Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 27


__ADS_3

Aku menatap Sirus "Baiklah, aku jelaskan. Setelah kamu pingsan seluruh pertahanan langsung rusak. Untung saja kebanyakan pemanah bisa menggunakan Flows jadi tidak ada yang terbunuh"(Sirus)


"Baguslah kalau begitu. Bagaimana dengan musuh?" "Mereka mundur, setelah semua penyihir mereka terbunuh"(Sirus)


"Semuanya? Paling tidak ada 20, berapa kerugian kita?" "Sekitar 40 orang, itu karena saat hancurnya pertahanan"(Sirus)


"Bagaimana dengan panglima musuh?" "Dia yang membawa mereka mundur saat diserang Laria"(Sirus)


"Laria? Apa tidak ada korban dari pasukan mereka?" "Untungnya tidak ada. Berkat pengambil keputusannya yang cepat keadaan kita tidak memburuk"(Sirus)


Benar juga jumlah mereka sangat banyak, meski aku bisa mengurangi 10 ribu sekalipun jumlah mereka masih 10X lipat dari kita


"Baiklah kalau begitu. Badanku masih sakit, sepertinya aku masih butuh istirahat" "Aku mengerti, lebih baik kamu istirahat saja"(Sirus)


Begitu Sirus keluar, aku mengambil elang dan tikus. Dan pergi terbang dengan tubuh elang.


Ternyata sudah malam, medan perang masih kacau.


Apalagi kekacauan disini masih ada, baik dinding api, jurang dan retakan tanah mereka tidak hilang.


Paling tidak seharusnya tengah malam nanti sudah hilang. Aku mencari jejak-jejak Rodigur yang tersisa.


Tidak butuh waktu lama untukku kembali melihat mereka. Jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang aku kira.


Sepertinya sekitar 4 sampai 5 ribu. Ada ratusan lain yang dibawa diatas kuda dan kereta.


Sepertinya mereka korban yang selamat. Aku melihatnya panglima dari perang ini berada dibarisan dengan menaiki kudanya.


Sepertinya keadaan tubuhnya juga tidak baik. Mereka terus berjalan selama beberapa jam sebelum berhenti dan berbaring diatas tanah.


Persediaan mereka juga sudah habis terbakar


Keadaan mereka sudah cukup buruk lebih dari setengah prajurit mereka musnah.


Dan itu semua hanya disebabkan olehku. Beberapa prajurit membangun tenda besar seadaanya dan panglima masuk kedalam.


Disusul beberapa orang. Kesempatan untukku. Menggunakan badan tikus aku masuk dan mengintip disudut


"Sebenarnya apa yang terjadi? Darimana prajurit itu menyerang?"(Panglima musuh)


"Kami tidak tahu, tidak ada informasi apapun dari harimau es"(Prajurit 1)

__ADS_1


"Mungkin memang sudah tidak ada. Bisa saja dia sudah mati dan terbunuh"(Prajurit 2)


"Mustahil. Bagaimana bisa mereka membunuh Harimau es?"(Prajurit 1)


"Tapi jika tidak begitu bagaimana bisa Harimau es tidak memberitahu soal ini? Harusnya kalau dia terpaksa mundur kita pasti bisa bertemu dengannya dulu"(Prajurit 2)


"Sudahlah. Itu sudah tidak penting lagi. Baik Harimau es masih hidup atau tidak, yang jelas bagaimana kita harus bertindak?"(Panglima musuh)


"Sepertinya kita cuma bisa mundur ke Gunung Monrra dan bergabung dengan benteng disana"(Prajurit 1)


"Benar, kita bisa meminta mereka membuat senjata sihir lagi"(Prajurit 2) "Kamu tahu kan kalau soal senjata sihir itu rahasia tertinggi. Bahkan sulit membuatnya. Selama ini hanya ada 6, dan 2 berada didalam istana"(Panglima musuh)


"Soal senjata sihir memang berlebihan. Tapi bergabung dengan benteng di Monrra memang hanya itu yang bisa kita lakukan"(Prajurit 1)


"Kalau begitu kirim kabar ke istana dan benteng Monrra. Beritahu kekalahan kita dan buat persiapan serangan balik"(Panglima musuh)


"Kalau begitu, biar cepat bagaimana dengan melewati terowongan Dwarf?"(Prajurit 2)


Terowongan Dwarf? Ada benda seperti itu ditempat ini?


Mendengar namanya terowongan berarti merupakan jalan yang menghubungkan 2 tempat kan?


"Benar juga, mengingat keadaanya yang cukup buruk harusnya tidak masalah. Istirahat dan 2 jam lagi kita berangkat"(Panglima musuh)


"Mau bagaimana lagi. Kita sedang dikejar musuh. Lebih baik bergerak dengan cepat, mempersiapkan makanan butuh waktu dan kemungkinan akan lebih cepat ketahuan"(Panglima)


Aku akan mengikuti mereka dan melihat tempat itu dulu. Jika aku memasang perangkap didalam terowongan mereka semua akan terbunuh dengan mudah


Setelah 3 jam mereka sudah berkemas dan bersiap pergi lagi. Setelah memasang banyak perangkap di baju prajurit, aku tinggal mengikuti mereka.


Setelah 2 jam lagi berjalan, kami berhenti dibalik batu besar. Apa itu tempatnya? Ada celah membuatku bisa masuk.


"Astaga apa itu?"(Prajurit) "Cuma tikus"(Panglima musuh) "Kenapa bisa ada mahluk seperti itu ditempat ini?"(Prajurit)


"Mau bagaimana lagi. Katanya para Dwarf suka memakan tikus"(Panglima musuh)


Aku langsung merinding, aku tidak tahu apa yang terjadi jika aku mati dalam tubuh binatang seperti ini.


Tapi aku tidak mau mencobanya. Apalagi dimakan atau dimasak merupakan cara mati terburuk.


Aku pergi kedalam terowongan itu, yang dihiasi beragam batu bercahaya hijau. Aku membuat rune dimana-mana

__ADS_1


Sampai aku berhenti didepan 4 persimpangan


Astaga lewat mana ini? Jika salah ambil belokan bisa-bisa aku tidak bisa kembali.


Akhirnya aku mencoba keberuntunganku dan mengambil jalan ke 2 dikanan. Diujung jalan ada jalan buntu.


Ternyata aku sial. Aku memperhatikan tembok itu yang ada celah sedikit cukup untuk dilewati tikus.


Aku masuk kedalam celah itu yang menghubungkanku dengan dunia luar.


Aku keluar dari terowongan. Tapi dimana aku?


Aku memperhatikan sekitar dan merasa tempat ini familiar. Aku berkeliling dan menemukan kemah prajurit kami.


Ternyata lebih dekat dari dugaanku. Kalau begitu aku tinggal kembali dan memasang lebih banyak perangkap.


Aku masuk lagi kedalam terowongan dan melihat para musuh yang sedang istirahat


Aku memasang lebih banyak perangkap, dan aku mencoba semua persimpangan semalaman.


Saat aku keluar dari terowongan sudah mulai pagi. Aku kembali mencari elangku dan pulang ke perkemahan.


Setelah kembali ketubuhku, aku membuat peta terowongan itu dan menaiki kuda pergi ke jalan terdekat terowongan itu.


Aku sampai dan terdiam, aku tidak memperhatikan kalau ternyata tempatnya seperti ini.


Jadi ada 2 batu besar yang sepertinya menempel ditanah. Dari celah kecil ini sebelumnya aku keluar ya?


Kalau begitu tinggal memasukkan Force kedalam sini saja kan? Aku memasukkan Force dan mengaktifkan rune disepanjang jalan mereka.


Membuat keributan disana, setelahnya aku memutuskan untuk kembali. Setelah 4 jam kami melanjutkan perjalanan.


Meski tidak bisa melewati terowongan aku tahu semua jalan masuk dan keluar ditambah aku juga tahu tujuan mereka.


Meski dibilang jalan pintas jika melewati terowongan, sebenarnya masih butuh 7 jam jika berjalan tanpa henti untuk sampai ke gunung.


Karena itu aku membuat rencana dengan mengirim 200 prajurit termasuk aku untuk menutup jalan ke gunung itu.


Dengan membuat kemah di jalan keluar, begitu mereka keluar hanya kematian yang menunggu mereka.


Semuanya berjalan lancar, setelah 3 jam mengendarai kuda kami sudah tiba. Aku merahasiakan tujuanku dengan alasan ini tempat terdekat dengan gunung. Dan kami mendirikan kemah disini menunggu mereka muncul

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2