SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Obat nyamuk


__ADS_3

Zizi balik berbisik, "Diiihh Akang, ditahan dulu napa? Kita tuh lagi tugas kuliah, Kang! Bukan bulan madu," ucapnya sembari menengok ke arah Rere yang mulai curiga dengan hubungan mereka berdua, Rere pun hanya tersenyum dan ia pun memilih untuk pergi agar tidak mengganggu keduanya.


"Eh gue pergi dulu ya ke sana?" pamit Rere sembari beranjak pergi.


"Eh Rere mau kemana?" tanya Aksa.


"Hehehe gue nggak mau ganggu, entar jadi obat nyamuk, gue masuk aja, dingin!!" jawab Rere sambil menutupkan Hoodie di kepalanya. Setelah itu Ia pun segera masuk ke dalam rumah, sedangkan Aksa tampak merapatkan tubuhnya pada sang istri karena udara malam terasa begitu dingin menusuk tulang.


"Ihh Akang jangan dekat-dekat! Dilihatin anak-anak tuh, malu!" seru Zizi sembari menjauhkan dirinya dari Aksa.


"Eh jangan jauh-jauh dong! Dingin beneran nih, Zi! Eh kita ke sana yuk!" ajak Aksa sembari menunjuk ke sebuah tempat. Zizi melihat arah telunjuk sang suami, ia tidak melihat apa-apa yang ada hanya tempat gelap dan sepi.

__ADS_1


"Kemana Kang? Di sana gelap banget, aku takut nanti ada ular," balas Zizi sambil membayangkan jika dirinya melihat ular.


"Ya elah! Masa sama ularku kamu takut sih? Enak loh!" bisik Aksa yang semakin membuat Zizi menepuk jidatnya.


"Udah deh Akang! Lihat sikon dulu, nggak sabaran banget sih, iya iya nanti pasti aku kasih, nunggu waktu yang tepat, aku nggak mau kita nanti difitnah yang aneh-aneh, karena mereka nggak tahu kalau kita udah nikah," seru Zizi. Aksa pun cuma bisa menghela nafasnya dan Ia pun menuruti permintaan sang istri.


"Ya ... nasib-nasib! Ya udah lebih baik kita nggak usah deh nutupin pernikahan kita, biar kita nggak dikira pasangan mesum," sahut Aksa yang nyatanya sudah tidak ingin menyembunyikan pernikahan mereka.


"Maunya aku juga gitu, Kang! Ya udah kalo gitu, tapi apa anak-anak percaya jika kita udah nikah? Mereka banyak yang nggak tahu soalnya, kecuali Robi dan Fikri," balas Zizi. Aksa pun tanpa sungkan merangkul pundak Zizi seolah mereka sangat dekat.


Kebetulan saat itu, Juleha dan Juminten sedang lewat di depan mereka, kedua gadis itu pun langsung menyindir Zizi dengan mengatakan sesuatu yang membuat Zizi dan Aksa tertawa.

__ADS_1


"Astaga! Nggak di kampus ngga di sini, ternyata masih sok-sok manja, ya! Heran, katanya cuma berteman tapi kelakuan kayak miris, nggak pantas banget!" sindir Juleha sambil mengibaskan rambutnya.


"Tahu tuh! Belum tahu aja peraturan di Desa ini tuh ketat banget, masih untung nggak ada warga yang lihat, coba kalau ada yang lihat pasti di karak rame-rame tuh," sahut Juminten.


Zizi pun tertawa kecil mendengar ucapan dari kedua gadis itu, kemudian ia pun menjawab, "Benarkah? Gue akan dikarak ramai-ramai, nggak masalah sih, it's okay gue nggak bakalan takut sama sekali, yang ada elu berdua yang bakalan malu," tunjuk Zizi pada kedua wajah gadis itu.


"Eh ... elu tuh ya, dibilangin juga, entar ketangkep basah sama warga baru nangis-nangis," sahut Juleha tidak terima.


"Bodo amat!" Sahut Zizi dengan lantang di depan mereka berdua, hingga akhirnya Aksa berdiri dan menghampiri istrinya dan tentu saja merangkul pundak sang istri dengan mesra.


"Eh ... udah-udah, elu berdua ngapain di sini, jangan ganggu Zizi! Ayo Zi, kita pergi!" ajak Aksa sembari membawa Zizi pergi dari hadapan Juleha dan Juminten.

__ADS_1


"Hiiii ... kenapa sih Zizi terus Zizi terus, Aksa nggak lihat apa gue juga cantik dan seksi, daripada si Zizi ya cantikan gue lah, kok dia malah milih Zizi sih," umpat Juleha kesal.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2