
Aku kembali ke benteng, setelah sehari terbang aku tiba juga dikamarku. Aku membuka surat dari raja
-Untuk panglima Josh
Aku telah menerima suratmu, hanya saja semua tuduhan itu tidak memiliki bukti kecuali prajurit yang memang melarikan diri.
Hanya saja keadaan memberatkanmu dengan menyatakan kamu mengorbankan hampir seluruh prajurit bantuan untuk umpan
Ditambah bukti dari korupsi tidak jelas dan memiliki banyak celah. Tapi aku bisa pastikan akan lebih mengawasi duke Racantry, untuk masalah pasukan bantuan yang tidak membantu sama sekali, akan dikirimkan perintah untuk membantu medan perang lain,
untuk masalah panglima Rodigur yang kamu terima perlu kita bicarakan lebih lanjut
Untuk tambahan kembalilah ke ibukota sebulan lagi. Penobatanmu untuk mendapatkan gelar sebentar lagi selesai begitu juga upacara pernikahanmu
-Dari rajamu Khiles von Voldigur
Sudah kuduga untungnya masih dalam perhitungan. Karena raja tidak bisa menggelar sidang karena kurangnya bukti.
Yang bisa raja lakukan hanya mengawasi dengan ketat duke itu sendiri. Setelah itu hampir tidak ada yang spesial selama 1 minggu.
Aku memperhatikan pembangunan yang berjalan lancar, berbincang dengan Mia agar dia membuka hatinya, mendengar keluhan para bangsawan manja. Aku juga mengirimkan hampir semua prajuritku ke gudang penyimpanan dengan dalih patroli.
Menyisakan 30% yang tetap disini. Hal ini membuat bangsawan merasa aku mengabaikan mereka.
Setelahnya tidak ada hal menarik terjadi dan semuanya lancar saja. Hingga surat pemulangan dari raja datang untuk para bangsawan.
Memaksa mereka untuk segera pergi darisini
Baiklah saatnya kembali ke ibukota, aku meninggalkan Sirus, dan Lusar disini sementara sisanya ikut denganku bersama 100 prajurit kembali ke ibukota.
Kami melewati terowongan dwarf agar bisa tiba lebih dulu, aku juga sudah memberitahu raja lewat surat yang kukirim. Bahwa aku akan tiba lebih dulu sebelum mereka
"Apa ini tidak masalah?"(Laria) "Kenapa lagi?"
"Tidak. Hanya meninggalkan benteng begitu saja, kalau Rodigur menyerang bukanya semuanya akan berantakan?"(Laria)
"Untuk sementara mereka tidak akan menyerang. Mereka sudah kehabisan prajurit dan juga panglima. Kecuali mereka lebih ingin cepat kalah"
"Tapi bagaimana jika tahanan memberontak?"(Farel) "Untuk sekarang mereka tidak akan memberontak. Selain tidak ada senjata mereka tidak tahu apapun soal benteng"
Aku sudah mengeceknya sendiri. Tahanan tidak tahu struktur unik dari benteng, bahkan Mia juga tidak tahu.
Mereka murni hanya bantuan yang tadinya hanya menjaga istana saja. Perjalanan memakan waktu 2 hari sebelum sampai di desa Heath.
__ADS_1
Setelahnya kami melanjutkan perjalanan ke ibukota yang memakan waktu 5 hari. Pemberitahuan kedatanganku sudah diketahui oleh raja
Kami semua diundang langsung oleh raja ke istana dan menunggu upacara penobatannya.
Aku bahkan dapat undangan langsung untuk menemui raja di taman istana
Bukan di ruang tahta, ini menunjukkan kalau raja ingin berbincang denganku dalam keadaan setara bukan karena pangkat.
Aku mendatangi taman istana, disana selain raja ada Viscount Rosefield dan Valerie juga
"Hormat hamba kepada yang mulia"
Aku menundukkan kepalaku "Kamu sudah datang. Silahkan duduk Josh"(Raja) "Terima kasih yang mulia"
Aku duduk disebelah Valerie. Karena tidak mungkin aku duduk disebelah raja ataupun Viscount
"Selamat atas kemenanganmu dalam merebut gunung Monrra"(Raja)
"Terima kasih yang mulia"
"Apa benar di gunung itu terdapat biji Mithril?"(Viscount Rosefield)
"Sayangnya itu sudah tidak ada tuan Count"
"Itu adalah sisa hasil tambang untuk kerajaan Rodigur. Mungkin mereka sudah menghabiskan semua biji Mithril disana"
"Kalau begitu sayang sekali ya"(Raja) "Hamba mohon maaf untuk itu yang mulia" "Aku dengar ada pihak yang melelang biji mithril dengan satuan 1 kg"(Viscount)
"Benarkah itu?"(Raja) "Ya itu benar. Lelang itu ada di kerajaan Vorfill dan Margen"(Viscount)
"Kedua kerajaan itu dekat dengan kerajaan Dramons"(Raja)
"Itu memang benar yang mulia. Hanya saja selama ini kerajaan itu mengontrol mithril dengan sangat ketat sampai tidak ada yang tahu bentuk mithril sebelum diolah. Apalagi kerajaan itu selalu menjual mithril dalam bentuk senjata"(Viscount)
"Kamu ada benarnya. Bagaimana menurutmu Josh?"(Raja) "Aku?" "Ya. Kamu, lagipula nona Rosefield tidak mungkin tertarik dengan tambang seperti itu kan"(Raja)
"Sayang sekali tapi itu benar yang mulia"(Valarie) "Maafkan ilmu hamba yang tidak seberapa ini yang mulia. Sepertinya pelakunya orang dalam seperti para penambang, karena hanya penambang saja yang bisa menjual mithril dalam bentuk per kilogram"
"Orang dalam ya?"(Raja) Raja menatapku dengan tatapan menyelidik. Aku biasa saja meski aku tahu, aku dicurigai.
Selain kerajaan Rodigur dan Dramons memang hanya aku yang memiliki kecurigaan menyelundupkan mithril dan itu memang benar.
Mungkin aku harus mengganti sedikit caraku nanti "Sayang sekali di benteng itu tidak ada mithril ya. Padahal aku penasaran ingin melihat cara menambangnya"(Raja)
__ADS_1
"Ya, sayang sekali. Kalau memang yang mulia ingin melihat tambangnya, yang mulia bisa datang kapan saja"
Raja menatapku dengan curiga lagi. Jika aku mengatakan seadanya saja tanpa memberikan kepastian seperti itu.
Pasti raja akan semakin mencurigaiku "Aku masih tidak percaya melihat orang yang baru menggunakan Force tapi sudah bisa menaklukan gunung itu"(Viscount)
"Itu hanya keberuntungan saja" "Benar itu keberuntungan. Semua bangsawan yang kukirim benar-benar payah dan lemah"(Raja)
"Ahh.. Josh, mungkin kamu bisa menceritakan sedikit tentang force dan kemampuanmu"(Valerie)
"Benar juga. Aku penasaran setelah mendengarnya dari nona Vrambel, lagipula itu perlu untuk memberikan gelar padamu"(Raja)
"Baiklah, jika itu keinginan yang mulia..."
Aku menceritakan tentang aku menggunakan force milikku, sampai cara aku memenangkan perang melawan Rodigur
"Jadi kamu disaster ya?"(Raja) "Bisa dibilang begitu" "Meski tidak ada Mithril aku bisa percayakan putriku padamu"(Viscount)
"Terima kasih atas restu anda tuan Viscount"
Tapi apa ini memang yang diinginkan Valerie?
"Rencananya minggu depan upacara penobatanmu, dan minggu berikutnya akan jadi pernikahanmu. Apa kamu keberatan?"(Raja)
"Selama Valerie bersedia aku tidak mempermasalahkannya" "Ohh.. Menarik. Jadi bagaimana nona Rosefield?"(Raja)
"Hamba tidak keberatan yang mulia"(Valerie)
"Baguslah kalau begitu. Aku permisi dulu masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan"(Raja)
"Maafkan hamba yang mulia telah menyita banyak waktu yang mulia" "Tidak masalah. Harusnya itu salahku karena menikmati perbincangan ini. Aku permisi dulu"(Raja)
Raja berdiri dan pergi. Setelah itu kami kembali duduk, aku merasa sofa yang kududuki jadi berduri karena pandangan Viscount
"Kamu akan jadi menantu dari keluarga Rosefield jadi perhatikan tindakanmu"(Viscount)
"Aku mengerti tuan" "Sejujurnya aku masih tidak rela memberikan putriku kepadamu apalagi kamu pernah menghina keluarga kami"(Viscount)
"Ayah. Kubilang itu semua karena kesalahanku"(Valerie) "Aku mengerti. Tapi melihat kemampuanmu, tindakanmu, dan potensimu. Aku putuskan untuk bertaruh, aku harap kamu tidak mengecewakanku. Aku permisi"(Viscount)
Viscount berdiri dan pergi sebelum aku sempat mengatakan apapun. Benar-benar seperti badai
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1