Tombak biru raksasa muncul menusuk kearahku. Aku menghindari serangan itu, ratusan cahaya biru kembali terlihat.
Lubang besar muncul dibelakang tubuhku dan aku masuk kedalamnya. Ledakan terjadi diatas permukaan.
Apa yang terjadi? Bentuk lengkap Fotress kah? Berbeda dengan Sword force yang dimiliki Swordman.
Fotress force yang dimiliki Knight adalah membentuk pertahanan terkuat menurut penggunanya.
Seperti Alan yang berpikir kalau seorang Knight dengan perisai besar adalah yang terkuat setiap Knight memiliki banyak perbedaan soal itu.
Aku naik keatas dan terkejut melihat...
Laba-laba? Entahlah aku bingung menjelaskan ini.
Bentuk badannya seperti persegi raksasa yang dibentuk dengan perisai berlapis. Memiliki kaki tombak sebanyak 8 biji
Matanya dari pedang biru sebanyak 10
Dia berada ditengah-tengah kepala benda itu
"Moving Fotress"(Komandan musuh)
Kaki-kaki tombaknya terus menusuk kearahku
Aku menghindari tombak-tombak itu dan menusukkan pedangku kearah mata laba-laba itu.
Api langsung melesat kearah laba-laba dan tidak berpengaruh. Tidak akan bisa dibilang pertahan yang kuat jika terkena serangan itu langsung hancur.
Semua matanya bersinar. Aku mundur dan menjauh dulu dari serangan tombak miliknya
"Terra" Dinding tanah merah muncul didepanku.
Suara ledakan terjadi, aku melompat kedalam lubang yang aku buat. Ledakan terdengar dan lubang yang aku buat tertutup es.
Kalau tidak bisa dari depan. Bagaimana jika dari bawah? Aku bergerak kebawah benteng itu
"Untuk yang pertama. Terra" aku membuat tanah jadi lembek dengan Force milikku hingga membuat benteng itu tenggelam sedikit.
"Yang kedua. Tonitribus" Aku bisa merasakan ratusan panah rune yang ada disekitarku, memanfaatkan rune Petir aku kembali menulis rune dilangit.
Suara hujan petir terdengar dengan mengerikan. Aku bisa mendengar ledakan dari seluruh tempat meski fokusnya terhadap yang ada diatasku.
Sekarang saatnya "Turbo" Tornado merah kecil memutari satu pedangku. Aku langsung melesat keatas menembus permukaan
Aku keluar tepat langsung dibawah laba-laba. Laba-laba itu hancur terkena seranganku
__ADS_1
"Apa? Bagaimana?"(Komandan musuh) "Ini sudah berakhir"
**TO BE COUNTINUE...***