Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 35


__ADS_3

Setelah Lizra dan Valerie pergi darisini aku kembali sibuk. Pertama aku harus membuat Asosiasi dagang, jadi aku memanggil semua ketua Asosiasi dagang disekitarku.


Tujuanku menyelundupkan Mithril dengan jumlah terbatas keseluruh kerajaan dibenua ini.


Tempat ini butuh banyak uang dan kebetulan Dwarf mau kerja sama dengan memasok 30kg Mithril pertahun.


Aku sengaja menjualnya setiap 10kg di asosiasi yang aku buat sementara. Sambil menunggu hasilnya aku mengecek keadaan pos pengintai.


Ini yang kedua, pos pengintai dengan jarak 1 minggu dari benteng ini. Ada 7 pos yang kubangun untuk memudahkan mengumpulkan pasukan.


Meski belum ada kabar gerakan dari Rodigur aku harus berhati-hati. Masih tidak ada pesan dan utusan dari istana, sepertinya mereka benar-benar mengacuhkan kami disini


Setelah urusan diruang komando selesai aku pergi menemui Carl "Tuan"(Carl) "Tidak perlu seperti itu. Bagaimana?"


"Kedua pedang yang diinginkan tuan sudah jadi"(Carl) Pedang yang pertama, pedang yang memiliki rune Ignis dan Infernus


Dan yang kedua memiliki rune Terra dan Mons "Bagus sekali" "Hanya saja. Bagaimana cara anda menggunakannya?"(Carl)


Benar juga. Aku tidak mungkin memegang keempat pedang bersamaan "Itu urusanku nanti. Bagaimana dengan anak panah?"


"1 juta panah besi sudah siap. Menulis dibatang besi sangat sulit, aku juga sudah mengurutkannya"(Carl)


"Kerja bagus Carl. Dan yang lainnya juga" Selain Carl ada puluhan Blaksmith disini, meski sebenarnya dengan Dwarf saja sudah cukup.


Tapi aku harus menyembunyikan mereka kan? Setelahnya aku pergi ke Asosiasi dagang yang masih disini


Pemilik Asosiasi dagang itu wanita licik bernama Sani. Aku memasuki tendanya begitu saja.


Terlihat Sani dengan gaun merahnya duduk diatas sofa yang empuk "Apa yang membuat panglima sampai kesini sendiri?"(Sani)


"Kamu tahukan tujuanku kesini" "Tentu saja. Aku tidak mau mengacaukan kesenangan mendengar permintaan dari pelanggan"(Sani)


"Yang pertama persediaan tentara aman?"


"Itu tidak masalah. Batch persediaan baru datang kemarin dan itu cukup untuk 2 bulan"(Sani)


"Bagus. Bagaimana dengan persembahan?"


Sani menatapku. Persembahan adalah nama lain yang kupakai untuk persediaan Dwarf.


"Jujur saja jumlahnya mencurigakan, apalagi melihat jumlah minuman kerasnya"(Sani)


"Jawab saja pertanyaanku" "Tidak masalah. Hanya saja menyembunyikannya dari Asosiasi lain cukup sulit"(Sani)

__ADS_1


"Keuntungan pertama dari Mithril bisa kamu ambil 10% Tentu saja itu berbeda dengan perjanjian sebelumnya" "Kamu itu bodoh atau terlalu baik sebenarnya?"(Sani)


"Itu tidak penting. Yang penting tidak ada masalah yang terjadi kan?" "Tidak ada semuanya lancar. Yang terakhir, mereka sudah bergerak"(Sani)


Aku berubah serius "Berapa banyak?" "19.500 prajurit dan 500 penyihir"(Sani) "Begitu ya. Kali ini mereka benar-benar serius, terima kasih informasinya. Dan ini yang terakhir, aku minta buatkan sarung pedang"


"Kalau itu kan kamu bisa membelinya sendiri"(Sani) "Tidak sarung pedang yang kumau cukup spesial, carikan saja orang yang bisa menjahit dengan baik dan temui aku"


"Baiklah. Itu saja?"(Sani) "Ya, terima kasih atas bantuanmu" Setelah darisana aku pergi menemui Dwarf sambil membawa persediaan melalui terowongan dwarf.


Terowongan ini cukup terpencil dan tersembunyi. Dari sinilah Dwarf pergi jika mau keluar, aku membawa kereta tambang yang berisi semua persediaan Dwarf kesana


Diperjalanan akhirnya aku menemukan Dwarf "Persediaan datang"(Warson)


"Terima kasih Josh"(Dwarsen) "Tidak masalah" Dwarsen menatap kearahku


"Pedang itu cukup buruk. Mau kami buatkan pedang?"(Dwarsen)


"Tidak perlu. Ini saja cukup" "Tapi kualitas pedang itu buruk, tidak bisa dibandingkan dengan senjata buatan kami"(Dwarsen)


"Aku tahu soal itu. Tapi aku bukan orang yang membuang temanku setelah menemukan yang lebih berguna"


"Itu sombong. Tapi aku suka itu, orang yang tidak bisa menghargai senjata dan kerja keras orang lain tidak pantas mendapat yang terbaik"(Dwarsen)


Malam harinya baru aku kembali. Aku memberi kabar pada Sirus untuk memulai rapat besok pagi


Baru aku beristirahat


Keesokan paginya kami berkumpul diruang rapat "Apa mereka sudah bergerak?"(Lusar)


"Ya. Jumlahnya ada 20.000 orang, kita tidak bisa mengalahkannya jika mereka menyerang"


"Apa kamu akan pakai cara itu lagi?"(Laria)


"Ya, meski banyak jumlah mereka sama seperti pasukan dari Cheetah api. Meski tetap saja terhitung sulit"


"Bagaimana rencanamu?"(Chriss) "Pertama pos. Setiap pos isi dengan 100 prajurit dan buat mereka menulis ditanah, kalau bisa seluruh tanah tertutup dengan rune"


"Jadi begitu. Setelah terkena perangkap seluruh musuh akan hancur"(Farel)


"Yang kedua aku perlu 50 orang setengahnya harus pemanah. Mereka akan jadi pengulur waktu"


"Bagaimana caranya mengulur waktu 20.000 orang dengan 50 orang. Cara kamu memang tidak bisa dinilai akal sehat"(Lusar)

__ADS_1


"Setelah 50 orang pengulur waktu sampai di pos. Semua prajurit di pos itu harus mundur


Sisakan 400 orang dan ambil jalan memutar, agar bisa mengepung prajurit musuh"


"Baiklah. Kapan kita berangkat?"(Sirus) "Sekarang siapkan semua kebutuhan kita, dan beritahu semua pasukan yang ada"


"Tunggu dulu. Bukanya nanti seluruh benteng akan kosong?"(Laira) "Tidak masalah. Dengan pos jika benteng diserang kita bisa kembali"


Aku tahu ini cukup beresiko apalagi tujuan mereka ini benteng bukan memusnahkan kita. Tapi ini adalah waktu terbaik untuk menyerang


Lagipula ada alasan kenapa aku menyarankan ide ini. Dengan begini benteng akan kosong, dan semua dwarf bisa memperbaiki dinding benteng sedikit.


Bagus jika mereka bisa memperkuatnya, kalau langsung pulih semuanya akan membuat kecurigaan. Karena itu mereka akan memperbaiki sedikit demi sedikit.


Saat hari mulai siang kami bersiap berangkat


"Kamu serius meninggalkan benteng yang telah kamu menangkan?"(Sani)


"Ya, jika aku bertahan. Aku akan dikubur bersama benteng ini" "Tapi harus membawa semua prajurit?"(Sani) "Tanpa mereka bagaimana caranya menyerang?"


"Apa kamu tahu banyak celah. Banyak sekali sampai orang idiot sekalipun bisa tahu"(Sani)


"Biarkan saja celah itu. Yang penting aku menang"


"Terserahlah. Ini sarung pedang yang kamu minta"(Sani) Aku sempat bertemu tukang jahit pilihan Sani saat kembali ke kamarku semalam.


Melihatnya sudah jadi menunjukkan kalau dia sampai bergadang membuat ini "Terima kasih"


Sarung pedang ini berbentuk seperti sayap yang menutup dengan 3 sarung dikanan dan kirinya


Disarung pedang itu ada 6 rune Vulcanus untuk pedangku yang api, Caelum untuk pedang petir, Mundus untuk pedang tanah milikku, Procella untuk pedang angin, Polus untuk pedang es yang belum jadi dan terakhir Solis.


Untuk sekarang aku baru bisa mengisi 4 slot.


Dibagian perut ada pengikat yang bisa menahan sarung pedangku agar tidak jatuh


Carl berlari sambil membawa pedang "Untung tidak terlambat. Kedua pedang terakhirnya sudah jadi"(Carl)


Kedua pedang terakhir milikku yang terukir rune Glacies dan Lux


Ini adalah perang terakhir kami


Kami semua maju kearah kerajaan Galodium

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2