
Begitu bahagia 2 keluarga dengan kehadiran cucu mereka, bayi Aksa dan Zizi adalah cucu pertama dalam keluarga, bayi tampan yang diberi nama Alexi Bagas Abraham.
Setelah proses persalinan itu berjalan dengan lancar, akhirnya keluarga besar bisa melihat cucu pertama mereka dengan sangat bahagia, mereka bergantian menggendong Baby Alex yang memiliki kemiripan dengan wajah sang Papa.
Begitu juga pasangan Alaska dan Bening yang ikut bahagia melihat kehadiran sang keponakan. Kini, Aksa yang dulunya seorang pria yang selalu bersifat unik dan gokil, sejak kelahiran putranya, ia berubah sosok yang dewasa meskipun tak meninggalkan sifat gokilnya.
Setelah bayi mereka pulang dari rumah sakit, Aksa sangat perhatian kepada Baby Alex, dan ia tidak membiarkan sang istri terbangun tengah malam gara-gara baby mereka minta nyusu.
Zizi memompa air susunya dan ia letakkan pada kulkas khusus untuk menyimpan ASIP. Mengingat produksi air susu Zizi sangat melimpah, akhirnya ia simpan ASI sebagai stok jika baby Alex terbangun malam-malam, dan sang Papa lah yang akan menyusukan ASI itu pada baby mereka.
"Kamu istirahatlah! Biar aku yang menemani Baby kita," ucap Aksa kepada sang istri. Zizi menganggukkan kepalanya, ia pun kemudian memejamkan matanya untuk beristirahat, tapi ia sendiri juga kasihan kepada sang suami, karena bagaimanapun juga sekarang Aksa sudah bekerja di kantor Daddy Dion mengingat mereka baru saja lulus kuliah dan kini Aksa mengabdi dengan membantu di perusahaan sang Daddy.
"Tapi, Sayang! Kamu juga harus istirahat, sini! Berbaringlah denganku, kamu pastinya juga capek," seru Zizi saat melihat sang suami yang masih menggendong putra mereka. Aksa tersenyum dan Ia pun melihat bayi yang masih berusia satu Minggu itu sudah terlelap.
"Iya sebentar lagi, aku masih mau menggendong hasil kecebong ku, lucu sekali seperti wajah Papanya yang menggemaskan ini. Uluh-uluh cakep bener kamu, Nak! Asli kecebongku memiliki kualitas yang sangat bagus, anakku tampan sekali ya Tuhan! Pasti banyak cewek-cewek yang kecantol dengan ketampanan Alex, nanti kamu harus lebih hebat dari Papa, ya!" ucapan Aksa kepada putranya, rupanya mendapatkan perhatian dari sang istri.
"Heleh! Dasar Papa edyan!" lirih Zizi sambil memutar bola matanya.
Aksa menatap wajah sang Baby dengan sangat bahagia, bayi itu tersenyum seperti merasa jika dirinya sedang diperhatikan oleh sang Ayah.
__ADS_1
"Coba lihat deh, Sayang! Dia tersenyum. Ya ampun, eh tapi senyumnya mirip sekali dengan kamu loh, manis!" seru Aksa.
"Ya iyalah manis kayak Mamanya, emangnya semua harus mirip kamu doang, tuh senyum pasti dapat memikat hati siapa saja yang melihatnya, seperti mamanya yang selalu membuat cowok-cowok penasaran," sahut Zizi sambil tersenyum.
Aksa pun menyahuti ucapan sang istri. "Penasaran! Masa sih? Aku enggak tuh," celetuk Aksa.
"Nggak penasaran, tapi kalau aku tersenyum kamunya klepek-klepek," sahut Zizi yang membuat Aksa terpaksa meletakkan kembali sang bayi pada box bayi di samping tempat tidur mereka.
Setelah meletakkan bayi mereka, Aksa pun segera menghampiri sang istri dan berbaring di sampingnya.
"Kok tau sih kalau aku suka nggak nahan lihat kamu senyum," seru Aksa sambil memeluk istrinya.
"Ya tahulah! Udah hafal," Zizi berkata sembari membalas pelukan sang suami.
Sontak Aksa pun terbangun saat dirinya menyadari jika tangan istrinya sedang enak-enakan bertengger pada Dede gemoy yang saat itu tiba-tiba terbangun.
"Huassseeemmm! Pakai bangun segala. Jangan bangun dulu woi! Lu tuh masih puasa," batin Aksa ketika melihat tangan Zizi menggenggam sempurna miliknya.
Aksa pun terpaksa menyingkirkan tangan sang istri, setelah tangan Zizi terlepas, dengan sangat pelan Aksa beranjak ke kamar mandi untuk menidurkan Dede gemoy nya.
__ADS_1
Tak berselang lama, Zizi terbangun dan ia tidak melihat sang suami yang sedari awal tidur bersamanya.
"Loh Akang kemana?" Zizi pun mulai mendengar sayup-sayup suara dari dalam kamar mandi, seperti suara desaahan nafas seseorang. Dengan cepat, Zizi pun langsung menguping di balik pintu kamar mandi. Spontan Zizi membelalakkan matanya saat ia mendengar jika itu adalah suara suaminya.
"Akang! Dia sedang apa di dalam?" batin Zizi yang terus menguping di balik pintu, hingga akhirnya tiba-tiba terdengar suara lengkingan yang cukup keras.
"Aaaahhhhhhh ...." jelas itu adalah suara lenguhan Aksa yang entah apa yang dilakukannya di dalam kamar mandi, sehingga membuat Zizi menduga jika suaminya itu sedang bersolo karir.
"Ya ampun kasihan sekali kamu, Sayang! Aku janji jika nanti selesai masanya, aku akan memberikan pelayanan yang terbaik untukmu, kasihan Dede gemoy nya, harus nunggu satu bulan lagi, pantas saja sabun sering habis," batin Zizi.
Tak berselang lama, Aksa membuka pintu kamar mandi dan ia sangat terkejut saat melihat wajah sang istri yang sedang memperhatikan dirinya.
"Eh ... kodok kadal curut! Sayang, kamu ngagetin aku aja," seru Aksa yang kaget setengah mati, ia tidak menyangka jika Zizi berdiri di depan pintu.
Zizi tersenyum, dan ia pun spontan memeluk suaminya sembari berkata, "Aku minta maaf ya, Sayang! Aku belum bisa melayanimu, kamu tahu sendiri Baby kita masih berumur 2 minggu, jadi aku nggak bisa menuruti permintaanmu dulu," ucapnya yang membuat Aksa tersenyum.
"Tidak apa-apa, lagipula aku bisa mengerti dan sabar, aku sudah bahagia kamu melahirkan anak kita, masih banyak stok sabun, kamu tidak usah khawatir. Ya meskipun rasanya kurang greget saat bersama kamu, tapi ya sudahlah! Aku pasti sabar kok," balas Aksa yang membuat Zizi bahagia.
"Makasih suamiku, kamu pengertian banget," puji Zizi bersyukur memiliki suami yang meskipun somplak nya nggak ketulungan, tapi nyatanya Aksa bisa mengerti dan bersabar di saat sang istri sedang libur untuk melayaninya.
__ADS_1
"Hmm ... iya dong! Tunggu saja nanti pembalasanku, kamu pasti ampun-ampun!" sahut Aksa dengan seringainya. Zizi pun mencubit pinggang suaminya karena dirinya begitu malu saat Aksa berkata demikian.
...BERSAMBUNG ...