Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 16


__ADS_3

Aku sudah kembali ketubuhku dan aku terdiam. Menikah dengan Valerie atau mati.


Itulah yang kuhadapi.


Bahkan mungkin sebelum bisa menikah aku sudah mati duluan kali. Mengingat keadaan ini yang cukup menyebalkan.


Lupakan soal Valerie pikirkan soal perang dulu. Untuk perang aku butuh peralatan yang lebih baik.


Menulis rune setiap menggunakan Force sangat menyulitkan. Aku harus mencari pandai besi untuk membuat pedangku sendiri


Dale membuka pintu lagi kali ini aku tidak terkejut "Kamu dipanggil Baron"(Dale) "Baiklah"


Aku keluar dan menuju ruang kerja baron. Sepertinya ini saatnya, mungkin aku bisa meminta sedikit bantuan pada Baron untuk masalah pandai besi.


Aku mengetuk pintu ruang kerja Baron "Masuk"(Baron) Aku membuka pintu. Didalam ruangan Baron duduk di bangku didepannya banyak buku dan surat.


Selain Baron ada Sirus juga disana "Seperti yang sebelumnya aku katakan. Kamu akan dikirim untuk perang"(Baron)


"Begitu ya" "Kamu sudah tahu?"(Sirus) "Bukanya aneh kalau kamu tidak tahu"


"Masalahnya perang ini bertujuan membunuhmu"(Baron)


Membunuhku? Aku tahu kalau tujuan perang ini gunung Monrra tapi masa iya untuk membunuhku


"Medan perangnya adalah gunung Monrra. Letaknya ada di timur kerajaan ini. Itu merupakan wilayah kerajaan Rodigur yang berada diperbatasan tepatnya perbatasan dengan hutan Harin, pasukan Rodigur sudah memasuki kawasan hutan itu dan membuat pos. Tujuan perang ini untuk mendapatkan gunung Monrra dan bertahan disana selama 1 tahun"(Baron)


"1 tahun itu lama sekali"(Sirus) "Itu baru bertahan saja. Inilah masalahnya, persediaan makanan untuk kegunung itu hanya bisa didapat dihutan Harin yang jaraknya 3 hari perjalanan dengan kuda. Tetapi kalian harus melalui 3 pertempuran setelah melewati hutan itu"(Baron)


Baron membuka peta benua. Dan menunjuk lambang gunung ditimur "Ini gunung Monrra.


Hutan Harin ada disini"(Baron)


Baron menunjuk hutan yang cukup jauh dari gunung "Diantara hutan dan gunung ada padang tandus dengan nama Srike plains. Padang ini sangat panas bahkan keringat saja langsung menguap. Disini kalian akan disergap tanpa henti oleh pasukan Rodigur, itu juga kalau kalian menang perang dihutan Harin"(Baron)


"Berapa lama perjalanan dari padang itu ke gunung?" "2 hari"(Baron) "Berapa banyak pasukan yang tersedia?"


"Istana hanya bisa mengirim 1000 orang, desa cuma bisa mengirim 200 orang. Jika beruntung mungkin kamu bisa mendapat bantuan dari Baron Heath tepat didepan hutan Harin"(Baron)

__ADS_1


"Berapa perkiraan musuh?" "Entahlah. Yang ada dihutan kira-kira 1000-2000 tidak ada yang tahu. Sedangkan dipadang Srike sekitar 20.000"(Baron)


"Apa-apaan itu?"(Sirus) "Ya, ini perintah untuk membunuhku" "Aku tahu. Tujuan dari perang ini bukan cuma sekedar mengambil gunung saja. Gunung itu kaya akan mineral banyak tambang didalamnya jika itu diambil Rodigur akan kehilangan setengah kekuatannya"(Baron)


"Jadi karena itu" "Kalau perang berarti ada penyihirkan?"(Sirus) Baron hanya menggelengkan kepalanya


Sirus langsung muram. Aku tahu alasan Sirus seperti itu. Dalam perang penyihir memberi peran sangat penting satu sihir mereka bisa membuat ratusan prajurit mati terbunuh.


Karena itu jika ada penyihir maka bisa menaikan kemungkinan menang paling tidak setengahnya.


"Kita akan mati"(Sirus) "Jika menang diperang ini kamu akan diberikan gelar Viscount dan bisa memegang seluruh gunung itu"(Baron)


"Untuk apa hal itu kalau kematian yang menunggu?"(Sirus) "Apa dapat anggaran bantuan?" "Ada 300 Sero"(Baron)


1 Sero sama seperti 100 Ero sedangkan 1 Ero sama seperti 100 Kero dan 1 Kero sama seperti 100 Pero.


Berarti 300 Sero sama seperti 300 Ero, 30.000 Kero atau 300.000 Pero. Itu banyak juga dengan uang segitu harusnya bisa menyewa beberapa prajurit bayaran dan senjata.


Berarti bukan perang tanpa harapan. Masalahnya hanyalah pasukan dan pasokan senjata dan makanan


"Tuan Baron apa bisa kita membentuk rute persediaan dulu? Tanpa persediaan kita akan kesulitan bergerak"


Berarti setelahnya yang akan jadi masalah


"Josh, apa kamu yakin kita bisa menang?"(Sirus)


"Paling tidak dicoba dulu. Lagipula tidak ada kesempatan lain. Aku akan menyewa tentara bayaran dulu"


Aku keluar dari Mansion Baron dan pergi ke daerah kumuh. Tempat kejahatan dan orang miskin bersarang.


Tujuan pembangunan kantor tentara bayaran disana untuk mencegah kejahatan menyebar disana.


Apalagi orang miskin yang kuat bisa mendaftar jadi tentara bayaran dan digaji bahkan bisa diberi tip oleh pelanggannya.


Tapi tempat itu sangat berbahaya, dan aku sampai. Setelah melewati banyak gang yang memiliki bau tidak sedap.


Sampai juga di rumah kayu 2 tingkat dengan bagian bawah bar. Aku membuka pintu dan didalamnya dipenuhi orang yang seram.

__ADS_1


Bahkan aku bisa mencium bau darah dari mereka. Aku yakin mereka sudah ahli dalam berperang seperti ini.


Seorang pria dengan baju pelayan datang "Ada yang bisa saya bantu?"(Pelayan) "Siapkan satu meja untukku. Minuman juga, oh ya jelaskan bagaimana cara aku menyewa pasukan disini!"


"Baiklah sebelah sini"(Pelayan) Aku diantarkan kesalah satu meja yang kosong. Semua orang disana menatapku dengan ganas karena mendengar kata menyewa sebelumnya


Aku duduk di bangku "Untuk pasukan anda bisa menempelkan permintaan didinding jika ingin lebih rahasia lagi bisa bicara saja kepada orang yang anda inginkan"(Pelayan)


Pelayan itu pergi begitu saja. Aku memperhatikan semua orang disana "Ahh.. Aku malas bertele-tele. KALIAN yang ada disini sedang senggangkan? Berkerjalah untukku dan akan kubayar satu ero dimuka dan lima puluh kero perbulan"


Dengan teriakanku mereka semua langsung gaduh. Bukan untuk menerima pekerjaanku melainkan mengancamku


"Lihat siapa anak manja ini? Hanya karena kamu kaya bisa memperlakukan kami layaknya barang hah!!"(Pria kekar)


Suara Pria itu disambut teriakan dan hinaan untukku "Jadi kalian maunya bagaimana?"


Mereka saling memandang dan tersenyum


"Uang sebanyak itu terlalu banyak untuk kamu pegang sendiri. Apa kamu tidak tahu kalau itu bisa memancing orang jahat? Bagaimana jika begini berikan uang itu dan aku akan mengantarkanmu kepelukan ibumu untuk menyusu"(Pria kekar)


Aku menghela nafas. Mereka memang menyebalkan, Force meledak ditubuhku membuat pria kekar itu terbang


Dan dia mendarat menimpa beberapa orang


"Jadi kalian ingin yang kasar? Bagaimana kalau begini" Aku meletakkan kantung uang diatas meja


"Adu panco denganku jika aku kalah semua uang disini bisa kalian ambil. Tapi jika aku menang yang kalah harus bekerja kepadaku"


"Sombong"(Pria kekar) Pria kekar itu berdiri


"Memang kamu saja yang bisa menggunakan Force?"(Pria kekar)


Bersamaan dengan suara pria kekar. Puluhan cahaya Force beragam warna terlihat. Bahkan 10 wanita disana juga mengeluarkan Force


"Baguslah. Kita bisa gunakan Force dalam adu panco ini. Kenapa? Apa kamu takut dengan anak manja ini?"


Pria kekar itu duduk "Jangan menangis jika tanganmu patah nanti"(Pria kekar) Tangan kami saling terkait dan ini akan jadi menyenangkan.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2