Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 72


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam pertarungan Stain melawan Iced Lizardman juga sudah selesai.


Aku dan prajuritku mengumpulkan semua


Lizardman dan buaya setelah berhasil membunuh mereka semua


"Pertarungan yang melelahkan"(Stain) "Kamunya aja yang kurang latihan, padahal aku memilihkan Iced Lizardman karena kamu unggul melawannya"


"Nafasnya itu beracun bahkan dia memegang tombak yang juga beracun"(Stain) "Tapi dia lambat dan kamu terkenal karena cepat. Masa perlu waktu lama"


"Jangan samakan aku dengan panglima dalam hal kekuatan seperti itu. Ngomong-ngomong bagaimana cara kita membawa benda itu?"(Stain)


"Benar juga" Aquamarine Crocodile tidak akan muat didalam gerobak. Mengingat ukurannya yang terlalu besar, sepertinya hanya bisa menggunakan rune lagi kaya waktu membawa alat sihir


"Bersiap untuk kembali! Besok pagi-pagi kita kembali jadi dirikan kemah!" "Baik Panglima"(Seluruh pasukanku)


Aku harap yang dikatakan Dwarsen benar. Menurut Dwarsen, Inti monster tipe air bisa menggantikan kristal sihir


Dan mayat dari monster berinti tipe air bisa membawa kesuburan untuk tanah. Aku sudah menghabiskan hampir 1 minggu. Untuk kembali kuperhitungkan bisa mencapai 5 hari.


Meski Valerie luar biasa dalam mengatur wilayah aku tetap saja merasa khawatir. Apalagi masih banyak ancaman dari monster dan Stor


Meski sampai sekarang belum ada kabar soal itu, tapi cepat atau lambat pasti mereka akan bergerak.


Aku harap bukan dalam waktu dekat. Kemah didirikan setelah makan malam kami semua beristirahat.


Aku mengukir rune di perut buaya. Jujur saja hal ini sulit, karena keras sekali kulitnya


"Tuan"(Stain) "Ada apa Stain?" "Apa kita akan kembali ke desa Vendra lagi?"(Stain)


"Begitulah. Kenapa memangnya?" "apa untuk membuat gerobak untuk buaya itu?"(Stain)


"Tergantung, kalau terlalu butuh waktu lama. Aku akan membawanya seperti ini" "Apa itu tidak membebanimu?"(Stain)


"Tidak masalah, paling cuma merasa akan mati saja" "Itu namanya membebani"(Stain) "Aku cuma bercanda. Kalau cuma menggunakan satu rune aku bisa bertahan 3 hari jika tanpa istirahat"


"Kalau begitu lebih baik tuan istirahat karena besok akan berat"(Stain) "Ya, kamu benar. Jadi aku permisi dulu"

__ADS_1


Aku berdiri setelah menyelesaikan runenya dan masuk kedalam tenda.


Matahari terbit dan aku kesiangan. Biasanya aku bangun sebelum matahari terbit, mungkin karena aku terlalu lelah.


Semua sudah bersiap dan sedang sarapan


"Panglima, tumben sekali kesiangan"(Stain)


"Ini masih dingin Stain. Lagipula kita tidak buru-buru kan?"


Aku ikut sarapan. Setelah sarapan kami mulai menuruni gunung sambil membawa penghuni gunung ini dalam bentuk bangkai.


Kali ini ada kemajuan meski tidak membutuhkan waktu 7 jam, hanya menghabiskan waktu 3 jam saja untuk sampai kebawah.


Kami beristirahat satu jam sebelum memulai perjalanan. Aku menurunkan buaya ini dulu dan memperhatikan yang lain.


Terlihat jelas kalau mereka semua lelah. Aku juga sih, mengatasi buaya itu dengan rune memang sangat melelahkan


"PANGLIMA!!!'(Prajurit gagak) "Ada apa?" "Kami mendapat informasi dari pasukan tikus"(Prajurit gagak)


Aku langsung berdiri "Berikan cepat!!" Pasukan tikus merupakan pasukan rahasia khusus yang aku buat.


Pasukan tikus merupakan pengumpul informasi rahasia yang tidak diketahui siapapun. Mereka merupakan budak-budak yang dikumpulkan Sani dan kulatih untuk jadi mata-mata dengan Force.


Kemampuan mereka sama seperti pasukan gagak, hanya saja mereka benar-benar seperti hewan saat merasuki hewan. Yang lebih mengerikan adalah kemampuan mereka untuk kembali kedalam tubuh sendiri atau hewan yang dirasuki tidak perduli seberapa jauh jaraknya


-Dari pasukan tikus


Terlihat sekelompok 400 Cheetah pasir dan 10 Bronze Cheetah menuju ke Monrra perkiraan tiba 3 hari paling lama


Aku meremas kertas itu "Ada apa?"(Stain) Aku tidak menjawab Stain "Lupakan istirahat semuanya ambil kuda kalian dan peras semua kemampuan kalian. Kita akan pergi sekarang juga ke Monrra!!"


"Apa kamu gila?"(Stain) Aku melempar kertas itu pada Stain dan mengambil kuda "Pasukan gagak cari rute terdekat ke Monrra kalau perlu hanya membutuhkan waktu satu hari"


Para pasukan gagak saling menatap "Itu tidak mungkin panglima. Paling cepat 2 hari itu juga kalau dijalan tidak bertemu monster"(Prajurit gagak 1)


"Yang tercepat melalui Red plains. Tapi tempat itu sekarang jadi sarang Blood snake dan Flame snake"(Prajurit gagak 2) "kalau tidak perlu melawan mereka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?"

__ADS_1


Mereka saling menatap "Ya 2 hari"(Prajurit gagak 1) "Itu juga kita hanya beristirahat 4 jam"(Prajurit gagak 2) "Tunggu panglima kamu terlalu panik!"(Stain)


"Dengan rune! Ventum atau fulgur" "Satu hari! Tapi panglima bisa mati"(Prajurit gagak 1) "Tapi jika panglima membiarkan kuda istirahat selama 4 jam dan menggunakan rune untuk bergerak mungkin bisa di pagi hari kedua"(Prajurit gagak 2)


"Tidak cukup!! Hilangkan istirahatku. Berapa lama?" "Tunggu panglima!!! Kamu kehilangan akal sehat"(Stain) "DIAM STAIN!!! DESA DALAM BAHAYA. JAWAB SEKARANG!!!"


"Setengah hari jika menggunakan rune tingkat lanjut"(Prajurit gagak 2) "Begitu saja. Bersiap semuanya!!"


"Tapi mayat monsternya?"(Prajurit gagak 1) "Aku bawa sekalian. Pasti bisa mengurangi tekananku"


"Tunggu panglima-"(Stain) "Bersiap semuanya"


"JOSH KAMU BISA MATI!!!"(Stain) Aku menatap kearah Stain "Aku panglimanya atau kamu?" Aku bertanya dengan nada menekan langsung membuat Stain diam


"Dengar Stain, aku tidak perduli jika harus mati selama desa itu aman. SEMUANYA KITA BERANGKAT!!! MUNDUS"


Aku menarik pedang dan sarungnya sebelum menghantamnya ketanah. Tanah terbelah membentuk terowongan buntu yang ujungnya lancip


Aku menarik pedang kedua "Turbo!!" Tornado tipis menyelimuti seluruh pasukanku membentuk dinding angin


"Kemana arahnya!!!" Bodohnya aku sampai melupakan hal itu "Lurus saja ke selatan"(Prajurit gagak) "KITA BERANGKAT!!!"


Aku memacu kudaku diikuti semua pasukanku. Tidak perduli secepat apa kita melaju, ujung terowongan tidak pernah sampai.


Karena kami secara teknis tidak berubah posisi. Aku menggunakan rune dan membuat terowongan ini agar terus bergerak.


Di permukaan mungkin terlihat seperti kerucut lancip yang terus bergerak sambil meninggalkan parit dibelakangnya


Kami terus bergerak meski kuda berhenti kami tidak berhenti sama sekali. Berkat Rune milikku kami terus bergerak tidak perduli sudah berapa lama.


Mukaku basah karena keringat, bahkan ada air yang mengalir dari hidungku tapi aku biarkan.


Beberapa rumput terbang dan menutupi mataku


Yang merupakan rumput merah, berarti ini sudah di Red Plains. Bukan cuma rumput kali ini serigala terlempar kearahku, tapi sudah tercabik-cabik oleh tornado yang menyelimuti kami


Aku hanya berharap cepat sampai di desa sebelum para Cheetah sialan itu tiba. Jika aku sampai desaku sudah hancur aku akan membunuh semua monster yang ada di sekitar tempat ini dan mati bersama mereka

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2