Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 80


__ADS_3

Sebulan telah berlalu sejak aku mengetahui prajurit raksasa dari Stor yang berulah. Mereka juga bergerak perlahan kearah Monrra untuk memberikan tekanan


Kami semua sudah ada di Termonn sejak seminggu yang lalu dan menyelesaikan persiapan untuk menghancurkan seluruh pasukan raksasa itu


Jumlah mereka tidak banyak hanya 300 orang. Masalahnya mereka sangat kuat begitu juga dengan Destructive force milik mereka


1 orang saja bisa menghancurkan desa kecil. Kemampuan kasar mereka setara dengan 1000 orang dengan kemampuan force yang hebat


Benteng ini sudah jadi mangkuk berkat kerja keras kami semua. Di dalam tanah ditanam ratusan alat sihir yang berfokus pada ledakan


Aku meremehkan kengerian alat itu, jika bukan kubekukan seluruh Monrra sudah lenyap karena semua alat itu


Padahal waktu itu baru jadi belasan. Sekarang ada ratusan disini membuatku bergidik ngeri.


Karena itu aku mengubah rencana


Aku mengunakan semua senjata dari Dwarf untuk menyerang para raksasa. Prajurit di benteng ini juga cuma ada 500 orang


Aku berpikir jika kita tidak berhasil melarikan diri paling tidak. Monrra masih memiliki setengah lebih prajurit yang bisa menjaga Monrra


"Mereka sudah tiba panglima"(Prajurit gagak)


"Baiklah, sampaikan perintahku. Kalau aku akan menemui mereka secara langsung, jika aku gagal langsung pergi ke daerah berikutnya"


"Baik panglima"(Prajurit gagak) "Apa kamu harus pergi sendiri Josh? Kamu memiliki banyak orang dan ajudan yang hebat"(Sirus)


"Tidak. Harus aku sendiri, jika aku gagal semua prajurit dibawah kepimpinanmu. Kabari juga Valerie yang ada di luar benteng ya"


Aku keluar dari kemah. Naik keatas dinding benteng. Dan melihat para raksasa itu yang bergerak perlahan kesini


"Panglima masih ada waktu untuk berubah pikiran"(Stain) "Tidak Stain. Meski ada lebih banyak waktu aku akan tetap yang pergi. Aku pergi dulu. Ventum Fulgur"


Aku terbang dengan pedang angin dan petir menuju kearah para raksasa itu. Aku mendarat dengan ledakan, tetap saja tidak bisa menarik perhatian mereka


"Terra" Dinding tanah merah terbentuk memanjang yang menjulang tinggi sampai melewati tinggi para raksasa


"Apa ini? Pasir merah?"(Raksasa) "Mana ada orang yang membuat dinding dari pasir? Gak ada gunanya"(Raksasa lain)


Aku menatap kebawah dimana para raksasa itu berada "Aku Josh Von Monrra tuan dari tanah Monrra didepan sana. Bolehkah aku tahu apa tujuan kalian semua ini?"

__ADS_1


Semua raksasa menyingkir membuka jalan untuk raksasa yang lebih besar dari semua raksasa itu.


Aku serius, raksasa yang lain hanya setinggi bahunya saja


"Untuk apa tuan tanah dari Monrra kesini?"(Pemimpin raksasa) "Tentu saja menyambut para raksasa sekalian. Bisa kalian katakan tujuan kalian?"


"Kami memang mau ke Monrra"(Pemimpin raksasa) "Bisa beritahu tujuan kalian ke Monrra? Jika ingin menjalin hubungan kami bisa membangunkan perkemahan besar diluar desa"


"Kami hanya mencari kutu"(Pemimpin raksasa)


"Kutu? Di Monrra tidak ada kutu sebesar itu yang menarik perhatian para raksasa" "Kutu itu bersembunyi didalam tanah. Jadi kami cuma mau membalikkan seluruh Monrra untuk menemukannya"(Pemimpin raksasa)


"Jadi kalian mengakui kalau ingin menyerang Monrra?" "Tidak kami hanya membersihkan sarang kutu"(Pemimpin raksasa) Semua raksasa itu tertawa


"Aku tidak akan membiarkannya" Aku mencabut kedua pedangku "Kalau kamu bisa menghalangi kami, ya silahkan saja"(Pemimpin raksasa)


Aku memperhatikan semua raksasa itu dan zirah mereka yang terbuat dari Mitril. Zirah mereka melindungi seluruh tubuh kecuali tangan, kaki dan kepala mereka


Harusnya semua itu adalah kelemahan mereka, tapi mengingat kekuataan dan daya tahan mereka, itu tidak akan jadi masalah


"Jadi kalian para raksasa seperti ini. Pengecut, sudah menindas dengan ukuran tubuh sekarang juga ingin menindas dengan jumlah"


"Terus. Apa maumu? Wahai manusia pemberani?"(Pemimpin raksasa) "Bertarung dengan adil satu lawan satu denganku. Aku disini sendirian tidak membawa pasukan ataupun senjata perang kecuali pedangku. Harusnya kamu tidak akan takut kan?"


Pemimpin raksasa tertawa "Keberanianmu patut di contoh. Kalau begitu aku Girald pemimpin pasukan ini yang akan bertarung denganmu"(Girald)


"Tunggu dulu. Bagaimana jika aku menang? Apa semua pasukan kalian akan melakukan yang kuminta?"


"Kamu yakin bisa menang? Kalau kamu menang semua pasukanku akan mengabulkan satu permintaanmu kecuali mundur dari sini"(Girald)


"Kalau aku kalah? Apa yang harus kuberikan?"


"Tidak perlu. Kamu cuma akan jadi serangga awal yang kami musnahkan"(Girald)


"Kalau begitu tidak perlu basa basi lagi" Aku mempeerhatikan Girald yang mengambil palu dari punggungnya.


Palu itu sebesar mansion ku. Dan itu terbuat dari mitril "Ayo mulai"(Girald) "Turbo" Aku langsung melesat kearah Girald dengan tornado merah yang menyelimuti pedangku.


Girald hanya mengangkat tangannya menahan tusukan tornado itu. Keras sekali, tornado itu tidak bisa membuat luka sekecil apapun pada kulit Girald.

__ADS_1


Girald mengayunkan tangannya yang menahan tornado itu. Tornado langsung hancur dan aku terpental menghantam tanah membuat ledakan.


Girald mengangkat palunya, force kuning menyelimuti palu itu. Aku langsung menggunakan Terra untuk masuk kedalam tanah.


Ledakan terjadi aku ikut terpental hampur seluruh tanah disekitarnya tergali dan berubah jadi parit raksasa disekitarnya


Serangannya mengerikan, jika bukan karena angin yang menyelimutiku. Pasti tubuhku sudah hancur.


Bahkan zirah dan baju yang kupakai saja musnah. Sekarang aku sudah ada didalam tanah, aku sudah tahu kelemahan raksasa itu sekarang saatnya mengalahkanya


Aku menusukkan pedangku ke permukaan sampai bilahnya keluar dari tanah "Tonitribus"


Petir raksasa seukuran lengannya turun menyambar Girald


Meski tersambar dia tetap bisa berdiri. Tanah mengubur pinggang Girald kebawah, Duri tanah raksasa juga muncul dari sekitarnya menusuk ke leher Girald


Tapi duri itu tidak bisa menembusnya sama sekali. Tidak apa-apa semua yang kubutuhkan sudah cukup.


Aku berlari diatas duri tanah merah itu sambil membawa pedangku "Fulgur. Lux" Pedangnya bercahaya merah dan langsung kulemparkan ke leher Girald


Pedang itu meninggalkan jejak ekor cahaya merah yang langsung menancap di leher Girald


BERHASIL!!!"


Duri tanah hancur karena gerakan tangan Girald. Dia mengangkat palunya dan menghantam tanah, ledakan besar terjadi seluruh tanah rubuh kebawah membuat kawah raksasa dengan Girald ditengahnya


Bahkan retakan tanahnya menyebar sampai kearah benteng Termonn. Aku berhasil selamat meski tanganku patah karena menahan tabrakan dari batu besar.


Dengan tangan kiriku, aku mengambil pedang angin "Ini sudah berakhir" Aku berlari kearah Girald dan melesat kelehernya


"Turbo" Tornado merah terbentuk di pedangku dan kutebaskan dileher Girald dari belakang. Girald terlambat bereaksi karena aku menyerangnya dari belakang.


Pedangku yang menancap terlempar dan angin merobek luka dari tusukan pedang itu lebih dalam. Girald jatuh ketanah, aku memanfaatkan hal itu untuk menusuk pedangku ke lubang bekas tusukan pedang tadi.


Tornado terbentuk dipedangku, darah Girald keluar dan menyatu dengan tornadoku membuat tubuhku jadi berlumuran darah dan juga membuat hujan darah disitu.


"Mati...." dengan tebasanku, leher Girald tersayat dalam. Girald hanya sempat menahan lukanya. Tapi luka itu sudah terlalu dalam


Bahkan kerongkongan dan nadi utamanya juga ikut terbelah. Bersama dengan kematian Girald menandakan ini kemenanganku, masalahnya apakah para raksasa yang lain akan menepati janjinya?

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2