
Kini, Daddy Dion dan Papa Carlos saling berjabat tangan, dilanjutkan dengan saling merangkul, kedua pebisnis itu terlihat sangat akrab, tentu saja Daddy Leo tampak terkejut, ternyata calon besan Carlos juga sama orangnya dengan besannya sendiri, yaitu Daddy Dion.
"Pak Leo, Astaga sangat kebetulan sekali kita bisa berjumpa di sini," seru Daddy Dion yang sangat bahagia melihat besannya ikut bersama.
"Tentu saja Pak Dion, saya juga baru mengetahuinya, hei Carlos! Kenapa kamu tidak bilang jika calon besan kamu adalah Pak Dion, itu artinya hubungan kita semakin dekat saja, bukan!" seru Daddy Leo kepada putra angkatnya itu, kemudian Carlos datang menghampiri keduanya sembari berbisik kepada kedua hot Daddy itu.
"Aduh Daddy jangan keras-keras! Nanti kedengaran Bening, Dadd! Carlos sengaja merahasiakan calon suami Bening kepadanya, Deddy tahu kan siapa yang akan dijodohkan dengan Bening?" tanya Carlos.
Daddy Leo pun akhirnya teringat dengan putra pertama Daddy Dion yang kuliah di luar negeri, dan tentu saja tak lain adalah Alaska, Kakak Zizi.
Daddy Leo pun mulai faham dan mengerti siapa yang dimaksud oleh Carlos, sementara itu Daddy Dion tampak tersenyum saat Daddy Leo mengetahuinya. Mereka bertiga tampak serius, dan Daddy Leo pun mulai faham jika perjodohan ini memang sengaja dilakukan oleh Carlos dan besannya.
Sementara itu di sisi lain, Alaska melihat sang Daddy yang sedang berunding dengan calon mertuanya dan Daddy Leo, Alaska belum sadar jika calon mertuanya adalah anak angkat dari Daddy Leo.
"Mereka sedang ngomongin apa sih? Serius banget! Apa mereka batal menjodohkan aku, ah ... itu sih bagus, semoga saja seperti itu, nggak bisa bayangin nikah dengan gadis aneh seperti dia, kali aja mukanya udah tua kan nggak banget!!" pikir Alaska sembari membayangkan jika masker yang dipakai oleh Bening dibuka dan memperlihatkan wajah aslinya.
__ADS_1
Pun sama, Bening pun membayangkan jika calon suaminya itu adalah pria yang memiliki kumis dan jenggot setebal itu, apalagi rambut kribo nya itu yang membuat Bening sakit kepala.
"Omaigad! Semoga saja Papa membatalkan perjodohan ini, nggak bisa bayangin jika tuh rambut dalamnya bagaimana? astaga! Aku benci pikiranku idiiih geli banget!" batin Bening yang rasanya ingin sekali ia pergi dari tempat itu.
Hingga akhirnya, tiba waktunya keduanya dipertemukan, Bening harus bersiap untuk bertemu dengan calon suaminya, pun sama Alaska pun harus bersiap untuk bertemu dengan calon istrinya, tentu saja keduanya sama-sama membatin tentang penampilan masing-masing.
"Astaga!! Sumpah jelek banget nih cowok! Kok bisa sih aku dijodohin sama dia, itu muka ya ampun!! Nggak kelihatan mulut dan matanya, gimana cara dia makan? Pasti nyangkut semua tuh pada kumisnya, idiiih apalagi dicium sama dia, ogah beud!! Mending lari aja deh!!"
"Ampun nih cewek, asli dia monyong, kalau nggak monyong ngapain pakai ditutupi segala tuh mulut, dan matanya pasti juling, masa iya malam hari pakai kacamata, yang bener aja, asli nih cewek juling matanya, nggak kebayang kalau masker dan kacamata nya dilepas terus dia senyum, awwww bisa-bisa aku mati berdiri, mending kabur aja!!"
Keduanya saling membatin, hingga akhirnya sebelum kedua pihak keluarga mengenalkan keduanya dan belum mengetahui nama masing-masing, Bening terlihat minta izin untuk ke toilet. Bening mendekati Papa Carlos dan berbisik, "Maaf, Pa! Bening ke toilet dulu, mau pipis, urgent keburu keluar!!" bisik nya, dan Papa Carlos pun terpaksa mengizinkan Bening untuk pergi ke kamar mandi.
Hal yang sama dilakukan oleh Alaska, ia pun meminta izin untuk menerima telepon, karena kebetulan ponselnya berdering, Alaska sengaja menyetel alarm pada ponselnya agar dirinya bisa pergi dengan mudah dari acara perjodohan itu, dengan alasan itulah, Alaska bisa keluar dari situasi yang menurutnya sangat mencekam mengalahkan taman kuburan.
"Maaf Dadd! Alaska terima telepon dulu sebentar!!" pamit Alaska kepada sang Daddy.
__ADS_1
"Hmmm ... jangan lama-lama!!" balas Daddy Dion. Tentu saja itu adalah hal yang menggembirakan bagi Alaska, pasalnya ia akan melarikan diri dari pertemuannya dengan gadis yang akan dijodohkan dengannya, ekspektasi Alaska terhadap gadis yang akan dijodohkan dengannya itu membuat pemuda itu lari terbirit-birit.
Akhirnya, baik Bening dan Alaska kini berada di luar hotel, tempat di mana mereka akan dipertemukan.
"Syukurlah!! Sekarang aku udah aman, maafin aku Pa, Ma! Bening belum siap untuk kenal dengan pria itu, Bening ilfeel banget lihat mukanya, Bening takut!" ucapnya sembari melepaskan masker yang menutupi wajahnya dan juga kacamata hitamnya, ia pun juga melepaskan jaket yang dipakainya, meninggalkan setelan kemeja bunga-bunga, Bening pun kembali menggerai rambutnya setelah ia ikat saat penyamaran tadi.
Setelah itu, Bening pun segera pergi dan masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah.
Hal yang sama terjadi pada Alaska, pria itu pun masuk ke dalam kamar mandi sembari melepaskan semua atribut penyamaran yang menutupi wajah tampannya.
"Akhirnya, aku bisa pergi juga dari sana, Maaf Dadd! Alaska nggak bisa menerima perjodohan ini, Alaska nggak kuat nanti lihat muka gadis itu, pasti sangat menyeramkan, monyong ditambah lagi dengan juling, hiii!!" ucapnya sembari melepaskan kumis dan jenggot palsu serta wig rambut kribo itu.
Setelah Alaska melepaskan atribut penyamarannya, ia pun keluar dari kamar mandi dengan santai.
Alaska berjalan menuju lobi hotel untuk keluar dari tempat itu, ia harus masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai dasar. Di saat yang bersamaan, saat Bening baru saja masuk ke dalam lift, tiba-tiba ada seorang pria yang juga hendak masuk ke dalam lift dengan terburu-buru. Bening yang saat itu sedang menundukkan wajahnya, ia tidak tahu jika pria yang masuk ke dalam lift bersamanya adalah Alaska, sahabatnya sendiri.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...