
Dalam sekejap aku sudah menyelesaikan adu panco ini dengan kemenanganku. Aku sedikit curang soalnya.
Aku menggunakan rune Mons pada tanganku, kecuali mereka bisa menggeser gunung mereka tidak akan menang
Dalam sekejap aku sudah dapat 500 orang untuk tambahan pasukan. Hanya saja kesetiaan mereka sangat meragukan.
Jangankan berkorban demi aku. Aku yakin jika pihak lawan ingin membayar sedikit uang mereka akan langsung menusukku dulu
"Seperti kataku tadi, berkumpulah di desa Heath untuk mendapat uangnya. Aku ingin tahu berapa banyak pengecut yang tidak akan datang"
Aku membayar minumanku dan kelantai 2 untuk mengurus masalah permintaan ini.
Tentu saja juga sedikit meminta untuk merahasiakan detail permintaan ini.
Dan aku pergi darisana. Setelahnya aku mengunjungi semua pandai besi yang kerja sama dengan Baron.
Dan aku langsung kecewa semua hasil kerjaan mereka sangat buruk. Tidak ada pedang milikku yang terbentuk.
Bahkan tulisan rune diatasnya saja tidak jelas. Aku menghabiskan 5 hari untuk mencari Blaksmith yang cocok.
Dan selama itu juga aku yakin kalau tidak ada yang memiliki kemampuan yang bagus. Aku lewat di pandai besi terakhir.
Kali ini sangat berbeda dengan pandai besi yang lain. Tempat ini sepi bahkan asap dari tempat pembakaran saja tidak ada.
Tapi pintu pandai besi terbuka, aku mengintip tapi bagian dalamnya kosong "Permisi" Tidak ada pedang atau apapun yang dipajang disini.
Aku masuk ke ruangan yang kosong cuma ada pria yang duduk lemas dipinggiran
"Permisi apa tempat ini buka?" "Tidak. Tempat ini sudah bangkrut. Jadi kamu pergi saja"(Pria)
"Jika diperhatikan sepertinya kamu ini pandai besi juga" "Terus memangnya kenapa? Lagipula aku sudah bangkrut. Tidak ada apapun lagi yang tersisa disini"(Pria)
"Aku bisa membantu asal kamu bisa membuat pedang permintaanku. Jangankan sekedar toko senjata dan bengkel pandai besi aku juga akan memberikan rumah dan kehidupan untukmu"
Suara orang terdengar dari luar "Hei!! Kalau kamu tidak pergi akan kuusir secara paksa. Tempat ini sudah ada yang membeli dan ingin kurobohkan"(Pria lain)
"Bagaimana? Ini kesempatan terakhir ingin pertaruhkan hidupmu untukku tidak" Aku mengulurkan tangan.
Aku tidak bisa menyia-nyiakan pandai besi. Bagi sebuah wilayah itu hampir seperti tulang dalam tubuh.
__ADS_1
Perannya penting tapi sering tidak terlihat.
Pria itu menerima uluran tanganku "Lagipula aku tidak memiliki apapun lagi daripada mati jadi gelandangan itu lebih baik"(Pria)
"Aku Josh. Siapa namamu?" "Aku Carl"(Carl)
Saat dia duduk disudut tidak begitu terlihat. Tapi ternyata tubuhnya kekar dan dipenuhi otot.
Hampir seperti Willburd hanya lebih pendek
"Lebih baik kita makan dulu. Akan kujelaskan pedang yang kubutuhkan"
Aku mengajaknya ke kedai dan makan disana. Aku juga meminta kertas dan pena, karena hal itu semua orang dikedai tertarik padaku.
Karena rakyat biasa tidak bisa menulis dan membaca. Mungkin aku dikira pedagang atau bangsawan kecil
Aku menulis rune api disitu "Aku ingin kamu membuat pedang yang memiliki huruf ini di bilahnya" "Tapi aku tidak bisa menulis"(Carl)
"Yang penting huruf ini jadi saja. Kalau bisa agak masuk sedikit kedalam bahkan sampai bisa diisi air"
"Itu sulit sih. Aku saja tidak percaya diri menulis ini. Lagipula aku tidak punya bengkel kerja"(Carl) "Setelah makan kuantar kamu kesana"
Setelah makan kita pergi ke sebuah pandai besi. Pandai besi ini pemiliknya menerima permintaan dari Baron dan ukurannya besar.
"Josh. Kamu sudah tiba"(Forg) "Ya Forg. Kenalkan ini Carl dia ingin menunjukkan kebolehannya. Bagaimana pedangku?"
Forg adalah pria pendek dengan tubuh berotot dengan rambut merah dan berkulit hitam serta berjanggut panjang.
"Gagal lagi. Setelah kutulis malah pedang itu patah. Apa kamu mau membuat senjata sihir dengan itu?"(Forg)
"Tidak. Apa tidak lebih ditebalkan saja pedangnya?" "Jika begitu akan lebih berat, lagipula menulisnya saja susah"(Forg)
"Memang sulit ya" "Kalau memang untuk pedang sihir lebih baik buat lebih kuat saja dan meminta Enchanters untuk membuatnya jadi senjata sihir"(Forg)
"Bukan untuk itu Forg. Lagipula jika senjata sihir aku perlu kristal sihir kan? Itu saja harganya mahal sampai 5 Sero"
"Jadi tuan aku bagaimana?"(Carl) "Kamu bisa kebelakang. Disana ada satu bengkel yang kosong bisa kamu pakai, tapi hanya ada beberapa biji besi yang tersisa aku harap kamu tidak keberatan"(Forg)
"Bukan masalah. Aku akan coba buatkan tuan"(Carl) "Ya aku berharap padamu" Carl pergi langsung kebelakang
__ADS_1
"Jadi memang tidak bisa?" "Tidak. Pedang dengan ukiran itu sangat sulit dibuat"(Forg)
"Mau bagaimana lagi. Urus dan perhatikan Carl ya, berikan semua yang dia butuhkan tapi jangan membantunya"
Aku pergi darisana setelah itu. Pusing juga memikirkan soal pedang. Diseluruh ibukota dengan banyaknya pandai besi tidak ada yang bisa membuatkan pedang itu untukku
Aku berjalan menuju mansion baron sambil berpikir. Seminggu lagi kita akan berangkat ke desa Heath.
Jika dalam 3 hari aku tidak bisa mendapat pedang terpaksa aku harus membeli banyak pedang nanti.
Gereja terlihat, gereja itu menyembah dewi Heilsu yang melambangkan kesembuhan dan kesehatan.
Karena itu banyak warga disana "Tuan!!!"(Pria)
Aku menatap pria yang berlari kearahku. Pria itu membawa pedang dan wajahnya tidak asing
"Tuan kamu bilang akan membayar dimuka kan jika aku bekerja padamu?"(Pria) "Tunggu dulu. Siapa kamu? Wajahmu familiar"
"Aku adalah salah satu prajurit bayaran. Kamu mengalahkanku dalam adu panco"(Pria)
"Oh begitu. Kayaknya aku sudah bilang kalau aku akan membayarnya didesa Heath"
"Tapi aku butuh sekarang. Anakku mengalami kecelakaan dan butuh biaya untuk menyembuhkannya"(Pria) "Aku bukanya tidak mau bantu. Tapi apa jaminannya kamu tidak melarikan diri?"
"Aku tidak bisa menjamin apapun. Tapi agar kamu yakin, aku akan selalu mengikutimu dan melindungimu jika kamu mau membantuku"(Pria)
"Tidak bisa dipercaya aku melakukan ini. Pimpin jalannya" "Lewat sini"(Pria)
Pria itu membawaku kedalam gereja.
Ke ruang pengobatan dan langsung pergi kesalah satu ranjang pasien. Disitu ada gadis kecil dengan tubuh berlumuran darah.
Selain itu ada pria dengan baju putih panjang yang sepertinya merupakan pendeta disini
Pria itu langsung berlari kearah pendeta itu
"Tolong selamatkan anakku"(Pria) "Gadis ini sudah melewati masa kritisnya. Hanya saja banyak tulang ditubuhnya yang patah. Untuk menyembuhkannya sepenuhnya membutuhkan banyak uang"(Pendeta)
"Berapa?" "Karena sampai seperti ini 5 Ero dan maaf aku tidak bisa menurunkan harganya"(Pendeta) "Sembuhkan gadis itu"
__ADS_1
Aku memberikan pendeta itu 5 Ero. Setelah menerima uang dia mulai mengobatinya, ternyata pendetapun mata duitan ya?
**TO BE COUNTINUE... ***