Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 11


__ADS_3

Sudah 2 tahun sejak saat itu. Sirus temanku sudah jadi Swordsman juga sepertiku. Pertarungan kala itu hampir membunuh semua pasukan didesa ini.


Tapi berkat daging, kulit, dan tulang dari para monster yang mati desa ini jauh lebih berkembang.


Bahkan sekarang sudah ada Lampu sihir baik dijalan maupun dirumah yang harganya cukup mahal.


Aku juga jadi Instruktur di pelatihan selama ini menemani Willburd dan melatih para prajurit yang masih ada.


Perang masih berlangsung dikerajaan ini untungnya desa ini tidak terkena dampaknya tapi rombongan anak korban perang terus berdatangan.


Tanpa terasa jumlah anak dengan umur dibawah 13 tahun melebihi 50 orang yang langsung membuat kepalaku sakit.


Sekarang aku sedang makan sambil memperhatikan dokumen seperti ini


"Kenapa kamu tidak belajar membaca? Willburd"


"Mentang-mentang sesama swordsman tidak menghormatiku lagi hah! Untuk apa membaca? Pria sejati itu maju di paling depan dalam perang"(Willburd)


"Aku tidak mau dengar itu darimu yang hanya sibuk minum dan tidur" Awalnya mungkin dia terlihat keren


Tapi sejak aku jadi Swordsman semua sisi kerennya menguap entah kemana. Sehari-hari dia hanya memerintahkan para murid untuk latihan dan olahraga selama dia tidur di bawah pohon. Setelah bangun pergi ke kantin untuk makan dan malamnya ke bar untuk minum sampai tengah malam.


Aku menyesal menjadikannya panutanku selama ini "Bukannya kamu yang meminta menambahkan kurikulum baru? Harus tanggung jawablah soal itu"(Willburd)


"Menyebalkan" Kurikulum yang ditawarkan olehku itu 2 satu kecocokan antar Force dan pelajaran membaca.


Selain itu aku membuka kelas rune untuk yang tertarik saja sih sebenarnya. Soalnya tahun lalu saat Baron mampir membawa bantuan pembangunan dari ibu kota.


Ditemukan orang yang memiliki bakat dengan mana yang malangnya dia sudah kehilangan salah satu tangannya.


Hal itu sangat disayangkan karenanya aku meminta pemberian kurikulum baru. Awalnya para murid merasa tidak perlu untuk hal itu.


Setelah sedikit pengajaran dan pengertian akhirnya pada menerimanya. Tentu saja para instruktur termasuk yang menolak untuk mengajar.


Akhirnya aku semua yang mengajari mereka. Selain itu kecocokan force juga kuminta agar bisa menseleksi para murid.

__ADS_1


Flows dan mana memiliki karakteristik yang berbeda dengan Force. Jadi bisa dengan jelas pembuktiannya.


Ditambah semua orang yang tidak cocok dengan Force pasti memiliki kecocokan tinggi dengan salah satu dari itu.


Semua berjalan lancar sampai sekarang. Beberapa murid yang diseleksi bisa dengan mudah dipindahkan ketempat lain.


Tentunya setelah sedikit latihan fisik untuk menjaga diri. Para murid yang cocok dengan mana akan diambil akademi sihir sedangkan yang cocok dengan Flows akan diambil oleh Baron.


Hari-hari berjalan damai sampai salah satu prajurit kiriman Baron datang. Yang ternyata merupakan surat panggilan untukku dan Sirus


"Kenapa kamu ya?" "Iya, ya aku payah. Meski Seorang swordsman kekuataanku cuma mempengaruhi sekitar. Beda dengan orang yang melawan ular berkepala 3 dan serigala raksasa sendirian"(Sirus)


"Aku tidak mengatakan hal itu. Ada yang aneh saja dengan ini" Akhirnya aku dan Sirus pergi Mansion Baron.


Kami diantar pelayan ke ruang tamu dimana Baron duduk disitu "Silahkan duduk"(Baron)


"Terima kasih tuan"(Aku dan Sirus)


Aku dan Sirius duduk di sofa dihadapan Baron "Kali ini aku butuh bantuan kalian"(Baron)


"Maaf tuan. Tapi kenapa tidak Willburd saja?"


Undangan? Untukku? Seingatku aku tidak pernah pergi kemanapun jadi semua orang yang kukenal berasal dari desa.


Apa Lizra? Tapi dia sendiri yang bilang akan pergi keakademi. Atau memang mungkin saja darinya


"Selain itu aku butuh pengawal yang hebat. Kamu yang bisa mengubah Force jadi berbagai elemen dan Temanmu yang bisa memperkuat seluruh pasukanlah yang kubutuhkan daripada Willburd yang hanya bisa membuat lebih banyak keadaan berbahaya"(Baron)


Aku setuju soal itu "Kita akan berangkat seminggu lagi jadi persiapkan diri kalian sampai saat itu"(Baron)


Force milik Sirus memiliki kemampuan yang spesial daripada fokus memperkuat dirinya Force miliknya malah memperkuat seluruh sekutunya.


Setiap orang yang ada dalam jarak 10 meter darinya akan seperti seorang swordsman karena kemampuannya.


Bahkan setelah dicoba hal itu juga mempengaruhi kudanya jika dia mengendarai kuda

__ADS_1


Menurutku dia sangat cocok menjadi kepala pasukan. Karena itu keputusan Baron bisa kumengerti.


Setelah seminggu aku disini lagi bersama Sirus. Selain kami ada 5 orang pengawal lainnya.


Tujuan dari perjalanan ini ke ibukota tapi sebelumnya akan mampir dulu di Desa Rosefield, Kota Veran, baru ibukota


Jujur saja ini pertama kalinya aku berpegian sejauh ini. Selain Baron ada satu anak laki-laki lagi sepertinya sudah berumur 17 tahun.


Menurut rumor dirumah ini tujuan Baron ke ibukota untuk menemui calon tunangan anaknya itu


Aku merasakan adanya Forge dalam tubuhnya tapi aku belum pernah melihatnya bertarung dan sepertinya tidak akan.


Kereta kuda mulai berjalan. Aku dan 6 orang pengawal disekitar kedua kereta. Ya, benar kereta kudanya ada 2.


Yang satu berisi beberapa pelayan, dayang dan berbagai alat dan bahan makanan. Perjalanan terasa damai setelah keluar dari desa.


Tujuan pertama desa Rosefield membutuhkan waktu 2 hari sampai sana menurut para pengawal lain esok harilah yang akan berbahaya.


Dataran yang akan dilewati sering dijadikan tempat merampok oleh para bandit dan juga ada monster ukuran kecil Green Weasel


Dia tidak membunuh manusia sih, tapi suka mencuri dan cukup berbahaya jika orang lain melihatnya.


Mereka monster yang paling dibenci oleh bangsawan, selain mencuri monster itu pintar jadi agak sulit untuk menangkapnya jika berhasil kabur.


Matahari mulai terbenam dan kami akan mulai berkemah disini. Aku dan yang lainnya mendirikan tenda


Para maid mulai memasak setelah peralatannya disiapkan "Baiklah siapa yang berjaga?"(Sirus) "Tidak perlu berjaga. Force milikku lah berguna untuk hal ini"


"Tunggu dulu. Kamu serius?"(Kepala pengawal) "Ya, mungkin kupasang sekarang saja"


Aku mengeluarkan pedangku dan menulis rune disekitar tempat ini "Ventum" Angin berhembus jika diperhatikan ada warna merah yang beterbangan didalam angin.


Seperti debu tertiup angin "Untuk sementara siapapun yang mendekati tempat ini aku mengetahuinya. Untuk kalian aku sudah menandai jadi jika ada yang keluar bisa kuawasi"


Aku menyimpan pedangku "Perjalanan kali ini akan mudah"(Pria 2) "Terima kasih Josh, kupikir kamu adalah beban ternyata cukup membantu juga. Aku harap kita bisa melalui perjalanan ini dengan aman"(Kepala Pengawal)

__ADS_1


"Itu juga harapanku" Aku menatap jauh ke semak-semak. Aku harap kalian tidak melakukan apa-apa malam ini.


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2